semuanya

Social Icons

Social Icons

Cari Blog Ini

Memuat...

Featured Posts

Jumat, 06 Mei 2011

UPAYA MENINGKATKAN MINAT SISWA KELAS XI ILMU SOSIAL PADA PELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PEMBERIAN MOTIVASI DAN PENERAPAN MODEL-MODEL PEMBELAJARAN


Tugas Kelompok


UPAYA MENINGKATKAN MINAT SISWA KELAS XI ILMU SOSIAL PADA PELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PEMBERIAN MOTIVASI DAN PENERAPAN MODEL-MODEL PEMBELAJARAN
(Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Problematika Pendidikan Matematika)




DOSEN PEMBINA
PROF. DR. SURADI, MS.
DRS. AHMAD TALIB, M.Si.














PROGRAM STUDI S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2008


I. PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang Masalah
            Matematika sebagai salah satu ilmu pengetahuan ilmu dasar harus diajarkan pada setiap jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi. Pada jenjang pendidikan SMA, siswa dijuruskan pada tiga bidang ilmu yaitu Ilmu Alam (I.A), Imu Sosial (I.S) dan Ilmu Bahasa (I.B) pada waktu kenaikan dari kelas X ke kelas XI. Namun penjurusan tersebut tergantung dari kondisi sekolah dan minat serta kemampuan siswa. Umumnya, di sekolah-sekolah baik negeri ataupun swasta hanya terdapat dua jurusan yaitu Ilmu Alam (I.A) dan Ilmu Sosial (I.S) sedangkan jurusan Ilmu Bahasa (I.B) hanya terdapat pada sekolah-sekolah tertentu. Penjurusan tersebut didasarkan pada kemampuan siswa, Jurusan I.A adalah siswa yang memiliki kemampuan di bidang Ilmu Eksak (Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi), Jurusan I.S adalah siswa yang memiliki kemampuan di bidang Ilmu Sosial (Ekonomi, Akuntansi dan Geografi) dan jurusan I.B adalah siswa yang memiliki kemampuan di bidang  Ilmu Bahasa (B.Inggris dan B.Indonesia).
Siswa yang mengambil jurusan Ilmu Sosial (I.S) pada umumnya ingin menghindari pelajaran Eksak (hitung-hitungan) terutama Matematika, namun  mereka kembali mendapat pelajaran Matematika di kelas, sehingga mereka kurang bergairah dan malas dalam mengikuti pelajaran matematika. Padahal matematika sangat dibutuhkan terutama pada pelajaran ekonomi dan akuntansi dalam materi yang berkaitan dengan perhitungan. Disini guru  dituntut lebih kreatif dalam memberikan materi kepada siswa agar mereka tidak merasa bosan dan  mudah dalam memahami materi yang diajarkan
SMA Negeri 1 Sukamaju adalah salah satu sekolah yang  terletak di pusat kota Luwu Utara, yang lokasinya berada di tengah-tengah kota. Siswa yang diterima di sekolah ini hampir semuanya adalah siswa-siswa yang cukup pintar dan favorit ataupun umumnya kemampuan akademisnya agak kurang. Selain itu, tapi keadaan ekonomi orang tua siswa umumnya menengah kebawah, sehingga ada beberapa siswa yang kerja sambilan agar bisa membayar melanjutkan sekolah.
Di SMA Negeri 1 Sukamaju hampir semua guru merasa kesulitan dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. Guru harus mengulang beberapa kali agar siswa bisa mengerti materi yang diajarkan tetapi itupun hanya sebagian kecil siswa yang mampu menyerap dan mengerti penjelasan yang telah diberikan oleh guru, mungkin ini terjadi karena kemampuan akademis mereka yang rendah. Kondisi tersebut diperparah dengan suasana kelas yang ramai dan gaduh, minat belajar siswa yang rendah, sikap malas dan cuek dalam mengikuti pembelajaran, sehingga memang diperlukan kreativitas yang luar biasa oleh seorang guru agar materi yang diberikan bisa diterima dan dipahami oleh siswa. Para guru biasanya memberikan hukuman fisik (lari, push-up, Skot-jam) kepada siswa yang tidak mengerjakan tugas, siswa yang jajan ke kantin pada waktu proses kegiatan belajar mengajar  dan yang melakukan pelanggaran tata tertib sekolah lainnya
Penulis sendiri baru mengajar selama setahun di sekolah SMA Negeri 1 Sukamaju yang merupakan sekolah swasta pinggiran di kota Gresik, dimana kemampuan (intelegensi) siswanya pada umumnya rendah, berasal dari keluarga menengah ke bawah dan agak sulit diatur dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Diantara semua kelas yang ada, kelas XI.IS adalah kelas yang siswanya paling sulit diatur dan kemampuan intelegensinya paling rendah (berdasarkan informasi guru-guru yang mengajar di kelas XI.IS). Apalagi mereka masih menerima pelajaran matematika, pelajaran yang mereka takuti selama di kelas X. Menemukan fakta ini, penulis mencoba memecahkan masalah ini, dengan memberikan motivasi dan penerapan metode-metode pembelajaran yang menyenangkan kepada siswa yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan minat  siswa terhadap pelajaran matematika. Namun yang perlu ditegaskan,makalah ini bukan hasil penelitian tetapi hanya merupakan kiat atau usaha yang dilakukan guru dalam upaya meningkatkan minat siswa dalam pelajaran matematika
B.     Rumusan Masalah
Berdasar latar belakang masalah, maka rumusan masalah yang diajukan adalah :“Apakah pemberian motivasi dan penerapan metode-metode pembelajaran dapat meningkatkan minat siswa kelas XI.IS SMA Negeri 1 Sukamaju pada pelajaran matematika”
C.     Tujuan Penulisan
Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan ini adalah untuk mengetahui peningkatan minat siswa pada pelajaran matematika setelah pemberian motivasi dan penerapan metode-metode pembelajaran

D.     Manfaat Penulisan
Manfaat yang diharapkan dari penulisan ini adalah dapat memberikan informasi kepada guru tentang bagaimana cara meningkatkan minat siswa khususnya kelas X.I IS pada pelajaran matematika  terutama di sekolah-sekolah pinggiran. 

E.      Batasan Istilah
Dalam tulisan ini, istilah yang dibatasi adalah sebagai berikut:
1.       Definisi minat pada tulisan ini adalah suatu sikap yang memperlihatkan perhatian terhadap obyek minatnya
2.       Definisi motivasi pada tulisan ini adalah dorongan dasar yang menggerakkan seseorang untuk memenuhi suatu keinginan atau tujuan tertentu
3.       Definisi metode pembelajaran pada tulisan ini adalah cara guru dalam menyampaikan materi dalam proses kegiatan belajar mengajar
4.       Peningkatan minat siswa dilihat dari respon siswa dan angket.

II. PEMBAHASAN
A.     Pengertian Minat, Motivasi dan Metode
Ada beberapa pendapat yang dikemukan oleh para ahli mengenai definisi minat. Beberapa definisi minat adalah: “Kemauan yang terdapat dalam hati atas sesuatu; gairah; keinginan.” (Salim & Salim, Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer (1995) dalam Purnawan (2001)), “Satu sikap yang berlangsung terus menerus yang memolakan perhatian seseorang, sehingga membuat dirinya jadi selektif terhadap objek minatnya.” (Chaplin, Kamus Lengkap Psikologi (1975) dalam Purnawan (2001)). Reber (1995) (dalam Purnawan (2001)) menambahkan bahwa minat memiliki berbagai implikasi yang berhubungan dengan atensi, keingintahuan, motivasi, fokus, perhatian, pengarahan tujuan, kesadaran, keberartian dan hasrat. Berdasarkan beberapa pendapat diatas penulis mencoba mendefinisikan minat yaitu suatu sikap yang memperlihatkan perhatian terhadap obyek minatnya. Dalam penulisan ini yang dimaksud minat adalah sikap siswa yang cenderung memperhatikan dan mengikuti proses kegiatan belajar mengajar di kelas dengan baik.
Menurut Woolfolk (1998) (dalam Nur (2003)) motivasi didefinisikan sebagai suatu keadaan internal yang mendorong seseorang untuk mempertahankan suatu prilaku. Sedangkan menurut Morgan, et.al (1986) (dalam Nur (2003)), motivasi dapat didefinisikan sebagai tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku kearah suatu tujuan tertentu. Baron dan Schunk (1990) (dalam Nur(2003)) mendefinisikan motivasi sebagai suatu proses internal yang mengaktifkan, membimbing dan mempertahankan perilaku dalam rentang waktu tertentu (Nur, 1990). Berdasarkan beberapa definisi diatas penulis mendefinisikan motivasi adalah dorongan dasar yang menggerakkan seseorang untuk memenuhi suatu keinginan atau tujuan tertentu, dalam penulisan ini motivasi yang diberikan ke siswa bertujuan untuk meningkatkan minat siswa pada pelajaran matematika dalam proses kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Menurut Sudrajat (2007) metode adalah cara dalam menyajikan (mengurai-kan, memberi contoh, dan mem-beri latihan) isi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu. Jadi pengertian metode dalam tulisan ini adalah cara guru dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa
B.     Kondisi sekolah SMA Negeri 1 Sukamaju
Telah dijelaskan sebelumnya bahwa siswa SMA Negeri 1 Sukamaju  berasal dari keluarga yang kurang mampu  dan rata-rata tingkat intelegensinya rendah. Namun dari segi sarana dan prasarana yang ada, cukup memadai. Misalnya, terdapat Lab Bahasa, Ruang Komputer, Ruang AVA, lapangan olahraga dan sebagainya. Kualitas guru pengajar pun tidak kalah dengan sekolah swasta yang lainnya, beberapa diantaranya adalah tutor LBB SSC dan PRIMAGAMA, staf pengajar di SMA N 1 Sukamaju yang merupakan Sekolah Bertaraf  Internasional (SBI), dan juga ada tiga orang yang sudah bergelar Magister Pendidikan (M.Pd). Untuk mengatasi siswa yang melakukan pelanggaran terhadap tata tertib sekolah, pada umumnya guru menerapkan hukuman fisik berupa lari keliling lapangan, Push-Up, berjemur di lapangan dan sebagainya. Meskipun mereka tahu bahwa hukuman fisik tersebut kadang tidak membuat jera siswa, mereka tetap melakukannya sebab mereka tidak tahu harus berbuat apalagi agar siswa SMA Negeri 1 Sukamaju bisa berbuat baik dan tidak melanggar peraturan sekolah. Sejauh ini belum ada keberatan dari siswa maupun wali murid mengenai hukuman fisik tersebut.

C.      Proses pembelajaran di Kelas XI.IS
Kelas XI.IS SMA Negeri 1 Sukamaju mendapatkan pelajaran matematika selama lima jam dalam seminggu yaitu hari jum’at (2 jam) dan hari sabtu (3 jam) yang semuanya pada jam-jam terakhir pembelajaran. Penulis menyadari bahwa tidak mudah mengajar siswa kelas XI.IS, apalagi mengajarkan  matematika yang dianggap menakutkan oleh mereka. Berikut, akan disampaikan hal-hal yang telah dialami dan dilakukan oleh penulis selama dua bulan dalam melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar di kelas:
   i.       Masalah yang dihadapi selama proses kegiatan belajar mengajar
a.     Beberapa siswa sering tidur, dikarenakan lelah akibat tadi malam bekerja dan pelajaran matematika disampaikan di akhir pelajaran
b.    Beberapa siswa sering ijin ke kamar kecil namun setelah itu mereka mampir ke kantin untuk membeli makanan kecil
c.     Beberapa siswa malas dalam mencatat pelajaran yang telah disampaikan
d.    Beberapa siswa sering mainan HP dalam kelas
e.     Beberapa siswa kadang main sepak bola dalam kelas
f.      Umumnya siswa sering mengobrol sendiri dengan temannya sewaktu guru menerangkan.


 ii.       Pemberian motivasi
Tujuan guru dalam memberi motivasi kepada siswa adalah untuk membangkitkan minat siswa agar bersemangat dalam mengikuti pembelajaran matematika .Motivasi yang diberikan kepada siswa Dalam memberikan motivasi kepada siswa guru melakukan tiga hal yaitu
a.       Motivasi melalui pemberian penghargaan
      Motivasi melalui pemberian penghargaan yang dimaksud disini adalah siswa akan mendapatkan reward berupa medali emas, perak dan perunggu yang nantinya akan ditukarkan dengan nilai 5 untuk emas, nilai 3 untuk perak dan nilai1 untuk perunggu sebagai nilai tambahan ulangan harian, ulangan tengah semester ataupun ulangan akhir semester berdasar kriteria yang telah ditetapkan. Untuk memperoleh medali tersebut siswa dapat melakukan hal-hal  sebagai berikut:
1.)    Mencatat materi yang telah disampaikan
2.)    Mengerjakan LKS
3.)    Mengerjakan soal yang diberikan oleh guru
4.)  Membantu menjelaskan materi atau jawaban soal kepada siswa yang belum bisa/paham
     Melalui pemberian penghargaan berupa medali sebagai tambahan nilai, merangsang siswa untuk rajin mencatat dan mengerjakan soal yang diberikan sehingga diharapkan mereka semakin berminat untuk mengikuti proses pembelajaran matematika dengan baik
b.       Motivasi secara umum
            Motivasi secara umum artinya penyampaianya diberikan kepada seluruh siswa atau sekelompok siswa yang sering membuat suasana kelas gaduh. Motivasi yang diberikan antara lain:
1.)    Menceritakan orang-orang yang berasal dari keluarga yang kurang mampu tentang perjuangannya dalam meraih kesukesan. Bahwa untuk mencapai kesuksesan diperlukan kerja keras, pantang menyerah dan doa. Kesuksesan tidak dapat diraih secara instant namun  bertahap dan membutuhkan waktu yang lama
2.)    Perjuangan penulis dalam melanjutkan pendidikan pada jenjang SMA maupun kuliah yaitu berjualan koran, berjualan majalah di sekolah, berjualan kue dan lain-lain
3.)    Menyadarkan pada semua siswa bahwa biaya sekolah itu mahal, mereka harus menghargai perjuangan orang tua yang bekerja keras untuk mencari uang demi membiayai mereka untuk tetap sekolah, sedangkan disekolah mereka malas-malasan dalam belajar dan acuh tak acuh dalam mengikuti proses pembelajaran
4.)    Bagi mereka yang bekerja sambilan setelah pulang sekolah, uang yang mereka peroleh untuk membayar biaya sekolah akan terasa sia-sia bila mereka tidak semangat dan malas dalam bersekolah
5.)    Menjelaskan pentingnya matematika untuk saat ini maupun kelak mereka lulus
c.       Motivasi pribadi
      Pemberian motivasi pribadi yang dilakukan penulis yaitu dengan cara memanggil siswa satu persatu untuk diberikan pengertian dan memotivasi mereka akan pentingnya arti sekolah dan meningkatkan prestasi belajar matematika
     
            iii.     Penerapan metode-metode pembelajaran
      Meode-metode pembelajaran yang diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di kelas beberapa diantaranya merupakan ide kreatif  yang muncul dari penulis sendiri. Metode-metode pembelajaran yang selama ini diketahui penulis, ada yang kurang cocok (agak sulit) bila diterapkan ke siswa kelas X.I IS. Hal ini disebabkan karena kondisi siswa yang umumnya intelegensinya rendah dan suasana kelas yang kurang menguntungkan. Beberapa metode pembelajaran yang selama ini diterapkan antara lain:
a. Model pertama
             Pada pembelajaran model pertama ini topik yang akan dibahas adalah menentukan jangkauan, kuartil, simpangan kuartil, rentang antar kuartil dan desil untuk data tunggal selama tiga jam pelajaran. Adapun langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran setengah Jigsaw adalah sebagai berikut:
1)      Guru membagi siswa menjadi menjadi 5 kelompok
2)      Guru menunjuk salah satu siswa dari masing-masing kelompok kemudian memberi penjelasan atau menerangkan materi yang akan disampaikan
3)      Masing-masing dari siswa tersebut kembali ke kelompok semula untuk menjelaskan materi yang telah disampaikan oleh guru
4)      Guru membagikan soal yang berbeda (ekuivalen) untuk setiap kelompok
5)      Masing-masing kelompok mengumpulkan tugas yang diberikan oleh guru
6)      Hal itu dilakukan secara terus menerus hingga materi yang akan disampaikan hari itu selesai
Setelah selesai guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari bersama-sama siswa
b. Model kedua
   Metode pembelajaran ini diharapkan dapat membuat siswa benar-benar tertarik dan merasa senang dengan tidak mengabaikan esensi materi dalam pembelajaran. Topik yang dibahas adalah menentukan jangkauan, kuartil, simpangan kuartil, rentang antar kuartil dan desil untuk data tunggal maupun data kelompok Adapun pelaksanaanya sebagai berikut:
1)      Guru membagi siswa menjadi 5 kelompok
2)      Masing-masing kelompok diberi roti agar mereka agak santai dalam mengikuti permainan
3)      Guru membagi 5 buah soal dalam keadaan tertutup ke masing-masing kelompok (soal tidak boleh dibuka dulu)
4)      Guru menyuruh masing-masing kelompok untuk mengerjakan soal nomor 2 (acak, sesuai keinginan guru)
5)      Tiga kelompok yang paling cepat dalam menyelesaikan soal  (ditunjukan dengan mengacungkan jari) maju ke papan tulis
6)      Siswa dari tiga kelompok tersebut secara bersamaan menuliskan jawaban  soal di papan tulis
7)      Siswa yang menulis jawaban dengan benar beserta caranya (langkah-langkahnya) dan paling cepat, mendapat poin 100, dan berikutnya mendapat poin 75 dan pin 50. Apabila jawaban dari kelompok tersebut salah akan diberi poin 25
8)      Siswa yang menjawab benar dan paling cepat mendapat kesempatan melempar “malam” (yang diolesi baby oil) ke papan ajaib (berisi poin 200, 100, -50 dan sebagainya)
9)      Hasil poin dari pelemparan dijumlahkan dengan poin sebelumnya yang akan menjadi poin kelompok tersebut
10)  Hal ini dilakukan terus-menerus sampai 5 soal tersebut habis (siswa yang sudah mengerjakan soal tidak boleh  mengerjakan soal lagi)
11)  Setelah selesai, guru memberikan soal lagi kepada masing-masing kelompok hingga pelajaran selesai atau soal yang disiapkan habis
12)  Kelompok yang mendapatkan nilai tertinggi dinyatakan sebagai pemenang dan mendapat hadiah roti
Setelah selesai, masing-masing siswa mengumpulkan jawaban dari soal-soal yang telah diberikan. Pada umumnya mereka merasa senang dan menikmati metode pembelajaran model keduayang telah dilaksanakan
c. Model ketiga
   Untuk mengatasi rasa kebosanan dan kejenuhan siswa dalam menerima pelajaran matematika dan membantu siswa yang kurang paham terhadap materi pelajaran yang diajarkan, penulis mencoba menerapkan metode pembelajaran privat learning. Metode pembelajaran ini diberikan menjelang liburan puasa. Materi yang diberikan dalam privat learning adalah pengulangan materi yang terdahulu yaitu menentukan jangkauan, kuartil, simpangan kuartil, rentang antar kuartil dan desil untuk data tunggal. Pelaksanaan dari Privat Learning adalah sebagai berikut:
1)      Seluruh siswa diajak ke ruang AVA (Audio Visual) untuk melihat film predator
2)      Dua orang siswa, secara bergiliran maju ke meja guru, untuk diberi penjelasan tentang materi-materi yang selama ini belum dimengerti
3)      Kedua siswa tersebut diberi soal yang berbeda (ekuivalen) untuk diselesaikan dan dikumpulkan
4)      Hal itu dilakukan secara terus menerus hingga semua siswa telah mendapatkan penjelasan dari guru
5)Soal yang diberikan kepada setiap siswa berbeda
Dari metode pembelajaran ini diharapkan siswa mampu memahami materi yang telah diberikan oleh guru selama proses kegaiatan belajar mengajar.

D.      Respon siswa
Respon yang diberikan oleh siswa setelah mendapat motivasi dan penerapan metode-metode pembelajaran akan disampaikan secara umum baik ketika proses kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung maupun sesudahnya. Penulis tidak bisa membedakan respon siswa akibat dari pemberian motivasi dan penerapan metode pembelajaran karena dua hal tersebut dilakukan secara berurutan dan kadang bersamaan. Biasanya sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai  guru memberikan motivasi untuk membangkitkan minat siswa agar bersemangat mengikuti proses kegiatan  proses belajar mengajar dan kadang pemberian motivasi dilakukan disela-sela proses kegiatan belajar mengajar dimulai guru memberikan motivasi kepada siswa Berikut beberapa respon siswa :
1)      Siswa menjadi lebih bersemangat dalam mengikuti proses kegiatan belajar mengajar dan mulai berani bertanya ketika mereka kurang jelas dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru,.
2)      Siswa mulai rajin mencatat penjelasan yang telah disampaikan karena diberi pengghargaan berupa medali oleh guru
3)      Siswa yang ijin keluar kelas mulai berkurang karena mereka sudah sedikit menikmati pelajaran matematika yang santai dan menyenangkan
4)      Dalam mengerjakan tugas matematika yang diberikan, mereka berlomba-lomba untuk menyelesaikannya lebih dahulu, mereka merasa bangga bila mampu mengumpulkan tugas dengan cepat.
5)      Siswa yang tidur dikelas mulai berkurang dan bahkan sudah tidak ada lagi  mereka mulai bersemangat untuk megikuti pelajaran yang diberikan
6)      Siswa laki-laki sudah jarang yang bermain sepak bola kareana mereka sibuk berdiskusi dengan teman-temannya dalam mengerjakan tugas dan mengikuti proses pembelajaran
7)      Beberapa siswa terkadang meminta materi tambahan setelah pulang sekolah

8)      Angket
Untuk mengukur minat siswa terhadap pemberian motivasi dan penerapan metode-metode pembelajaran yang diberikan, selain dengan melihat respon siswa juga digunakan angket. Angket ini diberikan sebaiknya diberikan sebelum dan sesudah pemberian motivasi dan penerapan metode-metode pembelajaran. Namun penulis hanya memeberikan angket sesudahnya karena perlakuan diatas merupakan ide spontan yang muncul dari penulis. Minat  siswa akan meningkat dapat dilihat dari hasil angket sebelum dan sesudah diberi perlakuan.
Berikut disajikan hasil angket
.
No
Pertanyaan
Ya
Tidak
Dalam (%)
1

2


3


4



5

6
Apakah anda merasa senang dalam mengikuti pelajaran matematika?
Apakah anda merasa senang dengan metode pembelajaran yang selama ini diterapkan oleh guru?
Setelah diberi motivasi oleh guru , apakah anda mengalami perubahan dalam belajar? (dari yang tidak belajar ke belajar)
 Apakah waktu jam belajar anda bertambah setelah pemberian motivasi dan penerapan metode-metode pembelajaran yang diberikan oleh guru?
Apakah selama ini kamu selalu mencatat penjelasan dan catatan yang diberikan guru?
Apakah kamu selalu mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru?

28

25


21



15


25

27
0

3


7



13


3

1
100

89


75



53


89

96


Berdasarkan respon dan hasil angket serta hasil UTS yang telah dilaksanakan penulis, kesimpulan sementara yang diperoleh yaitu bahwa minat siswa terhadap pelajaran matematika cukup baik dan pemahaman tehadap materi yang disampaikan juga cukup baik.

C. PENUTUP
a. Kesimpulan
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan penulis (selama kurang lebih dua bulan) dalam upaya meningkatkan minat siswa kelas XI.IS SMA Negeri 1 Sukamaju pada pelajaran matematika jika  pemberian motivasi dan penerapan metode-metode pembelajaran dilaksanakan maka kesimpulan yang diperoleh adalah sebagai berikut:
1.       Pemberian motivasi baik yang dilakukan secara individu maupun bersama-sama ternyata mampu merubah minat siswa untuk mengikuti proses kegiatan belajar megajar di kelas secara lebih baik dan mampu meningkatkan prestasi belajar khususnya pelajaran matematika yang selama ini mereka takuti dan hindari
2.       Penerapan metode-metode pembelajaran yang bervariatif akan membuat siswa merasa tidak bosan dan menikmati proses pembelajaran yang sedang yang berlangsung sehingga diharapkan mereka mampu menerima dan menyerap materi pelajaran yang disampaikan secara lebih baik
b. Saran
            Diharapkan kepada seluruh pengajar agar membangkitkan minat, motivasi dan metode pengajarannya dalam proses pembelajaran matematika di kelas, karena perbedaan suasana lingkungan belajar sangat bergantung pada situasi dan kondisi siswa saat menerima pelajaran, agar proses belajar-mengajar matematika sangat efektif dan lebih bermakna.




DAFTAR PUSATAKA

Adrian, Willa. 2006. Matematika Bilingual. Yrama Widya. Jakarta

Nur, Muhamad. 2003. Pemotivasian Siswa Untuk Belajar. Pusat Sains Dan matematika Sekolah. UNESA

Purnawan. 2001. Rendahnya Kemampuan Dan Minat Baca Orang Indonesia. http://www.Depdiknas.go.id.

Sudrajat, Ahamad. 2007. Metode Pembelajaran. http://www.file.Worl Press.Com.




0 komentar:

Poskan Komentar