Selasa, 10 Januari 2012

LAPORAN KKN PENDAMPINGAN BUTA AKSARA (KF) TAHUN AKADEMIK 2011-20121


BAB I
PENDAHULUAN

A.       LATAR BELAKANG
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN), sebagai salah satu bagian dari kewajiban bagi setiap mahasiswa untuk menempuh program tersebut, program ini berasaskan atas solidaritas pemerintah terhadap masyarakat yang luas sehingga terciptanya sebuah hubungan antara pihak akademik dengan instansi lain. Dalam sejarah kemahasiswaan Kuliah Kerja Nyahta (KKN) adalah sebuah mata kuliah yang harus ditempuh.program ini sebagai media yang menjembatani antara masyarakat kampus dan masyarakat pada umumnya, sehingga kesenjangan dan elitisasi masing-masing kelompok dalam sistem kemasyarakatan dapat dieliminasi. Fungsionalisasi dann sinergisitas dalam pembangunan daerah harus dilakukan.
Untuk mewujudkan  kebutuhan di atas, membutuhkan upaya perbaikan konsep pelaksanaan KKN menjadi agenda yang harus terus diupayakan, sehingga program KKN benar-benar membawa hasil bagi mahasiswa dan masyarakat yang menjadi sasaran utamanya.. dalam mewujudkan masyarakat yang cerdas pemerintah membuat salah satu program yang membawa masyarakat awa menuju masyarakat modern, dalam hal ini kampus berpartisipasi dalam upaya membantu pemerintah mencerdaskan anak bangsa.
Keaksaraan    fungsional   terdiri   dari   dua   konsep   yaitu  “keaksaraan” dan “fungsional”.   Keaksaraan  (literacy)  secara sederhana diartikan sebagai kemampuan untuk  membaca, menulis, dan berhitung.  Istilah  “keaksaraaan” didefinisikan sebagai pengetahuan  dasar   dan  keterampilan yang diperlukan oleh semua warga Negara dan salah satu fondasi bagi penguasaan kecakapan-kecakapan hidup yang lain. Sedangkan terminology  “fungsional” (functional) dalam keaksaraan berkaitan erat dengan fungsi dan  atau  tujuan  dilakukannya  pembelajaran  dalam program pendidikan keaksaraan, serta adanya jaminan bahwa hasil pembelajarannya benar-benar fungsional (bermakna dan  bermanfaat)    bagi   peningkatan   mutu   dan    taraf    hidup   warga   belajar dan masyarakatnya.
Perguruan   tinggi    dituntut    untuk   lebih   berorientasi   dan menyerasikan kurikulumnya kepada kebutuhan pembangunan yang dapat menghayati dan mengatasi problema   pembangunan   dan   kemasyarakatan   serta berfungsi   sebagai    penerus pembangunan.  Hal   ini   akan bermakna karena pada dasarnya ilmu pengetahuan dan teknologi itu harus diabdikan kepada pembangunan manusia seutuhnya.
.Respon atas kebutuhan mendasar masyarakat di suatu wilayah subyek program, dan sudah barang tentu keberadaan pemerintah menjadi bagian penting dalam relasi penanganan problem mendasar yang di mazsyarakat dan pemerintah daerah ,menjadi landasn pijak STKIP HAMZANWADI Selong untuk tahun Akademik 2011/2012 untuk lebih memfokuskan pada persoalan pembangunan indeks pembangunan manusia (IPM) yang sampai saaty ini masih menempatkan provensi NTB (Nusa Tenggara Barat) berada pada urutan ketiga dari bawah .karena iti elemen-elemen dari pembangunan manusia  secara tegas  mengggaris bawahi sasaran yang ingin di capai ,yaitu hidup sehat dan panjang umur ,berpendidikan ,dan dapat menikmnati hidup yang layak .ini berarti pembangunan manusia merupakan manifestasi dari aspirasi dan tujuan suatu bangsa ,yang dimaksud untuk melakukan perubahan secara struktural maupun cultural melalui upaya sistematis .
Sasaran dasar pembangunan pada akhirnya adalah peningkatan derajat kesehatan (usia hidup panjang dan sehat ).meningkatkan pendidikan (kemampuan baca tulis dan keterampilan ) serta penugasan sumber daya (pendapatan hidip layak) untuk dapat berpartisipasi dalam pembangunan .Implementasi sasaran pembangunan di atas menjadi stimulan bagi STKIP HAMZANWADI Selong guna mengambil bagiasn salah satu stakeholders yang mampu menjadi bagian dari sinergi dalam pembangunan daerah NTB
Dengan   demikian   penuntasan    buta    aksara    melalui    kelompok   belajar keaksaraan  fungsional  yang  merupakan  bentuk pelayanan Pendidikan Luar Sekolah tidak    hanya    berhenti    pada   kecakapan  melek  aksara, melainkan lebih jauh pada peningkatan   kemampuan  memanfaatkan kecakapan melek aksara untuk membangun kepercayaan   diri   dan   pengembangan   daya   nalar  praktis (fungsional), yang pada gilirannya   mampu   mengembangkan   potensi   diri  guna  memenuhi hajat hidupnya sehingga  tetap  exist dan survive  menghadapi   perkembangan kehidupan masyarakat di lingkungan sekitarnya.
B.       LOKASI PELAKSANAAN KKN
Pelaksanaan KKN KF ini berlokasi di Dusun Tembeng Putik Timuk I Desa Tembeng Putik  Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur.
Gambaran Umum Desa Tembeng Putik
Desa Tembeng Putik  adalah salah satu dari 5 desa di wilayah Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:
-         Sebelah Utara         :    Desa Wanasaba
-         Sebelah Selatan       :    Desa Bandok
-         Sebelah Timur         :    Desa  Tanak Gadang Pringgabaya
-         Sebelah Barat         :    Desa Mamben Lauk

C.       IDENTITAS WARGA-WARGA BELAJAR
Nama
Inaq Masyuni
Jenis Kelamin
Perempuan
Tempat, Tanggal Lahir
Kotaraja,01/07/1974
Alamat
Tembeng Putik Timuk I, Desa Tembeng Putik Kec. Wanasaba
Agama
Islam
Pekerjaan
TANI

Nama
Inaq Alfan
Jenis Kelamin
Perempuan
Tempat, Tanggal Lahir
Tembeng putik,01/07/1975
Alamat
Tembeng Putik Timuk I, Desa Tembeng Putik Kec. Wanasaba
Agama
Islam
Pekerjaan
Tani

Nama
Inaq Indiana
Jenis Kelamin
Perempuan
Tempat, Tanggal Lahir
Tembeng putik,01/07/1973
Alamat
Tembeng Putik Timuk I, Desa Tembeng Putik Kec. Wanasaba
Agama
Islam
Pekerjaan
TANI











                                                               BAB II                       
PELAKSANAAN PROGRAM

A.       BENTUK DAN TAHAPAN PELAKSANAAN PROGRAM

Bentuk dan Penyelenggaraan dari program KKN yang dilaksanakan oleh mahasiswa/i STKIP HAMZANWADI Selong Tahun Akademik 2010-2011 ini ialah program KKN Pendampingan Buta Aksara (KF) yaitu Program berbentuk pendidikan luar sekolah, dengan menggunakan metode mengajar sacara bertahap dan dilakukan dalam masyarakat yang masih belum mengenal baca tulis atau biasa disebut dengan Keaksaraan Fungsional (KF). Program pemberantasan buta aksara adalah salah satu cara untuk menuntaskan buta aksara.
Bentuk dari pada program ini adalah menuntaskan warga belajar sekurang-kurangnya 3 warga belajar yaitu memberikan pengajaran berupa :
a.       Baca
b.      Tulis
c.       Berhitung
d.      Dan lain-lain
Selain mengajarkan membaca dan menulis dalam program ini juga memberikan satu warna baru bagi mahasiswa untuk langsung mengenal masyarakat umum, dan sekaligus memberikan peran khusus bagi masyarakat memerlukan pendidikan yang layak, masyarakat yang tidak mampu melanjutkan pendidikan di tingkat formal akan diberikan pendidikan secara non-formal yang dikatakan pengajaran Fungsional.
Adapun tahapan yang dilalui dalam pelaksanaan program KKN-KF ini anatara lain :
1.    Penyusunan program terdiri atas;
-     Identifikasi Data
Pada tahap ini praktikan melakukan identifikasi atau pencarian data–data warga yang akan dibelajarkan pada  hari Senin, 2 November 2011. Tujuan dari identifikasi data ini ialah untuk mendapatkan warga yang akan dibelajarkan.
- Validasi data oleh pihak Desa/Kelurahan
Validasi data merupakan salah satu langkah yang ditempuh oleh praktikan dalam program KKN-KF ini. Tujuanya adalah untuk mengecek dan mengetahui tingkat keabsahan data-data (ada atau tidaknya) yang sudah ditemukan ketika melakukan identifikasi data ke lapangan, disalah satu Dusun atau Desa di mana warga tersebut akan dibelajarkan. Dari hasil validasi data inilah praktikan mendapatkan daftar nama warga yang akan dibelajarkan.
-         Penyiapan perangkat pembelajaran
Untuk menunjang dari kelancaran proses pembelajaran warga masyarakat pada program KKN-KF ini para praktikan menyiapkan perangkat pembelajaran seperti silabus, RPP, ATK, buku paket dan lain sebagainya
-         Penyusunan materi dan jadwal belajar
Penyusunan materi dilakukan oleh praktikan disesuaikan berdasarkan materi yang ada di dalam buku panduan KKN-KF yang dibagikan oleh panitia dari Lembaga kampus STKIP HAMZANWADI Selong. Sedangkan untuk jadwal belajar warga tersebut praktikan sudah melakukan koordinasi dengan para warga, disepakati bahwa jadwal belajar dilakukan pada  hari Jum’at,Sabtu, Senin dan Selasa pada jam 16.00 – 18.00 Wita.
2.    Pelakasanaan Pembelajaran warga belajar
Pelaksanaan pembelajaran dilakukan seacara berkala yaitu pada  hari Jum’at,Sabtu, Senin dan Selasa dihitung tiga puluh dua (hari) kalender pada pukul 16.00 – 18.00 Wita Wita yang bertempat di Panti asuhan  NW Dusun tembeng putik timuk 1 Desa Tembeng Putik  Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur
3.      Evaluasi ketuntasan warga belajar
Evaluasi ketuntasan Ketuntasan warga belajar merupakan salah satu langkah yang diambil oleh praktikan (Tutor) untuk mengetahui sejauh mana tingkat perkembangan pengertian dan pemahaman para warga pada suatu materi pelajaran yang sudah dibelajarkan kepada mereka tersebutEvaluasi ketuntasan warga belajar dilakukan dalam 3 tahap.
Tahap pertama dilakukan 12 hari pertama,tahap kedua dilakukan 10 hari selanjutnya dan tahap ketiga dilakukan saat pertemuan yang ke 32.Dengan cara ini praktikan melakukan penilaian yang dilihat dari bagaimana perkembangan membaca, menulis dan berhitungnya para warga tersebut.
4.      Laporan akhir
Penyajian laporan akhir ini dilakukan setelah langkah-langkah di atas sudah ditempuh (tahap akhir) dan laporan akhir ini akan diserahkan ke panitia sebagai salah satu bentuk bukti peserta KKN (praktikan)  sudah melakukan kegiatan KKN-KF di salah satu Dusun atau Desa tertentu dan segala bentuk kegiatan tersebut akan tertuang dalam laporan ini.

B.       HASIL PELAKSANAAN PROGRAM 
1)      Hasil pelaksanaan program pada tahap pertama adalah sebagai berikut :
No
Nama Warga Belajar
Jumlah Sekor
Ketercapaian
Tuntas
Tidak Tuntas
1
Inaq Masyuni
210
BAIK
YA
-
2
Inaq Alfan
217
BAIK
YA
-
3
Inaq Indiana
212
BAIK
YA
-





2)      Hasil pelaksanaan program pada tahap kedua adalah sebagai berikut:
No
Nama Warga Belajar
Jumlah Sekor
Ketercapaian
Tuntas
Tidak Tuntas
1
Inaq Masyuni
125
BAIK
YA
-
2
Inaq Alfan
133
BAIK
YA
-
3
Inaq Indiana
121
BAIK
YA
-
3)      Hasil pelaksanaan program pada tahap ketiga adalah sebagai berikut:
No
Nama Warga Belajar
Jumlah Sekor
Ketercapaian
Tuntas
Tidak Tuntas
1
Inaq Masyuni
113
BAIK
YA
-
2
Inaq Alfan
110
BAIK
YA
-
3
Inaq Indiana
127
BAIK
YA
-

Hasil yang dicapai dalam pelaksanaan Kegiatan KKN ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa/i untuk mengembangkan kompetensi yang ada pada diri mereka, sebagai bentuk implementasi/aplikasi teori yang sudah didapatkan di bangku perkuliahan. Selain itu juga dapat menambah dan menimba pengalaman khususnya dalam mengembangkan strategi pembelajaran.Berdasarkan hasil pencapaian ini warga belajar dapat kita lihat tingkat kemampuannya, hasil yang kita evaluasi sesuai dengan keadaan Warga Belajar yang sebenarnya. Dengan hasil ini telah diketahui ketuntasan dari Warga Belajar
Selain itu juga dapat meningkatkan hubungan antar mahasiswa dengan warga masyarakat dimana mahasiswa juga merupakan bagian dan anggota dari warga masyarakat tersebut. Dengan adanya program KKN-KF ini juga dapat meminimalisir tingkat buta aksara di Kabupaten Lombok Timur pada umumnya di Kecamatan Wanasaba pada khususnya yaitu tepatnya di Dusun Tembeng Putik Timuk I Desa Tembeng Putik  Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur
C.           Faktor Pendukung dan Penghambat
a.    Faktor Pendukung
Adapun yang menjadi faktor pendukung dalam pelaksanaan KKN-KF yang berlokasi di Dsn.Tembeng Putik Timuk I Desa Tembeng Putik Kecamatan Wanasaba antara lain :
-       Adanya dukungan dari berbagai pihak baik dari pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama maupun warga masyarakat itu sendiri sehingga pelaksanaan dari program KKN-KF ini berjalan sebagaimana yang diharapkan.
-       Tersedianya sarana dan prasarana dalam proses pembelajaran terutama dalam hal tempat dan alat-alat pembelajaran yang dipergunakan oleh warga belajar itu sendiri
-       Antusiasnya warga masyarakat dalam mengikuti proses pembelajaran ketika berlangsung sehingga proses kegiatan belajar mengajar (KBM) berjalan dengan kondusif

2. Faktor Penghambat
Kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan kampus untuk menuntaskan buta aksara yang ada di provinsi NTB khususnya. Faktor penghambat dalam program ini adalah kekurangan data dipihak desa maupun di dalam masyarakat. Selain itu juga pengahambat dari kegiatan ini adalah Banyak warga belajar yang sudah di data enggan mengikuti program KF ini dan kurangnya dana dari kampus sehingga banyak sekali Warga belajar yang diiming-imingi biaya oleh mahasiswa sendiri, sehingga dalam menyelesaikan program ini kami sangat bergantung sekali kepada orang tua, banyak  warga belajar yang data tidak sesuai dengan di lapangan, sehingga masalah ini menjadi faktor penghambat utama dalam program ini.

D.      Masalah dan Alternatif Pemecahan Masalah
Masalah yang dihadapi oleh praktikan selama pelaksanaan KKN-KF ini ialah dari segi validasi warga belajar yang tidak mengikuti program KKN KF ini maka diadakan validasi ulang agar laporan KKN  di setujui,sedangkan dari segi pemahaman warga itu sendiri didalam memahami materi-materi yang diajarkan, mengingat para warga belajar ini tergolong masyarakat buta aksara  mereka cukup sulit untuk memahami materi-materi yang diajarkan tersebut. Jadi langkah yang diambil oleh praktikan (tutor) ialah berusaha semaksimal mungkin dengan cara melakukan pendekatan dan memberikan motivasi atau semangat, kepada warga belajar dan menjelaskan materi sedetail mungkin agar para warga tersebut mendapat pemahaman pada materi yang dijelaskan..


BAB III
PENUTUP

A.       KESIMPULAN

Dalam pelaksanaan Kegiatan KKN-KF ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa-mahasiswi untuk mengembangkan kompetensi yang ada pada diri mereka, sebagai bentuk implementasi/aplikasi teori yang sudah didapatkan di bangku perkuliahan. Selain itu juga dapat menambah dan menimba pengalaman khususnya dalam mengembangkan strategi pembelajaran dalam konteks kemasyarakatan
Selain itu juga tujuan dari KKN ini ialah sebagai ajang pengaplikasian dari empat (4)  kompetensi dasar yang dimiliki oleh seorang guru diantaranya ialah (1) kompetensi pedagogik (2) kompetensi personal (3) kompetensi sosial dan (4) kompetensi professional. Akan tetapi dalam hal ini kompetensi sosial yang paling berperan karena kompetensi tersebut dibutuhkan sebagai modal dasar dalammelakukan interaksi dengan anggota masyarakat yang akan dibelajarkan.
Aktualisasi dari kompetensi tersebut akan terlihat lebih nyata apabila kompetensi tersebut dapat diimplementasikan di masyarakat, karena bagaimanapun juga mahasiswa juga merupakan organisme atau bagian dari anggota masyarakat itu sendiri sehingga watak dan karakter dari mahasiswa tersebut akan lebih matang dan tahu arti dari kehidupan dalam bermasyarakat.

B.       SARAN-SARAN
Untuk memperoleh hasil yang maksimal dalam pelaksanaan KKN selanjutnya, diharapkan sebelum turun ke lapangan diharapkan mahasiswa mampu melakukan hal-hal sebagai berikut:
1.      Memiliki komitmen yang kuat dalam melaksanakan KKN
2.      Memahami prinsip dasar etika dan norma kesopanan yang menjadi pedoman di dalam melakukan hubungan dengan warga masyarakat.
3.      Tetap menjaga hubungan yang baik dan harmonis dengan warga masyarakat.
4.      Pemanfaatan waktu dengan sebaik-baiknya, terutama dalam proses pembelajaran.