Selasa, 31 Januari 2012

KLASIFIKASI STRATEGI BELAJAR-MENGAJAR


Klasifikasi strategi belajar-mengajar, berdasarkan bentuk dan pendekatan:

1. Expository dan Discovery/Inquiry :
“Exposition” (ekspositorik) yang berarti guru hanya memberikan informasi yang berupa teori, generalisasi, hukum atau dalil beserta bukti bukti yang mendukung. Siswa hanya menerima saja informasi yang diberikan oleh guru. Pengajaran telah diolah oleh guru sehingga siap disampaikan kepada siswa, dan siswa diharapkan belajar dari informasi yang diterimanya itu, disebut ekspositorik. Hampir tidak ada unsur discovery (penemuan). Dalam suatu pengajaran, pada umumnya guru menggunakan dua kutub strategi serta metode mengajar yang lebih dari dua macam, bahkan menggunakan metode campuran.
Suatu saat guru dapat menggunakan strategi ekspositorik dengan metode ekspositorik juga. Begitu pula dengan discovery/inquiry. Sehingga suatu ketika ekspositorik - discovery/inquiry dapat berfungsi sebagai strategi belajar-mengajar, tetapi suatu ketika juga berfungsi sebagai metode belajar-mengajar.
Guru dapat memilih metode ceramah, ia hanya akan menyampaikan pesan berturut-turut sampai pada pemecahan masalah/eksperimen bila guru ingin banyak melibatkan siswa secara aktif. Strategi mana yang lebih dominan digunakan oleh guru tampak pada contoh berikut:
Pada Taman kanak-kanak, guru menjelaskan kepada anak-anak, aturan untuk menyeberang jalan dengan menggunakan gambar untuk menunjukkan aturan : Berdiri pada jalur penyeberangan, menanti lampu lintas sesuai dengan urutan wama, dan sebagainya.
Dalam contoh tersebut, guru menggunakan strategi ekspositorik. Ia merigemukakan aturan umum dan mengharap anak-anak akan mengikuti/mentaati aturan tersebut.
Dengan menunjukkan sebuah media film yang berjudul “Pengamanan jalan menuju sekolah guru ingin membantu siswa untuk merencanakan jalan yang terbaik dan sekolah ke rumah masing-masing dan menetapkan peraturan untuk perjalanan yang aman dari dan ke sekolah.
Dengan film sebagai media tersebut, akan merupakan strategi ekspositori bila direncanakan untuk menjelaskan kepada siswa tentang apa yang harus mereka perbuat, mereka diharapkan menerima dan melaksanakan informasi/penjelasan tersebut. Akan tetapi strategi itu dapat menjadi discovery atau inquiry bila guru menyuruh anak-anak kecil itu merencanakan sendiri jalan dari rumah masing masing. Strategi ini akan menyebabkan anak berpikir untuk dapat menemukan jalan yang dianggap terbaik bagi dirinya masing-masing. Tugas tersebut memungkinkan siswa mengajukan pertanyaan pertanyaan sebelum mereka sampai pada penemuan-penemuan yang dianggapnya terbaik. Mungkin mereka perlu menguji cobakan penemuannya, kemungkinan mencari jalan lain kalau dianggap kurang baik.
Dan contoh sederhana tersebut dapat kita lihat bahwa suatu strategi yang diterapkan guru, tidak selalu mutlak ekspositorik atau discovery. Guru dapat mengkombinasikan berbagai metode yang dianggapnya paling efektif untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Strategi pembelajaran ekspositori dalam penelitian ini menunjuk pada strategi yang dalam jenjang kontinum Romiszowski disebut "ekspositori deduktif" yaitu strategi pembelajaran yang didasarkan pada proses "meaningful reception learning" sebagaimana yang diteorikan Ausubel. Stategi ini cenderung menekankan penyampaian informasi yang bersumber dari buku teks, referensi atau pengalaman pribadi dengan menggunakan teknik ceramah, demonstrasi, diskusi dan laporan studi.
Dalam pembelajaran dengan strategi ekspositori guru cenderung menggunakan kontrol proses pembelajaran dengan aktif, sementara siswa relatif pasif menerima dan mengikuti apa yang disajikan oleh guru. Strategi pembelajaran ekspositori ini merupakan proses pembelajaran yang lebih berpusat pada guru ("teacher centered"), guru menjadi sumber dan pemberi informasi utama. Meskipun dalam strategi ekspositori digunakan metode selain ceramah dan dilengkapi atau didukung dengan penggunaan media, penekanannya tetap pada proses penerimaan pengetahuan (materi pelajaran) bukan pada proses pencarian dan konstruksi pengetahuan.
Jadi strategi pembelajaran ekspositori dalam kajian ini adalah strategi pembelajaran yang menekankan pada proses deduksi, menunjuk pada pendekatan yang biasa digunakan guru dalam praktek pembelajaran secara aktual dilapangan. Dalam penelitian ini strategi pembelajaran ekspositori merupakan variabel kontrol atas variabel eksperimen yaitu strategi pembelajaran koperatif. Tahapan pembelajaran dalam strategi pembelajaran ekspositori adalah sebagai berikut: (1) pada tahap pendahuluan guru menyampaikan pokok-pokok materi yang akan dibahas dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, siswa mengikuti dengan mencatat bila perlu, (2) pada tahap penyajian atas materi guru menyampaikan materi pembelajaran dengan ceramah dan tanya jawab, kemudian dilanjutkan dengan demostrasi untuk memperjelas materi yang disajikan dan diakhiri dengan penyampaian ringkasan atau latihan, (3) pada tahap penutup guru melaksanakan evaluasi berupa tes dan kegiatan tindak lanjut seperti penugasan dalam rangka perbaikan dan pengayaan atau pendalaman materi.

2. Strategi Pembelajaran Ekspositori
Strategi pembelajaran ekspositori dalam penelitian ini menunjuk pada strategi yang dalam jenjang kontinum Romiszowski disebut "ekspositori deduktif" yaitu strategi pembelajaran yang didasarkan pada proses "meaningful reception learning" sebagaimana yang diteorikan Ausubel. Stategi ini cenderung menekankan penyampaian informasi yang bersumber dari buku teks, referensi atau pengalaman pribadi dengan menggunakan teknik ceramah, demonstrasi, diskusi dan laporan studi.
Dalam pembelajaran dengan strategi ekspositori guru cenderung menggunakan kontrol proses pembelajaran dengan aktif, sementara siswa relatif pasif menerima dan mengikuti apa yang disajikan oleh guru. Strategi pembelajaran ekspositori ini merupakan proses pembelajaran yang lebih berpusat pada guru ("teacher centered"), guru menjadi sumber dan pemberi informasi utama. Meskipun dalam strategi ekspositori digunakan metode selain ceramah dan dilengkapi atau didukung dengan penggunaan media, penekanannya tetap pada proses penerimaan pengetahuan (materi pelajaran) bukan pada proses pencarian dan konstruksi pengetahuan.
Jadi strategi pembelajaran ekspositori dalam kajian ini adalah strategi pembelajaran yang menekankan pada proses deduksi, menunjuk pada pendekatan yang biasa digunakan guru dalam praktek pembelajaran secara aktual dilapangan. Dalam penelitian ini strategi pembelajaran ekspositori merupakan variabel kontrol atas variabel eksperimen yaitu strategi pembelajaran koperatif. Tahapan pembelajaran dalam strategi pembelajaran ekspositori adalah sebagai berikut: (1) pada tahap pendahuluan guru menyampaikan pokok-pokok materi yang akan dibahas dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, siswa mengikuti dengan mencatat bila perlu, (2) pada tahap penyajian atas materi guru menyampaikan materi pembelajaran dengan ceramah dan tanya jawab, kemudian dilanjutkan dengan demostrasi untuk memperjelas materi yang disajikan dan diakhiri dengan penyampaian ringkasan atau latihan, (3) pada tahap penutup guru melaksanakan evaluasi berupa tes dan kegiatan tindak lanjut seperti penugasan dalam rangka perbaikan dan pengayaan atau pendalaman materi.
Hasil belajar dipandang sebagai salah satu indikator pendidikan bagi mutu pendidikan dan perlu disadari bahwa hasil belajar adalah bagian dari hasil pendidikan (Soedjadi, 1991: 10).
Hasil adalah suatu istilah yang digunakan untuk menunjuk sesuatu yang dicapai seseorang setelah melakukan suatu usaha. Bila dikaitkan dengan belajar berarti hasil menunjuk sesuatu yang dicapai oleh seseorang yang belajar dalam selang waktu tertentu. Hasil belajar termasuk dalam kelompok atribut kognitif yang “respons” hasil pengukurannya tergolong pendapat (judgment), yaitu respon yang dapat dinyatakan benar atau salah (Suryabrata, 2000: 19).
Soedijarto (1993: 49) menyatakan bahwa hasil belajar adalah tingkat pengua¬saan yang dicapai oleh pelajar dalam mengikuti program belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikan yang ditetapkan.
Briggs (1979: 149) menyatakan bahwa, hasil belajar adalah seluruh kecakap¬an dan segala hal yang diperoleh melalui proses belajar mengajar di sekolah yang dinyatakan dengan angka dan diukur dengan menggunakan tes hasil belajar. Sedang menurut Sudjana (2004: 22) hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajar.
Sudjana (1991 : 22) mengemukakan bahwa, dalam sistem pendidikan nasio¬nal rumusan tujuan pendidikan, baik tujuan kurikuler maupun tujuan instruksional, menggunakan klasifikasi hasil belajar dari Benyamin Bloom yang secara garis besar membaginya menjadi tiga ranah, yaitu: ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psiko¬mo¬toris.
Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek, yakni pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sinte¬sis dan evaluasi. Kedua aspek pertama disebut kognitif tingkat rendah dan keempat aspek berikutnya termasuk kognitif tingkat tinggi.
Ranah afektif berkenaan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek, yakni penerimaan, jawaban atau reaksi, penilaian, organisasi, dan internali¬sasi.
Ranah psikomotoris berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemam¬puan bertindak yang terdiri dari enam aspek, yakni gerakan refleks, keterampilan gerakan dasar, kemampuan perseptual, keharmonisan dan ketepatan, gerakan keterampilan kompleks, dan gerakan ekspresif dan interpretatif.
Matematika sebagai bahan pelajaran yang obyeknya berupa fakta, konsep, operasi, dan prinsip yang kesemuanya adalah abstrak.
Hasil belajar matematika siswa sebagian besar dinilai oleh guru pada ranah kognitifnya. Penilaiannya dilakukan dengan tes hasil belajar matema¬tika.

3. Pendekatan konsep :
Terlebih dahulu harus kita ingat bahwa istilah “concept” (konsep) mempunyai beberapa arti. Namun dalam hal ini kita khususkan pada pembahasan yang berkaitan dengan kegiatan belajar-mengajar. Suatu saat seseorang dapat belajar mengenal kesimpulan benda-benda dengan jalan membedakannya satu sama lain. Jalan lain yang dapat ditempuh adalah memasukkan suatu benda ke dalam suatu kelompok tertentu dan mengemukakan beberapa contoh dan kelompok itu yang dinyatakan sebagai jenis kelompok tersebut. Jalan yang kedua inilah yang memungkinkan seseorang mengenal suatu benda atau peristiwa sebagai suatu anggota kelompok tertentu, akibat dan suatu hasil belajar yang dinamakan “konsep”.
Kita harus memperhatikan pengertian yang paling mendasar dari istilah “konsep”, yang ditunjukkan melalui tingkah laku individu dalam mengemukakan sifat-sifat suatu obyek seperti : bundar, merah, halus, rangkap, atau obyek-obyek yang kita kenal seperti rambut, kucing, pohon dan rumah.
Semuanya itu menunjukkan pada suatu konsep yang nyata (concrete concept). Gagne mengatakan bahwa selain konsep konkret yang bisa kita pelajari melalui pengamatan, mungkin juga ditunjukkan melalui definisi/batasan, karena merupakan sesuatu yang abstrak. Misalnya iklim, massa, bahasa atau konsep matematis. Bila seseorang telah mengenal suatu konsep, maka konsep yang telah diperoleh tersebut dapat digunakan untuk mengorganisasikan gejala-gejala yang ada di dalam kehidupan. Proses menghubung-hubungkan dan mengorganisasikan konsep yang satu dengan yang lain dilakukan melalui kemampuan kognitif

4. Pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA)
Pendekatan ini sebenamya telah ada sejak dulu, ialah bahwa di dalam kelas mesti terdapat kegiatan belajar yang mengaktifkan siswa (melibatkan siswa secara aktif). Hanya saja kadar (tingkat) keterlibatan siswa itulah yang berbeda. Kalau dahulu guru lebih banyak menjejalkan fakta, informasi atau konsep kepada siswa, akan tetapi saat ini dikembangkan suatu keterampilan untuk memproses perolehan siswa.
Kegiatan belajar-mengajar tidak lagi berpusat pada siswa (student centered).
Siswa pada hakekatnya memiliki potensi atau kemampuan yang belum terbentuk secara jelas, maka kewajiban gurulah untuk merangsang agar mereka mampu menampilkan potensi itu, betapapun sederhananya. Para guru dapat menumbuhkan keterampilan-keterampilan pada iswa sesuai dengan taraf perkembangannya, sehingga mereka memperoleh konsep. Dengan mengembangkan keterampilan keterampilan memproses perolehan, siswa akan mampu menemukan dan mengembangkan sendin fakta dan kosep serta mengembangkan sikap dan nilai yang dituntut. Proses belajar-mengajar seperti inilah yang dapat menciptakan siswa belajar aktif.
Hakekat dad CBSA adalah proses keterlibatan intelektual-emosional siswa dalam kegiatan belajar mengajar yang memungkinkan terjadinya:
- Proses asimilasi/pengalaman kognitif, yaitu: yang memungkinkan terbentuknya pengetahuan
- Proses perbuatan/pengalaman langsung, yaitu: memungkinkan terbentuknya keterampilan
- Proses penghayatan dan internalisasi nilai, yaitu: memungkinkan terbentuknya nilai dan sikap
Walaupun demikian, hakekat CBSA tidak saja terletak pada tingkat keterlibatan intelektual-emosional, tetapi terutama juga terletak pada diri siswa yang memiliki potensi, tendensi atau kemungkinan kemungkinan yang menyebabkan siswa itu selalu aktif dan dinamis. Oleh sebab itu guru diharapkan mempunyai kemampuan profesional sehingga ia dapat menganalisis situasi instruksional kemudian mampu merencanakan sistem pengajaran yang efektif dan efisien.
Dalam menerapkan konsep CBSA, hakekat CBSA perlu dijabarkani menjadi bagian-bagian kecil yang dapat kita sebut sebagai prinsip-pninsip CBSA sebagai suatu tingkah laku konkret yang dapat diamati. Dengan demikian dapat kita lihat tingkah laku siswa yang muncul dalam suatu kegiatan belajar mengajar karena memang sengaja dirancang untuk itu.

Prinsip-prinsip CBSA:
Dan uraian di atas kita ketahui bahwa prinsip CBSA adalah tingkah laku belajar yang mendasarkan pada kegiatan-kegiatan yang nampak, yang menggambarkan tingkat keterlibatan siswa dalam proses belajar-mengajar baik intelektual-emosional maupun fisik, Prinsip-Prinsip CBSA yang nampak pada 4 dimensi sebagai berikut:

a. Dimensi subjek didik :
  • Keberanian mewujudkan minat, keinginan, pendapat serta dorongan-dorongan yang ada pada siswa dalam proses belajar-mengajar. Keberanian tersebut terwujud karena memang direnca nakan oleh guru, misalnya dengan format mengajar melalui diskusi kelompok, dimana siswa tanpa ragu-ragu mengeluarkani pendapat.
  • Keberanian untuk mencari kesempatan untuk berpartisipasi dalam persiapan maupun tindak lanjut dan suatu proses belajar-mengajar maupun tindak lanjut dan suatu proses belajar mengajar. Hal mi terwujud bila guru bersikap demokratis.
  • Kreatifitas siswa dalam menyelesaikan kegiatan belajar sehingga dapat mencapai suatu keberhasilan tertentu yang memang dirancang olch guru.
  • Kreatifitas siswa dalam menyelesaikan kegiatan belajar sehingga dapat mencapai suatu keberhasilan tertentu, yang memang dirancang oleh guru.
  • Peranan bebas dalam mengerjakan sesuatu tanpa merasa ada tekanan dan siapapun termasuk guru.
b. Dimensi Guru
  • Adanya usaha dan guru untuk mendorong siswa dalam meningkatka kegairahan serta partisipasi siswa secara aktif dalam proses belajar-mengajar.
  • Kemampuan guru dalam menjalankan peranannya sebagai inovator dan motivator.
  • Sikap demokratis yang ada pada guru dalam proses belajar-mengajar.
  • Pemberian kesempatan kepada siswa untuk belajar sesuai dengan cara, mama serta tingkat kemampuan masing-masing.
  • Kemampuan untuk menggunakan berbagai jenis strategi belajar-mengajar serta penggunaan multi media. Kemampuan mi akan menimbulkan lingkuñgan belajar yang merangsang siswa untuk mencapai tujuan.
c. Dimensi Program
  • Tujuan instruksional, konsep serta materi pelajaran yang memenuhi kebutuhan, minat serta kemampuan siswa; merupakan suatu hal yang sangat penting diperhatikan guru.
  • Program yang memungkinkan terjadinya pengembangan konsep mau pun aktivitas siswa dalam proses belajar-mengajar.
  • Program yang fleksibel (luwes); disesuaikan dengan situasi dan kondisi.
d. Dimensi situasi belajar-mengajar
  • Situasi belajar yang menjelmakan komunikasi yang baik, hangat, bersahabat, antara guru-siswa maupun antara siswa sendiri dalam proses belajar-mengajar.
  • Adanya suasana gembira dan bergairah pada siswa dalam proses belajar-mengajar.

Rambu-rambu CBSA :
Yang dimaksud dengan rambu-rambu CBSA adalah perwujudan prinsip-prinsip CBSA yang dapat diukur dan rentangan yang paling rendah sampai pada rentangan yang paling tinggi, yang berguna untuk menentukan tingkat CBSA dan suatu proses belajar-mengajar. Rambu-rambu tersebut dapat dilihat dari beberapa dimensi. Rambu-rambu tersebut dapat digunakan sebagai ukuran untuk menentukan apakah suatu proses belajar-mengajar memiliki kadar CBSA yang tinggi atau rendah. Jadi bukan menentukan ada atau tidak adanya kadar CBSA dalam proses belajar-mengajar. Bagaimanapun lemahnya seorang guru, namun kadar CBSA itu pasti ada, walaupun rendah.
a. Berdasarkan pengelompokan siswa :
Strategi belajar-mengajar yang dipilih oleh guru hams disesuaikan dengan tujuan pengajaran serta materi tertentu. Ada materi yang sesuai untuk proses belajar secara individual, akan tetapi ada pula yang lebih tepat untuk proses belajar secara kelompok. Ditinjau dari segi waktu, keterampilan, alat atau media serta perhatian guru, pengajaran yang berorientasi pada kelompok kadang-kadang lebih efektif.
b. Berdasarkan kecepatan nzasing-rnasing siswa :
Pada saat-saat tertentu siswa dapat diberi kebebasan untuk memilih materi pelajaran dengan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing. Strategi ini memungkinkan siswa untuk belajar lebih cepat bagi mereka yang mampu, sedangkan bagi mereka yang kurang, akan belajar sesuai dengan batas kemampuannya. Contoh untuk strategi belajar-mengajar berdasarkan kecepatan siswa adalah pengajaran modul.
c. Pengelompokan berdasarkan kemampuan :
Pengelompokan yang homogin han didasarkan pada kemampuan siswa. Bila pada pelaksanaan pengajaran untuk pencapaian tujuan tertentu, siswa harus dijadikan satukelompok maka hal mi mudah dilaksanakan. Siswa akan mengembangkan potensinya secara optimal bila berada disekeliling teman yang hampir sama tingkat perkembangan intelektualnya.
d. Pengelompokkan berdasarkan persamaan minat :
Pada suatu guru perlu memberi kesempatan kepada siswa untuk berkelompok berdasarkan kesamaan minat. Pengelompokan ini biasanya terbentuk atas kesamaan minat dan berorientasi pada suatu tugas atau permasalahan yang akan dikerjakan.
e. Berdasarkan domein-domein tujuan :
Strategi belajar-mengajar berdasarkan domein/kawasan/ranah tujuan, dapat dikelompokkan sebagai berikut:

Menurut Benjamin S. Bloom CS, ada tiga domein ialah: 1) Domein kognitif, yang menitik beratkan aspek cipta. 2) Domein afektif, aspek sikap. 3) Dornein psikomotor, untuk aspek gerak.
Gagne mengklasifikasi lima macam kemampuan ialah: 1) Keterampilan intelektual. 2) Strategi kognitif. 3) Informasi verbal. 4) Keterampilan motorik. 5) Sikap dan nilai.
Di samping pengelompokan (klasifikasi) tersebut di atas, masih ada pengelompokkan yang lebih komprehensif dalam arti meninjau beberapa faktor sekaligus seperti, wawasan tentang manusia dan dunianya, tujuan serta lingkungan belajar. Pendapat ini dikemukakan oleh Bruce Joyce dan Marsha Well dengan mengemukakan rumpun model-model mengajar sebagai berikut:
a. Rumpun model interaksi sosial
b. Rumpun model pengelola informasi Rumpun model personal-humanistik
c. Rumpun model modifikasi tingkah laku.
T. Raka Joni mengemukakan suatu kerangka acuan yang dapat digunakan untuk memahami strategi belajar-mengajar, sebagai berikut:
1. Pengaturan guru-siswa :
  • Dari segi pengaturan guru dapat dibedakan antara : Pengajaran yang diberikan oleh seorang guru atau oleh tim
  • Hubungan guru-siswa, dapat dibedakan : Hubungan guru-siswa melalui tatap muka secara langsung ataukah melalui media cetak maupun media audio visual.
  • Dari segi siswa, dibedakan antara : Pengajaran klasikal (kelompok besar) dan kelompok kecil(antara 5 - 7 orang) atau pengajaran Individual (perorangan).
2. Struktur peristiwa belajar-mengajar :
Struktur peristiwa belajar, dapat bersifat tertutup dalam arti segala sesuatunya telah ditentukan secara ketat, misalnya guru tidak boleh menyimpang dari persiapan mengajar yang telah direncanakan. Akan tetapi dapat terjadi sebaliknya, bahwa tujuan khusus pengajaran, materi serta prosedur yang ditempuh ditentukan selama pelajaran berlangsung. Struktur yang disebut terakhir ini memberi kesempatan kepada siswa untuk ikut berperan dalam menentukan apa yang akan dipelajari dan bagaimana langkah langkah yang akan ditempuh.
3. Peranan guru-siswa dalam mengolah pesan :
Tiap peristiwa belajar-mengajar bertujuan untuk mencapai suatu tujuan tertentu, ingin menyampaikan pesan, informasi, pengetahuan dan keterampilan tertentu kepada siswa. Pesan tersebut dapat diolah sendiri secara tuntas oleh guru sebelum disampaikan kepada siswa, namun dapat juga siswa sendid yang diharapkan kepada siswa, namun dapat juga siswa sendid yang diharapkan mengolah dengan bantuan sedikit atau banyak dan guru. Pengajaran yang disampaikan dalam keadaan siap untuk ditedma siswa, disebut strategi ekspositorik, sedangkan yang masih harus diolah oleh siswa dinamakan heudstik atau hipotetik. Dan strategi heuristik dapat dibedakan menjadi dua jenis ialah penemuan (discovery) dan penyelidikan (inquiry), yang keduanya telah diterangkan pada awal bab ini.
4. Proses pengolahan pesan :
Dalam peristiwa belajar-mengajar, dapat terjadi bahwa proses pengolahan pesan bertolak dari contoh-contoh konkret atau peristiwa-peristiwa khusus kemudian diambil suatu kesimpulan (generalisasi atau pnnsip-pnnsip yang bersifat umum). Strategi belajar-mengajar yang dimulai dari hal-hal yang khusus menuju ke umum tersebut, dinamakan strategi yang bersifat induktif.

Pemilihan strategi belajar-mengajar :
Titik tolak untuk penentuan strategi belajar-mengajar tersebut adalah perumusan tujuan pengajaran secara jelas. Agar siswa dapat melaksanakan kegiatan belajar-mengajar secara optimal, selanjutnya guru harus memikirkan pertanyaan berikut : “Strategi manakah yang paling efektif dan efisien untuk membantu tiap siswa dalam pencapaian tujuan yang telah dirumuskan?” Pertanyaan ini sangat sederhana namun sukar untuk dijawab, karena tiap siswa mempunyai kemampuan yang berbeda. Tetapi strategi memang harus dipilih untuk membantu siswa mencapai tujuan secara efektif dan produktif.
Langkah yang harus ditempuh adalah sebagai berikut; Pertama menentukan tujuan dalam arti merumuskan tujuan dengan jelas sehingga dapat diketahui apa yang diharapkan dapat dilakukan siswa, dalam kondisi yang bagaimana serta seberapa tingkat keberhasilan yang diharapkan. Pertanyaan inipun tidak mudah dijawab, sebab selain setiap siswa berbeda, juga tiap guru pun mempunyai kemampuan dan kwalifikasi yang berbeda pula. Disamping itu tujuan yang bersifat afektif seperti sikap dan perasaan, lebih sukar untuk diuraikan (dijabarkan) dan diukur. Tujuan yang bersifat kognitif biasanya lebih mudah. Strategi yang dipilih guru untuk aspek ini didasarkan pada perhitungan bahwa strategi tersebut akan dapat membentuk sebagaimana besar siswa untuk mencapai hasil yang optimal.
Namun guru tidak boleh berhenti sampai disitu, dengan kemajuan teknologi, guru dapat mengatasi perbedaan kemampuan siswa melalui berbagai jenis media instruksional. Misalnya, sekelompok siswa belajar melalui modul atau kaset audio, sementara guru membimbing kelompok lain yang dianggap masih lemah.

judul skripsi unipertsitas malang n laen2


          Search Result for keyword ikut University of Malang Digital Library

1.Perbedaan sikap sosial antara SMAN yang mengikuti kegiatan pramuka dengan siswa yang tidak mengikuti kegiatan pramuka dikota Singaraja / oleh Mudjiono

2.Hubungan antara keseringan santri mengikuti kegiatan ko-kurikuler di pondok pesantren dengan prestasi belajarnya pada Madrasah Aliyah Negeri Kembangsawit Kab. MadiunKuwat

3.Hubungan persepsi guru sekolah dasar negeri tentang program sertifikasi dan motivasi guru dalam mengikuti program sertifikasi di Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan / Musfiati

4.Pengaruh keikutsertaan siswa dalam bimbingan belajar fisika terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas I SMUN 4 Malang tahun pelajaran 2002/2003 oleh Anang, Basarodin

5.Hubungan antara tingkat status sosial ekonomi dan hubungan sosial pemimpin desa dengan upaya mengikut sertakan masyarakat dalam pembangunan desa di Kecamatan Papar kabupaten Dati II Kediri / oleh Sugeng

6.Pengaruh minat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seni musik terhadap hasil belajar seni budaya dan keterampilan (SBK) siswa SDN Pesanggrahan 02 Kota Batu / Eka Yusi Ferawati

7.Hubungan antara pola penguatan guru otomotif, prestasi belajar mata diklat chasis dengan kesiapan mengikuti praktik industri pada siswa kelas X otomotif di SMK Negeri 6 Malang / Aditia Sam Akbar

8.Sudut pandang siswa dan guru kimia SMU Negeri Probolinggo terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi dan upaya-upaya meningkatkan motivasi siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar kimia / oleh Maya Siswindari

9.Motivasi siswa-siswi mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga bola basket di SMAN 1 Lumajang / Irfan Mahmuji

10.              Problematika warga belajar dalam mengikuti pembelajaran program keaksaraan fungsional di desa Kucur Kecamatan Dau Kabupaten Malang / Nimas Ella Citra Wardhani

11.              Survei kesegaran jasmani mahasiswa Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan IKIP Malang pengikut mata kuliah Pengetahuan Kesegaran Jasmani semester I tahun akademik 1993/1994
oleh Imam Suwondo

12.              Persepsi siswa SMU Swasta di Kota Malang tentang bimbingan belajar kimia dan pengaruh keikutsertaan siswa dalam bimbingan belajar terhadap prestasi belajar kimia di sekolah oleh Mukti Ali

13.              Perbedaan kemampuan memilih prosedur problem solving antara mahasiswa yang aktif mengikuti organisasi dan mahasiswa yang tidak aktif mengikuti organisasi / Nur Faiza Shofiyana

14.              Perbdaan Kebiasaan Belajar Dan Prestasi Belajar Siswa Kelas II SMA Negeri 3 Malang Antara Yang Mengikuti Lembaga Bimbingan Belajar Dengan Yang Tidak Mengikuti Lembaga Bimbingan Belajar oleh Lindarty Dian Musyarofah

15.              Hubungan antara keikutsertaan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler dan kebiasaan belajar
oleh Peni Estining Palupi

16.              Perbedaan pengaruh pelaksanaan perlombaan pagi dan sore hari terhadap prestasi lari 400 meter pada siswa pengikut ekstra kurikuler atletik di SMP Negeri 1 Blitar tahun 1994 / oleh Nanik Bhirawati

17.              Aktivitas siswa kelas II SMTP Negeri yang bersekolah sore dalam mengikuti siaran televisi pendidikan Indonesia di kotamadya Denpasar Balioleh I Wayan Arsana

18.              Pelaksanaan pembelajaran kontekstual model inkuiri pada mata diklat mengikuti prosedur K3 (siswa kelas 1 APK 1 SMK Negeri 2 Buduran Sidoarjo) / Nur Masfufah Hanim

19.              Penerapan model pembelajaran talking stick untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X Penjualan pada mata diklat mengikuti prosedur keamanan, kesehatan, dan keselamatan kerja di SMK Islam Batu / Yarhma Rosmaniar

20.              Hubungan kemenarikan interpersonal konselor dan motivasi siswa SMA negeri dalam mengikuti bimbingan kelompok di Kota Malang / Guruh Sukma Hanggara

21.              Motivasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Tari Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra mengikuti aktivitas Sanggar tari Karawitan ASRI Kusuma Universitas Negeri Malang / Atmi Hapsari

22.              Tutor ideal berdasarkan perspektif warga belajar (studi fenomenologi menurut pengalaman mengikuti program kesetaraan paket C SMA Alternatif Lab. PLS UM) / Tuantin Agustina

23.              Perbedaan nilai prestasi belajar pendidikan jasmani antara siswa yang ikut ekstra kurikuler olahraga dengan siswa yang tidak ikut ekstra kurikuler olahraga di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 5 Kotamadya Malang kelas II dan III semester genap tahun a

24.              Pengaruh latar belakang sosial ekonomi dan pengalaman mengikuti program kursus terhadap kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang / Chandra Duwita Ella Pradana

25.              Kemampuan berbicara siswa yang mengikuti ekstrakurikuler pramuka di SDN Bunulrejo 2 Malang / Iswahyuni Wati

26.              Disiplin belajar siswa dalam mengikuti mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan (Studi kasus di SMPN 21 Malang) / Wiji Pramono

27.              Implementasi pembelajaran kontekstual model inquiri dan questioning untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata diklat mengikuti aturan kerja sesuai dengan lingkungan kerja (studi pada siswa kelas II Program Keahlian Administrasi Perkantoran (APK) SM

28.              Motivasi mantan narapidana mengikuti pembelajaran seni kerajinan tangan dari limbah Bonggol Bambu: Di UD Galeri 76 Jalan raya Kebon Agung no. 28 Malang Jawa Timur / Wahyuningtyas

29.              Survei tentang tingkat kapasitas oksigen maksimal (VO2 maks) pemian sepakbola Golden Boys Bedali Lawang dalam mengikuti kompetisi Persema divisi I tahun 2007 / Sayyidul Ibad

30.              Hubungan keikutsertaan mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah dalam kegiatan intra kampus dengan prestasi akademik di Universitas Negeri Malang / Umar Sarifudin

31.              Kematangan sosial anak yang mengikuti kelompok bermain (playgroup) dengan sistem sekolah sehari penuh (fullday school) (studi kasus di PG/TK Al Huda Bagus Malang) / Endita Alrobby

32.              Perbedaan hasil belajar siswa kelas IV yang mengikuti kursus jarimatika dengan yang mengikuti kursus sempoa pada mata pelajaran matematika di SD Negeri 3 Rumbuk Lombok Timur / Nurlaila Novi Maulia

33.              Motivasi siswa SMU Negeri 1 Malang mengikuti ekstrakurikuler Bahasa Jerman oleh Maryudi Kurniawan

34.              Motivasi anak sekolah mengikuti program kursus di lembaga kursus di Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang / Ali Wafa Nur

35.              Respon belajar warga PKK dalam kegiatan organisasi PKK dan keaktifannya dalam mengikuti kelompok arisan di Kecamatan Tulungagung Kabupaten Tulungagung tahun 1987

36.              Hubungan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling menurut penilaian siswa, prestasi belajar dengan minat siswa kelas III dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri Gondang kab. Mojokerto tahun ajaran 1996/1997 / oleh Nurul Jannah Safitri

37.              Penerapan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran mengikuti prosedur keamanan, kesehatan, dan keselamatan kerja (studi pada siswa Administrasi Perkantoran kelas X SMK PGRI 2 Malang) / Pratam

38.              Makna keikutsertaan warga belajar dalam program life skills : studi kasus pada proses pembelajaran penggemukan kambing di Kecamatan Arjasa Kabupaten Situbondo / oleh Mulyono

39.              Faktor-faktor motivasi guru sekolah dasar negeri dalam mengikuti program sertifikasi di Kabupaten Kediri / Lilia Nensi Kusuma

40.              Pembinaan anak jalanan di luar sistem persekolahan (studi kasus antusiasme anak jalanan mengikuti pembinaan di Sanggar Alang-alang Surabaya) / oleh Wiwin Yulianingsih

41.              Hubungan antara status sosial ekonomi, kreativitas dan human relations pemimpin desa dengan upaya mengikutsertakan masyarakat dalam pembangunan desa di kabupaten Dati II Malang / oleh Zaini Rohmad

42.              Pelatihan ketrampilan bagi masyarakat pedesaan (studi kasus : Keengganan pengrajin dalam mengikuti latihan anyaman rotan di Desa Jabiren, Kalimantan Tengah) / oleh Ikel

43.              Survai tentang motif keikutsertaan kaum wanita melakukan senam erobik di klub senam Chatalina Malang / oleh Miftachul 'Ulum

44.              Studi tentang sikap dan minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler kesenirupaan di Taman Desawa Malang / oleh Muh. Nehru Bahru Laut

45.              Korelasi minat mengikuti ekstrakurikuler seni tari dengan prestasi belajar kerajinan tangan dan kesenian siswa kelas I di SMPN 2 Kepanjen tahun ajaran 2004/2005 / oleh Retno Tri Wulandari

46.              Hubungan antara kecepatan lari, kekuatan otot perut, kelentukan tubuh, tinggi lompatan tanpa awalan dengan prestasi lompat jauh gaya menggantung pada mahasiswa putra Program Pendidikan Jasmani dan Kesehatan IKIP Malang pengikut matakuliah Atletik II semes

47.              Studi tentang motivasi siswa SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga cabang bolabasket dan bolavoli / Ganda Irawan

48.              Perbedaan kematangan vokasional mahasiswa program studi bimbingan dan konseling yang sudah dan yang belum mengikuti praktik pengalaman lapangan di Universitas Negeri Malang
oleh Purbaniasita Kusumaning Sedyo

49.              Pengaruh tingkat kesehatan perbankan periode berjalan terhadap kinerja bank pada periode berikutnya (studi pada bank devisa di Indonesia) / Yuliana Endra Dewi

50.              Perbedaan motivasi, kedisplinan dan prestasi belajar antara siswa yang mengikuti ektrakurikuler outdoor dan indoor di SMAN 3 Nganjuk / Husnur Ridlotul Khotimah

51.              Penggunaan metode pembelajaran koopeartif model numbered head together (NHT) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata diklat mengikuti prosedur K 3 (Studi pada siswa kelas X APk 2 SMK Negeri 1 Turen Malang) / Fentiyus Yunanie

52.              Perbedaan prestasi belajar yang menggunakan metode ceramah bervariasi tanpa media dan metode ceramah bervariasi dengan media pada siswa pengikut bidang studi sejarah di SMAN V Kodya Malang / oleh Agatha Tyas Nurani Kristiani

53.              Hubungan antara sikap akseptor terhadap norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera dengan partisipasinya dalam mengikuti keluarga berencana pada masyarakat Samin desa Margomulyo Kec. NgrahoKab.BojonegoroIzul Marom

54.              Studi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kurang ikut sertanya orang tua siswa dalam proses pembinaan pendidikan anak di SMA Negeri dan Swasta se Kabupaten Banyuwangi tahun l988
Hanis

55.              Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi siswa mengikuti bimbingan belajar di LBB Primagama Malang / oleh Yustia Ningrum

56.              Perbedaan prestasi belajar siswa kelas II cawu 2 pengikut kegiatan ekstrakurikuler olahraga dan non olahraga di SMU Negeri lawang tahun ajaran 1996/1997oleh Sunarni

57.              Motivasi siswa kelas I SMP Negeri I Senduro mengikuti ekstrakurikuler sepakbola di Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang / Nurul Wahid

58.              Perbedaan kecerdasan spiritual antara siswa yang tidak mengikuti dan yang mengikuti kegiatan studi keislaman ilmiah (SKI) di Madrasah Aliyah Negeri 3 Kediri / Nurul Arifah

59.              Studi tentang motivasi siswa SSB Sionarmas Putra Turen mengikuti latihan sepakbola / oleh Alfan Nur Eko J.

60.              Studi tantang motivasi siswa putri dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bolabasket di SMA Negeri I Gondanglegi / Maria Ulfa

61.              Perbedaan tingkat resiliensi remaja yang tidak aktif mengikuti organisasi di SMP NEGERI 20 Malang / Siti Saringatun

62.               Perbedaan tingkat kesegaran jasmani antara siswa putra yang ikut ekstrakurikuler olahraga dengan yang tidak ikut ekstrakurikuler olahraga semester genap tahun ajaran 1992/1993 di SMA Negeri 3 Malang / oleh Purnomo

63.              Studi tentang hambatan-hambatan belajar siswa dalam mengikuti mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di SMA Negeri 8 Malang / Bagus Bahtiar Rifai

64.              Pengaruh motivasi dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar pada mata diklat mengikuti aturan kerja sesuai dengan lingkungan kerja (studi pada siswa kelas II Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMP PGRI 2 Malang) / Baiq Ridha Maeramah

65.              Partisipasi keluarga dalam program rehabilitasi anak penyandang cacat : studi kasus keengganan orang tua dalam mengikuti kegiatan pelatihan rehabilitasi bersumberdaya masyarakat di YPAC Cabang Manado / oleh Usman Duyo

66.              Partisipasi guru-guru SD dalam mengikuti siaran radio pendidikan ( kasus ketidak acuhan subyek sasaran pada desa terpencil di Kecamatan Awang, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah) / oleh Ihan Linai

67.              Penerapan pembelajaran kooperatif model problem based learning (PBL) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata diklat mengikuti prosedur keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja (K3) (Studi pada siswa program keahlian administrasi perkantoran kelas XI di SMK Muh

68.              Diklat penjenjangan dalam pandangan peserta pelatihan : studi kasus partisipasi peserta pelatihan dalam mengikuti Diklat PIM IV yang diselenggarakan oleh Pemda Kabupaten Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur / oleh Petrus K. Relang

69.              Analisis pengaruh pendidikan dan latihan (diklat) akuntansi sebagai upaya peningkatan pengendalian intern koperasi di Jawa Timur (studi pada koperasi yang telah mengikuti diklat di UPT Diklat Koperasi dan UMKM Jawa Timur) / Hetik Yuliati

70.              Pengaruh persepsi dan kesiapan guru akuntansi terhadap implementasi sertifikasi di SMA dan SMK se-Kota Probolinggo (Studi pada guru yang telah mengikuti sertifikasi) / Yatnawati Ayu Kertini

71.              Hambatan warga belajar dalam mengikuti pembelajaran keaksaraan fungsional di Desa Sitirejo Kecamatan Wagir Kabupaten Malang / Muhamad Yasin

72.              Perbedaan faktor yang memotivasi siswa mengikuti bimbingan belajar di LBB Technos" Malang / oleh Rasimin"

73.              Hubungan antara intensitas mengikuti penyuluhan dan sikap terhadap program posyandu dengan partisipasi dalampelaksanaan program posyandu di Kotamadya Bandar Lampung / oleh Sugiman

74.              Partisipasi keluarga dalam kegiatan bina keluarga (BKB): studi kasus partisipasi keluarga mengikuti kegiatan bina keluarga balita di Kelurahan Pahandut Kota Palangkaraya / Ruan Riwu

75.              Perbedaan sikap terhadap tata tertib sekolah antara siswa yang mengikuti dan yang tidak mengikuti Pramuka di SMA Negeri 1 Srengat Kabupaten Blitar / oleh Nurul Hidayat

76.              Beberapa faktor yang mendorong transmigran ikut transmigrasi di daerah Kotamadya dan Kabupaten Malang / oleh Achmad Farid Muchid

77.              Perbedaan antara kualitas mengajar dosen IKIP Malang yang belum dengan yang sudah mengikuti program akta V dalam hubungannya dengan prestasi akademikmahasiswaNurul Ulfatin

78.              Hubungan antara keaktifan dalam mengikuti musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) dan kinerja guru SMP Negeri se-kecamatan Sananwetan Kota Blitar / Nur Atika Purnama Sari

79.              Pengaruh locus of control dan efikasi diri terhadap keikutsertaan siswa pada bimbingan belajar (studi kasus pada siswa kelas XII IS 2 SMA Negeri 10 Malang) / Anung Yunita Sari

80.              Motivasi siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola basket di SMPN 4 Kepanjen Kabupaten Malang / Havid Yusuf

81.              Proses pembelajaran kejar paket B setara SMP : studi kasus ketidak-aktifan warga belajar mengikuti proses pembelajaran kejar paket B setara SMP di desa Sokaan Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo / oleh Nirmala Sulistyono

82.              Hubungan perhatian mengikuti bimbingan karir, kepuasan penempatan di program pilihan dengan prestasi belajar siswa SMA Negeri Bangil kabupatenPasuruanoleh Hidayat

83.              Pengaruh self efficacy dan dukungan sosial terhadap prestasi belajar siswa yang telah mengikuti program pertukaran pelajar SMAN di Kota Malang / Kholifatin Rosyida Eka Gitawati

84.              Pemberian tugas terstruktur diikuti dengan pemberian tes dan pembahasan soal sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar fisika siswa kelas I-D SLTP Laboratorium Universitas Negeri Malang / oleh Euis Rihayatin

85.              Perbedaan prestasi belajar matematika antara siswa yang ikut bimbingan belajar dan yang tidak ikut bimbingan belajar di kelas III SMPN 19 Malang / oleh Mujiasri

86.              Perbedaan prestasi belajar siswa sebelum dan sesudah mengikuti bimbingan belajar di SMUN 4 Malang / oleh Ninik Rahayu

87.              Keefektifan penggunaan teknik relaksasi untuk menurunkan stres sebelum mengikuti ujian pada siswa kelas XII di SMA Negeri 4 Malang / Tria Binatama

88.              Keikutsertaan warga belajar pada program kejar paket C (Studi kasus di PKBM Kejar Mendawai dan PKBM Tilung Raya di Kota Palangka Raya) / Hendrowanto Nibel

89.              Hubungan antara keikutsertaan guru dalam forum MGMP dan kemampuan melaksanakan kurikulum 1994 bidang studi geografi di SMP dan SMU se-kabupaten Malang / oleh Siti Soleha

90.              Pola mobilitas dan faktor yang menyebabkan minat anak jalanan mengikuti pendidikan formaldi Kota Malang oleh Eni Kuswati

91.              Motivasi peserta sanggar kebugaran jasmani dalam mengikuti senam erobik di sanggar kebugaran jasmani Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang tahun 2007 / Farisal Insano

92.              Hubungan aktualisasi diri dengan kepercayaan diri pada siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di SMA Darul Ulum 1 unggulan BPP Rejoso-Peterongan Jombang / Irwan Prasetyo

93.              Penerapan metode permainan simulasi untuk meningkatkan motivasi siswa kelas 1 Multimedia 3 dalam mengikuti bimbingan kelompok tentang hubungan sosial remaja di SMK Negeri 5 Malang / Prabandari Nuansmahira

94.              Implementasi pembelajaran kooperatif model PBL (problem based learning) dan konvensional untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran mengikuti prosedur keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja (studi pada siswa kelas X APK SMK Negeri 1 Turen) / Sri Handayani

95.              Kecenderungan minat terhadap seni lukis abstrak dan seni lukis post - modern dan alasan meminatinya di kalangan mahasiswa Jurusan Pendidikan Seni Rupa dan Kerajinan FPBS - IKIP Malang yang mengikuti mata kuliah tinjauan seni lukis, seni lukis, dan seni lu

96.              Hubungan tingkat pendidikan, pengalaman mengajar dan intensitas mengikuti penataran dengan kemampuan mengajar guru akuntansi SMU Negeri di Kodya Malang / oleh Herdi Ramon

97.              Pemberian tugas terstruktur sebelum materi diajarkan diikuti dengan pemberian petunjuk tentang tugas, pembahasan tugas, dan pemberian nilai tugas untuk meningkatkan motivasi belajar fisika siswa kelas II-5 SMU Negeri 5 Malang / oleh Khusnul Khotimah

98.              Persepsi mahasiswa terhadap layanan jasa pendidikan dan kepuasan mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran pratikum mesin otomotif di jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Angkatan 2006/2007-2008/2009 Universitas Negeri Malang / Dicky Pirisca Wardana

99.              Partisipasi dalam program bimbingan pelatihan keterampilan (studi kasus keengganan wanita tuna susila dalam mengikuti bimbingan pelatihan keterampilan tata rias di lokalisasi Bukit Sungkai Palangka Raya) oleh Murni

100.          Perbandingan hasil belajar siswa kelas I yang mengikuti program TK kelas B dan tidak mengikuti TK kelas B pada semester I SDN Gentong Kota Pasuruan tahun pelajaran 2008-2009 / Mariyah Ulfa

101.          Hubungan antara persepsi tentang program motivasi mengikuti program dengan aktivitas belajar warga belajar Paket B setara SLTP di kabupaten Malang / oleh Ilpi Zukdi

102.          Perbedaan kecerdasan emosional antara siswa yang mengikuti aktivitas teater dan siswa yang tidak mengikuti aktivitas teater di Ma'arif 7 Lamongan / oleh Yuyun Sumandiyah

103.          Perbandingan prestasi belajar akuntansi antara mahasiswa yang mengikuti sistem belajar individual dengan modul dan klasikal dengan ceramah pada Jurusan Pendidikan Dunia Usaha FPIPS IKIP Malang / oleh Sutatmi

104.          Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar mata pelajaran seni budaya pada siswa yang mengikuti ekstrakurikuler tari kelas VIII SMP Negeri 2 Tumpang Kabupaten Malang / Tri Suhartatik

105.          Studi tentang sikap dan minat siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seni lukis di SMPN 4 Malang tahun ajaran 2004/2005 / Dony Pamungkas Yekti

106.          Faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa asal Kabupaten Hulu Sungai Selatan mengikuti pendidikan tinggi di Kota Malang: kajian mobilitas geografis oleh Eka Puji Astuty

107.          Kendala-kendala yang dihadapi guru fisika SMU mahasiswa Penyetaraan S-1 IKIP MALANG tahun 1998 sebelum, saat, dan sesudah mengikuti MGMP di SPKG / oleh Zainal Abidin

108.          Pengembangan buku ajar model latihan kaki renang gaya bebas pengikut ekstrakurikuler renang siswa SMK Prajnaparamita Kota Malang / Nico Chandra Nugroho

109.          Studi tentang sikap dan minat siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler kesenirupaan sebagai bagian dari pendidikan Seni Rupa di SMUN I Turen Kabupaten Malang / oleh Aminatul Ahmadi

110.          Keikutsertaan SMTA di Jawa Timur dalam mengikuti lomba karya ilmiah / oleh Mimien Henie Irawati

111.          Implementasi regresi binary logistik terhadap fakto-faktor yang mempengaruhi keikutsertaan pasangan usia subur dalam program keluarga berencana (Studi kasus di Rumah Sakit Umum Waluyo Jati Kraksan Probolinggo) / Eva Amatul Firdhausya

112.          Persepsi siswa SMU negeri di kota Malang tentang bimbingan belajar kimia dan pengaruh keikutsertaan siswa dalam bimbingan belajar terhadap prestasi belajar kimia di sekolah / oleh Siti Komariyah

113.          Motivasi ibu rumah tangga mengikuti senam aerobik di Sanggar Senam Taurus Malang / oleh Rislam Harfiah

114.          Implementasi pembelajaran kooperatif model PBL (problem based learning) dan konvensional untuk meningkatkan hasil belajar mata diklat mengikuti prosedur keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja / Ahmad Abdullah

115.          Studi komparasi profesionalisme guru yang sudah mengikuti dan belum mengikuti setifikasi (pada SMK Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen di Kabupaten Kediri) / Novi Ratnawati

116.          Makna kegiatan pendidikan luar sekolah bagi pekerja seks komersial : studi kasus keikutsertaan warga belajar dalam pelatihan ketrampilan menjahit di Lokalisasi Prostitusi Kec. Talun Kabupaten Blitar / oleh Suyitno

117.          Perbedaan masalah resiliensi remaja yang aktif mengikuti organisasi dan yang tidak aktif mengikuti organisasi dan model bantuan yang diharapkan siswa di SMP Negeri 3 Malang / Yustina Nufusuz Zahro

118.          Hubungan antara penguasaan materi teori Ketrampilan Dasar Softball dengan tes Ketrampilan Dasar Softball bagi mahasiswa putra pengikut mata kuliah Softball off B POK FIP IKIP Malang semester genap tahun 1992/1993
oleh Juni Dewi Aswati

119.          Penerapan teknik behavior contracts untuk meningkatkan tanggung jawab pribadi siswa kelas XI-IPS 3 dalam mengikuti layanan bimbingan dan konseling di SMA Negeri 2 Malang / Hidayatul Laili

120.          Perbedaan prestasi belajar matematika siswa kelas II cawu 3 SMU Negeri 3 Malang antara yang mengikuti program bimbingan belajar dengan yang tidak mengikuti program bimbingan belajar
oleh Arif Budi Santoso

  1. PERBANDINGAN  METODE COOPERATIVE LEARNING TIPE    NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DENGAN METODE INKUIRY LEARNING PADA MATERI POKOK KONSEP-KONSEP STATISTIK DI KELAS IX MTs NWKOTARAJATAHUN PEMBELAJARAN 2010/2011A  S  H  A  NNPM.06211117
  2. PENERAPAN REALISTIC MATEMATICS EDUCATION PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN MINAT  DAN HASIL BELAJAR POKOK BAHASAN VOLUME DAN LUAS SISI BANGUN RUANG SISWA KELAS VIII-C SMPN 2 MOYO HILIR TAHUN PEMBELAJARAN 2009/2010ABDUL GAFUR
  3. MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN PENDEKATANPENEMUAN TERBIMBING PADA SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUAVARIABEL KELAS VIII SMP NEGERI 1 ALAS BARATTAHUN PEMBELAJARAN 2010/2011
  4. PENERAPANCLASSROOMBASEDASSESSMENTDALAMMENINGKATKANPRESTASI BELAJAR SISWA MATERI POKOK FUNGSI KELAS X MA NW PERIAN TAHUN PEMBELAJARAN 2010/2011 AHMAD YANINPM: 06211071
  5. HUBUNGAN ANTARA MINAT BELAJAR SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA KELAS VIII MTs. NW KORLEKOTAHUN PEMBELAJARAN 2010/2011 ”
  6. MENINGKATKAN PRESTASI DAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD MATERI POKOK LUAS DAN VOLUME KUBUS, BALOK, PRISMA DAN LIMAS PADA SISWA KELAS VIII-C SMP N 1 RHEETAHUN PEMBELAJARAN 2009/2010
  7. MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWAMELALUI PENDEKATAN KONTEKTUAL BERBASIS INQUIRY  DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKMATERI POKOK BANGUN RUANG SISI LENGPADA SISWA KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH MAPI
  8. PENERAPAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVIS UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PEMAHAMAN KONSEP BILANGAN BULAT PADA SISWA KELAS VB SD NEGERI 2 MASBAGIK UTARA TAHUN PEMBELAJARAN 2010/2011
  9. KORELASI KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI POKOK ARITMETIKA SOSIAL PADA SISWA KELAS VII SMPN 3 MOYO HULU TAHUN PEMBELAJARAN 2009/2010
  10. PENGARUH PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN EKSPOSITORI TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI POKOK  BILANGAN BULAT SISWA KELAS VII MTs. JAMALUDDIN KEMBANG KERANG TAHUN PEMBELAJARAN 2010/2011
  11. PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERAGA NOMOGRAF TERHADAP PEMAHAMAN OPERASI DASAR BERHITUNG BILANGAN BULATPADA SISWA KELAS VII SMPN 1 LABUHAN HAJI TAHUN PEMBELAJARAN 2010/2011
  12. PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAM GAME TOURNAMENT) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK BENTUK PANGKAT, AKAR, DAN LOGARITMA PADA SISWA KELAS X SMAN 1 SAKRA TAHUN PEMBELAJARAN 2010/2011
  13. PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN PENDEKATAN STRUKTUR TIPE TPS (THINK, PAIR,SHARE) TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XMA NW WANASABA TAHUN PEMBELAJARAN 2010/2011
  14. PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN RELASIONAL MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN PENDEKATAN TUGAS SUPERITEM MATERI POKOK PERSEGI DAN PERSEGI PANJANG PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 UNTER IWES TAHUN PEMBELARAN 2009 / 2010
  15. PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN GI(GROUP INVESTIGATION)  UNTUK  MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA KELAS VII SMPN 1 PRINGGABAYA PADA MATERI POKOK  OPERASI BILANGAN BULAT TAHUN PEMBELAJARAN 2010/ 2011
  16. ”Komparasi Model Pembelajaran Problem Solving Dengan Model Imvroving Learning Tehadap Prestasi Belajar Matematika Materi Pokok Eksponen Pada Siswa Kelas X SMK Bajang NW Ajan Tahun Pembelajaran 2010/2011”.
  17. PEGARUH PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI METODE INQUIRI TERHADAP KREATIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VII SMPN MOYO HULU TAHUN AJARAN 2010/2011
  18. Pengaruh penggunaan fasilitas belajar di rumah dengan prestasi belajar matematika pada pokok bahasan lingkaran siswa kelas VIII SMPN 1 Lopok Kabupaten Sumbawa tahun ajaran 2009 / 2010 ”.
  19. komparasi prestasi belajar matematika berdasarkan gender di SMAN 1 AIKMEL tahun pem.rtf
  20. Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Dengan Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Pada Pokok Bahasan Segitiga Di kelas VII - 3 SMP Negeri 5 Sumbawa Tahun Pembelajaran 2009/2010 ”.
  21. H A R M A I N-meningkatkan pemahaman siswa pada materi barisan bilangan melalui pendekatan keterampilan proses di kelas ix b smpn i terara
  22. HUBUNGAN KEMAMPUAN AWAL DAN KEPERCAYAAN DIRI DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V SDN 1 SETANGGORTAHUN PEMBELAJARAN 2009-2010
  23. PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD(STUDENT TEAM ACIEVEMENT DIVISION) PADA MATERI POKOK SEGITIGA DAN JENISNYA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI  BELAJAR SISWA KELAS VII-3 SMPN 1 UTAN TAHUN PEMBELAJARAN 2009 / 2010
  24. MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE  THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK  MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MATERI POKOK BILANGAN BULAT PADA SISWA KELAS VII SMPN 1 SURALAGA TAHUN PEMBELAJARAN 2010 / 2011
  25. PENGARUH PENGGUNAAN METODE  SNOWBALL THROWING TERHADAP PRESTASI  BELAJAR  MATEMATIKA POKOK BAHASAN HIMPUNAN PADA SISWA KELAS XI  SMK NW KUMBUNG TAHUN PELAJARAN 2010/2011
  26. PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII MTs.MU’ALIMAT NW KELAYUTAHUN PEMBELAJARAN 2010 / 2011
  27. ANALISIS PENERAPAN KTSP PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SMP NEGERI 1 SURALAGA TP 2010-2011
  28. MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI POKOK LINGKARAN SISWA KELAS VIIIcSMP NEGERI 2 ALAS BARAT  MELALUI PENERAPAN PENDEKATAN INQUIRY TAHUN PEMBELAJARAN 2009/2010
  29. MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA MATERI  POKOK BANGUN DATAR DENGAN PENERAPAN STRATEGI PEMECAHAN MASLAH DENGAN LANGKAH-LANGKAH POLYAPADA SISWA KELAS VII-3 SMP N 2 BUERTAHUN PEMBELAJARAN 2009/2010
  30. MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SISWA TENTANG GARIS DAN SUDUT KELAS VII SMP NEGERI 4 SUMBAWA BESAR MELALUI METODE INDUKTIF – DEVELOPMENT TAHUN PEMBELAJARAN 2009/2010
  31. PENERAPAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) UNTUK  MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATERI POKOK SEGITIGA PADA SISWA KELAS VII MTs NEGERI ALAS TAHUN PEMBELAJARAN 2009/2010
  32. PENGARUH METODE PEMECAHAN MASALAH PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI POKOK TEOREMA PYTHAGORAS TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWAKELAS VIII MTs. NURUL IMAN DASAN MAKAM TAHUN PEMBELAJARAN 2009/2010
  33. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSSINGSECARA BERLKELOMPOK SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR  MATEMATIKA MATERI POKOK  SEGITIGA PADA SISWA KELAS VII-B  SMPN 1 UNTER IWES TAHUN PELAJARAN 2009/2010
  34. pENGARUH PENDEKATAN OPEN ENDED TERHADAP KREATIVITAS PEMBELAJ.pdf
  35. PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK PADA MATERI POKOK PECAHAN UNTUK MENINGKATKAN  PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 ALASTAHUN  PEMBELAJARAN  2010/2011
  36. UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK SEGIEMPAT MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN KULSPONSI PADA SISWA KELAS VII SEMESTER II SMPN 4 LABUHAN BADAS SUMBAWA TAHUN PEMBELAJARAN 2009/2010
  37. MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL MATEMATIKAMELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE TEAMS- GAMES-TOURNAMENT (TGT) MATERI POKOK TURUNAN FUNGSI KELAS XI IPA-1 SMA NEGERI 2 SUMBAWA BESAR TAHUN PEMBELAJARAN 2009/2010
  38. UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN MATEMATIKA BILINGUAL MATERI POKOK BANGUNSEGIEMPAT SISWA KELAS VII.2 SMPN 1 SUMBAWA BESARTAHUN PEMBELAJARAN 2009/2010
  39. PENGGUNAAN ALAT PERAGA DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATERI POKOK LUAS PERMUKAAN KUBUS DAN BALOK PADA  SISWA KELAS V MI NURUL ISHLAH GEGELANG
  40. PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADAMATERI BANGUN RUANG SISI LENGKUNG UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IX SMP N 2 BUER TAHUN PEMBELAJARAN 2010/2011
  41. Pengaruh Nilai UN Matematika SD dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika Kelas VII SMP 3 Alas Tahun                 Pembelajaran 2009/2010”.
  42. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARANKOOPERATIF LEARNING TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI POKOK PERSAMAAN LINIER SATU VARIABEL (PLSV) SISWA  KELAS VII MTs N MODEL SELONG  TAHUNPEMBELAJARAN2010 / 2011
  43. KORELASI ANTARA KEMAMPUAN NUMERIK DAN KEBIASAAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SMPN 3 PRINGGABAYATAHUN PEMBELAJARAN 2009/2010
  44. PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN(EKSPLORASI, PENGENALAN, DAN APLIKASI KONSEP) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATERI POKOK SEGIEMPAT PADA SISWA KELAS VII-A SMP NEGERI 2 LOPOK  TAHUN PEMBELAJARAN 2009/2010
  45. MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES PADA MATERI KPK DAN FPB                              DI KELAS  IV SD NEGERI AI JATI  ALAS BARAT                                        TAHUN PELAJARAN 2010/2011
  46. Analisis Tingkat Kesalahan Pada Pokok Bahasan Persamaan Linear Dengan Dua Variabel Pada Siswa Kelas VIII SMPN 1 Praya Barat tahun ajaran 2009/2010 ”.
  47. pengaruh informed, verify, dan practice pada metode kelompok terhadap prestasi belajar siswa pada materi pokok perbandingan dan skala di kelas V SDN 11 Sumbawa tahun pembelajaran 2009/2010.
  48. PENGARUH PELATIHAN KECERDASAN EMOSIONAL (EQ) TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN BENTUK PANGKAT, AKAR, DAN LOGARITMA PADA SISWA KELAS X MA NW KOTARAJATAHUN PEMBELAJARAN 2010/2011
  49. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN PRESTASI BELAJAR METEMATIKA MATERI POKOK JARING-JARING BANGUN RUANG SISI DATAR PADA SISWA KELAS VIII SMPN 2 LOPOKTAHUN PEMBELAJARAN 2009/2010
  50. IMPLEMENTASI PENDEKATAN KONTEKSTUALDENGAN METODE ANALOGI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI IPS SMAAL-MUKHTARIYAH MAMBEN KECAMATAN WANASABATAHUN PEMBELAJARAN 2010/2011
  51. PENGARUH METODE PEMBELAJARAN TAI (TEAM ACCLEREATED INSTRUCTION) TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI PERSAMAAN KUADRAT SISWA KELAS X SMAN 1 SURALAGA TAHUN PELAJARAN 2010/2011
  52. MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKADENGAN PENERAPAN PAKEM PADA SISWA KELAS IV MI NW TEBABAN KECAMATAN SURALAGA TAHUN PELAJARAN 2010/2011
  53. PENERAPAN STRATEGI PETA KONSEP DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR BILANGAN BULAT PADA SISWA KELAS IV SDN LEGU KEC. PRAYA TIMUR KABUPATEN LOMBOK TENGAHTAHUN PEMBELAJARAN 2009/2010
  54. Adakah Pengaruh Pembelajaran dengan Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving) terhadap Peningkatkan Prestasi Belajar Matematika Materi Pokok Luas dan Volume  Bangun Ruang Sisi Datar pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Unter Iwes Tahun Pembelajaran 2009/2010”?.
  55. PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME PADA MATERI POKOK PERSEGI PANJANG DAN PERSEGI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VI SDN KUANG BUSIR TAHUN PEMBELAJARAN 2010/2011
  56. PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI POKOK RELASI DAN FUNGSI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 BUER TAHUN PEMBELAJARAN 2010/2011
  57. PENERAPAN METODE LEARNING TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA KOMPETENSI OPERASI HITUNG PECAHAN SISWA KELAS V SDN 1 LEMBUAK NARMADA TAHUN PEMBELAJARAN 2009/2010
  58. PENGARUH PENGUASAAN KONSEP DASAR HITUNG PECAHANTERHADAP KEMAMPUAN PENYELESAIAN SOAL-SOAL PERSAMAAN GARIS LURUS PADA SISWA KELAS VIIIMTs NW KABAR TAHUN PEMBELAJARAN 2010/2011
  59. PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING (DISCOVERY) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MENGUASAI MATERI LUAS BANGUN DATAR PADA SISWA  KELAS VI SDN 4 BATU KUMBUNG TAHUN PEMBELAJARAN 2009/2010
  60. STUDI PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DENGAN TIPE STAD TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK BENTUK ALJABAR KELAS VII MTs N MODEL SELONG TAHUN PEMBELAJARAN 2010/2011
  61. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATERI POKOK STATISTIKA SISWA KELAS XI MADRASH ALIYAH NEGERI 2 SUMBAWA TAHUN PEMBELAJARAN 2009/2010
  62. EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODE SNOW BALL DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI POKOK PERSAMAAN GARIS LURUSSISWA KELAS VIII MTS NW  PERIANTAHUN PEMBELAJARAN 2010/2011
  63. PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME UNTUK MENUNTASKAN HASIL BELAJAR MATERI POKOK BANGUN DATAR PERSEGI DAN PERSEGI PANJANG PADA SISWA KELAS VII A MTs NW TEROSTAHUN PEMBELAJARAN 2009/2010
  64. MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKADENGAN MENGGUNAKAN METODE DISKUSI PADA MATERI POKOK SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL PADA SISWA KELAS VIII SMPN 2 ALAS TAHUN PEMBELAJARAN 2010/2011
  65. PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOKOPERASI KALI DAN MENGHITUNG KUADRAT MELALUI PENGGUNAAN TEKNIK JARIMATIKA PADA KELAS VIISMPN 4 NARMADA TAHUN PEMBELAJARAN 2009/2010
  66. Pengaruh penerapan model belajar kelompok kompetitif terhadap prestasi belajar siswa pokok bahasan himpunan pada siswa kelas VII (satu) semester 2 SMPN 5 Lingsar tahun pelajaran 2009/2010”.
  67. PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA TENTANG OPERASI HITUNG PECAHAN MELALUI PEMBERIAN SOAL-SOAL LATIHAN PADA SISWA KELAS IV MI NW TIBUPILING TAHUN PEMBELAJARAN 2009/2010
  68. “Pengaruh Penerapan Strategi PAKEM terhadap Prestasi Belajar Matematika bagi Siswa Kelas V SDN 10 Montong Betok Tahun Pembelajaran 2010-2011”  telah disetujui oleh pembimbing untuk siap diujikan
  69. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW  DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN LOGIKA MATEMATIKA PADA SISWA KELAS X2 SEMESTER II SMA NEGERI 1 LINGSAR TAHUN PEMBELAJARAN 2009/2010
  70. EKSPERIMENTASI PENGAJARAN MATEMATIKA MELALUIMETODE DISKUSI MENGGUNAKAN LKS UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOKSTATISTIKA PADA SISWA KELAS IX SMPN 2 PRINGGASELA TAHUN PEMBELAJARAN 2009/2010
  71. PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODELINVESTIGASI KELOMPOK DALAM MENINGKATKANPRESTASI BELAJAR MATERI POKOK SEGITIGA PADA SISWA KELAS VII1 SMP NEGERI 1 MOYO UTARA TAHUN PEMBELAJARAN 2009/2010
  72. PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PRAGA KLINOMETRI DAN PENGUASAAN KONSEP KESEBANGUNAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR TRIGONOMETRI PADA SISWA KELAS III MADRASAH TSANAWIYAH NAHDLATUL WATHAN MAJIDI TAHUN PEMBELAJARAN 2009/2010
  73. PENGARUH PHOBIA MATEMATIKA TERHADAPPRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWASMP NEGERI 1 SAKRATAHUN PEMBELAJARAN 2010/2011
  74. KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN KREATIF DAN PRODUKTIF DENGAN MODEL QUANTUM TEACHING TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN ARITMATIKA SOSIAL PADA SISWA KELAS VII MTs. NW LOYOK TAHUN PELAJARAN 2009/2010
  75. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS VIII SMPI AL-ABROR KESIKTAHUN PEMBELAJARAN 2010/2011
  76. “Apakah pembelajaran melalui metode Quantum Teaching dapat meningkatkan kreativitas dan hasil belajar siswa pada materi pokok  lingkaran  kelas VIII.A SMP Negeri1 Moyo Hulu tahun pembelajaran 2009/2010?”
  77. PENGARUH PENGGUNAAN METODE PENEMUAN TERBIMBING TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI TURUNAN FUNGSISISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 PRINGGARATATAHUN PEMBELAJARAN 2009 / 2010
  78. PENGGUNAAN MEDIA POHON MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI  DAN PRESTASI BELAJARMATEMATIKA SISWA KELAS VI  SD NEGERI 2 ALAS TAHUN PEMBELAJARAN 2010/2011
  79. PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI DAN AKTIVITAS BELAJAR MATERI POKOK OPERASI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGANBILANGAN BULAT SISWA KELAS VII SMPMARAQITTA’LIMAT MAMBEN TAHUN PEMBELAJARAN 2010 / 2011
  80. PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MATERI POKOK STATISTIKA PADA KELAS XI IPS SMA NW PANCOR TAHUN PEMBELAJARAN 2010/2011
  81. PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION PADA MATERI POKOK PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINIER SATU VARIABEL TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII MTs. MUALLIMAT NW KELAYU TAHUN PEMBELAJARAN 2010/ 2011
  82. PENGARUH PENGGUNAAN METODE REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION (RME)  TERHADAP PRESTASI  BELAJARMATEMATIKA  SISWA MATERI POKOK  SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA  VARIABEL PADA SISWA KELAS VIII  MTs NW BATU BANGKATAHUN PEMBELAJARAN 2010/1011
  83. penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Investigasi Kelompok agar dapat meningkatkan prestasi belajar pada materi pokok bangun ruang (kubus, balok) pada siswa kelas VIII SMPN 1 Moyo Utara tahun pembelajaran 2009/2010’’?.
  84. HUBUNGAN MOTIVASI DAN SIKAP SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKAKELAS VIII SMP N 3 MOYO HILIR TAHUN PEMBELAJARAN 2009/2010
  85. PENGARUH PENGAJARAN REMEDIAL TERHADAP PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X PADA MATERI POKOK  DIMENSI TIGA DI SMAN 1 SUMBAWA BESAR
  86. PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUALBERBASIS KONSTRUKTIVISME UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATERI POKOK SEGITIGA PADA
  87. PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL-SOAL MATEMATIKA SISWA KELAS X-2 OTOMOTIF PADA POKOK BAHASAN SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABELDENGAN PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL
  88. PENERAPAN METODE MENCONGAK DALAM menGOPTIMALkan PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MATERI POKOK OPERASI PECAHAN KELAS V-A SDN 6 SUMBAWA BESAR
  89. PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUALBERBASIS AUTHENTIC ASSASSMENT TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MATERI POKOKFUNGSI SISWA MTs. NW SURADADI TAHUN PEMBELAJARAN 2010/2011
  90. PENGARUH METODE PEMBERIAN TUGAS TERSTRUKTUR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MATERI POKOK PERSEGI DAN PERSEGI PANJANGPADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 5 SUMBAWA BESAR TAHUN PEMBELAJARAN 2009 / 2010
  91. KOMPARASI PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGANMETODE EKSPOSITORI DAN HEURISTIK PADA MATERI POKOK PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL (PLSV) SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 SIKURTAHUN PEMBELAJARAN 2010/2011
  92. PENERAPAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK  MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MATERI POKOK APLIKASI TRIGONOMETRI PADA SISWA KELAS XA SMA NEGERI 1 ALAS BARAT TAHUN PEMBELAJARAN 2009/2010
  93. HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN VERBAL DAN KEMAMPUAN NUMERIK DENGAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL-SOAL SISTEM PERSAMAAN LINIER BENTUK CERITA PADA KELAS VIII MTs NW KABAR aaTAHUN PEMBELAJARAN 2010 / 2011
  94. Analisis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal-Soal Matriks pada Siswa Kelas XII SMA PGRI Galesong Kabupaten Takalar (Hasma)
  95. Deskripsi Daya Serap Siswa dalam Mata Pelajaran Matematika Pokok Bahasan Trigonometri pada Siswa Kelas XI Madrasah Aliyah Negeri 1 Bulukumba (Ahmad Supriyadi)
  96. Deskripsi Kesulitan belajar Geometri Transformasi pada Mahasiswa Angkatan 2006 Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar (Nazwar)
  97. Diagnosis Kesulitan Penyelesaian Soal Matematika Pokok Bahasan Transportasi pada Siswa Kelas IX MTs. Madani Alauddin Pao-Pao (Rukia)
  98. Efektifitas Mind Map terhadap Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas XI MAN 1 Makassar (Fitriani Nur)
  99. Efektifitas Penerapan Metode Permainan terhadap Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V SD Negeri 38 Bonto Perak Kec. Pangkajene Kab. Pangkep (Rosdiana)
  100. Efektifitas Penggunaan Maple terhadap Hasil Belajar Matematika Pokok Bahasan Sistem Persamaan Linear Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Al-Falah Lemahabang Kec. Bone-Bone Kab. Luwu Utara (M. Zainal Abidin)
  101. Efektivitas Metode Drill terhadap Keterampilan Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Turatea Kabupaten Jeneponto (Mardiana)
  102. Efektivitas Metode Kumon terhadap Peningkatan Hasil Belajar Matematika Pada Siswa Kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri Banggae Kabupaten Majene (Nurfaizah)
  103. Efektivitas Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) dalam Pembelajaran Matematika pada Siswa Kelas XI Madrasah Aliyah Syekh Yusuf Sungguminasa Kab. Gowa (Nur Asmi)
  104. Efektivitas Penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas XII IPA MAN 2 Pare-Pare (Muhammad Sukri Rugun)
  105. Efektivitas Penerapan Pembelajaran Elaborasi terhadap Peningkatan Hasil Belajar Matematika pada Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Syekh Yusuf Sungguminasa Kab. Gowa (Indar Jaya)
  106. Efektivitas Penggunaan Model Perencanaan Pembelajaran dalam Pembelajaran Matematika Siswa Kelas XC MAN 1 Makassar (Hilfa A. Manggala)
  107. Hubungan Pemahaman Siswa Kelas IX terhadap Segitiga Kongruen dengan Kemampuan Menghitung Rentang Ruas Garis dan Besar Sudut pada SMP Negeri 25 Makassar (Eka Tri Rahmansyah)
  108. Kesulitan Menyelesaikan Soal-Soal Matematika Pokok Bahasan Diagram Alir Siswa Kelas IX SMP Negeri Bontolempengan Kab. Gowa (Ahmad)
  109. Komparasi Hasil Belajar Matematika Siswa yang Diajar dengan Menggunakan Metode Demonstrasi Benda Konkret dan Gambar dalam Materi Bangun Ruang pada Siswa Kelas V SD Negeri 7 Kabupaten Sinjai (Amriani Muin)
  110. Penerapan Metode Pembelajaran Quantum Learning dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Sinjai Selatan Kec. Tellulimpoe Kab. Sinjai (Makmur)
  111. Penerapan Metode Resitasi terhadap Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII MTs. Nuhiyah Pambusuang Kabupaten Polewali Mandar (Hamra)
  112. Penerapan Model Pembelajaran Aptitude Tredmen Interaction dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pokok Bahasan Lingkaran pada Siswa Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Madani Alauddin Pao-Pao (Sitti Samra)
  113. Penerapan Model Pembelajaran Creative Problem Solving dengan Media Visual dalam Memahami Konsep Bangun Datar pada Siswa Kelas X SMA Muhammadiyah Sungguminasa
  114. Pengaruh Kedisiplinan Belajar terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IX MTs. Negeri Sape Kab. Bima (Sri Mulyati)
  115. Pengaruh Kemampuan Verbal dan Penyesuaian Diri terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas 1 MA Madani Alauddin Pao-Pao Kab. Gowa (Awaluddin)
  116. Penerapan Concerns Based Adoption Model (CBAM) dalam Meningkatkan Pemahaman Matematika Pada Siswa Kelas XI IPA MAN 1 Makassar
  117. Penerapan Pembelajaran Reception Learning dalam Meningkatkan Hasil Balajar Matematika pada pokok Bahasan Bilangan Pangkat Bulat Positif pada siswa
  118. Pengaruh Model Pembelajaran Small Group Work terhadap Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII MTsN Ma’rang Kab. Pangkep.
  119. Peningkatan Hasil Belajar Matematika melalui Model Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir (MPPKB) pada Siswa Kelas XI SMAN 1 Majauleng Kab. Wajo
  120. Penerapan Model Power Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas XI IPS MA Syekh Yusuf
  121. Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Penerapan Model Reigeluth Pada Siswa Kelas VIIIB SMP Muh. 12 Makassar
  122. Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Penerapan Metode Pembelajaran Brainstorming Pada Siswa Kelass VII SMPN 2 Sungguminasa Gowa
  123. Hubungan Antara Motivasi Berprestasi dan Kebiasaan Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa SMA Muhammadiyah 6 Makassar
  124. Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Penerapan Strategi Learning Dreadlines pada Siswa Kelas VIII SMPN 3 Bulukumba
  125. Peningkatan Hasil Belajar matematika Melalui Penerapan Model Pengembangan Berlach & Ely Pada Siswa Kelas XI MA1  Tanete Kec. Bulukumpa Kab. Bulukumba
  126. Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Pendekatan Matematika Akhlak Pada Siswa Kelas VII SMP Pesantren Yatama Mandiri Pallangga Kab. Gowa
  127. Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Pendekatan Self Sistem Kelas VIIIA SMP 6 Sinjai Selatan Kab. Sinjai
  128. Penerapan Model Morison & Ros dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMPN 3 Barau Kab. Luwu
  129. Efektivitas Penerapan Metode Pembelajaran Indeks Card Match Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas XI SMAN 1 Lembang Kab. Pinrang
  130. Peningktan Hasil Belajar Matematika Melalui Penerapan Desain Pembelajaran Class Room Oriented Program Pokok Bahasan Logika Siswa Kelas XB SMAN 1 Sungguminasa
  131. Penggunaan Macromedia Flash Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMPN 03 Sinjai Utara
  132. Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Metode Pembelajaran Inside Outside Circle (IOC) Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Bantaeng
  133. Peningkatan Hasil Belajar matematika melalui Penerapan Model Rathwel dan Kalanas ada Siswa Kelas VIII MTs.Pesantren Darussalam Sarappo Kab. Jeneponto
  134. Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Matematika Melalui Penerapan Strategi Pembelajaran Quick On The Drow Pada Siswa Kelas VIII-B SMPN 3 Bulukmba
  135. Peingkatan Hasil Belajar Matematika melalui Model Pembelajaran Point Counter Point Pada Siswa Kelas VIII SMPN 2 Wonomulyo Kab. Polewali Mandar
  136. Penerapan media pembelajaran Open Office Impress dalam meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIIb SMP negeri 4 Enrekang
  137. Efektivitas Penerapan Goal Oriented Evalution Model (GOEM) dalam meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMPN26 Makassar
  138. Penerapan Teori Tolman dalam Upaya penerapan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII2 SMPN 29 Makassar
  139. Efektivitas Penerapan Teori Van Hiele pada Peningkatan Hasil Belajar Matematika Pokok bahasan Geometri Siswa Kelas VIII SMPN 13 Makassar
  140. Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Teknik Mnemonic Pada Siswa Kelas VIIIa MTs. Aisyah Sungguminasa Gowa
  141. Peningkatan Hasil Belajar matematika Melalui Metode Giving Question And Getting Answer Pada Siswa Kelas VII SMPN 3 Takalar Kab. Takalar
  142. Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melaui Penerapan Model VAK Pada Sub Pokok Bahasan Luas Permukaan Dan Volume Kubus Balok Pada siswa Kelas VIIIb SMP Muh. 12 Makassar
  143. Peningkatan Hasil Belajar Matematika melalui Model Perencanaan Pembelajaran Sistematis Pada Siswa Kelas VII1  MTsN Model Makassar
  144. Peningkatan Hasil Belajar Matematika melalui Penerapan Strategi Entry Behavior Pada Siswa Kelas VIIIb MTs. Aisyiyah Sungguminasa Gowa
  145. Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Metode Pembelajaran Students Facilitator And Explaining Pada Siswa Kelas VII2 MTsN Model Makassar