| 8 Teknik Memulai Malam Pertama Malam pertama adalah saat yang paling ditunggu oleh setiap pasangan yang baru bergelar raja sehari. Capek dan lelah disiang harin akan hilang begitu terbayang layanan yang akan diberikan oleh pasangan masing-masing. Namun begitu tidak semua pasangan yang akan menyambut malam pertama dengan gembira, sebaliknya ada yang belum “siap” melayani pasangan karena cemas dan lain sebagainya. Namun, kita juga ga boleh terburu-buru, karena sedikit “kesalahan”, keindahan dan kenikmatan malam pertama bisa lenyap dan bisa berubah menjadi suatu malam yang menyakitkan... 1. Jangan Terburu-buru. Malam pertama seyogyanya akan menjadi malam yang akan diingat oleh pasangan masing-masing sehingga ke akhir hayat, maka kita harus melakukan dengan penuh kesabaran kerana perlu kamu ingat bahwa kalian berdua masih dalam masa ‘perkenalan’ satu sama lain. 2. Tidur Secukupnya. Tidurlah secukupnya 3 hari sebelum malam pertama itu untuk mengumpulkan tenaga yang cukup dan jangan melakukan kerjaan yang berat. 3. Jaga Kesehatan. Jagalah kesehatan kamu sebulan sebelum hari “H” anda. Minumlah vitamin-vitamin dan jaga menu harian kamu. Vitamin yang cukup akan membuatkan kamu lebih ceria dan dapat menghindarkan kita daripenyakit. Siangnya jangan makan terlalu banyak, sebab kalau sampai kamu sakit perut di malam hari, Rugi sendiri doonk…. 4. Pastikan Pasangan kamu telah siap. Pada malam pertama nanti pastikan pasangan kamu betul-betul telah siap dan sekiranya pasangan kamu tidak bisa melayani sebaiknya kamu berusaha memahaminya. Karena jika dipaksakan, keindahannya tidak akan bisa dinikmati oleh kalian berdua. 5. Bangun Suasana Romantis. Wujudkan suasana yang romantis di malam pertama. Suami boleh mulakan dengan mengucapkan kata-kata romantis pada pasangannya. Isteri boleh mewujudkan suasana yang romantis dengan boleh mengenakan pakaian yang “indah“. 6. Jangan Menggunakan Obat. Jangan mengosumsi obat yang bertujuan untuk meransangkan pasangan, lakukanlah dengan kesabaran dan penuh kasih sayang. 7. Jaga Kebersihan Diri. Pastikan mulut dan badan anda tidak berbau. Bersihkan diri kamu, jangan lupa pakai wangi-wangian untuk membangkitkan ghairah pasangan. Jangan gunakan wangian yang tidak disukai oleh pasangan, kerana ini akan menghilangkan gairah untuk bersama. 8. Kurangkan Percakapan. Terutama hal-hal yang berkaitan dengan pesta di siang hari dan masalah-masalah yang berlaku sebelumnya. Kamu haruslah memberikan fokus dan kurangi percakapan dengan pasangan anda. Sebaiknya gunakan sentuhan,rabaan,ciuman,kucupan dan sebaganinya untuk membangkit gairah pasangan. sumber: infogue.com Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia |
Senin, 09 Mei 2011
8 Teknik Memulai Malam Pertama
Jumat, 06 Mei 2011
UPAYA MENINGKATKAN MINAT SISWA KELAS XI ILMU SOSIAL PADA PELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PEMBERIAN MOTIVASI DAN PENERAPAN MODEL-MODEL PEMBELAJARAN
Tugas Kelompok
UPAYA MENINGKATKAN MINAT SISWA KELAS XI ILMU SOSIAL PADA PELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PEMBERIAN MOTIVASI DAN PENERAPAN MODEL-MODEL PEMBELAJARAN
(Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Problematika Pendidikan Matematika)
DOSEN PEMBINA
PROF. DR. SURADI, MS.
DRS. AHMAD TALIB, M.Si.

PROGRAM STUDI S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2008
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Matematika sebagai salah satu ilmu pengetahuan ilmu dasar harus diajarkan pada setiap jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi. Pada jenjang pendidikan SMA, siswa dijuruskan pada tiga bidang ilmu yaitu Ilmu Alam (I.A), Imu Sosial (I.S) dan Ilmu Bahasa (I.B) pada waktu kenaikan dari kelas X ke kelas XI. Namun penjurusan tersebut tergantung dari kondisi sekolah dan minat serta kemampuan siswa. Umumnya, di sekolah-sekolah baik negeri ataupun swasta hanya terdapat dua jurusan yaitu Ilmu Alam (I.A) dan Ilmu Sosial (I.S) sedangkan jurusan Ilmu Bahasa (I.B) hanya terdapat pada sekolah-sekolah tertentu. Penjurusan tersebut didasarkan pada kemampuan siswa, Jurusan I.A adalah siswa yang memiliki kemampuan di bidang Ilmu Eksak (Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi), Jurusan I.S adalah siswa yang memiliki kemampuan di bidang Ilmu Sosial (Ekonomi, Akuntansi dan Geografi) dan jurusan I.B adalah siswa yang memiliki kemampuan di bidang Ilmu Bahasa (B.Inggris dan B.Indonesia).
Siswa yang mengambil jurusan Ilmu Sosial (I.S) pada umumnya ingin menghindari pelajaran Eksak (hitung-hitungan) terutama Matematika, namun mereka kembali mendapat pelajaran Matematika di kelas, sehingga mereka kurang bergairah dan malas dalam mengikuti pelajaran matematika. Padahal matematika sangat dibutuhkan terutama pada pelajaran ekonomi dan akuntansi dalam materi yang berkaitan dengan perhitungan. Disini guru dituntut lebih kreatif dalam memberikan materi kepada siswa agar mereka tidak merasa bosan dan mudah dalam memahami materi yang diajarkan
SMA Negeri 1 Sukamaju adalah salah satu sekolah yang terletak di pusat kota Luwu Utara, yang lokasinya berada di tengah-tengah kota. Siswa yang diterima di sekolah ini hampir semuanya adalah siswa-siswa yang cukup pintar dan favorit ataupun umumnya kemampuan akademisnya agak kurang. Selain itu, tapi keadaan ekonomi orang tua siswa umumnya menengah kebawah, sehingga ada beberapa siswa yang kerja sambilan agar bisa membayar melanjutkan sekolah.
Di SMA Negeri 1 Sukamaju hampir semua guru merasa kesulitan dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. Guru harus mengulang beberapa kali agar siswa bisa mengerti materi yang diajarkan tetapi itupun hanya sebagian kecil siswa yang mampu menyerap dan mengerti penjelasan yang telah diberikan oleh guru, mungkin ini terjadi karena kemampuan akademis mereka yang rendah. Kondisi tersebut diperparah dengan suasana kelas yang ramai dan gaduh, minat belajar siswa yang rendah, sikap malas dan cuek dalam mengikuti pembelajaran, sehingga memang diperlukan kreativitas yang luar biasa oleh seorang guru agar materi yang diberikan bisa diterima dan dipahami oleh siswa. Para guru biasanya memberikan hukuman fisik (lari, push-up, Skot-jam) kepada siswa yang tidak mengerjakan tugas, siswa yang jajan ke kantin pada waktu proses kegiatan belajar mengajar dan yang melakukan pelanggaran tata tertib sekolah lainnya
Penulis sendiri baru mengajar selama setahun di sekolah SMA Negeri 1 Sukamaju yang merupakan sekolah swasta pinggiran di kota Gresik, dimana kemampuan (intelegensi) siswanya pada umumnya rendah, berasal dari keluarga menengah ke bawah dan agak sulit diatur dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Diantara semua kelas yang ada, kelas XI.IS adalah kelas yang siswanya paling sulit diatur dan kemampuan intelegensinya paling rendah (berdasarkan informasi guru-guru yang mengajar di kelas XI.IS). Apalagi mereka masih menerima pelajaran matematika, pelajaran yang mereka takuti selama di kelas X. Menemukan fakta ini, penulis mencoba memecahkan masalah ini, dengan memberikan motivasi dan penerapan metode-metode pembelajaran yang menyenangkan kepada siswa yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan minat siswa terhadap pelajaran matematika. Namun yang perlu ditegaskan,makalah ini bukan hasil penelitian tetapi hanya merupakan kiat atau usaha yang dilakukan guru dalam upaya meningkatkan minat siswa dalam pelajaran matematika
B. Rumusan Masalah
Berdasar latar belakang masalah, maka rumusan masalah yang diajukan adalah :“Apakah pemberian motivasi dan penerapan metode-metode pembelajaran dapat meningkatkan minat siswa kelas XI.IS SMA Negeri 1 Sukamaju pada pelajaran matematika”
C. Tujuan Penulisan
Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan ini adalah untuk mengetahui peningkatan minat siswa pada pelajaran matematika setelah pemberian motivasi dan penerapan metode-metode pembelajaran
D. Manfaat Penulisan
Manfaat yang diharapkan dari penulisan ini adalah dapat memberikan informasi kepada guru tentang bagaimana cara meningkatkan minat siswa khususnya kelas X.I IS pada pelajaran matematika terutama di sekolah-sekolah pinggiran.
E. Batasan Istilah
Dalam tulisan ini, istilah yang dibatasi adalah sebagai berikut:
1. Definisi minat pada tulisan ini adalah suatu sikap yang memperlihatkan perhatian terhadap obyek minatnya
2. Definisi motivasi pada tulisan ini adalah dorongan dasar yang menggerakkan seseorang untuk memenuhi suatu keinginan atau tujuan tertentu
3. Definisi metode pembelajaran pada tulisan ini adalah cara guru dalam menyampaikan materi dalam proses kegiatan belajar mengajar
4. Peningkatan minat siswa dilihat dari respon siswa dan angket.
II. PEMBAHASAN
A. Pengertian Minat, Motivasi dan Metode
Ada beberapa pendapat yang dikemukan oleh para ahli mengenai definisi minat. Beberapa definisi minat adalah: “Kemauan yang terdapat dalam hati atas sesuatu; gairah; keinginan.” (Salim & Salim, Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer (1995) dalam Purnawan (2001)), “Satu sikap yang berlangsung terus menerus yang memolakan perhatian seseorang, sehingga membuat dirinya jadi selektif terhadap objek minatnya.” (Chaplin, Kamus Lengkap Psikologi (1975) dalam Purnawan (2001)). Reber (1995) (dalam Purnawan (2001)) menambahkan bahwa minat memiliki berbagai implikasi yang berhubungan dengan atensi, keingintahuan, motivasi, fokus, perhatian, pengarahan tujuan, kesadaran, keberartian dan hasrat. Berdasarkan beberapa pendapat diatas penulis mencoba mendefinisikan minat yaitu suatu sikap yang memperlihatkan perhatian terhadap obyek minatnya. Dalam penulisan ini yang dimaksud minat adalah sikap siswa yang cenderung memperhatikan dan mengikuti proses kegiatan belajar mengajar di kelas dengan baik.
Menurut Woolfolk (1998) (dalam Nur (2003)) motivasi didefinisikan sebagai suatu keadaan internal yang mendorong seseorang untuk mempertahankan suatu prilaku. Sedangkan menurut Morgan, et.al (1986) (dalam Nur (2003)), motivasi dapat didefinisikan sebagai tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku kearah suatu tujuan tertentu. Baron dan Schunk (1990) (dalam Nur(2003)) mendefinisikan motivasi sebagai suatu proses internal yang mengaktifkan, membimbing dan mempertahankan perilaku dalam rentang waktu tertentu (Nur, 1990). Berdasarkan beberapa definisi diatas penulis mendefinisikan motivasi adalah dorongan dasar yang menggerakkan seseorang untuk memenuhi suatu keinginan atau tujuan tertentu, dalam penulisan ini motivasi yang diberikan ke siswa bertujuan untuk meningkatkan minat siswa pada pelajaran matematika dalam proses kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Menurut Sudrajat (2007) metode adalah cara dalam menyajikan (mengurai-kan, memberi contoh, dan mem-beri latihan) isi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu. Jadi pengertian metode dalam tulisan ini adalah cara guru dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa
B. Kondisi sekolah SMA Negeri 1 Sukamaju
Telah dijelaskan sebelumnya bahwa siswa SMA Negeri 1 Sukamaju berasal dari keluarga yang kurang mampu dan rata-rata tingkat intelegensinya rendah. Namun dari segi sarana dan prasarana yang ada, cukup memadai. Misalnya, terdapat Lab Bahasa, Ruang Komputer, Ruang AVA, lapangan olahraga dan sebagainya. Kualitas guru pengajar pun tidak kalah dengan sekolah swasta yang lainnya, beberapa diantaranya adalah tutor LBB SSC dan PRIMAGAMA, staf pengajar di SMA N 1 Sukamaju yang merupakan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI), dan juga ada tiga orang yang sudah bergelar Magister Pendidikan (M.Pd). Untuk mengatasi siswa yang melakukan pelanggaran terhadap tata tertib sekolah, pada umumnya guru menerapkan hukuman fisik berupa lari keliling lapangan, Push-Up, berjemur di lapangan dan sebagainya. Meskipun mereka tahu bahwa hukuman fisik tersebut kadang tidak membuat jera siswa, mereka tetap melakukannya sebab mereka tidak tahu harus berbuat apalagi agar siswa SMA Negeri 1 Sukamaju bisa berbuat baik dan tidak melanggar peraturan sekolah. Sejauh ini belum ada keberatan dari siswa maupun wali murid mengenai hukuman fisik tersebut.
C. Proses pembelajaran di Kelas XI.IS
Kelas XI.IS SMA Negeri 1 Sukamaju mendapatkan pelajaran matematika selama lima jam dalam seminggu yaitu hari jum’at (2 jam) dan hari sabtu (3 jam) yang semuanya pada jam-jam terakhir pembelajaran. Penulis menyadari bahwa tidak mudah mengajar siswa kelas XI.IS, apalagi mengajarkan matematika yang dianggap menakutkan oleh mereka. Berikut, akan disampaikan hal-hal yang telah dialami dan dilakukan oleh penulis selama dua bulan dalam melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar di kelas:
i. Masalah yang dihadapi selama proses kegiatan belajar mengajar
a. Beberapa siswa sering tidur, dikarenakan lelah akibat tadi malam bekerja dan pelajaran matematika disampaikan di akhir pelajaran
b. Beberapa siswa sering ijin ke kamar kecil namun setelah itu mereka mampir ke kantin untuk membeli makanan kecil
c. Beberapa siswa malas dalam mencatat pelajaran yang telah disampaikan
d. Beberapa siswa sering mainan HP dalam kelas
e. Beberapa siswa kadang main sepak bola dalam kelas
f. Umumnya siswa sering mengobrol sendiri dengan temannya sewaktu guru menerangkan.
ii. Pemberian motivasi
Tujuan guru dalam memberi motivasi kepada siswa adalah untuk membangkitkan minat siswa agar bersemangat dalam mengikuti pembelajaran matematika .Motivasi yang diberikan kepada siswa Dalam memberikan motivasi kepada siswa guru melakukan tiga hal yaitu
a. Motivasi melalui pemberian penghargaan
Motivasi melalui pemberian penghargaan yang dimaksud disini adalah siswa akan mendapatkan reward berupa medali emas, perak dan perunggu yang nantinya akan ditukarkan dengan nilai 5 untuk emas, nilai 3 untuk perak dan nilai1 untuk perunggu sebagai nilai tambahan ulangan harian, ulangan tengah semester ataupun ulangan akhir semester berdasar kriteria yang telah ditetapkan. Untuk memperoleh medali tersebut siswa dapat melakukan hal-hal sebagai berikut:
1.) Mencatat materi yang telah disampaikan
2.) Mengerjakan LKS
3.) Mengerjakan soal yang diberikan oleh guru
4.) Membantu menjelaskan materi atau jawaban soal kepada siswa yang belum bisa/paham
Melalui pemberian penghargaan berupa medali sebagai tambahan nilai, merangsang siswa untuk rajin mencatat dan mengerjakan soal yang diberikan sehingga diharapkan mereka semakin berminat untuk mengikuti proses pembelajaran matematika dengan baik
b. Motivasi secara umum
Motivasi secara umum artinya penyampaianya diberikan kepada seluruh siswa atau sekelompok siswa yang sering membuat suasana kelas gaduh. Motivasi yang diberikan antara lain:
1.) Menceritakan orang-orang yang berasal dari keluarga yang kurang mampu tentang perjuangannya dalam meraih kesukesan. Bahwa untuk mencapai kesuksesan diperlukan kerja keras, pantang menyerah dan doa. Kesuksesan tidak dapat diraih secara instant namun bertahap dan membutuhkan waktu yang lama
2.) Perjuangan penulis dalam melanjutkan pendidikan pada jenjang SMA maupun kuliah yaitu berjualan koran, berjualan majalah di sekolah, berjualan kue dan lain-lain
3.) Menyadarkan pada semua siswa bahwa biaya sekolah itu mahal, mereka harus menghargai perjuangan orang tua yang bekerja keras untuk mencari uang demi membiayai mereka untuk tetap sekolah, sedangkan disekolah mereka malas-malasan dalam belajar dan acuh tak acuh dalam mengikuti proses pembelajaran
4.) Bagi mereka yang bekerja sambilan setelah pulang sekolah, uang yang mereka peroleh untuk membayar biaya sekolah akan terasa sia-sia bila mereka tidak semangat dan malas dalam bersekolah
5.) Menjelaskan pentingnya matematika untuk saat ini maupun kelak mereka lulus
c. Motivasi pribadi
Pemberian motivasi pribadi yang dilakukan penulis yaitu dengan cara memanggil siswa satu persatu untuk diberikan pengertian dan memotivasi mereka akan pentingnya arti sekolah dan meningkatkan prestasi belajar matematika
iii. Penerapan metode-metode pembelajaran
Meode-metode pembelajaran yang diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di kelas beberapa diantaranya merupakan ide kreatif yang muncul dari penulis sendiri. Metode-metode pembelajaran yang selama ini diketahui penulis, ada yang kurang cocok (agak sulit) bila diterapkan ke siswa kelas X.I IS. Hal ini disebabkan karena kondisi siswa yang umumnya intelegensinya rendah dan suasana kelas yang kurang menguntungkan. Beberapa metode pembelajaran yang selama ini diterapkan antara lain:
a. Model pertama
Pada pembelajaran model pertama ini topik yang akan dibahas adalah menentukan jangkauan, kuartil, simpangan kuartil, rentang antar kuartil dan desil untuk data tunggal selama tiga jam pelajaran. Adapun langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran setengah Jigsaw adalah sebagai berikut:
1) Guru membagi siswa menjadi menjadi 5 kelompok
2) Guru menunjuk salah satu siswa dari masing-masing kelompok kemudian memberi penjelasan atau menerangkan materi yang akan disampaikan
3) Masing-masing dari siswa tersebut kembali ke kelompok semula untuk menjelaskan materi yang telah disampaikan oleh guru
4) Guru membagikan soal yang berbeda (ekuivalen) untuk setiap kelompok
5) Masing-masing kelompok mengumpulkan tugas yang diberikan oleh guru
6) Hal itu dilakukan secara terus menerus hingga materi yang akan disampaikan hari itu selesai
Setelah selesai guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari bersama-sama siswa
b. Model kedua
Metode pembelajaran ini diharapkan dapat membuat siswa benar-benar tertarik dan merasa senang dengan tidak mengabaikan esensi materi dalam pembelajaran. Topik yang dibahas adalah menentukan jangkauan, kuartil, simpangan kuartil, rentang antar kuartil dan desil untuk data tunggal maupun data kelompok Adapun pelaksanaanya sebagai berikut:
1) Guru membagi siswa menjadi 5 kelompok
2) Masing-masing kelompok diberi roti agar mereka agak santai dalam mengikuti permainan
3) Guru membagi 5 buah soal dalam keadaan tertutup ke masing-masing kelompok (soal tidak boleh dibuka dulu)
4) Guru menyuruh masing-masing kelompok untuk mengerjakan soal nomor 2 (acak, sesuai keinginan guru)
5) Tiga kelompok yang paling cepat dalam menyelesaikan soal (ditunjukan dengan mengacungkan jari) maju ke papan tulis
6) Siswa dari tiga kelompok tersebut secara bersamaan menuliskan jawaban soal di papan tulis
7) Siswa yang menulis jawaban dengan benar beserta caranya (langkah-langkahnya) dan paling cepat, mendapat poin 100, dan berikutnya mendapat poin 75 dan pin 50. Apabila jawaban dari kelompok tersebut salah akan diberi poin 25
8) Siswa yang menjawab benar dan paling cepat mendapat kesempatan melempar “malam” (yang diolesi baby oil) ke papan ajaib (berisi poin 200, 100, -50 dan sebagainya)
9) Hasil poin dari pelemparan dijumlahkan dengan poin sebelumnya yang akan menjadi poin kelompok tersebut
10) Hal ini dilakukan terus-menerus sampai 5 soal tersebut habis (siswa yang sudah mengerjakan soal tidak boleh mengerjakan soal lagi)
11) Setelah selesai, guru memberikan soal lagi kepada masing-masing kelompok hingga pelajaran selesai atau soal yang disiapkan habis
12) Kelompok yang mendapatkan nilai tertinggi dinyatakan sebagai pemenang dan mendapat hadiah roti
Setelah selesai, masing-masing siswa mengumpulkan jawaban dari soal-soal yang telah diberikan. Pada umumnya mereka merasa senang dan menikmati metode pembelajaran model keduayang telah dilaksanakan
c. Model ketiga
Untuk mengatasi rasa kebosanan dan kejenuhan siswa dalam menerima pelajaran matematika dan membantu siswa yang kurang paham terhadap materi pelajaran yang diajarkan, penulis mencoba menerapkan metode pembelajaran privat learning. Metode pembelajaran ini diberikan menjelang liburan puasa. Materi yang diberikan dalam privat learning adalah pengulangan materi yang terdahulu yaitu menentukan jangkauan, kuartil, simpangan kuartil, rentang antar kuartil dan desil untuk data tunggal. Pelaksanaan dari Privat Learning adalah sebagai berikut:
1) Seluruh siswa diajak ke ruang AVA (Audio Visual) untuk melihat film predator
2) Dua orang siswa, secara bergiliran maju ke meja guru, untuk diberi penjelasan tentang materi-materi yang selama ini belum dimengerti
3) Kedua siswa tersebut diberi soal yang berbeda (ekuivalen) untuk diselesaikan dan dikumpulkan
4) Hal itu dilakukan secara terus menerus hingga semua siswa telah mendapatkan penjelasan dari guru
5)Soal yang diberikan kepada setiap siswa berbeda
Dari metode pembelajaran ini diharapkan siswa mampu memahami materi yang telah diberikan oleh guru selama proses kegaiatan belajar mengajar.
D. Respon siswa
Respon yang diberikan oleh siswa setelah mendapat motivasi dan penerapan metode-metode pembelajaran akan disampaikan secara umum baik ketika proses kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung maupun sesudahnya. Penulis tidak bisa membedakan respon siswa akibat dari pemberian motivasi dan penerapan metode pembelajaran karena dua hal tersebut dilakukan secara berurutan dan kadang bersamaan. Biasanya sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai guru memberikan motivasi untuk membangkitkan minat siswa agar bersemangat mengikuti proses kegiatan proses belajar mengajar dan kadang pemberian motivasi dilakukan disela-sela proses kegiatan belajar mengajar dimulai guru memberikan motivasi kepada siswa Berikut beberapa respon siswa :
1) Siswa menjadi lebih bersemangat dalam mengikuti proses kegiatan belajar mengajar dan mulai berani bertanya ketika mereka kurang jelas dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru,.
2) Siswa mulai rajin mencatat penjelasan yang telah disampaikan karena diberi pengghargaan berupa medali oleh guru
3) Siswa yang ijin keluar kelas mulai berkurang karena mereka sudah sedikit menikmati pelajaran matematika yang santai dan menyenangkan
4) Dalam mengerjakan tugas matematika yang diberikan, mereka berlomba-lomba untuk menyelesaikannya lebih dahulu, mereka merasa bangga bila mampu mengumpulkan tugas dengan cepat.
5) Siswa yang tidur dikelas mulai berkurang dan bahkan sudah tidak ada lagi mereka mulai bersemangat untuk megikuti pelajaran yang diberikan
6) Siswa laki-laki sudah jarang yang bermain sepak bola kareana mereka sibuk berdiskusi dengan teman-temannya dalam mengerjakan tugas dan mengikuti proses pembelajaran
7) Beberapa siswa terkadang meminta materi tambahan setelah pulang sekolah
8) Angket
Untuk mengukur minat siswa terhadap pemberian motivasi dan penerapan metode-metode pembelajaran yang diberikan, selain dengan melihat respon siswa juga digunakan angket. Angket ini diberikan sebaiknya diberikan sebelum dan sesudah pemberian motivasi dan penerapan metode-metode pembelajaran. Namun penulis hanya memeberikan angket sesudahnya karena perlakuan diatas merupakan ide spontan yang muncul dari penulis. Minat siswa akan meningkat dapat dilihat dari hasil angket sebelum dan sesudah diberi perlakuan.
Berikut disajikan hasil angket
.
| No | Pertanyaan | Ya | Tidak | Dalam (%) |
| 1 2 3 4 5 6 | Apakah anda merasa senang dalam mengikuti pelajaran matematika? Apakah anda merasa senang dengan metode pembelajaran yang selama ini diterapkan oleh guru? Setelah diberi motivasi oleh guru , apakah anda mengalami perubahan dalam belajar? (dari yang tidak belajar ke belajar) Apakah waktu jam belajar anda bertambah setelah pemberian motivasi dan penerapan metode-metode pembelajaran yang diberikan oleh guru? Apakah selama ini kamu selalu mencatat penjelasan dan catatan yang diberikan guru? Apakah kamu selalu mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru? | 28 25 21 15 25 27 | 0 3 7 13 3 1 | 100 89 75 53 89 96 |
Berdasarkan respon dan hasil angket serta hasil UTS yang telah dilaksanakan penulis, kesimpulan sementara yang diperoleh yaitu bahwa minat siswa terhadap pelajaran matematika cukup baik dan pemahaman tehadap materi yang disampaikan juga cukup baik.
C. PENUTUP
a. Kesimpulan
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan penulis (selama kurang lebih dua bulan) dalam upaya meningkatkan minat siswa kelas XI.IS SMA Negeri 1 Sukamaju pada pelajaran matematika jika pemberian motivasi dan penerapan metode-metode pembelajaran dilaksanakan maka kesimpulan yang diperoleh adalah sebagai berikut:
1. Pemberian motivasi baik yang dilakukan secara individu maupun bersama-sama ternyata mampu merubah minat siswa untuk mengikuti proses kegiatan belajar megajar di kelas secara lebih baik dan mampu meningkatkan prestasi belajar khususnya pelajaran matematika yang selama ini mereka takuti dan hindari
2. Penerapan metode-metode pembelajaran yang bervariatif akan membuat siswa merasa tidak bosan dan menikmati proses pembelajaran yang sedang yang berlangsung sehingga diharapkan mereka mampu menerima dan menyerap materi pelajaran yang disampaikan secara lebih baik
b. Saran
Diharapkan kepada seluruh pengajar agar membangkitkan minat, motivasi dan metode pengajarannya dalam proses pembelajaran matematika di kelas, karena perbedaan suasana lingkungan belajar sangat bergantung pada situasi dan kondisi siswa saat menerima pelajaran, agar proses belajar-mengajar matematika sangat efektif dan lebih bermakna.
DAFTAR PUSATAKA
Adrian, Willa. 2006. Matematika Bilingual. Yrama Widya. Jakarta
Nur, Muhamad. 2003. Pemotivasian Siswa Untuk Belajar. Pusat Sains Dan matematika Sekolah. UNESA
Purnawan. 2001. Rendahnya Kemampuan Dan Minat Baca Orang Indonesia. http://www.Depdiknas.go.id.
CARA MEMBACA KARAKTER SESEORANG
CARA MEMBACA KARAKTER SESEORANG
Banyak usaha yang dilakukan orang untuk memahami karakter calon kekasihnya, calon mitra bisnisnya, atau calon karyawannya. Salah satu upaya itu adalah melalui pembacaan karakter wajah. Melihat wajah merupakan cara yang paling aman dan cepat, karena wajah merupakan anggota tubuh yang biasanya pertama kali dipandang.
Lagi pula untuk melihat wajah seseorang, kita tidak perlu meminta izin dari yang bersangkutan. Berbeda misalnya jika kita ingin mengorek sifat dan karakter seseorang lewat garis tangan (palmistri) atau tulisan tangan (grafologi), kita harus berhubungan langsung dengan yang bersangkutan.
Karena berfungsi untuk mengamati "bagian luar dan dalam" seseorang, maka melihat wajah sering kali dianggap sebagai ramalan. Ramalan melalui wajah sebenarnya telah dilakukan orang sejak ribuan tahun lampau. Ada dugaan, ramalan wajah mula pertama muncul di Tiongkok dan India, kemudian dikembangkan dan dipopulerkan di dunia Barat.
Filsafat Praktis
Di dunia Barat, karakter wajah dipelajari lewat ilmu fisiognomi. Ilmu ini dianggap warisan kuno yang luar biasa ampuhnya. Banyak pakar Yunani purba mempelajari fisiognomi untuk menafsirkan berbagai sifat dan karakter melalui berbagai bentuk wajah, warna rambut, anggota badan, dan suara. Karya Aristoteles dan Hippocrates dianggap sebagai bagian dari filsafat praktis paling kuno yang secara sistematis membicarakan fisiognomi itu.
Pada masa klasik, studi fisiognomi lebih bersifat deskriptif. Perkembangan di abad pertengahan kemudian menunjukkan bahwa fisiognomi lebih mengembangkan sisi prediksi dan astrologi, bahkan sering kali masuk ke dalam sisi magis dan mitos. Saat itu, penulis-penulis bangsa Arab banyak memberikan kontribusi pada literatur fisiognomi Barat.
Pada abad ke-18 dan ke-19, fisiognomi digunakan oleh beberapa praktisi sebagai metode untuk mendeteksi kecenderungan kejahatan. Kemudian berkembang frenologi (phrenology), yaitu ilmu yang mempelajari bentuk kepala sebagai indikasi dari mental dan sifat seseorang. Franz-Joseph Gall berdasarkan analisanya secara empiris murni menyimpulkan adanya bentuk-bentuk batok kepala yang dikategorikan sebagai batok kepala "penjahat".
Demikian pula dengan Lambroso. Dia menduga ada hubungan yang erat antara sifat psikopat penjahat dengan ukuran batok kepala. Tahun 1920-an, Edward Vincent Jones, seorang jaksa, bahkan mempelajari fisiognomi untuk mencari indikator karakter penjahat lewat bentuk wajah.
Pada 1960-an, psikolog AS, Paul Ekman, menemukan bahwa wajah adalah instrumen yang sangat efisien untuk komunikasi. Dia pun beranggapan bahwa semestinya ada rumus-rumus yang mengatur cara menafsirkan wajah. "Ada pelajaran-pelajaran fundamental yang bisa dipelajari melalui wajah seseorang," katanya (Seni Membaca Wajah, Roos Woodrow dkk, 2006).
Di zaman kerajaan Romawi, membaca wajah merupakan profesi terhormat.
Namun, di Inggris masa Ratu Elizabeth I, ilmu fisiognomi begitu dimusuhi, sampai-sampai Sang Ratu memberi titah, "Siapa saja yang menguasai ilmu fisiognomi atau 'imajinasi fantastik', harus ditelanjangi separuh dada dan dicambuk sampai tubuhnya babak belur," (Membaca Karakter Lewat Wajah, Lailan Young, 1997).
Senyum yang Sopan
Umumnya literatur-literatur fisiognomi yang beredar, didasarkan pada metode analisa karakter Barat yang mempertimbangkan masalah ciri-ciri fisik dan tingkah laku. Di India, pengetahuan fisiognomi seluruhnya bersumber pada kitab-kitab kuno, seperti Purana dan Samudrik Shastra.
Banyak ciri fisik wajah seseorang, termasuk bagian tubuh lain, digambarkan lewat syair-syair klasik masa Hindu, seperti dalam kitab kuno Ramayana. Sinta, misalnya, dikatakan wanita yang sempurna karena memiliki rambut yang bagus, lembut, hitam, dan seragam. Ini didukung alis mata yang tidak bertemu, gigi yang berjarak rata, serta tulang pelipis dan mata yang simetris dan berbentuk bagus. Ditambah kulit yang bercahaya dan senyum yang sopan, jadilah apa yang dimiliki Sinta itu menjadi pedoman fisiognomi India sampai sekarang.
Sedangkan suami Sinta, Rama, digambarkan memiliki wajah yang menyenangkan, leher berbentuk seperti siput, tulang lehernya sangat terbenam dalam daging dan tidak terlihat. Sementara sudut matanya mempunyai corak kemerah-merahan, suaranya dalam dan berbunyi seperti genderang. Dikatakan pula, roman muka Rama gagah berani, kulitnya halus, serta bagian da- ri tubuhnya simetris dan mempunyai tanda-tanda yang ba- ik (Menguak Rahasia Tubuh, Ashok Girish Mukherjee, 2006).
Meskipun setiap ciri-ciri fisiognomi yang beragam itu penting, tapi wajah dipandang yang paling utama dari semuanya. Wajah merupakan bagian dari anggota tubuh yang paling mudah diamati karena terlihat langsung dari luar.
Membaca Wajah
Di Tiongkok, seni membaca wajah sudah dikenal sejak zaman Confucius atau Konghucu. Namun, saat itu membaca wajah bukan untuk kepentingan ramalan, tetapi digunakan oleh para tabib sebagai alat bantu mendiagnosis suatu penyakit.
Praktik pembacaan wajah muncul pertama kali pada abad ke-6 SM. Dibandingkan metode Barat dan India, seni pembacaan wajah cara Tiongkok sangat rumit. Seorang pembaca wajah terlebih dulu harus mengklasifikasikan bentuk-bentuk wajah secara individual dengan menilai warna, ukuran, serta kecacatan tertentu pada areal wajah. Pada dasarnya, wajah dibagi menjadi 130 area. Setiap area merupakan situasi umur dan kehidupan tertentu. Dengan mengamati lima elemen siklus produktif dan destruktif (kayu, api, tanah, logam, air) dan teori yin-yang, maka seorang pembaca wajah yang terampil mampu memprediksi kejadian tertentu, mendiagnosa penyakit, atau memahami kepribadian seseorang.
Selain itu, wajah mencakup Dua Belas Istana, yakni daerah-daerah berbeda di seluruh wajah; Tiga Belas Posisi memanjang dalam satu garis dari dahi ke dagu; Dua Belas Cabang Bumi yang membentuk sebuah lingkaran di sekeliling wajah; dan Tiga Daerah Wajah berikut Lima Gunung dan Empat Sungai (Seni Membaca Wajah dan Garis Tangan, Man-Ho Kwok, 2002).
Dalam ajaran Feng Shu Tubuh, wajah dibagi menjadi tiga bagian, yakni bagian pertama (dahi ke alis), mewakili langit; bagian kedua (alis ke ujung hidung) mewakili manusia (orang itu sendiri), dan bagian ketiga (ujung hidung ke dagu) mewakili bumi. Keadaan yang ideal adalah langit, manusia, dan bumi berada dalam keselarasan sempurna (Body Feng Shui, Chao-Hsiu Chen, 2003).
Pada dasarnya, pakar yang telah berpengalaman mampu menganalisa wajah seseorang dengan cepat dan akurat. Lewat wajah, kita dapat mengetahui kesombongan, keramahan, nasib, hasrat seksual, kejujuran, ambisi, kreativitas, kesehatan, ketekunan, kekejaman, dan lain-lain watak dari seorang manusia. Nah, jangan heran kalau ada orang yang menatap wajah Anda berlama-lama dengan serius. Mungkin dia sedang menganalisa sifat dan karakter Anda.
Bentuk wajah ternyata juga dapat mengungkap banyak tentang kepribadian anda. Menurut ahli baca wajah, bentuk dan posisi mata, hidung, dagu, telinga serta segala sesuatu yang lain berbicara banyak tentang kepribadian anda. Setiap informasi dari wajah anda mempunyai arti.
Cobalah amati wajah sehingga anda akan menemukan interpretasinya dan anda akan mengetahui arti wajah secara detail. Termasuk bentuk dan tinggi alis, sudut dan kehalusan telinga, panjang mulut, lebar dari ibir serta hal lainnya untuk menentukan cara berpikir dan kepribadian seseorang.
Fisik wajah anda mencerminkan siapa diri anda sebenarnya yang ada di dalam. Itu sebabnya membaca wajah merupakan alat yang sangat efektif dan akurat dalam mengamati orang. Saat anda tumbuh maka akan terjadi perubahan dalam diri anda, wajah anda berubah pada bagian luar. Itu berarti wajah anda punya banyak makna daripada yang anda duga.
Bentuk wajah bukan hanya dapat mengungkap kepribadian dan masa depan anda tapi juga apakah anda serasi dengan pasangan anda.
Berikut karakter dan sifat yang dapat diungkap dari wajah anda;
Lagi pula untuk melihat wajah seseorang, kita tidak perlu meminta izin dari yang bersangkutan. Berbeda misalnya jika kita ingin mengorek sifat dan karakter seseorang lewat garis tangan (palmistri) atau tulisan tangan (grafologi), kita harus berhubungan langsung dengan yang bersangkutan.
Karena berfungsi untuk mengamati "bagian luar dan dalam" seseorang, maka melihat wajah sering kali dianggap sebagai ramalan. Ramalan melalui wajah sebenarnya telah dilakukan orang sejak ribuan tahun lampau. Ada dugaan, ramalan wajah mula pertama muncul di Tiongkok dan India, kemudian dikembangkan dan dipopulerkan di dunia Barat.
Filsafat Praktis
Di dunia Barat, karakter wajah dipelajari lewat ilmu fisiognomi. Ilmu ini dianggap warisan kuno yang luar biasa ampuhnya. Banyak pakar Yunani purba mempelajari fisiognomi untuk menafsirkan berbagai sifat dan karakter melalui berbagai bentuk wajah, warna rambut, anggota badan, dan suara. Karya Aristoteles dan Hippocrates dianggap sebagai bagian dari filsafat praktis paling kuno yang secara sistematis membicarakan fisiognomi itu.
Pada masa klasik, studi fisiognomi lebih bersifat deskriptif. Perkembangan di abad pertengahan kemudian menunjukkan bahwa fisiognomi lebih mengembangkan sisi prediksi dan astrologi, bahkan sering kali masuk ke dalam sisi magis dan mitos. Saat itu, penulis-penulis bangsa Arab banyak memberikan kontribusi pada literatur fisiognomi Barat.
Pada abad ke-18 dan ke-19, fisiognomi digunakan oleh beberapa praktisi sebagai metode untuk mendeteksi kecenderungan kejahatan. Kemudian berkembang frenologi (phrenology), yaitu ilmu yang mempelajari bentuk kepala sebagai indikasi dari mental dan sifat seseorang. Franz-Joseph Gall berdasarkan analisanya secara empiris murni menyimpulkan adanya bentuk-bentuk batok kepala yang dikategorikan sebagai batok kepala "penjahat".
Demikian pula dengan Lambroso. Dia menduga ada hubungan yang erat antara sifat psikopat penjahat dengan ukuran batok kepala. Tahun 1920-an, Edward Vincent Jones, seorang jaksa, bahkan mempelajari fisiognomi untuk mencari indikator karakter penjahat lewat bentuk wajah.
Pada 1960-an, psikolog AS, Paul Ekman, menemukan bahwa wajah adalah instrumen yang sangat efisien untuk komunikasi. Dia pun beranggapan bahwa semestinya ada rumus-rumus yang mengatur cara menafsirkan wajah. "Ada pelajaran-pelajaran fundamental yang bisa dipelajari melalui wajah seseorang," katanya (Seni Membaca Wajah, Roos Woodrow dkk, 2006).
Di zaman kerajaan Romawi, membaca wajah merupakan profesi terhormat.
Namun, di Inggris masa Ratu Elizabeth I, ilmu fisiognomi begitu dimusuhi, sampai-sampai Sang Ratu memberi titah, "Siapa saja yang menguasai ilmu fisiognomi atau 'imajinasi fantastik', harus ditelanjangi separuh dada dan dicambuk sampai tubuhnya babak belur," (Membaca Karakter Lewat Wajah, Lailan Young, 1997).
Senyum yang Sopan
Umumnya literatur-literatur fisiognomi yang beredar, didasarkan pada metode analisa karakter Barat yang mempertimbangkan masalah ciri-ciri fisik dan tingkah laku. Di India, pengetahuan fisiognomi seluruhnya bersumber pada kitab-kitab kuno, seperti Purana dan Samudrik Shastra.
Banyak ciri fisik wajah seseorang, termasuk bagian tubuh lain, digambarkan lewat syair-syair klasik masa Hindu, seperti dalam kitab kuno Ramayana. Sinta, misalnya, dikatakan wanita yang sempurna karena memiliki rambut yang bagus, lembut, hitam, dan seragam. Ini didukung alis mata yang tidak bertemu, gigi yang berjarak rata, serta tulang pelipis dan mata yang simetris dan berbentuk bagus. Ditambah kulit yang bercahaya dan senyum yang sopan, jadilah apa yang dimiliki Sinta itu menjadi pedoman fisiognomi India sampai sekarang.
Sedangkan suami Sinta, Rama, digambarkan memiliki wajah yang menyenangkan, leher berbentuk seperti siput, tulang lehernya sangat terbenam dalam daging dan tidak terlihat. Sementara sudut matanya mempunyai corak kemerah-merahan, suaranya dalam dan berbunyi seperti genderang. Dikatakan pula, roman muka Rama gagah berani, kulitnya halus, serta bagian da- ri tubuhnya simetris dan mempunyai tanda-tanda yang ba- ik (Menguak Rahasia Tubuh, Ashok Girish Mukherjee, 2006).
Meskipun setiap ciri-ciri fisiognomi yang beragam itu penting, tapi wajah dipandang yang paling utama dari semuanya. Wajah merupakan bagian dari anggota tubuh yang paling mudah diamati karena terlihat langsung dari luar.
Membaca Wajah
Di Tiongkok, seni membaca wajah sudah dikenal sejak zaman Confucius atau Konghucu. Namun, saat itu membaca wajah bukan untuk kepentingan ramalan, tetapi digunakan oleh para tabib sebagai alat bantu mendiagnosis suatu penyakit.
Praktik pembacaan wajah muncul pertama kali pada abad ke-6 SM. Dibandingkan metode Barat dan India, seni pembacaan wajah cara Tiongkok sangat rumit. Seorang pembaca wajah terlebih dulu harus mengklasifikasikan bentuk-bentuk wajah secara individual dengan menilai warna, ukuran, serta kecacatan tertentu pada areal wajah. Pada dasarnya, wajah dibagi menjadi 130 area. Setiap area merupakan situasi umur dan kehidupan tertentu. Dengan mengamati lima elemen siklus produktif dan destruktif (kayu, api, tanah, logam, air) dan teori yin-yang, maka seorang pembaca wajah yang terampil mampu memprediksi kejadian tertentu, mendiagnosa penyakit, atau memahami kepribadian seseorang.
Selain itu, wajah mencakup Dua Belas Istana, yakni daerah-daerah berbeda di seluruh wajah; Tiga Belas Posisi memanjang dalam satu garis dari dahi ke dagu; Dua Belas Cabang Bumi yang membentuk sebuah lingkaran di sekeliling wajah; dan Tiga Daerah Wajah berikut Lima Gunung dan Empat Sungai (Seni Membaca Wajah dan Garis Tangan, Man-Ho Kwok, 2002).
Dalam ajaran Feng Shu Tubuh, wajah dibagi menjadi tiga bagian, yakni bagian pertama (dahi ke alis), mewakili langit; bagian kedua (alis ke ujung hidung) mewakili manusia (orang itu sendiri), dan bagian ketiga (ujung hidung ke dagu) mewakili bumi. Keadaan yang ideal adalah langit, manusia, dan bumi berada dalam keselarasan sempurna (Body Feng Shui, Chao-Hsiu Chen, 2003).
Pada dasarnya, pakar yang telah berpengalaman mampu menganalisa wajah seseorang dengan cepat dan akurat. Lewat wajah, kita dapat mengetahui kesombongan, keramahan, nasib, hasrat seksual, kejujuran, ambisi, kreativitas, kesehatan, ketekunan, kekejaman, dan lain-lain watak dari seorang manusia. Nah, jangan heran kalau ada orang yang menatap wajah Anda berlama-lama dengan serius. Mungkin dia sedang menganalisa sifat dan karakter Anda.
Bentuk wajah ternyata juga dapat mengungkap banyak tentang kepribadian anda. Menurut ahli baca wajah, bentuk dan posisi mata, hidung, dagu, telinga serta segala sesuatu yang lain berbicara banyak tentang kepribadian anda. Setiap informasi dari wajah anda mempunyai arti.
Cobalah amati wajah sehingga anda akan menemukan interpretasinya dan anda akan mengetahui arti wajah secara detail. Termasuk bentuk dan tinggi alis, sudut dan kehalusan telinga, panjang mulut, lebar dari ibir serta hal lainnya untuk menentukan cara berpikir dan kepribadian seseorang.
Fisik wajah anda mencerminkan siapa diri anda sebenarnya yang ada di dalam. Itu sebabnya membaca wajah merupakan alat yang sangat efektif dan akurat dalam mengamati orang. Saat anda tumbuh maka akan terjadi perubahan dalam diri anda, wajah anda berubah pada bagian luar. Itu berarti wajah anda punya banyak makna daripada yang anda duga.
Bentuk wajah bukan hanya dapat mengungkap kepribadian dan masa depan anda tapi juga apakah anda serasi dengan pasangan anda.
Berikut karakter dan sifat yang dapat diungkap dari wajah anda;
1. ALIS
Dapat menunjukkan pola pikir anda.Bila anda memiliki alis dengan pangkal tebal lalu menepis di ujung menunjukkan anda sangat berbakat dalam memulai proyek-proyek baru.Alis yang dimulai dengan pangkal tipis dan berakhir dengan ujung lebih tebal menunjukkan orang yang berbakat mengikuti detail.Jika alis anda tebal berarti menunjukkan kekuatan intelektualBila anda memiliki alis tipis tipis menunjukkan intensitas mental.Bentuk alis yang lurus menunjukkan bahwa anda adalah orang yang baik, estetis tapi jika jaraknya terlalu dekat ke mata.Bila alis anda terlalu tebal berarti anda adalah orang yang mudah marah dan tidak sabar.Alis yang agak menunjuk ke telinga memberi arti bahwa anda adalah orang yang senang sikap ramah.
2. TELINGA
Menunjukkan bagaimana anda merancang realita dan bagaimana anda bereaksi secara tidak sadar terhadap hal-hal di sekitar anda.Bila telinga anda panjang maka menunjukkan bahwa anda memiliki kemampuan mendengarkan yang luar biasa.Jika telinga anda ukurannya sedang maka menunjukkan keluwesan dalam mendengarkan.Tetapi jika telinga anda pendek maka menunjukkan kecenderungan bukan hanya mengumpulkan informasi tapi juga memperhatikannya secara serius.Bentuk telinga anda yang menyudut ke dalam biasanya berarti anda mudah menyesuaikan diri.Sedangkan telinga yang menyudut ke luar menunjukkan bahwa anda ragu mengikuti aturan masyarakat.Untuk telinga anda yang letaknya lebih tinggi dibandingkan alis maka menunjukkan bahwa anda orang yang ingin berprestasi tinggi.
3. HIDUNG
Menunjukkan bagaimana anda mengelola uang dan apa yang membuat anda beda sebagai pekerja.Hidung pendek menunjukkan bakat kerja keras.Hidung panjang menunjukkan ketrampilan perencanaan dan strategi yang istimewa.Hidung lurus menunjukkan sistematis.Hidung melengkung mengungkapkan kreativitas.Hidung berjendul menunjukkan pekerjaan anda maju mundur.Hidung besar menunjukkan kemampuan mencari uang.Jika lubang hidung lebih tertutup daripada terbuka, orang ini berkemungkinan lebih besar mempertahankan kekayaannya.
4. MULUT
Untuk ekspresi diri .Bentuk bibir penuh, pintar membuat percakapan jadi terbuka lebar dan bisa mengungkapkan sesuatu yang memalukan.Bibir yang tipis menunjukkan bahwa anda lebih pintar dalam menyimpan rahasia pribadi.Bibir yang pendek dapat menunjukkan bahwa anda lebih menyukai percakapan satu arah.Anda memiliki bibir yang panjang maka menunjukkan bahwa kemampuan bicara dengan banyak orang.Bila anda memiliki bibir penuh dan cuping telinga besar dapat menunjukkan bahwa anda adalah orang yang sangat sensual.Bibir atas yang tipis menunjukkan orang yang kurang afeksi sedangkan bibir bawah lebih penuh menunjukkan menerima tantangan.
5. DAGU DAN RAHANG
Secara bersama-sama atau terpisah bisa mengungkapkan etika, kemampuan membuat keputusan serta cara mengatasi konflik. Rahang yang lebar dapat menunjukkan bahwa anda cenderung lebih fisik daripada mental. Begitu juga sebaliknya jika rahang anda sempit. Sedangkan dahi tinggi menunjukkan pemikir sedangkan dahi bulat menunjukkan idealistis.
Hati-hati, ada baiknya anda berhati-hati dengan orang yang memiliki bibir atas yang menonjol keluar ke atas bibir bawah terutama jika bibir atasnya tipis. Karena orang seperti ini kemungkinan mempunyai sifat mencari mangsa.
Hati-hati, ada baiknya anda berhati-hati dengan orang yang memiliki bibir atas yang menonjol keluar ke atas bibir bawah terutama jika bibir atasnya tipis. Karena orang seperti ini kemungkinan mempunyai sifat mencari mangsa.
Anda juga harus waspada dengan orang yang memiliki wajah berhidup luar biasa lancip dan menurun, bibir hampir tidak terlihat, mata kecil dan tulang pipi tinggi dengan sedikit daging. Karena orang yang memiliki bentuk wajah ini memiliki sifat yang kejam.
Langganan:
Komentar (Atom)
Catatan Yang Ditampilkan
Formulir
Formulir Daftar Peserta Didik Nama Lengkap: NIS: Kelas: Tambah Peserta Daftar Peserta Didik N...
-
Formulir Daftar Peserta Didik Nama Lengkap: NIS: Kelas: Tambah Peserta Daftar Peserta Didik N...
-
Sejarah Ilmu Matematika Kata "matematika" berasal dari kata μάθημα(máthema) dalam bahasa Yunani yang diartikan sebagai ...
-
Soal No. 1 Diberikan 4 buah garis dalam koordinat cartesius seperti terlihat pada gambar berikut. Tentukan gradien dari keempat garis ...