- Tiga hal yang tidak akan pernah terlambat untuk kita lakukan Mencintai, memaafkan, dan memperbaiki diri
- Dekatilah api, jika kau ingin terbakar hangus, Dekatilah salju, jika kau ingin menggigil beku, Dekatilah diriku, jika kau ingin bahagia selalu
- Jika kau memang tak bisa membuatku bahagia, Aku mohon janganlah kau buatku bersedih
- Tolong, aku itu gak bisa jauh dari kamu, Jadi aku gak ingin terjadi apa apa sama kamu terutama kita
- Mulai dari dari dulu kaulah yang terindah dan tetap yang terindah, Hingga saat ini kau pun tetaplah yang terindah, Namun mengapa kau tinggalkanku dengan kenangan indah ini.
- Di dunia ini hanyalah satu penawaran yang ingin ku lakukan, Aku hanya ingin menawar sebuah kenangan bersamamu untuk kembali.
- Mungkin aku terlihat seperti orang yang sangat permilih, Namun aku hanya ingin untuk tidak salah pilih.
- Luka ini memang membuat hati ini sakit, Jujur aku bersedih karena kau lakukan ini, Namun aku akan lebih dewasa jika bisa melewati semua ini.
- Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut ke mulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.
- Untuk apa jauh-jauh lagi mencari, sementara dalam dirimu saja aku sudah menemukan alasan hidup; bahagia bersamamu.
- Aku tak ingin merasa paling benar mencintaimu. Aku hanya ingin mencintaimu dengan benar, dan cintamu benar untukku .
- Tidak ada satu tarikan napaspun yang kau hembuskan, melainkan ada takdir yang dijalankan-Nya pada dirimu. Karena itu, tunduklah pada-Nya dalam setiap keadaan.
- Cinta adalah 3/4 mimpi mimpi dan 1/4 kenyataan. Mulai timbul masalah kalau kau jatuh cinta pada mimpi mimpi itu, bukan pada kenyataanya. Tapi kau akan menemukan cinta sejati kalau kau jatuh cinta pada keduanya.
- Kita menikmati kehangatan karena kita pernah kedinginan, kita menghargai cahaya karena kita pernah dalam kegelapan, begitu pula kita dapat bergembira karena kita pernah merasakan kesedihan.
- Ku hanya berharap semoga Kenyataan sedih yang kurasa ini ada hikmahnya Menjadikan aku makin sabar dan dewasa Tuk tempuh hari esok yang bahagia ku damba.
- Kekasih yang telah menghilang Biarlah menjadi sebuah kenangan Moga ku dapatkan ganti seseorang Yang lebih baik dari yang sekarang.
Jumat, 24 Januari 2014
Kata Kata Sedih Karena Cinta
kata cinta
|
Kata-kata Cinta Indah
|
Ketika tulus, kamu tak akan menyesali pernah mencintai
seseorang, tapi kamu mungkin menyesal telah percaya dia mencintaimu juga.
Cinta slalu
Setia pada Hati, tak peduli betapa hebat logika. Tapi kamu harus tahu kapan tuk
gunakan logika agar hatimu tak terus terluka.
Jangan takut mencinta, hanya karena pernah terluka.
Cinta sejati tak datang begitu saja, tapi melalui proses sedih dan tawa
bersama.
Berhenti
mencari seseorang yang sempurna tuk dicintai, lebih baik belajar dan persiapkan
diri menjadi seorang yang pantas tuk dicintai.
Jangan pernah ucapkan selamat tinggal jika masih ingin
mencoba. Jangan pernah katakan tak cinta jika masih mengharapkannya.
Jika kamu
tulus mencintanya, jangan pernah hiasi matanya dgn air mata, telinganya dgn
dusta, dan hatinya dgn luka.
Ketika jatuh cinta, jangan berjanji tak saling
menyakiti, namun berjanjilah tuk tetap bertahan, meski salah satu tersakiti.
Air mata
adalah satu-satunya cara bagaimana mata berbicara ketika bibir tak mampu
menjelaskan apa yang telah membuat perasaanmu terluka.
Sulit tuk ucapkan selamat tinggal pada dia yang kamu
cinta, tapi lebih sulit lagi ketika kenangan bersamanya tak hilang begitu saja.
Seseorang
yang berarti, tak akan dengan mudah kamu miliki. Jika kamu sungguh mencintai,
jangan pernah berhenti berusaha untuk hati.
Seseorang memilih tuk sendiri, bukan karena takut tuk
mencinta lagi, tapi karena takut terluka dengan alasan yang sama tuk kedua
kali.
Jangan
pernah manfaatkan cinta. tak peduli betapa dia mencintaimu, suatu saat dia
pasti akan lelah karena terus terluka.
Terkadang kamu takut terlalu dekat dgn seseorang,
karena kamu tahu dia bisa pergi kapan saja, tak peduli betapa dekat kamu dan
dia.
Senyum tak
selalu berarti seseorang bahagia. Kadang seseorang tersenyum hanya karena tak
ingin menjelaskan kenapa hatinya terluka.
Cinta itu ibarat bara api, dia menghangatkan hatimu
jika diungkapkan dgn Tulus. Jika tidak, dia akan menghanguskanmu.
Hidup tak
bisa jadi lebih baik tanpa cinta, tapi cinta dengan cara yang salah membuat
hidup jadi lebih buruk.
Ketika dia yang kamu cinta melakukan salah, tak perlu
memberitahu semua temanmu, karena bukan mereka yang akan memaafkan, tapi kamu.
Ketika kamu
patah hati, jangan menyerah. Cinta sejati itu ada. Kamu hanya harus temukan dia
yang setia dan bertahan padanya.
Jangan tangisi dia yang telah meninggalkanmu.
Tersenyumlah! Kamu tak pernah tahu akan ada seseorang yang jatuh cinta dengan
senyummu.
Jika senyum
adalah melodi jiwa, maka cinta adalah anugerah dari hati, karena itu yang
dirasakan ketika dia yang berarti menghampiri.
Terkadang lebih baik menjauhi seseorang. Bukan karena
berhenti mencinta, namun karena harus melindungi diri agar tak terus terluka.
Dalam cinta,
ketika seseorang memutuskan tuk meninggalkanmu, jangan pernah biarkan dia
membawa serta hatimu.
Beberapa kesalahan dalam hidup ini terjadi hanya tuk
mengungkapkan siapa saja yang pantas kamu cintai dan siapa yang tidak.
Berhenti
berharap pada seseorang yang kamu tahu jauh di dalam hatimu bahwa dia tak akan
pernah bisa menjadi milikimu.
Dalam cinta, ketika ada yang berbeda, jangan mencari
siapa yang salah, karena kamu dan dia adalah tim yang sama dengan tujuan yang
sama.
Kadang kamu
harus buat keputusan tuk mengalah, atau kamu akan kehilangan dia yang kamu
cinta hanya karena kamu keras kepala.
Ketika dia memutuskan tuk meninggalkanmu, itu bukan
akhir dari kisahmu, itu hanya akhir dari bagian ttng dia dalam kisah hidupmu.
Jika kamu
mencintai seseorang lebih dari yang pantas dia dapatkan, kamu akan berakhir
lebih terluka dari yang pantas kamu dapatkan.
Dalam cinta, jangan mengharapkan seseorang tuk tetap
bersamamu, jika yang kamu beri padanya hanya alasan tuk meninggalkanmu.
Dalam cinta,
kamu tahu dia bukan orang yang tepat tuk hidupmu, ketika kamu merasa lebih sepi
daripada ketika kamu masih sendiri.
Semua orang bisa menyukaimu, namun hanya kepribadian
dan sikapmu yang membuat mereka ingin tetap bersamamu.
kata kata motivasi
Percaya diri bukan sekedar dianggap
hebat, namun memang sudah hebat sejak lahir. Hanya saja persepsi diri kita yang
menghalangi kehebatan kita masing-masing. — Rahmat, motivasi-islami.com
“Jika sore tiba, janganlah tunggu
waktu pagi, jika pagi tiba, janganlah tunggu waktu sore. Manfaatkan masa
sehatmu sebelum tiba masa sakitmu dan manfaatkan masa hidupmu sebelum tiba
ajalmu.” — Ibnu Umar, Putra Umar bin Khattab
Orang yang reaktif seolah orang yang
hanyut tidak berdaya di derasnya sungai, dia bergerak sesuai dengan arahnya
aliran sungai dan terombang-ambing.
Sementara orang yang proaktif seperti orang yang memiliki perahu atau speedboat yang kuat sehingga dia bisa bergerak kemana saja sesuai yang dia kehendaki tidak peduli kemana aliran sungai yang mengalir. — Rahmat, facebook.com/motivasi.islami
Sementara orang yang proaktif seperti orang yang memiliki perahu atau speedboat yang kuat sehingga dia bisa bergerak kemana saja sesuai yang dia kehendaki tidak peduli kemana aliran sungai yang mengalir. — Rahmat, facebook.com/motivasi.islami
Hanya orang bodoh yang membuang emas
gara-gara tidak murni lagi. Emas itu tetap berharga meski kemurniannya 99%,
bahkan 50%, bahkan hanya butiran emas pada tumpukan pasir.
Nila setitik, rusak susu sebelanga, tidak berlaku pada semua hal.
Artinya jangan membuang peluang berharga atau peluang kebaikan hanya karena ada masalah atau kekurangan. — Rahmat, facebook.com/motivasi.islami
Nila setitik, rusak susu sebelanga, tidak berlaku pada semua hal.
Artinya jangan membuang peluang berharga atau peluang kebaikan hanya karena ada masalah atau kekurangan. — Rahmat, facebook.com/motivasi.islami
Saat ujian terus menempa
Saat seolah tidak ada yang mendukung
Saat seolah tidak ada yang membantu
itu mungkin teguran dari Allah,
agar kita sadar, bahwa hanya Allah tempat bergantung
agar kita ingat, hanya kepada Allah kita mohon pertolongan
Mohonlah pertolongan dengan shabar dan shalat — Rahmat, facebook.com/motivasi.islami
Saat seolah tidak ada yang mendukung
Saat seolah tidak ada yang membantu
itu mungkin teguran dari Allah,
agar kita sadar, bahwa hanya Allah tempat bergantung
agar kita ingat, hanya kepada Allah kita mohon pertolongan
Mohonlah pertolongan dengan shabar dan shalat — Rahmat, facebook.com/motivasi.islami
Hati-hati …
Merasa sudah membaca, padahal belum
Merasa sudah berpikir, padahal belum
Tahukah Anda, bahwa fenomena ini terjadi justru di zaman informasi seperti saat ini. Manusia lebih emosional, ketimbang logis. Munculah konsep Marketing in Venus.
Saya tidak menuduh Anda seperti itu, namun ada baiknya kita meningkatkan kualitas diri, yaitu:
Lebih sabar dalam membaca, sehingga benar-benar paham.
Lebih jernih dalam berpikir, dengan logika dan ilmu yg memadai.
Saat Anda menguasai ini, percayalah Anda akan menjadi pribadi yang unggul. — Rahmat, facebook.com/motivasi.islami
Merasa sudah membaca, padahal belum
Merasa sudah berpikir, padahal belum
Tahukah Anda, bahwa fenomena ini terjadi justru di zaman informasi seperti saat ini. Manusia lebih emosional, ketimbang logis. Munculah konsep Marketing in Venus.
Saya tidak menuduh Anda seperti itu, namun ada baiknya kita meningkatkan kualitas diri, yaitu:
Lebih sabar dalam membaca, sehingga benar-benar paham.
Lebih jernih dalam berpikir, dengan logika dan ilmu yg memadai.
Saat Anda menguasai ini, percayalah Anda akan menjadi pribadi yang unggul. — Rahmat, facebook.com/motivasi.islami
Jika Anda menemukan jalan buntu,
maka carilah jalan yang lain.
Percayalah, jalan itu ada.
Jika ada satu batasan menghalangi Anda,
jangan terhenti karena satu penghalang
sebab pintu menuju solusi dan tujuan itu masih banyak.
Tetap semangat sahabat … — Rahmat, facebook.com/motivasi.islami
maka carilah jalan yang lain.
Percayalah, jalan itu ada.
Jika ada satu batasan menghalangi Anda,
jangan terhenti karena satu penghalang
sebab pintu menuju solusi dan tujuan itu masih banyak.
Tetap semangat sahabat … — Rahmat, facebook.com/motivasi.islami
Yang terpenting bukan masalah apa
yang menimpa kita, yang terpenting adalah bagaimana cara menghadapi masalah itu
dengan benar. — Rahmat, facebook.com/motivasi.islami
Orang berpikiran besar, tidak akan
terganggu atau terhentikan oleh masalah-masalah kecil. — Rahmat,
facebook.com/motivasi.islami
Sesungguhnya Allah suka kepada hamba
yang berkarya dan terampil (professional atau ahli). Barangsiapa bersusah-payah
mencari nafkah untuk keluarganya maka dia serupa dengan seorang mujahid di
jalan Allah Azza wajalla. — (HR. Ahmad), Hadist
“Apabila hamba itu meninggalkan
berdoa kepada kedua orang tuanya, niscaya terputuslah rezeki daripadanya. — (HR.
Al-Hakim dan ad-Dailami), Hadist
Sesungguhnya orang-orang yang
beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka
mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan
tidak (pula) mereka bersedih hati. — (QS.2:277), Al Quran
Siapakah yang mau memberi pinjaman
kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka
Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang
banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu
dikembalikan. — (QS.2:245), Al Quran
Boleh jadi kamu membenci sesuatu,
padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu,
padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. — (QS.2:216),
Al Quran
Kehidupan dunia dijadikan indah
dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang
beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di
hari kiamat. Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya
tanpa batas. — (QS.2:212), Al Quran
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai
penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi
orang-orang yang khusyu’, — (QS.2:45), Al Quran
Dan jika kamu menghitung-hitung
nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah
benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. — (QS.16:18), Al Quran
Barangsiapa mengutamakan kecintaan
Allah atas kecintaan manusia maka Allah akan melindunginya dari beban gangguan
manusia. — (HR. Ad-Dailami), Hadist
Cintamu kepada sesuatu menjadikan
kamu buta dan tuli — (HR. Abu Dawud dan Ahmad), Hadist
Tiada makanan yang lebih baik
daripada hasil usaha tangan sendiri. — (HR. Bukhari), Hadist
AKU, DIA DAN MAMA
Karya Geibs Kojongian
Pagi yang cerah dan kicauan
burung merdu membangunkan Geneva dari tidur malamnya. Gea! Itulah nama
panggilan untuk gadis yang bernama lengkap Geneva Aurora ini. Gea yang berusia
16 tahun ini langsung bangkit dari tempat tidurnya dan bersiap menuju ke SMA
Pelita Harapan. Selain mempersiapkan diri, Gea juga mempersiapkan mentalnya,
karena ia tahu banyak tantangan yang telah menunggunya di sekolah.
Langkah Gea begitu berat keluar dari rumah. Hari ini genap satu minggu mamanya menetap di penjara, setelah terbukti melakukan korupsi di perusahaan tempat Geysita, mama Gea bekerja.
Sekitar 15 menit menempuh perjalanan, akhirnya Gea tiba di sekolah yang menjadi neraka baginya beberapa hari ini. Ia turun dari mobil dan memandang gedung elite di depannya. Perlahan Gea melangkah memasuki gerbang sekolah, sambil bertanya pada dirinya, apa dia masih layak berada di sekolah itu?
*****
Gea duduk termenung di taman
sekolah yang menjadi sahabatnya akhir-akhir ini. Gea berusaha pulih dari
masalah yang menimpanya. Tapi, masalah itu terlalu berat dan membuatnya sangat
terpukul. Di tambah lagi semua teman-temannya yang menjauh darinya.
“Tuhan, kenapa Engkau berikan cobaan seberat ini padaku? Aku sudah tidak kuat Tuhan…” Rintih Gea dalam hatinya. Air matanya jatuh bercucuran. Di tengah tangisnya, seseorang datang menghampirinya.
“Jangan menangis. Tuhan memberikan cobaan tidak melebihi kemampuan manusia.” Ucap orang itu.
“Kak Evan? Kenapa kakak di sini? Mau mengejek ku?” Tanya Gea dengan ketus.
“Tidak. Kakak di sini mau mendengar cerita mu. Kakak tahu kau butuh teman. Kakak bersedia untuk...” Jawab Evan tenang.
“Sudahlah! Jangan berpura-pura. Aku tahu maksud kakak. Kakak ke sini untuk mendengar cerita ku lalu pergi menyebarkannya kepada semua orang.” Sela Gea. Gea tidak percaya dengan apa yang dikatakan Evan. Karena selama ini dia dan Evan tidak memiliki hubungan lebih dari kakak dan adik di sekolah.
“Gea, kakak tulus ingin menjadi teman mu. Kakak tidak berniat untuk menceritakan perasaan mu pada anak-anak yang lain.Anggapan mu tentang kakak tidak benar.”
Entah apa yang membuat Gea menerima alasan dari Evan itu. Gea menceritakan bagaimana kehidupannya sekarang ini. Gea merasa ia harus menceritakan semuanya.
*****
2 minggu telah berlalu. Kini Gea sudah mulai bangkit lagi. Gea sudah mulai bisa menerima semuanya. Menerima kepergian mama dan teman-temannya. Bangkitnya Gea tidak lepas dari Evan yang benar-benar menjadi temannya.
Pertemuan di taman 2 minggu yang lalu adalah awal perasaan tak wajar yang dirasakan Gea. Tanpa Gea pungkiri perasaan sayangnya pada Evan bukan lagi sebagai kakak beradik. Namun, Gea tidak berani mengungkapkannya karena ia tak mau menghancurkan hubungan yang bisa membuat ia bangkit seperti sekarang ini.
“Kak Evan mana ya?” Ucap Gea pada dirinya sendiri sambil mencari Evan. Dari lantai 2 Gea berusaha menemukan Evan, namun hasilnya nihil. Gea kemudian berjalan menuju tangga, tapi 2 orang kakak kelas datang menghampirinya.
“Ehem…” Sindir salah seorang kakak kelas.
“Permisi kak. Gea mau lewat.” Ucap Gea dengan hati-hati.
“Kalau tidak bisa bagaimana?”
“Tapi kak…”
“Ah, sudahlah jangan membantah. Sadar kamu masih kelas 10. Dasar anak koruptor!”
Gea terdiam mendengar perkataan kakak kelasnya itu. Hatinya kembali tertusuk. Biasanya dalam situasi seperti ini Evan selalu membantunya. Tapi, saat ini dia harus berjuang sendiri. Belum hilang bekas perkataan tadi, Gea kembali mendengar kalimat yang sangat menyakitkan.
“Anak koruptor, asal kamu tahu, kamu itu parasit! Memangnya kamu pikir Evan suka dengan mu?! Mimpi!”
Kalimat itu membuat Gea tak bisa lagi berdiri di tempat itu. Tanpa menunggu lama, Gea langsung menerobos ke dua orang itu dan berlari ke taman sekolah. Sesampainya di taman, tangisnya langsung pecah!
“Ya Tuhan, bantu aku… bantu aku!!!” Rintih Gea dalam tangis.
“Gea? Ada apa dengan mu? Gea?” Tanya Evan yang tiba-tiba datang.
“Kak Evan, lebih baik kakak tinggalkan Gea sendiri. Aku selalu merepotkan kak Evan selama ini. Maafkan aku.”
“Kenapa kamu berkata seperti itu? Gea tidak pernah merepotkan kakak.”
“Sudahlah, Gea sudah mendengarnya kak.”
“Mendengar apa?”
“Kak Evan sebenarnya tidak suka dengan ku. Selama ini aku mungkin seperti parasit dalam hidup kak Evan. Menumpang untuk mendapatkan kebahagiaan...”
“Sssssttttt! Itu tidak benar Gea. Kakak tulus menjadi teman mu.” Sela Evan sambil menarik Gea dalam dekapannya. Berusaha memberikan pelukan paling nyaman untuk Gea. Gea menangis dalam pelukan Evan. Evan membiarkan Gea menangis mencurahkan sakit hatinya. Suasana saat itu terasa sunyi, hanya terdengar suara tangisan Gea dan hembusan angin.
*****
Hari ini tanggal 18 Oktober. Hari ini adalah hari ulang tahun ibu Geysita. Sepulang sekolah Gea langsung menuju toko yang menjual kue tart. Sesampainya di toko, Gea dikejutkan oleh Evan yang ada di sana.
“Kak Evan???” Kata Gea dengan heran.
“Oh, kakak tadinya ingin membeli kue untuk nanti malam kumpul-kumpul dengan teman-teman, tapi nanti saja. Kakak boleh temani kamu menjenguk mama kamu?”
“Em, boleh kak. Tapi…” Gea menggantung perkataannya, karena ia merasa tidak enak pada Evan.
“Tenang saja. Tidak apa-apa kok.” Sela Evan seakan mengerti maksud Gea.
*****
“Bu Geysita, ada yang ingin bertemu dengan Anda.” Ucap pak polisi sambil membuka pintu penjara.
“Oh iya. Terima kasih pak.” Ucap Geysita berterima kasih sambil berjalan keluar. Ibu Geysita berjalan menuju ruang kunjungan. Ketika ia masuk terdengar suara Gea yang mulai bernyanyi dengan kue di tangannya dan lilin berangka 50 tahun yang berdiri tegak di atas kue. Dan lebih terkejut lagi saat melihat orang yang menemani Gea saat itu.
“Apa yang ku berikan untuk mama untuk mama tersayang
Tak ku miliki sesuatu berharga untuk mama tercinta
Hanya ini ku nyanyikan senandung dari hatiku untuk mama
Hanya sebuah lagu sederhana lagu cinta ku untuk mama…”
“Ayo ma, make a wish lalu tiup lilinnya.” Pinta Gea selesai ia menyanyi dengan suara yang mulai bergetar. Mamanya menuruti perkataan Gea.
“Happy Birthday ma. Semoga mama bisa melewati semua ini, lebih kuat, dan jadilah mama yang tegar. Gea selalu sayang mama.” Kata Gea sesudah mamanya meniup lilin.
“Gea… Terima kasih sayang. Terima kasih selalu menyayangi mama… Terima kasih mau menerima kekurangan mama. Mama minta maaf karena selama ini sudah membuat hidup mu susah. Maaf kalau selama ini mama tidak bisa membahagiakan mu, nak. Tapi, Gea harus tahu dalam setiap doa mama, ada nama Gea. Lanjutkan sekolah mu ya sayang. Gapai cita-cita mu. Jangan menyerah.” Pesan mamanya sambil terisak.
“Iya ma… Itu pasti. Mama, kenalkan ini kak Evan. Dia kakak kelas Gea ma. Kak Evan yang menemani Gea selama mama di sini. Dan ini bunga melati putih untuk mama. Ini dari Gea dan kak Evan.”
“Selamat ulang tahun tante. Semoga umur panjang dan sehat selalu.” Ucap Evan
Mendengar Ucapan Evan membuat air mata ibu Geysita semakin deras mengalir. Tak lupa ia berpesan pada Evan untuk menjaga Gea seperti adiknya sendiri.
Di tengah pembicaraan mereka tiba-tiba datanglah seorang polisi.
“Permisi bu, jam kunjungannya sudah habis. Adik-adik mohon untuk keluar.”
Dengan berat hati mereka berpisah. Ibu Geysita berjalan menuju ruang tahanan sedangakan Gea dan Evan berjalan keluar gedung itu.
*****
Semakin hari Gea dan Evan semakin dekat. Semakin banyak hal yang dia lalui bersama Evan maka semakin dalam perasaannya. Kadang Gea menunjukkan perhatian yang lebih pada Evan, namun Evan seakan tak menyadari hal itu.
Suatu saat ketika Gea tidak bisa lagi membendung rasa sayangnya, Gea berniat mengungkapkan perasaanya pada Evan.
“Kak, jalan-jalan yuk?” Tanya Gea saat sedang makan bersama Evan di kantin sekolah.
“Maksud kamu?”
“Ya, jalan-jalan nanti malam. Terserah kemana saja. Bagaimana?”
“Boleh juga. Kalau begitu kakak jemput kamu ya?”
“Baiklah kak.”
*****
“Pokoknya aku harus tampil menarik di depan kak Evan.” Ucap Gea sambil menatap dirinya di cermin. Kali ini Gea membuat penampilannya lain dari biasanya dan ia yakin Evan akan tertarik melihatnya.
Beberapa saat kemudian terdengar mesin mobil di depan rumah. Gea melihat keluar dari jendela kamarnya untuk memastikan bahwa itu adalah Evan. Dan ternyata benar. Gea langsung turun dan berpamitan pada pamannya yang menemaninya di rumah selama ini.
“Om, Gea pergi dulu ya?”
“Iya, hati-hati ya. Jangan pulang terlalu malam.”
“Iya om.”
Setelah berpamitan Gea langsung keluar. Memang benar kalau Evan terpana melihat penampilannya hari ini. Namun, Evan bertanya-tanya, kenapa Gea berpenampilan lain dari biasanya?
“Sudah siap?” tanya Evan dengan sebaris senyum.
“Sudah kak.” Jawab Gea dengan senyum pula.
“Ya sudah. Ayo naik.” Ucap Evan sambil membuka pintu mobil.
Evan menancap gas. Membawa Gea ke suatu tempat.
“Kita mau kemana kak?”
“Ke suatu tempat yang indah.” Jawab Evan dengan senyum sambil memandang ke depan. Mendengar jawaban Evan, Gea diam saja.
Sekitar 20 menit akhirnya mereka sampai di sebuah bukit. Pemandangan di tempat itu sangat indah, suasananya pun sangat tenang.
“Wow. Sungguh indah!” Ucap Gea yang mengagumi semua yang ada di bukit itu.
“Ini tempat ku melepas keluh kesah. Di saat aku ada masalah, tempat ini selalu menjadi sahabat ku. Anginnya yang bertiup lembut seakan mendengar semua cerita ku. Kalau kamu mau cerita semua masalah mu, cerita saja. Tempat ini pasti akan setia mendengarnya.”
Evan berjalan menuju kursi yang ada di bukit itu. Gea pun mengikutinya. Gea langsung duduk di samping Evan dan mulai bercerita.
“Saat mama pergi, aku bagaikan anak kecil yang jatuh di sumur yang dalam. Takut, menangis, dan tak tahu bagaimana memanjat ke atas. Beberapa hari seperti itu. Dan Tuhan mengirimkan malaikat-Nya untuk mengangkat aku. Ia menjulurkan tali untuk ku memanjat. Dan akhirnya aku bisa keluar dari sumur itu. Aku sakit, tak mampu berdiri walau sudah keluar dari tempat itu. Malaikat itu dengan tulus menemani ku, mambantu ku agar bisa sembuh dan bisa berdiri lagi. Dia ada saat dunia menjauhi ku. Aku sangat menyayangi malaikat ku itu. Tiap hari aku memikirkannya, hingga perasaan sayang yang lebih mulai tumbuh hingga sekarang. Awalnya aku bisa menyimpannya. Tapi, ternyata aku tak sekuat itu. Aku tak bisa lagi membendung rasa cinta ku itu.” Gea menutup ceritanya. Evan kaget dengan cerita Gea. Dia tak menyangka kalau ketulusannya membuat Gea jatuh hati padanya.
“Ge… Gea?” Kata Evan yang masih kaget.
“Bagaimana perasaan kak Evan pada ku?” Tanya Gea sambil memandang Evan.
“Gea, kakak minta maaf…” Ucap Evan tertatih. Air mata Gea mulai keluar.
“Gea, kakak memang sayang pada mu. Tapi hanya sebagai adik. Ada satu hal yang tak kamu tahu adik ku.”
“Apa?”
“Se… sebenarnya kamu itu adik ku… Kamu dan aku kakak beradik. Dulu mama dan papa bercerai saat kau baru lahir. Aku dibawa papa, dan kamu dibawa mama. Saat aku kelas 1 SMA papa meninggal. Dan seakarang aku tinggal di rumah om kita. Setahun yang lalu aku bertemu dengan mama. Dia meminta ku untuk menjaga mu. Menjaga mu dari jauh. Mungkin tanpa kau tahu, selama kurang lebih 1 tahun ini, aku selalu memerhatikan mu…”
“Ja… jadi, kau itu kakak ku?”
“Iya. Kau tahu arti Geneva di nama mu?”
“Apa?”
“Nama mu gabungan nama kita berdua. Gea dan Evan. Dan aku pernah berjanji ketika aku besar, aku akan menjaga mu.”
“Kak, Gea mungkin bisa kehilangan kakak sebagai teman. Tapi… Gea tidak bisa kehilangan kak Evan sebagai kakak kandung Gea. Sekarang Gea tahu kalau di dunia ini Gea tak sendiri. Gea masih punya kakak yang selalu ada untuk Gea. Kak, bisakah kakak mengantarku ke makam papa?”
“Bisa! Sangat bisa. Ayo kita pergi.”
Mereka berdua langsung beranjak dari bukit itu, dan pergi menuju makam papa mereka. Hari itu perasaan Gea begitu lega. Lega karena ternyata Evan bukan teman atau pacar yang hanya bisa dimiliki sementara, tapi kakak yang dimilikinya untuk selamanya.
*****
“Tuhan, kenapa Engkau berikan cobaan seberat ini padaku? Aku sudah tidak kuat Tuhan…” Rintih Gea dalam hatinya. Air matanya jatuh bercucuran. Di tengah tangisnya, seseorang datang menghampirinya.
“Jangan menangis. Tuhan memberikan cobaan tidak melebihi kemampuan manusia.” Ucap orang itu.
“Kak Evan? Kenapa kakak di sini? Mau mengejek ku?” Tanya Gea dengan ketus.
“Tidak. Kakak di sini mau mendengar cerita mu. Kakak tahu kau butuh teman. Kakak bersedia untuk...” Jawab Evan tenang.
“Sudahlah! Jangan berpura-pura. Aku tahu maksud kakak. Kakak ke sini untuk mendengar cerita ku lalu pergi menyebarkannya kepada semua orang.” Sela Gea. Gea tidak percaya dengan apa yang dikatakan Evan. Karena selama ini dia dan Evan tidak memiliki hubungan lebih dari kakak dan adik di sekolah.
“Gea, kakak tulus ingin menjadi teman mu. Kakak tidak berniat untuk menceritakan perasaan mu pada anak-anak yang lain.Anggapan mu tentang kakak tidak benar.”
Entah apa yang membuat Gea menerima alasan dari Evan itu. Gea menceritakan bagaimana kehidupannya sekarang ini. Gea merasa ia harus menceritakan semuanya.
*****
2 minggu telah berlalu. Kini Gea sudah mulai bangkit lagi. Gea sudah mulai bisa menerima semuanya. Menerima kepergian mama dan teman-temannya. Bangkitnya Gea tidak lepas dari Evan yang benar-benar menjadi temannya.
Pertemuan di taman 2 minggu yang lalu adalah awal perasaan tak wajar yang dirasakan Gea. Tanpa Gea pungkiri perasaan sayangnya pada Evan bukan lagi sebagai kakak beradik. Namun, Gea tidak berani mengungkapkannya karena ia tak mau menghancurkan hubungan yang bisa membuat ia bangkit seperti sekarang ini.
“Kak Evan mana ya?” Ucap Gea pada dirinya sendiri sambil mencari Evan. Dari lantai 2 Gea berusaha menemukan Evan, namun hasilnya nihil. Gea kemudian berjalan menuju tangga, tapi 2 orang kakak kelas datang menghampirinya.
“Ehem…” Sindir salah seorang kakak kelas.
“Permisi kak. Gea mau lewat.” Ucap Gea dengan hati-hati.
“Kalau tidak bisa bagaimana?”
“Tapi kak…”
“Ah, sudahlah jangan membantah. Sadar kamu masih kelas 10. Dasar anak koruptor!”
Gea terdiam mendengar perkataan kakak kelasnya itu. Hatinya kembali tertusuk. Biasanya dalam situasi seperti ini Evan selalu membantunya. Tapi, saat ini dia harus berjuang sendiri. Belum hilang bekas perkataan tadi, Gea kembali mendengar kalimat yang sangat menyakitkan.
“Anak koruptor, asal kamu tahu, kamu itu parasit! Memangnya kamu pikir Evan suka dengan mu?! Mimpi!”
Kalimat itu membuat Gea tak bisa lagi berdiri di tempat itu. Tanpa menunggu lama, Gea langsung menerobos ke dua orang itu dan berlari ke taman sekolah. Sesampainya di taman, tangisnya langsung pecah!
“Ya Tuhan, bantu aku… bantu aku!!!” Rintih Gea dalam tangis.
“Gea? Ada apa dengan mu? Gea?” Tanya Evan yang tiba-tiba datang.
“Kak Evan, lebih baik kakak tinggalkan Gea sendiri. Aku selalu merepotkan kak Evan selama ini. Maafkan aku.”
“Kenapa kamu berkata seperti itu? Gea tidak pernah merepotkan kakak.”
“Sudahlah, Gea sudah mendengarnya kak.”
“Mendengar apa?”
“Kak Evan sebenarnya tidak suka dengan ku. Selama ini aku mungkin seperti parasit dalam hidup kak Evan. Menumpang untuk mendapatkan kebahagiaan...”
“Sssssttttt! Itu tidak benar Gea. Kakak tulus menjadi teman mu.” Sela Evan sambil menarik Gea dalam dekapannya. Berusaha memberikan pelukan paling nyaman untuk Gea. Gea menangis dalam pelukan Evan. Evan membiarkan Gea menangis mencurahkan sakit hatinya. Suasana saat itu terasa sunyi, hanya terdengar suara tangisan Gea dan hembusan angin.
*****
Hari ini tanggal 18 Oktober. Hari ini adalah hari ulang tahun ibu Geysita. Sepulang sekolah Gea langsung menuju toko yang menjual kue tart. Sesampainya di toko, Gea dikejutkan oleh Evan yang ada di sana.
“Kak Evan???” Kata Gea dengan heran.
“Oh, kakak tadinya ingin membeli kue untuk nanti malam kumpul-kumpul dengan teman-teman, tapi nanti saja. Kakak boleh temani kamu menjenguk mama kamu?”
“Em, boleh kak. Tapi…” Gea menggantung perkataannya, karena ia merasa tidak enak pada Evan.
“Tenang saja. Tidak apa-apa kok.” Sela Evan seakan mengerti maksud Gea.
*****
“Bu Geysita, ada yang ingin bertemu dengan Anda.” Ucap pak polisi sambil membuka pintu penjara.
“Oh iya. Terima kasih pak.” Ucap Geysita berterima kasih sambil berjalan keluar. Ibu Geysita berjalan menuju ruang kunjungan. Ketika ia masuk terdengar suara Gea yang mulai bernyanyi dengan kue di tangannya dan lilin berangka 50 tahun yang berdiri tegak di atas kue. Dan lebih terkejut lagi saat melihat orang yang menemani Gea saat itu.
“Apa yang ku berikan untuk mama untuk mama tersayang
Tak ku miliki sesuatu berharga untuk mama tercinta
Hanya ini ku nyanyikan senandung dari hatiku untuk mama
Hanya sebuah lagu sederhana lagu cinta ku untuk mama…”
“Ayo ma, make a wish lalu tiup lilinnya.” Pinta Gea selesai ia menyanyi dengan suara yang mulai bergetar. Mamanya menuruti perkataan Gea.
“Happy Birthday ma. Semoga mama bisa melewati semua ini, lebih kuat, dan jadilah mama yang tegar. Gea selalu sayang mama.” Kata Gea sesudah mamanya meniup lilin.
“Gea… Terima kasih sayang. Terima kasih selalu menyayangi mama… Terima kasih mau menerima kekurangan mama. Mama minta maaf karena selama ini sudah membuat hidup mu susah. Maaf kalau selama ini mama tidak bisa membahagiakan mu, nak. Tapi, Gea harus tahu dalam setiap doa mama, ada nama Gea. Lanjutkan sekolah mu ya sayang. Gapai cita-cita mu. Jangan menyerah.” Pesan mamanya sambil terisak.
“Iya ma… Itu pasti. Mama, kenalkan ini kak Evan. Dia kakak kelas Gea ma. Kak Evan yang menemani Gea selama mama di sini. Dan ini bunga melati putih untuk mama. Ini dari Gea dan kak Evan.”
“Selamat ulang tahun tante. Semoga umur panjang dan sehat selalu.” Ucap Evan
Mendengar Ucapan Evan membuat air mata ibu Geysita semakin deras mengalir. Tak lupa ia berpesan pada Evan untuk menjaga Gea seperti adiknya sendiri.
Di tengah pembicaraan mereka tiba-tiba datanglah seorang polisi.
“Permisi bu, jam kunjungannya sudah habis. Adik-adik mohon untuk keluar.”
Dengan berat hati mereka berpisah. Ibu Geysita berjalan menuju ruang tahanan sedangakan Gea dan Evan berjalan keluar gedung itu.
*****
Semakin hari Gea dan Evan semakin dekat. Semakin banyak hal yang dia lalui bersama Evan maka semakin dalam perasaannya. Kadang Gea menunjukkan perhatian yang lebih pada Evan, namun Evan seakan tak menyadari hal itu.
Suatu saat ketika Gea tidak bisa lagi membendung rasa sayangnya, Gea berniat mengungkapkan perasaanya pada Evan.
“Kak, jalan-jalan yuk?” Tanya Gea saat sedang makan bersama Evan di kantin sekolah.
“Maksud kamu?”
“Ya, jalan-jalan nanti malam. Terserah kemana saja. Bagaimana?”
“Boleh juga. Kalau begitu kakak jemput kamu ya?”
“Baiklah kak.”
*****
“Pokoknya aku harus tampil menarik di depan kak Evan.” Ucap Gea sambil menatap dirinya di cermin. Kali ini Gea membuat penampilannya lain dari biasanya dan ia yakin Evan akan tertarik melihatnya.
Beberapa saat kemudian terdengar mesin mobil di depan rumah. Gea melihat keluar dari jendela kamarnya untuk memastikan bahwa itu adalah Evan. Dan ternyata benar. Gea langsung turun dan berpamitan pada pamannya yang menemaninya di rumah selama ini.
“Om, Gea pergi dulu ya?”
“Iya, hati-hati ya. Jangan pulang terlalu malam.”
“Iya om.”
Setelah berpamitan Gea langsung keluar. Memang benar kalau Evan terpana melihat penampilannya hari ini. Namun, Evan bertanya-tanya, kenapa Gea berpenampilan lain dari biasanya?
“Sudah siap?” tanya Evan dengan sebaris senyum.
“Sudah kak.” Jawab Gea dengan senyum pula.
“Ya sudah. Ayo naik.” Ucap Evan sambil membuka pintu mobil.
Evan menancap gas. Membawa Gea ke suatu tempat.
“Kita mau kemana kak?”
“Ke suatu tempat yang indah.” Jawab Evan dengan senyum sambil memandang ke depan. Mendengar jawaban Evan, Gea diam saja.
Sekitar 20 menit akhirnya mereka sampai di sebuah bukit. Pemandangan di tempat itu sangat indah, suasananya pun sangat tenang.
“Wow. Sungguh indah!” Ucap Gea yang mengagumi semua yang ada di bukit itu.
“Ini tempat ku melepas keluh kesah. Di saat aku ada masalah, tempat ini selalu menjadi sahabat ku. Anginnya yang bertiup lembut seakan mendengar semua cerita ku. Kalau kamu mau cerita semua masalah mu, cerita saja. Tempat ini pasti akan setia mendengarnya.”
Evan berjalan menuju kursi yang ada di bukit itu. Gea pun mengikutinya. Gea langsung duduk di samping Evan dan mulai bercerita.
“Saat mama pergi, aku bagaikan anak kecil yang jatuh di sumur yang dalam. Takut, menangis, dan tak tahu bagaimana memanjat ke atas. Beberapa hari seperti itu. Dan Tuhan mengirimkan malaikat-Nya untuk mengangkat aku. Ia menjulurkan tali untuk ku memanjat. Dan akhirnya aku bisa keluar dari sumur itu. Aku sakit, tak mampu berdiri walau sudah keluar dari tempat itu. Malaikat itu dengan tulus menemani ku, mambantu ku agar bisa sembuh dan bisa berdiri lagi. Dia ada saat dunia menjauhi ku. Aku sangat menyayangi malaikat ku itu. Tiap hari aku memikirkannya, hingga perasaan sayang yang lebih mulai tumbuh hingga sekarang. Awalnya aku bisa menyimpannya. Tapi, ternyata aku tak sekuat itu. Aku tak bisa lagi membendung rasa cinta ku itu.” Gea menutup ceritanya. Evan kaget dengan cerita Gea. Dia tak menyangka kalau ketulusannya membuat Gea jatuh hati padanya.
“Ge… Gea?” Kata Evan yang masih kaget.
“Bagaimana perasaan kak Evan pada ku?” Tanya Gea sambil memandang Evan.
“Gea, kakak minta maaf…” Ucap Evan tertatih. Air mata Gea mulai keluar.
“Gea, kakak memang sayang pada mu. Tapi hanya sebagai adik. Ada satu hal yang tak kamu tahu adik ku.”
“Apa?”
“Se… sebenarnya kamu itu adik ku… Kamu dan aku kakak beradik. Dulu mama dan papa bercerai saat kau baru lahir. Aku dibawa papa, dan kamu dibawa mama. Saat aku kelas 1 SMA papa meninggal. Dan seakarang aku tinggal di rumah om kita. Setahun yang lalu aku bertemu dengan mama. Dia meminta ku untuk menjaga mu. Menjaga mu dari jauh. Mungkin tanpa kau tahu, selama kurang lebih 1 tahun ini, aku selalu memerhatikan mu…”
“Ja… jadi, kau itu kakak ku?”
“Iya. Kau tahu arti Geneva di nama mu?”
“Apa?”
“Nama mu gabungan nama kita berdua. Gea dan Evan. Dan aku pernah berjanji ketika aku besar, aku akan menjaga mu.”
“Kak, Gea mungkin bisa kehilangan kakak sebagai teman. Tapi… Gea tidak bisa kehilangan kak Evan sebagai kakak kandung Gea. Sekarang Gea tahu kalau di dunia ini Gea tak sendiri. Gea masih punya kakak yang selalu ada untuk Gea. Kak, bisakah kakak mengantarku ke makam papa?”
“Bisa! Sangat bisa. Ayo kita pergi.”
Mereka berdua langsung beranjak dari bukit itu, dan pergi menuju makam papa mereka. Hari itu perasaan Gea begitu lega. Lega karena ternyata Evan bukan teman atau pacar yang hanya bisa dimiliki sementara, tapi kakak yang dimilikinya untuk selamanya.
*****
PROFIL PENULIS
Nama : Geibs Kojongian
TTL : Kotamobagu, 28 Sep 1995
Umur : 17 Tahun
Facebook. : Geibs Biverly Kojongan
TTL : Kotamobagu, 28 Sep 1995
Umur : 17 Tahun
Facebook. : Geibs Biverly Kojongan
Langganan:
Komentar (Atom)
Catatan Yang Ditampilkan
Formulir
Formulir Daftar Peserta Didik Nama Lengkap: NIS: Kelas: Tambah Peserta Daftar Peserta Didik N...
-
Formulir Daftar Peserta Didik Nama Lengkap: NIS: Kelas: Tambah Peserta Daftar Peserta Didik N...
-
Sejarah Ilmu Matematika Kata "matematika" berasal dari kata μάθημα(máthema) dalam bahasa Yunani yang diartikan sebagai ...
-
Soal No. 1 Diberikan 4 buah garis dalam koordinat cartesius seperti terlihat pada gambar berikut. Tentukan gradien dari keempat garis ...