Selasa, 03 Juli 2012

Macam-Macam Metode Pembelajaran

Metodolgi mengajar adalah ilmu yang mempelajari cara-cara untuk melakukan aktivitas yang tersistem dari sebuah lingkungan yang terdiri dari pendidik dan peserta didik untuk saling berinteraksi dalam melakukan suatu kegiatan sehingga proses belajar berjalan dengan baik dalam arti tujuan pengajaran tercapai.


Agar tujuan pengajaran tercapai sesuai dengan yang telah dirumuskan oleh pendidik, maka perlu mengetahui, mempelajari beberapa metode mengajar, serta dipraktekkan pada saat mengajar.

Beberapa metode mengajar

1. Metode Ceramah (Preaching Method)
Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan saecara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Muhibbin Syah, (2000). Metode ceramah dapat dikatakan sebagai satu-satunya metode yang paling ekonomis untuk menyampaikan informasi, dan paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literatur atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan paham siswa.

Beberapa kelemahan metode ceramah adalah :

a. Membuat siswa pasif
b. Mengandung unsur paksaan kepada siswa
c. Mengandung daya kritis siswa ( Daradjat, 1985)
d. Anak didik yang lebih tanggap dari visi visual akan menjadi rugi dan anak didik yang lebih tanggap auditifnya dapat lebih besar menerimanya.
e. Sukar mengontrol sejauhmana pemerolehan belajar anak didik.
f. Kegiatan pengajaran menjadi verbalisme (pengertian kata-kata).
g. Bila terlalu lama membosankan.(Syaiful Bahri Djamarah, 2000)

Beberapa kelebihan metode ceramah adalah :

a. Guru mudah menguasai kelas.
b. Guru mudah menerangkan bahan pelajaran berjumlah besar
c. Dapat diikuti anak didik dalam jumlah besar.
d. Mudah dilaksanakan (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)



2. Metode diskusi ( Discussion method )

Muhibbin Syah ( 2000 ), mendefinisikan bahwa metode diskusi adalah metode mengajar yang sangat erat hubungannya dengan memecahkan masalah (problem solving). Metode ini lazim juga disebut sebagai diskusi kelompok (group discussion) dan resitasi bersama ( socialized recitation ).

Metode diskusi diaplikasikan dalam proses belajar mengajar untuk :

a. Mendorong siswa berpikir kritis.
b. Mendorong siswa mengekspresikan pendapatnya secara bebas.
c. Mendorong siswa menyumbangkan buah pikirnya untuk memcahkan masalah bersama.
d. Mengambil satu alternatif jawaban atau beberapa alternatif jawaban untuk memecahkan masalah berdsarkan pertimbangan yang seksama.

Kelebihan metode diskusi sebagai berikut :

a. Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan
b. Menyadarkan ank didik bahwa dengan berdiskusi mereka saling mengemukakan pendapat secara konstruktif sehingga dapat diperoleh keputusan yang lebih baik.
c. Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan pendapatnya dan membiasakan bersikap toleransi. (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)

Kelemahan metode diskusi sebagai berikut :

a. tidak dapat dipakai dalam kelompok yang besar.
b. Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas.
c. Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara.
d. Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)



3. Metode demontrasi ( Demonstration method )

Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan. Muhibbin Syah ( 2000).


Metode demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan sesuatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran. Syaiful Bahri Djamarah, ( 2000).

Manfaat psikologis pedagogis dari metode demonstrasi adalah :

a. Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan .
b. Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari.
c. Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa (Daradjat, 1985)

Kelebihan metode demonstrasi sebagai berikut :

a. Membantu anak didik memahami dengan jelas jalannya suatu proses atu kerja suatu benda.
b. Memudahkan berbagai jenis penjelasan .
c. Kesalahan-kesalahan yeng terjadi dari hasil ceramah dapat diperbaiki melaui pengamatan dan contoh konkret, drngan menghadirkan obyek sebenarnya (Syaiful Bahri Djamarah, 2000).

Kelemahan metode demonstrasi sebagai berikut :

a. Anak didik terkadang sukar melihat dengan jelas benda yang akan dipertunjukkan.
b. Tidak semua benda dapat didemonstrasikan
c. Sukar dimengerti bila didemonstrasikan oleh guru yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan (Syaiful Bahri Djamarah, 2000).



4. Metode ceramah plus

Metode ceramah plus adalah metode mengajar yang menggunakan lebih dari satu metode, yakni metode ceramah gabung dengan metode lainnya.Dalam hal ini penulis akan menguraikan tiga macam metode ceramah plus yaitu :

a. Metode ceramah plus tanya jawab dan tugas (CPTT).

Metode ini adalah metode mengajar gabungan antara ceramah dengan tanya jawab dan pemberian tugas.

Metode campuran ini idealnya dilakukan secar tertib, yaitu :
1). Penyampaian materi oleh guru.
2). Pemberian peluang bertanya jawab antara guru dan siswa.
3). Pemberian tugas kepada siswa.

b. Metode ceramah plus diskusi dan tugas (CPDT)

Metode ini dilakukan secara tertib sesuai dengan urutan pengkombinasiannya, yaitu pertama guru menguraikan materi pelajaran, kemudian mengadakan diskusi, dan akhirnya memberi tugas.

c. Metode ceramah plus demonstrasi dan latihan (CPDL)

Metode ini dalah merupakan kombinasi antara kegiatan menguraikan materi pelajaran dengan kegiatan memperagakan dan latihan (drill)



5. Metode resitasi ( Recitation method )
Metode resitasi adalah suatu metode mengajar dimana siswa diharuskan membuat resume dengan kalimat sendiri (http://re-searchengines.com/art05-65.html).

Kelebihan metode resitasi sebagai berikut :
a. Pengetahuan yang anak didik peroleh dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama.
b. Anak didik berkesempatan memupuk perkembangan dan keberanian mengambil inisiatif, bertanggung jawab dan berdiri sendiri (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)

Kelemahan metode resitasi sebagai berikut :
a. Terkadang anak didik melakukan penipuan dimana anak didik hanya meniru hasil pekerjaan temennya tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri.
b. Terkadang tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan.
c. Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)



6. Metode percobaan ( Experimental method )

Metode percobaan adalah metode pemberian kesempatan kepada anak didik perorangan atau kelompok, untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan. Syaiful Bahri Djamarah, (2000)

Metode percobaan adalah suatu metode mengajar yang menggunakan tertentu dan dilakukan lebih dari satu kali. Misalnya di Laboratorium.

Kelebihan metode percobaan sebagai berikut :

a. Metode ini dapat membuat anak didik lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri daripada hanya menerima kata guru atau buku.
b. Anak didik dapat mengembangkan sikap untuk mengadakan studi eksplorasi (menjelajahi) tentang ilmu dan teknologi.
c. Dengan metode ini akan terbina manusia yang dapat membawa terobosan-terobosan baru dengan penemuan sebagai hasil percobaan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi kesejahteraan hidup manusia.

Kekurangan metode percobaan sebagai berikut :

a. Tidak cukupnya alat-alat mengakibatkan tidak setiap anak didik berkesempatan mengadakan ekperimen.
b. Jika eksperimen memerlukan jangka waktu yang lama, anak didik harus menanti untuk melanjutkan pelajaran.
c. Metode ini lebih sesuai untuk menyajikan bidang-bidang ilmu dan teknologi.
Menurut Roestiyah (2001:80) Metode eksperimen adalah suatu cara mengajar, di mana siswa melakukan suatu percobaan tentang sesuatu hal, mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan dievaluasi oleh guru.

Penggunaan teknik ini mempunyai tujuan agar siswa mampu mencari dan menemukan sendiri berbagai jawaban atau persoalan-persoalan yang dihadapinya dengan mengadakan percobaan sendiri. Juga siswa dapat terlatih dalam cara berfikir yang ilmiah. Dengan eksperimn siswa menemukan bukti kebenaran dari teori sesuatu yang sedang dipelajarinya.

Agar penggunaan metode eksperimen itu efisien dan efektif, maka perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : (a) Dalam eksperimen setiap siswa harus mengadakan percobaan, maka jumlah alat dan bahan atau materi percobaan harus cukup bagi tiap siswa. (b) Agar eksperimen itu tidak gagal dan siswa menemukan bukti yang meyakinkan, atau mungkin hasilnya tidak membahayakan, maka kondisi alat dan mutu bahan percobaan yang digunakan harus baik dan bersih. (c) dalam eksperimen siswa perlu teliti dan konsentrasi dalam mengamati proses percobaan , maka perlu adanya waktu yang cukup lama, sehingga mereka menemukan pembuktian kebenaran dari teori yang dipelajari itu. (d) Siswa dalam eksperimen adalah sedang belajar dan berlatih , maka perlu diberi petunjuk yang jelas, sebab mereka disamping memperoleh pengetahuan, pengalaman serta ketrampilan, juga kematangan jiwa dan sikap perlu diperhitungkan oleh guru dalam memilih obyek eksperimen itu. (e) Tidak semua masalah bisa dieksperimenkan, seperti masalah mengenai kejiwaan, beberapa segi kehidupan social dan keyakinan manusia. Kemungkinan lain karena sangat terbatasnya suatu alat, sehingga masalah itu tidak bias diadakan percobaan karena alatnya belum ada.

Prosedur eksperimen menurut Roestiyah (2001:81) adalah : (a) Perlu dijelaskan kepada siswa tentang tujuan eksprimen,mereka harus memahami masalah yang akan dibuktikan melalui eksprimen. (b) memberi penjelasan kepada siswa tentang alat-alat serta bahan-bahan yang akan dipergunakan dalam eksperimen, hal-hal yang harus dikontrol dengan ketat, urutan eksperimen, hal-hal yang perlu dicatat. (c) Selama eksperimen berlangsung guru harus mengawasi pekerjaan siswa. Bila perlu memberi saran atau pertanyaan yang menunjang kesempurnaan jalannya eksperimen. (d) Setelah eksperimen selesai guru harus mengumpulkan hasil penelitian siswa, mendiskusikan di kelas, dan mengevaluasi dengan tes atau tanya jawab.

Metode eksperimen menurut Djamarah (2002:95) adalah cara penyajian pelajaran, di mana siswa melakukan percobaan dengan mengalami sendiri sesuatu yang dipelajari. Dalam proses belajar mengajar, dengan metode eksperimen, siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri, mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, keadaan atau proses sesuatu. Dengan demikian, siswa dituntut untuk mengalami sendiri , mencari kebenaran, atau mencoba mencari suatu hukum atau dalil, dan menarik kesimpulan dari proses yang dialaminya itu.

Metode eksperimen mempunyai kelebihan dan kekurangan sebagai berikut :

Kelebihan metode eksperimen : (a) Membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya. (b) dalam membina siswa untuk membuat terobosan-terobosan baru dengan penemuan dari hasil percobaannya dan bermanfaat bagi kehidupan manusia. (c) Hasil-hasil percobaan yang berharga dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran umat manusia.

Kekurangan metode eksperimen :
(a) Metode ini lebih sesuai untuk bidang-bidang sains dan teknologi. (b) metode ini memerlukan berbagai fasilitas peralatan dan bahan yang tidak selalu mudah diperoleh dan kadangkala mahal. (c) Metode ini menuntut ketelitian, keuletan dan ketabahan. (d) Setiap percobaan tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan karena mungkin ada factor-faktor tertentu yang berada di luar jangkauan kemampuan atau pengendalian.

Menurut Schoenherr (1996) yang dikutip oleh Palendeng (2003:81) metode eksperimen adalah metode yang sesuai untuk pembelajaran sains, karena metode eksprimen mampu memberikan kondisi belajar yang dapat mengembangkan kemampuan berfikir dan kreativitas secara optimal. Siswa diberi kesempatan untuk menyusun sendiri konsep-konsep dalam struktur kognitifnya, selanjutnya dapat diaplikasikan dalam kehidupannya.

Dalam metode eksperimen, guru dapat mengembangkan keterlibatan fisik dan mental, serta emosional siswa. Siswa mendapat kesempatan untuk melatih ketrampilan proses agar memperoleh hasil belajar yang maksimal. Pengalaman yang dialami secara langsung dapat tertanam dalam ingatannya. Keterlibatan fisik dan mental serta emosional siswa diharapkan dapat diperkenalkan pada suatu cara atau kondisi pembelajaran yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan juga perilaku yang inovatif dan kreatif.

Pembelajaran dengan metode eksperimen melatih dan mengajar siswa untuk belajar konsep fisika sama halnya dengan seorang ilmuwan fisika. Siswa belajar secara aktif dengan mengikuti tahap-tahap pembelajarannya. Dengan demikian, siswa akan menemukan sendiri konsep sesuai dengan hasil yang diperoleh selama pembelajaran.

Pembelajaran dengan metode eksperimen menurut Palendeng (2003:82) meliputi tahap-tahap sebagai berikut : (1) percobaan awal, pembelajaran diawali dengan melakukan percobaan yang didemonstrasikan guru atau dengan mengamati fenomena alam. Demonstrasi ini menampilkan masalah-masalah yang berkaitan dengan materi fisika yang akan dipelajari. (2) pengamatan, merupakan kegiatan siswa saat guru melakukan percobaan. Siswa diharapkan untuk mengamati dan mencatat peristiwa tersebut. (3) hipoteis awal, siswa dapat merumuskan hipotesis sementara berdasarkan hasil pengamatannya. (4) verifikasi , kegiatan untuk membuktikan kebenaran dari dugaan awal yang telah dirumuskan dan dilakukan melalui kerja kelompok. Siswa diharapkan merumuskan hasil percobaan dan membuat kesimpulan, selanjutnya dapat dilaporkan hasilnya. (5) aplikasi konsep , setelah siswa merumuskan dan menemukan konsep, hasilnya diaplikasikan dalam kehidupannya. Kegiatan ini merupakan pemantapan konsep yang telah dipelajari. (6) evaluasi, merupakan kegiatan akhir setelah selesai satu konsep.
Penerapan pembelajaran dengan metode eksperimen akan membantu siswa untuk memahami konsep. Pemahaman konsep dapat diketahui apabila siswa mampu mengutarakan secara lisan, tulisan, , maupun aplikasi dalam kehidupannya. Dengan kata lain , siswa memiliki kemampuan untuk menjelaskan, menyebutkan, memberikan contoh, dan menerapkan konsep terkait dengan pokok bahasan .

Metode Eksperimen menurut Al-farisi (2005:2) adalah metode yang bertitik tolak dari suatu masalah yang hendak dipecahkan dan dalam prosedur kerjanya berpegang pada prinsip metode ilmiah.




7. Metode Karya Wisata

Metode karya wisata adalah suatu metode mengajar yang dirancang terlebih dahulu oleh pendidik dan diharapkan siswa membuat laporan dan didiskusikan bersama dengan peserta didik yang lain serta didampingi oleh pendidik, yang kemudian dibukukan.

Kelebihan metode karyawisata sebagai berikut :
a. Karyawisata menerapkan prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran.
b. Membuat bahan yang dipelajari di sekolah menjadi lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan yang ada di masyarakat.
c. Pengajaran dapat lebih merangsang kreativitas anak.

Kekurangan metode karyawisata sebagai berikut :
a. Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak.
b. Memerlukan perencanaan dengan persiapan yang matang.
c. Dalam karyawisata sering unsur rekreasi menjadi prioritas daripada tujuan utama, sedangkan unsur studinya terabaikan.
d. Memerlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap gerak-gerik anak didik di lapangan.
e. Biayanya cukup mahal.
f. Memerlukan tanggung jawab guru dan sekolah atas kelancaran karyawisata dan keselamatan anak didik, terutama karyawisata jangka panjang dan jauh.

Kadang-kadang dalam proses belajar mengajar siswa perlu diajak ke luar sekolah, untuk meninjautempat tertentu atau obyek yang lain. Menurut Roestiyah (2001:85) , karya wisata bukan sekedar rekreasi, tetapi untuk belajar atau memperdalam pelajarannya dengan melihat kenyataannya. Karena itu dikatakan teknik karya wisata, ialah cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau obyek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu seperti meninjau pabrik sepatu, suatu bengkel mobil, toko serba ada, dan sebagainya.

Menurut Roestiyah (2001:85) ,teknik karya wisata ini digunakan karena memiliki tujuan sebagai berikut: Dengan melaksanakan karya wisata diharapkan siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dari obyek yang dilihatnya, dapat turut menghayati tugas pekerjaan milik seseorang serta dapat bertanya jawab mungkin dengan jalan demikian mereka mampu memecahkan persoalan yang dihadapinya dalam pelajaran, ataupun pengetahuan umum. Juga mereka bisa melihat, mendengar, meneliti dan mencoba apa yang dihadapinya, agar nantinya dapat mengambil kesimpulan, dan sekaligus dalam waktu yang sama ia bisa mempelajari beberapa mata pelajaran.

Agar penggunaan teknik karya wisata dapat efektif, maka pelaksanaannya perlu memeperhatikan langkah-langkah sebagai berikut: (a) Persiapan, dimana guru perlu menetapkan tujuan pembelajaran dengan jelas, mempertimbangkan pemilihan teknik, menghubungi pemimpin obyek yang akan dikunjungi untuk merundingkan segala sesuatunya, penyusunan rencana yang masak, membagi tugas-tugas, mempersiapkan sarana, pembagian siswa dalam kelompok, serta mengirim utusan, (b) Pelaksanaan karya wisata, dimana pemimpin rombongan mengatur segalanya dibantu petugas-petugas lainnya, memenuhi tata tertib yang telah ditentukan bersama, mengawasi petugas-petugas pada setiap seksi, demikian pula tugas-tugas kelompok sesuai dengan tanggungjawabnya, serta memberi petunjuk bila perlu, (c) Akhir karya wisata, pada waktu itu siswa mengadakan diskusi mengenai segala hal hasil karya wisata, menyusun laporan atau paper yang memuat kesimpulan yang diperoleh, menindaklanjuti hasil kegiatan karya wisata seperti membuat grafik, gambar, model-model, diagram, serta alat-alat lain dan sebagainya.

Karena itulah teknik karya wisata dapat disimpulkan memiliki keunggulan sebagai berikut: (a) Siswa dapat berpartisispasi dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh para petugas pada obyek karya wisata itu, serta mengalami dan menghayati langsung apa pekerjaan mereka. Hal mana tidak mungkin diperoleh disekolah, sehingga kesempatan tersebut dapat mengembangkan bakat khusus atau ketrampilan mereka, (b) Siswa dapat melihat berbagai kegiatan para petugas secara individu maupun secara kelompok dan dihayati secara langsung yang akan memperdalam dan memperluas pengalaman mereka, (c) dalam kesempatan ini siswa dapat bertanya jawab, menemukan sumber informasi yang pertama untuk memecahkan segala persoalan yang dihadapi, sehingga mungkin mereka menemukan bukti kebenaran teorinya, atau mencobakan teorinya ke dalam praktek, (d) Dengan obyek yang ditinjau itu siswa dapat memperoleh bermacam-macam pengetahuan dan pengalaman yang terintegrasi, yang tidak terpisah-pisah dan terpadu.

Penggunaan teknik karya wisata ini masih juga ada keterbatasan yang perlu diperhatikan atau diatasi agar pelaksanaan teknik ini dapat berhasil guna dan berdaya guna, ialah sebagai berikut: Karya wisata biasanya dilakukan di luar sekolah, sehingga mungkin jarak tempat itu sangat jauh di luar sekolah, maka perlu mempergunakan transportasi, dan hal itu pasti memerlukan biaya yang besar. Juga pasti menggunakan waktu yang lebih panjang daripada jam sekolah, maka jangan sampai mengganggu kelancaran rencana pelajaran yang lain. Biaya yang tinggi kadang-kadang tidak terjangkau oleh siswa maka perlu bantuan dari sekolah. Bila tempatnya jauh, maka guru perlu memikirkan segi keamanan, kemampuan pihak siswa untuk menempuh jarak tersebut, perlu dijelaskan adanya aturan yang berlaku khusus di proyek ataupun hal-hal yang berbahaya.

Suhardjono (2004:85) mengungkapkan bahwa metode karya wisata (field-trip) memiliki keuntungan: (a) Memberikan informasi teknis, kepada peserta secara langsung, (b) Memberikan kesempatan untuk melihat kegiatan dan praktik dalam kenyataan atau pelaksanaan yang sebenarnya, (c) Memberikan kesempatan untuk lebih menghayati apa yang dipelajari sehingga lebih berhasil, (d) membei kesempatan kepada peserta untuk melihat dimana peserta ditunjukkan kepada perkembangan teknologi mutakhir.

Sedangkan kekurangan metode Field Trip menurut Suhardjono (2004:85) adalah: (a) Memakan waktu bila lokasi yang dikunjungi jauh dari pusat latihan, (b) Kadang-kadang sulit untuk mendapat ijin dari pimpinan kerja atau kantor yang akan dikunjungi, (c) Biaya transportasi dan akomodasi mahal.

Menurut Djamarah (2002:105), pada saat belajar mengajar siswa perlu diajak ke luar sekolah, untuk meninjau tempat tertentu atau obyek yang lain. Hal itu bukan sekedar rekreasi tetapi untuk belajar atau memperdalam pelajarannya dengan melihat kenyataannya. Karena itu, dikatakan teknik karya wisata, yang merupakan cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau obyek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu seperti meninjau pegadaian. Banyak istilah yang dipergunakan pada metode karya wisata ini, seperti widya wisata, study tour, dan sebagainya. Karya wisata ada yang dalam waktu singkat, dan ada pula yang dalam waktu beberapa hari atau waktu panjang.

Metode karya wisata mempunyai beberapa kelebihan yaitu: (a) Karya wisata memiliki prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran, (b) Membuat apa yang dipelajari di sekolah lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan di masyarakat, (c) Pengajaran serupa ini dapat lebih merangsang kreativitas siswa, (d) Informasi sebagai bahan pelajaran lebih luas dan aktual.

Kekurangan metode karya wisata adalah: (a) Fasilitas yang diperlukan dan biaya yang diperlukan sulit untuk disediakan oleh siswa atau sekolah, (b) Sangat memerlukan persiapan dan perencanaan yang matang, (c) memerlukan koordinasi dengan guru-guru bidang studi lain agar tidak terjadi tumpang tindih waktu dan kegiatan selama karya wisata, (d) dalam karya wisata sering unsure rekreasi menjadi lebih prioritas daripada tujuan utama, sedang unsure studinya menjadi terabaikan, (e) Sulit mengatur siswa yang banyak dalam perjalanan dan mengarahkan mereka kepada kegiatan studi yang menjadi permasalahan.

Metode field trip atau karya wisata menurut Mulyasa (2005:112) merupakan suatu perjalanan atau pesiar yang dilakukan oleh peserta didik untuk memperoleh pengalaman belajar, terutama pengalaman langsung dan merupakan bagian integral dari kurikulum sekolah. Meskipun karya wisata memiliki banyak hal yang bersifat non akademis, tujuan umum pendidikan dapat segera dicapai, terutama berkaitan dengan pengembangan wawasan pengalaman tentang dunia luar.

Sebelum karya wisata digunakan dan dikembangkan sebagai metode pembelajaran, hal-hal yang perlu diperhatikan menurut Mulyasa (2005:112) adalah: (a) Menentukan sumber-sumber masyarakat sebagai sumber belajar mengajar, (b) Mengamati kesesuaian sumber belajar dengan tujuan dan program sekolah, (c) Menganalisis sumber belajar berdasarkan nilai-nilai paedagogis, (d) Menghubungkan sumber belajar dengan kurikulum, apakah sumber-sumber belajar dalam karyawisata menunjang dan sesuai dengan tuntutan kurikulum, jika ya, karya wisata dapat dilaksanakan, (e) membuat dan mengembangkan program karya wisata secara logis, dan sistematis, (f) Melaksanakan karya wisata sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, dengan memperhatikan tujuan pembelajaran, materi pelajaran, efek pembelajaran, serta iklim yang kondusif. (g) Menganalisis apakah tujuan karya wisata telah tercapai atau tidak, apakah terdapat kesulitan-kesulitan perjalanan atau kunjungan, memberikan surat ucapan terima kasih kepada mereka yang telah membantu, membuat laporan karyawisata dan catatan untuk bahan karya wisata yang akan datang.

Manfaat berciuman antara bibir



Ternyata berciuman itu mengeluarkan hormon bagus yang diperlukan oleh tubuh kita... he..he..
tapi tentunya dengan pasangannya masing2 ya .... jangan dengan orang lain

BER-CIUMAN..
Bagi yang jarang Ciuman, simak lah artikel ini, mungkin bisa membuat sering2 jadi ciuman, and..kalo yang belom pernah, mulailah hari ini (maximal malam minggu) dengan sebuah kissing. setuju? (dari pada BT
panas-panas)

Berciuman Juga Banyak Manfaatnya Selain menularkan beberapa jenis virus, kuman, dan parasit, dari riset terungkap, berciuman menyimpan banyak manfaat.

Bahwa berciuman bisa mengungkit sistem kekebalan tubuh akibat saling berbagi bibit penyakit ke dalam rongga mulut, tubuh dikebalkan (mirip mekanisme vaksinasi) oleh bibit penyakit yang sebelumnya tidak
dipunyai (Helen Fisher, PhD, anthropolog periset romantic love Rutgers University, Newark, NJ).

Berciuman juga dinilai sebagai ajang meditasi (sensual meditation)yang memberi ketenangan pada otak (Joy Davidson, PhD, psikolog pada Klinik
Sexology, Seatle).

Pada ciuman Perancis, ciuman yang luar biasa dalam, melibatkan hampir seluruh otot wajah untuk ber-exercise, sehingga wajah tampak lebih muda dan sumringah. Selain itu sentuhan ujung lidah yang sampai menyelusupi seluruh bagian gusi dan gigi geligi selama berciuman Perancis merupakan
sapu pembersih kuman dan bibit penyakit dengan air liur ekstra, berfungsi mencegah pembentukan karang gigi (oral plaque), seperti diungkapkan Mathew Massina, DDS, dokter gigi Fairview Park, Ohio. Lebih dari itu, Berciuman juga katanya dapat menurunkan berat badan, sebab mampu
membakar kalori dua kali lipat lebih banyak dari metabolisme normal (Bryant Stamford, PhD, Universitas Louisville).

Bahkan jika berciuman berkategori sangat hot, sama besar dengan kalori yang terbuang untuk berjalan tergopoh-gopoh (brisk walking). Tapi jangan lupa, di balik sederet manfaat itu, berciuman juga bisa menularkan penyakit gigi keropos (Journal of The American Dental Association).
Kita tahu bahwa pengeroposan gigi terjadi sebab ada kuman tertentu di rongga mulut yang bersama karbohidrat dari sisa makanan yang terselip di sela gigi akan menghasilkan senyawa asam. Senyawa asam ini yang merusak permukaan enamel gigi, sehingga berangsur-angsur gigi mulai keropos. Kuman pengeropos gigi ini rupanya ditularkan juga sewaktu berciuman. Pada tataran yang lebih jauh, berciuman mempunyai
banyak makna.

Ciuman bernafsu birahi menghasilkan senyawa hormon yang berbeda dengan ciuman romantik, atau ciuman persahabatan. Umumnya berciuman itu berkhasiat menenangkan akibat dikeluarkannya calming
hormone bernama oxytocin dalam darah. Hormon ini konon deras mengalir dalam darah selama orang jatuh cinta. Hormon seks testosteron meningkat dalam darah sewaktu seks bergairah,
baik pada pria maupun wanita (wanita pun memproduksi hormon ini
dalam takaran yang lebih kecil dari pria). Pada situasi romantik, ada
hormon lain, yakni dopamine dan norepinephrine yang membanjir dalam
darah.

Pada tahapan memasuki cinta sejati, hormon oxytocin dan vasopressin
yang deras memasuki darah, pada saat mana orang berada di tingkat
puncak perasaan tenang damai sejahtera.
Ciuman merangsang otak. Otak memiliki terminal-terminal penangkap
sensasi bibir sama pekanya dengan yang diterimanya dari area erogen lain
pada tubuh, seperti dari puting susu, lalu menerjemahkannya kedalam
bentuk rasa bergembira (euphoria), penggugah seks, dan memberi puncak
perasaan tenang sejahtera yang paling dalam. Pesan para pakar, jangan
karena tahu berciuman bisa menjadi penurun berat badan, lalu
menjadikan berciuman sebagai tujuan program menurunkan berat badan
pribadi, sehingga membuatkita jadi rajin mencium. Cium asal mencium
tentu berbeda makna dan sensasinya. Misal kalau yang dicium bibir
kakek-kakek atau nenek-nenek,alih-alih bikin badan jadi kurus. Rajin
kissing dengan pasangan tanpa gigi geligi bukan sempurna lagi bisa jadi
malah bikin kita pegal linu dan masuk angin.

Nah Jika sudah tahu manfaat and akibatnya maka sekarang hati2lah untuk
berciuman, jangan sembarang berciuman jika itu bukan pasangan kita.
Bagi yang masih pacaran pastikan pacar anda akan menjadi pasangan
anda baru boleh anda cium, karna kita bisa rugi kalo sembarangan
memberi manfaat ciuman ini...it's ok...simak n simak ini..
Kissing?? Eitsss…kata nenek itu berbahaya lho! Bisa menimbulkan keinginan-keinginan yang lebih dari hanya sebuah ‘kiss’. Namun dibaliknya, arti dari sebuah ciuman itu selalu penuh dengan sejuta makna. Yang pasti, sebuah ciuman bisa melambangkan rasa hormat, peduli, kasih sayang dan cinta. Bagi dua pasang kekasih, ciuman ternyata ngga hanya untuk bikin cinta makin lengket, tetapi menurut beberapa ahli, ciuman itu juga menguntungkan buat kesehatan tubuh dan jiwa kamu. So, apa sih sebenernya yang terjadi dan tersembunyi dibalik sebuah ciuman?

AWAL MULANYA
Sejak jaman dahulu kala, manusia udah kenal dengan yang namanya ciuman. Ini terbukti dengan adanya sebuah catatan yang menyatakan bahwa ciuman erotik yang pertama, terjadi sekitar tahun 1500 SM di India. Tercatat pula, ekspresi cinta dari sepasang kekasih ketika itu ditandai dengan saling menggosokkan hidung. Nah, bentuk ciuman bibir yang kita kenal saat ini, awalnya berasal dari kebiasaan bangsa Romawi. Mereka selalu mencium cincin, jubah atau patung sebagai tanda penghormatan. Seiring dengan waktu, mereka menemukan lebih banyak arti dari sebuah ciuman. Antara lain, “osculum” yang berarti ciuman persahabatan, “basium” ciuman penuh gairah dan “savium” yang berarti ciuman yang mendalam. Buat jenis ciuman yang terakhir ini, kita mengenalnya dengan istilah “French kiss”. Dan sampai detik ini pun kebiasaan berciuman terus berlanjut hingga sekarang.

MANFAATNYA BUAT KAMU
Menurut penelitian, ciuman itu mampu memberikan rangsangan ke otak dan menghasilkan suatu hormon yang menimbulkan rasa gembira pada diri kita. Makanya, kamu-kamu ngga perlu heran, jika ketika kalian berciuman dengan seseorang yang paling kalian sayangi, akan menciptakan perasaan gembira dan senang yang membuat kamu seakan melayang. Sebuah ciuman mampu mengurangi kecemasan dan menghentikan sejenak otak yang selalu bekerja. Ini yang disebut dengan proses ‘sensual meditation’. Berciuman juga sanggup membangkitkan rasa percaya diri dari seseorang. Karena ketika kita berciuman timbul rasa bahagia, maka disaat perasaan bahagia itu muncul, rasa percaya diri kita juga akan bertambah. Para ahli menamakannya ‘sentuhan sensual’ yang punya efek baik bagi ‘well being’. Saat kita merasakan ketegangan, ternyata ciuman itu bisa bikin kita terlepas dari ketegangan itu. Mengapa? Karena saat kita berciuman, bibir kita membentuk senyuman, mata tertutup dan napas kita pun makin dalam. Nah, pakar ‘stress consultant’ bilang, sikap ini ialah sikap alamiah yang bakal terjadi saat kita sedang merasa santai. Jadi, yang namanya ciuman itu bisa juga dijadikan bentuk dari sebuah relaksasi. Akhirnya, yang terpenting dari ciuman itu adalah bisa bikin cinta kamu semakin erat. Alasannya karena ketika kamu mencium seseorang, artinya kamu udah memasuki batas-batas dari privacy orang tersebut. Ini menandakan kalo kamu udah menaruh kepercayaan padanya dan yang jelas kamu telah mengenalnya lebih dalam lagi. So, efek yang timbul dari sana ialah perasaan lebih memiliki, menyayangi dan lebih mencintai.

MANFAATNYA BUAT TUBUH KAMU
Pertama, bisa bikin kamu awet muda! Masa iya? Bener lho, soalnya menurut penelitian, berciuman itu membantu melatih otot pipi dan rahang, jadi ngga bikin wajah kamu cepet kendor. Hasilnya, kamu bakal terlihat lebih muda. Tapi, jangan jadiin awet muda buat alasan minta ‘kiss’ sama pacar kamu, bisa-bisa tiada hari tanpa ciuman deh! Wah, bisa gawat tuh…hehehe…Kedua, membantu nurunin berat badan. Nah, sepertinya yang ini oke juga yah. Ngga usah cape-cape diet, ciuman aja terus…*lol* . Pastinya, sang ahli bilang kalo ciuman panjang bikin metabolisme tubuh membakar gula lebih cepat dari yang biasanya. Jumlah kalori yang terbakar tergantung dari intensitas ciuman kamu, kurang lebih 10 kalori tiap 10 menit berciuman. Wow, cool!! Bayangin aja kalo kamu ciuman sehari 10 menit, sebulan kamu bisa turun berapa kilo yah? So, buat kamu yang suka ciuman sehari lebih dari sejam…bisa kurus banget donggg!!! Nah, harus hati-hati tuh, bisa-bisa gara-gara ciuman, tubuh kamu jadi tulang berbalut kulit….*hihihi*.Ketiga, membantu menjaga kesehatan gigi. Karena, saat kamu ‘kissing’ kamu dapat merangsang keluarnya air liur, dan ini adalah salah satu proses alamiah yang membantu proses pembersihan gigi kamu. Tapi, kamu ngga perlu ‘kissing’ yang heboh banget, buat bersihin gigi kamu, mendingan ke kamar mandi terus gosok gigi!Keempat, ciuman itu bisa bikin tubuh kamu tambah bugar. Seperti yang udah dibahas sebelumnya, ciuman dapat menimbulkan perasaan senang. Ahlinya bilang, disaat itulah adrenalin dilepaskan ke aliran darah, dan jantung akan memompa lebih banyak darah ke seluruh tubuh. Hasilnya, organ-organ tubuh kamu akan mendapatkan semacam efek ‘exercise’ seperti halnya ketika kamu berolahraga.Okay, udah tahu kan sekarang beberapa keuntungan dari sebuah ciuman? Ngga harus selalu identik sama yang namanya ‘nafsu birahi’, tetapi ternyata punya banyak manfaat dari sisi mental dan fisik. Anyway, kamu tetap harus bisa menahan diri jika kamu terlibat dengan sebuah ciuman. If you are not ready for it, don’t walk to far! *kiss*-clavelina-
Ciuman memang bukan tindakan yang bisa diatur-atur, keinginan untuk mencium sering kali timbul begitu saja karena Anda begitu menyayangi seseorang. Tapi jika ada gaya ciuman tertentu yang dapat membuatnya amat nyaman sehingga ia begitu dapat menikmatinya sampai meninggalkan kesan yang mendalam, boleh-boleh saja jika Anda praktekkan. Mudah-mudahan Dia semakin sayang pada Anda …

Butterfly Kiss
Mencium bagian tubuh si dia dengan mengedip-ngedipkan bulu mata hingga pasangan terasa geli. Ciuman ini bisa diberikan di pipi, ujung bibir, dahi atau perut.

Cheek Kiss
Biasanya ciuman ini diberikan pada saat kencan pertama sebagai tanda “aku suka padamu”. Ciuman pipi ini bisa semakin mesra jika Anda tahu caranya, letakkan tangan Anda di pundaknya lalu sebelum mencium usap dulu pipinya dengan bibir Anda, lakukan dengan penuh kelembutan.

Eskimo Kiss
Ciuman dengan cara saling menggosokkan hidung Anda dengan pasangan. Biar lebih seru dan seperti di Eskimo, lakukan di depan kulkas yang terbuka !

Eyelid Kiss
Sementara pasangan Anda sedang tidur, ciumlah kelopak matanya yang tertutup dengan sangat perlahan dan mesra. Ciuman yang sederhana tetapi bisa berarti sangat mendalam bagi si dia

Freeze Kiss
Ciuman yang dilakukan setelah bibir ditempeli es batu. Dingin tapi menyenangkan ! Ada cara lain yang tak kalah serunya, Anda dan pasangan berciuman sambil memainkan es batu dengan lidah di dalam mulut.

Earlobe Kiss
Ciumlah pasangan Anda tepat di telinganya, tapi jangan bersuara ! Cukup dengan hembusan nafas saja karena suara Anda akan membuatnya terperanjat.

The Whipped Cream Kiss
Merupakan jenis ciuman yang menggairahkan dan penuh nafsu. Celupkan jari Anda ke dalam whipped cream, lalu jilat jari Anda secara perlahan-lahan. Selanjutnya Anda dan pasangan saling berpelukan dan berciuman, ciuman yang manis karena di mulutAnda masih tersisa citarasa
whipped cream.

Foot Kiss
Ciuman romantis yang penuh ‘isyarat’. Mungkin pasangan Anda akan sedikit geli, jadi buatlah si dia merasa lebih rileks dan menikmati setiap ciuman Anda. Caranya, pijat-pijat dulu kakinya sembari dielus lalu mulailah aksi ciuman Anda dari bawah ke atas.

Quickie Kiss
Ciuman singkat yang dapat Anda berikan di saat Anda benar-benar sibuk. Kecup hidungnya lalu kecup bibirnya. Ciuman ini hanya membutuhkan waktu ¼ detik !

Forehead Kiss
Disebut ciuman ibu karena ciuman ini bersifat menenangkan bagi siapa saja. Tak ada ciuman di dahi yang dapat membangkitkan nafsu.

French Kiss
Bisa juga disebut The English Kiss atau Soul Kiss, gaya ciuman yang membutuhkan keahlian Anda dan pasangan memainkan lidah.

Fruit Kiss
Ciuman yang menggunakan potongan buah (anggur, stroberi, atau potongan apel). Caranya: Letakkan buah di antara mulut Anda lalu dekatkan mulut Anda padanya. Gigit buah setengahnya sampai bibir Anda dan pasangan saling menempel, lalu silahkanberciuman dengan bergairah.

Hand Kiss
Mencium punggung tangan pasangan dengan mesra lalu merambat ke bagian atas.

Lick Kiss
Sebelum ciuman berlangsung, mainkan lidah Anda pada bibir pasangan. Jika suasana makin ‘memanas’ barulah lidah Anda masuk ke dalam mulutnya. Wow !

Talking Kiss
Sesekali saat berciuman tak ada salahnya Anda mengucapkan I love you di dalam mulutnya. Hm … suasana berciuman semakin terasa romantis.

Nip Kiss
Ciuman yang erotis dan penuh sensasi. Saat berciuman, sesekali gigitlah bibirnya. Lakukan dengan benar dan jangan membuatnya menjerit kesakitan.

Sip Kiss
Sebelum mencium si dia, teguk sedikit minuman favorit Anda. Lalu tumpahkan di dalam mulutnya. Selanjutnya lumat bibirnya dengan perlahan dan biarkan si dia menikmati ciuman Anda.

The Buzzing Kiss
Ciumlah belakang telingannya dengan perlahan lalu dengan suara geraman dan dengungan mesra menuju ke lehernya. Gigit-gigit lehernya dengan perlahan sampai Anda menemukan mulutnya.

Vacuum Kiss
Ciuman yang dilakukan sambil meniup mulut pasangan sampai pipi mengembang. Lalu kempiskan sehingga ada angin bertiup bolak-balik dari mulut Anda ke mulut pasangan. Tapi hati-hati masuk angin !

Tongue Sucking
Merupakan variasi dari French Kiss, ketika Anda dan pasangan saling memainkan lidah, sesekali hisaplah lidahnya. Pasti si dia akan merasa lebih seksi.

Mari kita coba semuanya ,,, Hidup Ciuman ,,, Huehuehueuhue ,,, ;p~
 

Penerapan Pengukuh Positif dan Negatif

Bab I
PENDAHULUAN
A. Pengertian
Motivasi dapat diartikan sebagai kekuatan (energi) seseorang yang dapat menimbulkan tingkat persistensi dan entusiasmenya dalam melaksanakan suatu kegiatan, baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi intrinsik) maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik) (Akhmad Sudrajat). seluruh proses gerakan, termasuk situasi yang mednorong timbulnya kekuatan pada diri individu; sikap yang dipengaruhi untuk pencapaian suatu tujuan (Wulyo, 1990); suatu variabel yang ikut campur tangan yang digunakan untuk menimbulkan faktor-faktor tertentu di dalam organisme, yang membangkitkan, mengelola, mempertahankan, dan menyalurkan tingkah laku menuju satu sasaran (J.P. Chaplin, 2001).
Suatu kekuatan yang mendorong atau menarik yang tercermin dalam tingkah laku yang konsisiten menuju tujuan tertentu (Lusi, 1996). Motivasi merupakan satu penggerak dari dalam hati seseorang untuk melakukan atau mencapai sesuatu tujuan. Motivasi juga bisa dikatakan sebagai rencana atau keinginan untuk menuju kesuksesan dan menghindari kegagalan hidup. Dengan kata lain motivasi adalah sebuah proses untuk tercapainya suatu tujuan. (Angelina Yuri Pujilistiyani.Ch)
Setiap orang pasti memiliki motivasi. Tingkatannya bisa berbeda-beda tergantung dari stimulus (rangsangan) yang diberikan otak. Selain berbeda tingkatannya, motivasi juga memiliki obyek (sasaran) yang berbeda. Belum tentu setiap orang memiliki sasaran motivasi yang sama dengan tingkatan yang sama pula.
B. Beberapa Teori tentang Motivasi :
1. Teori Kepuasan ( Content Theory)
- Teori Hirarki Kebutuhan Maslow (Maslow’s Hierarchy of Needs).
- Teori Mc Clelland
- Teori X dan Y (XY Theory)
- Teori ERG (ERG Theory)
- Teori Kebutuhan Mc. Clelland (Mc. Clelland Theory)
- Teori Motivasi-Higiene (Hygiene-Motivation Theory)

2. Teori Proses (Process Theory)
- Teori Harapan (Expectancy Theory)
- Teori Penentuan Tujuan (Goal Setting Theory)
- Teori Penguatan (Reinforcement Theory)
- Teori Keadilan (Equity Theory)
C. Urgensi Memotivasi Diri
1. Selalu Bersemangat
2. Tekun dalam Bekerja
3. Tidak Bergantung Motivasi dari Orang Lain
4. Selalu berinisiatif dan kreatif
5. Produksi dalam bekerja
6. Tercapainya tujuan yang diinginkan
7. Meraih tujuan lebih cepat
8. Optimis terhadap masa depan
9. Menikmati hidup dan pekerjaan
10. Terhindar dari kesepian
11. Terhindar dari rasa jenuh
12. Menunaikan kewajiban syar’i
13. Melaksanakan sunnah Rasul
14. Memperoleh sukses di dunia dan akhirat
D. Hambatan Memotivasi Diri
1. Kurangnya percaya diri
2. Cemas
3. Opini negatif
4. Perasaaan tidak ada masa depan
5. Merasa diri tidak penting
6. Tidak tahu apa yang terjadi
7. Pengakuan semu
Bab II
PEMBAHASAN
A. Theory Teori Achievement Mc Clelland ( Kebutuhan Berprestasi)
David McClelland, seorang pakar psikologi yang terkenal telah mempelajari hubungan antara kebutuhan dengan perilaku sejak tahun 1940an. Ia membagi kebutuhan menjadi tiga jenis, yaitu prestasi (achievement), kekuasaan (power), dan afilasi (affilation). Menurut McClelland karakteristik orang yang berprestasi tinggi (high achievers) memiliki tiga ciri umum yaitu : (1) sebuah preferensi untuk mengerjakan tugas-tugas dengan derajat kesulitan moderat; (2) menyukai situasi-situasi di mana kinerja mereka timbul karena upaya-upaya mereka sendiri, dan bukan karena faktor-faktor lain, seperti kemujuran misalnya; dan (3) menginginkan umpan balik tentang keberhasilan dan kegagalan mereka, dibandingkan dengan mereka yang berprestasi rendah.
Merupakan teori yang dikenalkan oleh David McClelland (1961). Dasar teorinya tetap berdasarkan teori kebutuhan Maslow, namun ia mencoba mengkristalisasinya menjadi tiga kebutuhan:
Penjelasannya adalah sebagai berikut:
· Need for achievement (kebutuhan akan prestasi)
· Need for afiliation (kebutuhan akan hubungan sosial/hampir sama dengan soscialneed-nya Maslow)
· Need for Power (dorongan untuk mengatakan sesuatu)
B. Hirarki Maslow
Hirarki kebutuhan menurut Maslow adalah sebagai berikut:
1. The need for self-actualization
2. The esteem needs
3. The love needs
4. The safety needs
5. The 'physiological' needs
Dia berargumen bahwa seseorang tidak akan mencapai tingkat kebutuhan yang lebih tinggi sebelum tercapai kebutuhan yang di bawahnya. Misalnya, seseorang akan sulit mendapatkan kebutuhan akan cinta kalau kebutuhan fisiologisnya belum tercapai. Begitu seterusnya hingga sampai kebutuhan aktualisasi diri. Namun dalam penelitian selanjutnya ternyata ada individu yang tidak begitu saja harus membutuhkan kebutuhan di bawahnya sebelum meraih kebutuhan yang di atasnya.
C. Teori Keadilan (Equity Theory)
Teori ini dibentuk oleh J. Stacey Adams. Teori ini menerangkan tentang pekerja membandingkan kerjanya iaitu nisbah input dengan hasil yang relevan dan akan memperbetulkan sebarang ketidakseimbangan. Sekiranya pekerja mendapati nisbah input dengan hasil adalah sama, maka keadilan wujud, iaitu situasi yang seimbang. Sebaliknya, sekiranya ketidakadilan wujud, maka individu akan merasakan bahawa dia diberi ganjaran yang terkurang atau diberi ganjaran yang terlebih. Terdapat beberapa tindakbalas yang akan tercetus dalam teori ini, iaitu:
a. Memutarbelitkan input atau hasil mereka ataupun hasil orang lain.
b. Bertingkahlaku merangsang orang lain untuk mengubah input atau hasil.
c. Bertingkahlaku tertentu untuk mengubah input atau hasil mereka sendiri.
d. Memilih individu lain untuk dibuat perbandingan.
e. Letak jawatan
Sekiranya individu mendapati bahawa ganjaran atau upah yang diterima oleh mereka tidak setimpal, maka mereka akan berkelakuan seperti berikut:
a. Bagi pembayaran yang diterima berdasarkan masa kerja, pekerja yang diberi ganjaran terkurang akan mengeluarkan hasil kerja lebih daripada pekerja yang menerima bayaran setimpal.
b. Bagi pembayaran yang diterima berdasarkan kuantiti pengeluaran, pekerja yang diberi ganjaran terkurang akan mengeluarkan hasil kerja lebih bekerja lebih daripada pekerja yang menerima bayaran setimpal.
c. Bagi pembayaran yang diterima berdasarkan masa kerja, pekerja yang diberi ganjaran terkurang akan bekerja lebih daripada pekerja yang menerima bayaran setimpal.
D. Teori Harapan (Expectancy Theory)
Teori yang menerangkan tentang kecenderungan individu untuk bertingkahlaku tertentu berdasarkan jangkannya bahawa tingkahlaku tersebut berdasarkan kepada hasil yang menarik hatinya.
Terdapat 3 pembolehubah atau bentuk hubungan yaitu:
a. Jangkaan (expectancy) atau hubungan usaha-pencapaian : kebarangkalian jangkaan individu bahawa usaha akan membuahkan tahap pencapaian tertentu.
b. Instrumen/ kaedah (instrumentality) atau hubungan ganjaran-pencapaian : darjah kepercayaan individu bahawa kerja yang dilakukan berdasarkan kaedah tertentu akan membawa kepada hasil yang diingini.
c. Kesatuan (valence) atau tarikan ganjaran : darjah kepentingan yang diletakkan oleh individu terhadap hasil atau ganjaran yang boleh diperolehi dalam kerja. Valence menitikberatkan matlamat dan keperluan individu.
Bab III
KESIMPULAN
Kami menyimpulkan bahwa cara memotivasi diri perlu berpijak dari asumsi berikut;
1. Teori-teori motivasi yang ada merupakan rujukan utama dari cara menumbuhkan motivasi diri yang praktis dan mudah dilakukan.
2. Manusia memiliki empat dimensi diri yaitu mental, emosional, spiritual, dan fisik. Semua dimensi tersebut memiliki hubungan satu sama lain dan saling mempengaruhi satu sama lain.
3. Berbagai cara menumbuhkan motivasi dari sebenarnya bersumber dari empet dimensi manusia.
Dengan menghidupkan satu atau lebih dimensi manusia tersebut kita dapat termotivasi.
4. Setiap dimensi manusia tersebut memiliki sumber pemicu untuk menumbuhkan motivasi diri.
Sumber pemicu itu adalah :
- Visualisasi (visualitation) untuk dimensi mental.
- Tanggung jawab (responsibility) untuk dimensi spiritual.
- Kenyamanan dan kesukaan (excited) untuk dimensi emosional.
- Gerakan (move) untuk dimensi fisik.
5. Manusia pada dasarnya memiliki kemampuan memotivasi diri yang tidak terbatas. Semakin besar upaya kita untuk menyalakan sumber pemicu motivasi semakin besar mativasi yang dihasilkan.
6. Menumbuhkan motivasi diri sebenarnya banyak caranya.
Dibutuhkan kreativitas agar kita dapat memicu munculnya mativasi yang tinggi dalam diri kita. Namun kreativitas tersebut sebenarnya berputar pada menstimulus sumber pemicu motivasi yang ada pada empat dimensi manusia (yakni visualisasi, tanggung jawab, kenyamanan/kesukaan dan gerakan).



BAB I
PENDAHULUAN
Belajar merupakan masalah setiap orang, sehingga belajar merupakan istilah yang biasa didengar oleh telinga kita. Dimyati Mahmud (1989:121-122) menyatakan bahwa belajar adalah suatu perubahan tingkah laku, baik yang dapat diamati maupun tidak dapat diamati secara langsung, dan terjadi dalam diri seseorang karena pengalaman.
Dalam belajar terdapat perubahan tingkah laku yang meliputi kogmitif, afektif, psikomotorik, dan campuran dan belajar merupakan suatu proses usaha, hasil belajar yang berupa tigkah laku kadang-kadang dapat diamati tetapi proses belajar itu sendiri tidak dapat diamati secara langsung.Proses belajar tidak dapat berjalan dengan lancar tanpa memperhatikan prinsip-prinsip yang telah ditetapkan. Salah satu teknik penerapan prinsip belajar yang cukup efektif adalah meningkatkan dan memelihara perilaku/tingkah laku.
Teknik terbaik bagi peningkatan dan pemeliharaan perilaku ialah penerapan prosedur pengukuhan positif dan pengukuhan negatif.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengukuhan Positif
1) Pengertian Pengukuhan Positif
Pengukuhan positif (positif reinforcement) terjadi apabila suatu stimulus (benda/kejadian) dihadirkan/terjadi sebagai akibat/konsekuensi dari suatu perilaku dan bila karenanya keseringan munculnya perilaku tersebut meningkat/terpelihara. Misalnya, seorang pengemis datang meminta-minta, kita memberinya seribu rupiah. Maka pengemis ini esok akan datang kembali kepada kita.
Stimulus yang terjadi/dihadirkan mengikuti/menjadi konsekuensi perilaku dan menyebabkan perilaku berulang/terpelihara, hal itulah yang disebut pengukuh positif (positif reinforcer) uang, makanan, dan lain sebagainya disebut pengukuh positif apabila penyajiannya meningkatkan kemungkinan berulangnya suatu perilaku.
Dalam penerapan mosifikasi perilaku pengukuh tidak dibiarkan terjadi secara alamiah (natural consequence) tetapi diatur sedemikian rupa agar menjadi konsekuensi tindakan/perilaku yang ingin ditingkatkan atau dipelihara.
2) Penerapan Efektif Pengukuhan Positif
Agar pengukuhan positif dapat dilakukan secara efektif, perlu diperhatikan beberapa syarat:
a. Menyajikan Pengukuh Seketika
Penyajian pengukuhan seketika setelah tindakan/perilaku berlangsung lebih efektif daripada penyajian tertunda. Salah satu alasan utamanya adalah perilaku tadi belum disisipi oleh perilaku lain pada saat mendapatkan pengukuh. Akibatnya efek pengukuh tidak terbagi dengan perilaku lain dan orang mengetahui perilaku yang dikukuhkan.
Dalam beberapa hal pengukuh yang tertunda tetap dapat tetap efektif. Bagi orang dewasa normal yang tidak terlalu bodoh, toleransi terhadap penundaan pengukuh telah berkembang. Efektifitas penundan ini disebabkan dijembatani dengan isyarat atau janji bahwa pengukuh akan menyusul kemudian. Dan pada anak-anak isyarat ini dapat dibuat konkrit dengan menggunakan pengukuh kepingan.
b. Memilih Pengukuh Yang Tepat
Tidak semua imbalan menjadi pengukuh yang positif. Orang juga mengira bahwa stimulus yang memenuhi kebutuhan fisioligis (makanan, istirahat, air, seks, dll) adalah pengukuh yang efektif. Hal ini tidak sepenuhnya benar, banyak variabel yang berpengaruh. Oleh karena itu, pengukuh yang dipilih harus terbukti efektif bagi subyek tertentu dalam situasi tertentu.
1. Makanan sebagai Pengukuh
2. Benda sebagai Pengukuh
3. Benda yang dapat ditukar sebagai Pengukuh
4. Aktivitas atau acara sebagai Pengukuh
5. Tindakan sosial sebagai Pengukuh
c. Mengatur Kondisi Situasional
Tidak semua perilaku perlu diulang setiap waktu. Banyak perilaku yang telah dibentuk, dipelihara, atau ditingkatkan, hanya cocok dilaksanakan pada kondisi situasional. Agar perilaku yang mendapat pengukuhan berulang pada saat dan tempet yang tepat, perlu diatur kondisi situasional pemberian pengukuh. Bila yang diharapkan perilaku yang diskriminatif (ialah yang membedakan waktu dan tempat), maka pengukuhan diberikan pada tempat/saat yang diinginkan.
Misalnya, Lia mendapat pengukuh berupa pakaian boneka bila ia siap pukul 06.30 dan bila hari itu bukan hari libur. Agar kondisi situasional ini efektif, maka perlu didukung oleh komunikasi yang jelas dan subyek diminta untuk memperhatikan kondisi situasional ini.
d. Menentukan Kuantitas Pengukuh
Keputusan mengenai kuantitas pengukuh ialah banyaknya pengukuh yang akan diberikan setiap kali, tergantung pada beberapa pertimbangan. Misalnya pertimbangan macam pengukuh dan keadaan deprivasinya serta pertimbangan usaha yang harus dilakukan untuk mendapatkan satu kali pengukuhan.
Mengingat adanya kejenuhan/kekenyangan apabila yang digunakan adalah makanan, maka perlu dicoba dan diamati efeknya. Berapa lama tidak makan sebelumnya, dan berapa banyak makanan dengan kuantitas tersebut masih tetap efektif harus dicobakan.
Bila menggunakan pengukuh sosial, deprivasi (berapa lama pengukuh tidak diperoleh) dan kejenuhan karena pengukuhan ini, tidak menimbulkan masalah. Senyum atau ucapan “terima kasih, ya” tetap dapat efektif meskipun diperoleh berulang-ulang.
Menggunakan pengukuh isyarat,perlu memperhatikan jumlah yang harus diperoleh untuk dapat digantikan dengan mengukuh idaman. Bila jumlah tidak mungkin terjangkau maka pengukuhan ini tidak efektif.demikian juga dengan penggunaan pengukuh bersyarat juga harus diikuti pengukuh tak bersyarat. Kejenuhan akan timbul jika pengukuh bersyarat diberikan terlalu banyak dibandingkan pengukuh tak bersyarat.
e. Memilih Kualitas/Kebaruan Pengukuh
Apabila dibanding-bandingkan, orang lebih menyukai sesuatu yang berkualitas tinggi atau sesuatu yang baru. Sesuatu yang baru cenderung menghilangkan kebosanan segingga dapat menjadi pengukuh yang kuat. Sebaliknya, sesuatu yang baru juga dapat menimbulkan keraguan atau ketakutan sehingga tidak efektif sebagai pengukuh. Kualitas pengukuh yang tidak sesuai dengan harapan penerima menyebabkan efektifitasnya menuruun, bahkan tidak efektif sama sekali.
Pengukuh sosial juga tidak cukup kuat (misalnya anggukan sedikit, senyum kecil); dapat terlalu kuat (anggukan yang terlalu mantap atau senyum meringis yang terlalu lebar). Demikian juga oran yang terlalu membuat pengukuhan sosial akan membuat orang lain risau, dan pengukuh yang diberikan akan menjadi rendah nilainya.
f. Memberikan sampel pengukuh
Telah disebutkan bahwa pengukuh yang baru atau belum dikenal tidak efektif karena menimbulkan keraguan atau ketakutan. Karena itu kadang-kadang perlu diperkenalkan terlebih dahulu dengan memberikan sampel (diberi kesempatan untuk mencicipi). Bila subyek telah merasakan nikmatnya pengukuh, stimulus itu dapat mulai dicobakan sebagai pengukuh.
g. Menanggulangi Pengaruh Saingan
Manusia hidup dalam alam kompleks. Banyak pengukuh maupun hukuman yang menimpa perilaku-perilaku seseorang yang berupa reaksi-reaksi dari lingkungan maupun diri sendiri. Beberapa reaksi lebih kuat dari reaksi yang lain, beberapa saling bersaing sehingga menimbulkan konflik.
h. Mengatur Jadwal
Jadwal pemberian pengukuh ialah aturan yang dianut oleh pemberi pengukuh dalam menentukan di antara sekian kali suatu perilaku timbul. Kapan, atau yang mana yang akan mendapat pengukuh. Ada beberapa macam jadwal yang dibagi menjadi dua kelompok besar :
1. Jadwal pengukuh terus-menerus (continuous reinforcement schedule atau CRS)
Yaitu pengukuhan diberikan secara terus-menerus setiap kali perilaku sasaran timbul.
2. Jadwal Pengukuhan berselang atau jadwal pengukhan berselang (intermittent reinforcement schedule atau IRS atau partial schedule)
Yaitu pengukuh diberikan tidak terus-menerus setiap kali perilaku sasaran timbul. Jadi hanya sebagian saja yang mendapat pengukuh.
Efek kedua jadwal ini berbeda. Jadwal pengukuhan terus-menerus memperkuat perilaku dengan cepat, tetapi perilaku akan cepat pula terhapus bila pemberian pengukuh dihentikan. Jadwal pengukuhan berselang dapat dengan cepat atau lambat mengubah perilaku, tetapi jadwal pengukuhan berselang cenderung lebih dapat mempertahankan perilaku yang dikukuhkan.
i. Menanggulangi Kontrol Kontra
Kontrol kontra ialah kontrol atau pengaruh yang sadar atau tidak dilakukan oleh subjek terhadap orang yang member pengukuhan (atau hukuman). Kontrol kontra ini dapat dilakukan secara sadar oleh orang-orang yang memahami prinsip-prisip psikologi belajar, atau oleh orang-orang yang dari pengalaman merasakan bahwa ada cara untuk melakukan kontrol kontra.
3) Keunggulan Prosedur Pengukuhan Positif
Pengukuhan positif ini cara terbaik untuk memeperkuat kecenderungan perilaku seseorang. Prosedur ini akan lebih unggul lagi bila dirancang secara tuntas sehingga pengukuh yang digunakan dapat beralih ke pengukuh sosial yang kemudian dialihkan ke pengukuh intrinsik. Letak keunggulannya tidak hanya pada efektifitasnya tetapi juga pada efek sampingannya. Ubjek yang mendapat pengukuhan positif cenderung menggeneralisasikan kepada dirinya, sehingga merasa dirinya berharga. Hubungan antara penerima dan pemberi pengukuh pun menjadi baik, karena pemberian pengukuh diasosiasikan dengan sesuatu yang menyenangkan.
Karena keunggulan ini, prosedur pengukuhan positif ini adalah prosedur pilihan pertama. Bila tidak mungkin dilaksanakan atau bila menurut perhitungan tidak mungkin efektif maka baru digunakan prosedur lain. Prosedur apapun yang dipilih harus dibarengi dan dialihkan ke prosedur pengukuhan.
4) Efek Pengukuhan Positif Bagi Kelompok
Penyjian pengukuh bagi kelompok dapat menyebabkan respons sosial : para anggota kelompok saling memberikan semangat untuk mencapai persyaratan perilaku yang mendapat pengukuh, mereka saling membantu ( yang pandai menjadi tutor bagi yang kurang pandai), dan mereka mengatur kerjasama yang lebih baik/rapih. Sebaliknya, pengukuh positif bagi kelompok dapat menyebabkan para anggotanya terlelu menuntut mereka yang dirasa menghambat tercapainya sasaran.
B. Pengukuhan Negatif
1) Pengertian Pengukuhan Negatif
Maksud dari pengukuhan negatif ialah meningkatnya kemungkinan berulangnya kejadian perilaku disebabkan terhindarnya dari atau dihilangkannya sistem yang tidak menyenangkan sebagai konekuensi perilaku tersebut. Jadi, suatu perilaku mendapat pengukuhan negatif apabila perilaku itu meningkat atau terpelihara karena berasosiasi dengan hilangnya atau berkurangnya suatu stimulus.
Pengukuhan negatif ini adalah kejadian umum. Manusia belajar berbagai perilaku karena dalam pengalaman hidupnya perilaku-perilaku tersebut dikukuhkan oleh hilangnya atau berkurangnya stimuli aversif. Pengukuh negatif juga bermacam-macam bentuknya. Segala hal yang tidak menyenangkan secara potensial dapat menjadi pengukuh negatif.
2) Kelemahan Penggunaan Pengukuhan Negatif
1. Harus disajikannya stimulus aversif yang seringkali tidak menyenangkan bagi penyji sendiri.
2. Bila penyajian pengukuh positif berulangkali dapat menimbulkan kejenuhan atau kekenyangan, penyajian pengukuh negatif berulangkali dapat menghilangkan daya aversifnya.
3. Reaksi terhadap pengukuh negatif tidak selalu berupa perilaku sasaran. Berbagai alternatif perilaku dapat timbul sebab tujuannya ialah menghindari stimulus aversif yang mengenainya. Reaksi tersebut dapat berupa agresi atau emosi yang tidak konstruktif terhadap pemberi pengukuh maupun terhadap suasana dimana stimuli aversif disajikan.
4. Bila pengukuhan negatif dipakai di sekolah, maka pada anak akan tertanam asosiasi sekolah dengan hal-hal yang aversif. Pengukuhan negatif dapat membentuk hubungan antar penerima dengan pemberi, dan antara penerima dengan lingkungan menjadi jelek.
5. Usaha menghindari stimulus aversif dapat menimbulkan kecemasan yang bila keterlaluan dapat sampai ke penyimpangan perilaku yang lebih parah (seperti: neurosis, psikosomatis, dll).
3) Penerapan Efektif Pengukuhan Negatif
Tidak berbeda dengan penggunaan pengukuh positif, penggunaan pengukuh negatif juga banyak memerlukan pertimbangan, sebab adanya efek sampingan negatif seperti yang telah disebutkan. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan tidak berbeda dengan penggunaan pengukuh positif, seperti : pemilihan kuantitas dan kualitas pengukuh, tidak tertundanya penghilangan/pengurangan efek aversif segera setelah perilaku timbul, jadwal penyajian, dsb.
C. Metode untuk Meningkatkan Tingkah Laku
A. Shaping
a. Memilih sasaran perilaku.
b. Mendapatkan data yang dapat dipercaya.
c. Menguatkan perilaku yang mereka innginkan secara berturut-turut
d. Menguatkan perilaku yang baru saja terjadi
e. Menguatkan perilaku dengan menggunakan jadwal penguatan
B. Modelling
Menurut Bandura (1969), BAndura dan Walters (1963), dan Clarizio dan Yelon (1967) terdapat tiga efek modeling (memeragakan):
a. Akibat modeling atau penelitian belajar.
Anak-anak mungkin mendapatkan perilaku dari model yang sebelumnya tidak berperan baginya.. Pada situasi ini perilaku yang dilakukan anak-anak itu adalah menirukan peilaku model mereka.Efek yang Mencegah dan tidak mencegah.
Modeling tidak mengurung keeksklusifan mereka untuk belajar perilaku yang baru. Sama dengan efek diatas.
b. Menumbuhkan atau tanggapan fasilitas.
Pada situasi ini, perilaku model berguna untuk memfasilitasi kejadian yang telah dipelajari sebelumnya tetapi perilaku anak telah berhenti.
C. Contingency Contracting
Contingency Contracting dalam modifikasi perilaku telah didefinisi oleh Becker (1969) yakni mengondisikan agar anak tersebut memperoleh tingkat perkembangan dimana mereka akan melakukan pejanjian tanpa menunggu perintah dari guru..
Penggunaan Contingency Contracting sebagai teknik dalam modifikasi perilaku adalah prinsip dasar pengembangan oleh David Permack (1959) prinsip Permack berbunyi sebuah perilaku/kejadian yang bernilai tinggi dapat digunakan untuk meningkatkan perilaku dengan kejadian lain yang bernilai rendah.
C. Token Economy
Token Economy dalam modifikasi perilaku yakni mengkondisikan anak agar berperilaku seperti yang diinginkan dengan cara memberikan bayaran berupa poin, tanda bintang, atau penghargaan lainnya. Bila seorang siswa memperoeh poin 50 maka ia berhak menukarkannya dengan hadiah atau reward.
Sistem ini bekerja sangat efektif di dalam kelas karena mengurangi tekanan dalam berkompetisi dengan siswa yang lain. Selain itu fakta membuktikan dengan sistem ini dapat memberi berbagai macam kegiatan yang tidak membosankan dengan adanya berbagai macam kegiatan yang disediakan.
BAB III
KESIMPULAN
Setelah membahas mengenai teknik pemberian pengukuhan baik positif maupun negatif yang merupakan teknik dari peningkatan dan pemeliharaan tingkah laku, dapat disimpulkan bahwa: suatu perilaku yang muncul akibat adanya stimulus/rangsang dan perilaku tersebut akan menimbulkan suatu konsekuensi tertentu. Setiap perilaku yang terjadi membutuhkan pengukuhan, baik pengukuhan negatif maupun positif.
Pengukuhan positif perlu diberikan untuk meningkatkan perilaku yang positif namun sebaliknya pengukuhan negatif juga perlu sebagai upaya menghilangkan perilaku yang negatif.
Dalam pemberian pengukuhan, baik positif maupun negatif perlu memperhatikan syarat-syarat sebagai berikut:
a. Menyajikan pengukuh seketika
b. Memlih pengukuh secara tepat
c. Memilih kuantitas pengukuh
d. Memberi sampel pengukuh
e. Menanggulangi pengaruh saingan
f. Menanggulangi kontrol kontra
DAFTAR PUSTAKA
Soekadji, Soetarlinah. 1983. Modifikasi Perilaku: Penerapan sehari-hari dan penerapan professional. Yogyakarta: liberty press
Sugihartono, dkk. 2007. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY press

Catatan Yang Ditampilkan

Formulir

Formulir Daftar Peserta Didik Nama Lengkap: NIS: Kelas: Tambah Peserta Daftar Peserta Didik N...