Minggu, 25 Maret 2012
PUISI UNTUK ADIKKU (SRI HASTUTI)
SRI HAS TUTI
lalu kuhirup wangi tawamu lewat sudut mata
yang masih menyimpan sedikit lelah
selepas mengantar langkahmu
menyusuri tepian hulu
menuju ke sebuah muara
bayang-bayang mentari pun masih terjatuh
menerpa daun-daun kemuning yang melingkupi pusara
melagukan gemerisik lirih tembang-tembang kedatangan
oleh hembusan dingin angin utara
dan menyeru kerumunan burung-burung
yang tengah mencecapi bebatuan
melucuti senyap
menyesapi ratap
dari relung dada kita
lalu dari sudut ruang dukacita
hendaklah kita mampu melepas
seberkas makna
dari rerimbun kerlip kenangan
tertanam di kisaran-kisaran waktu
yang terus mengekalkan butiran warna dan kejadian
bahwa sejatinya kehilangan itu
tak pernah ada
karena memang kita tak pernah
memiliki apa-apa
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Catatan Yang Ditampilkan
Formulir
Formulir Daftar Peserta Didik Nama Lengkap: NIS: Kelas: Tambah Peserta Daftar Peserta Didik N...
-
Formulir Daftar Peserta Didik Nama Lengkap: NIS: Kelas: Tambah Peserta Daftar Peserta Didik N...
-
Belajar tidaklah selalu menjadi tugas yang paling menarik di kehidupanmu, namun belajar adalah hal yang sangat penting bagi setiap manus...
-
Beberapa waktu lalu, Matematika Menyenangkan mengeluarkan semacam situs jejaring interaktif yang diberi nama “Matematika Menye...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar