http://www.downloadpdf.co.uk/?s=peraturan+pemerintah+ttg+pendidikan
http://id.mg61.mail.yahoo.com/neo/launch
Selasa, 27 Maret 2012
irsansuhaefri: pengaruh kemampuan dan motivasi terhadap kinerja p...
irsansuhaefri: pengaruh kemampuan dan motivasi terhadap kinerja p...: ne ane persembahkan buat kawan2 seperjuangan yang sedang nyusun proposal.. moga berguna... BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Me...
Minggu, 25 Maret 2012
PUISI UNTUK ADIKKU (SRI HASTUTI)
SRI HAS TUTI
lalu kuhirup wangi tawamu lewat sudut mata
yang masih menyimpan sedikit lelah
selepas mengantar langkahmu
menyusuri tepian hulu
menuju ke sebuah muara
bayang-bayang mentari pun masih terjatuh
menerpa daun-daun kemuning yang melingkupi pusara
melagukan gemerisik lirih tembang-tembang kedatangan
oleh hembusan dingin angin utara
dan menyeru kerumunan burung-burung
yang tengah mencecapi bebatuan
melucuti senyap
menyesapi ratap
dari relung dada kita
lalu dari sudut ruang dukacita
hendaklah kita mampu melepas
seberkas makna
dari rerimbun kerlip kenangan
tertanam di kisaran-kisaran waktu
yang terus mengekalkan butiran warna dan kejadian
bahwa sejatinya kehilangan itu
tak pernah ada
karena memang kita tak pernah
memiliki apa-apa
pandangan terhadap Cowok Ganteng dan Jelek Dimata Wanita Zaman Sekarang
Nih kalo mau tau sudut pandang seorang wanita menilai cowok ganteng dan jelek.
kalo cowok ganteng bersedih hati
cewek bilang : let me be your shoulder to cry on
kalo cowok jelek bersedih hati
cewek bilang : yaelah cengeng amat. lelaki bukan lu!
kalo cowok ganteng males difoto
cewek bilang : pasti takut fotonya disebar-sebar
kalo cowok jelek males difoto
cewek bilang : pasti ga tega ngeliat hasilnya
kalo cowok ganteng penyayang binatang
cewek bilang : perasaanya lembut dan penuh cinta kasih
kalo cowok jelek penyayang binatang
cewek bilang : sesama sodara harus saling menyayangi.
kalo cowok ganteng jomblo
cewek bilang : pasti dia perfeksionis
kalo cowok jelek jomblo
cewek bilang : udah jelas banget. kaga laku.
kalo cowok ganteng dapet cewek cantik
cewek bilang : serasi banget.
kalo cowok jelek dapet cewek cantik
cewek bilang : hmm dukunya kuat. pasti ni orang abis betapa di dalem goa.
kalo cowok ganteng diputusin cewek
cewek bilang : jangan sedih dong. kan masih ada aku.
kalo cowok jelek diputusin cewek
cewek bilang : (terdiam. tetapi telunjuknya meliuk² dari atas kebawah) cuuuucuiann deh luuu…
kalo cowok ganteng nolongin cewek yang diganggu preman
cewek bilang : wih hebat. kaya yang di tipi-tipi
kalo cowok jelek nolongin cewek yang diganggu preman
cewek bilang : pasti premanya temen dia
kalo cowok ganteng berbuat jahat
cewek bilang : nobody’s perfect
kalo cowok jelek berbuat jahat
cewek bilang : uda ketauan. tampang kriminal.
kalo cowok ganteng pendiam
cewek bilang : wuih cool bangets
kalo cowok jelek pendiam
cewek bilang : udah jelek. kuper pula.
kalo cowok ganteng bawa mobil BMW
cewek bilang : woow ini baru keren luar dalem.
kalo cowok jelek bawa mobil BMW
cewek bilang : mas-mas majikanya mana?
kalo cowok ganteng naek motor gede
cewek bilang : wih kaya Lorenzo lamas bikin lemess
kalo cowok jelek naek motor gede
cewek bilang : awas woi mandragade mau lewad.
kalo cowok ganteng nuangin air ke gelas
cewek bilang : ini dia cowok romantis
kalo cowok jelek nuangin air kegelas
cewek bilang : biarin aja uda biasa dia. wajar lah naluri pembantu.
kalo cowok ganteng ngaku indo
cewek bilang : emang mirip bule sih
kalo cowok jelek ngaku indo
cewek bilang : keliatan. ibunya jawa bapaknya robot.
kalo cowok ganteng baca tulisan ini : senyum - senyum sambil ngaca terus bilang “life is beautiful
kalo cowok jelek baca tulisan ini : lari kenceng kedepan rumah ngambil tali jemuran sambil bilang ” HIDUP INI KEJJAAAMMMMM!”
yang ngakak termasuk golongan orang ganteng.
yang diem aja. patut dicurigai. hehehhe….
Belajar Menghitung (Matematika) Dengan Cepat
Belajar Menghitung (Matematika) Dengan Cepat
Tanpa menggunakan kalkulator marilah kita tentukan nilai dari 15 x 28 . Biasanya cara yang digunakan untuk menentukan hasil perkalian ini dengan menggunakan algoritma perkalian, seperti tampak pada Gambar 1 berikut ini.
perkalian_matematika
Tapi sayang, banyak di antara kita yang kerepotan bila proses perkaliannya menggunakan cara tersebut. Mereka yang terkadang salah itu seringkali lupa langkah-langkahnya. Terkadang salah menempatkan posisi hasil kali bilangan-bilangannya. Ada juga yang salah karena lupa bilangan mana yang harus disimpan dulu, bilangan mana yang harus diletakkan langsung. Pokoknya katanya, cara tersebut suka bikin pusing sendiri. Lalu, adakah cara lain yang lebih menyenangkan?
Baiklah, bagaimana bila perkalian 15 x 28 kita perlakukan sebagai lebar dan panjang sebuah persegi panjang? Sehingga hasilkali kedua bilangan ini sama artinya dengan luas persegi panjang tersebut. Untuk mudahnya, perhatikan Gambar berikut ini..
rumus_perkalian
Dari Gambar 2 tersebut tampak bahwa
15 x 28 = 10 x 20 + 10 x 8 + 5 x 20 + 5 x 8
Atau
15 x 28 = 200 + 80 + 100 + 40 = 420.
Cara yang dilakukan seperti pada Gambar 2 itu sebetulnya adalah bentuk representasi visual dari cara perkalian dua bilangan yang memanfaatkan sifat distributif kali terhadap tambah, yaitu:
15 x 28 = (10 + 5 ) x (20 + 8) = 10 x 20 + 10 x 8 + 5 x 20 + 5 x 8
Masihkah ada cara lain untuk menentukan hasil kali 15 x 28 selain dengan menggunakan gambar? Tenang, masih banyak kok caranya. Cara-cara tersebut seperti uraian berikut ini.
Cara lain yang kedua. Kita bisa memperlakukan perkalian 15 x 28 dengan cara melipatgandakan
bilangan 28. Kita tahu 28 x 1 = 28, sehingga bila dilipat-gandakan menjadi 2 x 28 =56. Terus kita lipat-gandakan lagi, lagi, dan lagi. Prosesnya itu seperti berikut ini.
1 x 28 = 28
2 x 28 = 56
4 x 28 =112
8 x 28 =224
——————– +
15 x 28 = 420.
Cara lain yang kedua ini bisa dilakukan asalkan pengali-pengali dari pelipat-gandaan itu bila dijumlahkan sama dengan bilangan pertama dari yang harus dikalikan. Dalam kasus ini yaitu, 1 + 2 + 4 + 8 = 15. Cara lain yang kedua ini bisa digunakan untuk melakukan perkalian bilangan yang lain juga. Cara ini adalah cara perkalian yang telah digunakan oleh bangsa Mesir kuno ribuan tahun yang lampau.
Cara lain yang ketiga. Caranya bisa kita lihat seperti berikut ini.
15 x 28 = 15 x 2 x 14
15 x 28 = 30 x 14
15 x 28 = 30 x 2 x 7
15 x 28 = 60 x 7
15 x 28 = 420
Walaupun cara ini tampak lamban, tapi bila kita sudah terbiasa maka akan cepat juga. Asyik bukan? :D
Cara lain yang keempat. Nah, cara ini menggunakan definisi perkalian. Perkalian 15 x 28 sama artinya dengan penjumlahan bilangan 28 sebanyak 15 buah. Sederhananya bisa ditulis seperti berikut ini.
15 x 28 = (28 + 28 + 28 + 28 + 28 + 28 + 28 + 28 + 28 + 28 + 28 + 28 + 28 + 28 + 28)
15 x 28 = 280 + 140
15 x 28 = 420
Walaupun cara ini sangat lamban, tetapi bila kita ingin sekedar “bermain-main” atau “bermanja-manja” dengan perkalian bilangan bisa juga dicoba, betul? Bagaimana, asyik juga bukan?
Ya sudah, sampai di sini dulu ya…? Sampai jumpa di tulisan berikutnya
Tanpa menggunakan kalkulator marilah kita tentukan nilai dari 15 x 28 . Biasanya cara yang digunakan untuk menentukan hasil perkalian ini dengan menggunakan algoritma perkalian, seperti tampak pada Gambar 1 berikut ini.
perkalian_matematika
Tapi sayang, banyak di antara kita yang kerepotan bila proses perkaliannya menggunakan cara tersebut. Mereka yang terkadang salah itu seringkali lupa langkah-langkahnya. Terkadang salah menempatkan posisi hasil kali bilangan-bilangannya. Ada juga yang salah karena lupa bilangan mana yang harus disimpan dulu, bilangan mana yang harus diletakkan langsung. Pokoknya katanya, cara tersebut suka bikin pusing sendiri. Lalu, adakah cara lain yang lebih menyenangkan?
Baiklah, bagaimana bila perkalian 15 x 28 kita perlakukan sebagai lebar dan panjang sebuah persegi panjang? Sehingga hasilkali kedua bilangan ini sama artinya dengan luas persegi panjang tersebut. Untuk mudahnya, perhatikan Gambar berikut ini..
rumus_perkalian
Dari Gambar 2 tersebut tampak bahwa
15 x 28 = 10 x 20 + 10 x 8 + 5 x 20 + 5 x 8
Atau
15 x 28 = 200 + 80 + 100 + 40 = 420.
Cara yang dilakukan seperti pada Gambar 2 itu sebetulnya adalah bentuk representasi visual dari cara perkalian dua bilangan yang memanfaatkan sifat distributif kali terhadap tambah, yaitu:
15 x 28 = (10 + 5 ) x (20 + 8) = 10 x 20 + 10 x 8 + 5 x 20 + 5 x 8
Masihkah ada cara lain untuk menentukan hasil kali 15 x 28 selain dengan menggunakan gambar? Tenang, masih banyak kok caranya. Cara-cara tersebut seperti uraian berikut ini.
Cara lain yang kedua. Kita bisa memperlakukan perkalian 15 x 28 dengan cara melipatgandakan
bilangan 28. Kita tahu 28 x 1 = 28, sehingga bila dilipat-gandakan menjadi 2 x 28 =56. Terus kita lipat-gandakan lagi, lagi, dan lagi. Prosesnya itu seperti berikut ini.
1 x 28 = 28
2 x 28 = 56
4 x 28 =112
8 x 28 =224
——————– +
15 x 28 = 420.
Cara lain yang kedua ini bisa dilakukan asalkan pengali-pengali dari pelipat-gandaan itu bila dijumlahkan sama dengan bilangan pertama dari yang harus dikalikan. Dalam kasus ini yaitu, 1 + 2 + 4 + 8 = 15. Cara lain yang kedua ini bisa digunakan untuk melakukan perkalian bilangan yang lain juga. Cara ini adalah cara perkalian yang telah digunakan oleh bangsa Mesir kuno ribuan tahun yang lampau.
Cara lain yang ketiga. Caranya bisa kita lihat seperti berikut ini.
15 x 28 = 15 x 2 x 14
15 x 28 = 30 x 14
15 x 28 = 30 x 2 x 7
15 x 28 = 60 x 7
15 x 28 = 420
Walaupun cara ini tampak lamban, tapi bila kita sudah terbiasa maka akan cepat juga. Asyik bukan? :D
Cara lain yang keempat. Nah, cara ini menggunakan definisi perkalian. Perkalian 15 x 28 sama artinya dengan penjumlahan bilangan 28 sebanyak 15 buah. Sederhananya bisa ditulis seperti berikut ini.
15 x 28 = (28 + 28 + 28 + 28 + 28 + 28 + 28 + 28 + 28 + 28 + 28 + 28 + 28 + 28 + 28)
15 x 28 = 280 + 140
15 x 28 = 420
Walaupun cara ini sangat lamban, tetapi bila kita ingin sekedar “bermain-main” atau “bermanja-manja” dengan perkalian bilangan bisa juga dicoba, betul? Bagaimana, asyik juga bukan?
Ya sudah, sampai di sini dulu ya…? Sampai jumpa di tulisan berikutnya
hapalan wajib
Daftar Kali-Kalian / Perkalian Dasar Standar Anak Sekolah Dasar SD Yang Wajib Dihafalkan :
2 x 1 = 2
2 x 2 = 4
2 x 3 = 6
2 x 4 = 8
2 x 5 = 10
2 x 6 = 12
2 x 7 = 14
2 x 8 = 16
2 x 9 = 18
2 x 10 = 20
3 x 1 = 3
3 x 2 = 6
3 x 3 = 9
3 x 4 = 12
3 x 5 = 15
3 x 6 = 18
3 x 7 = 21
3 x 8 = 24
3 x 9 = 27
3 x 10 = 30
4 x 1 = 4
4 x 2 = 8
4 x 3 = 12
4 x 4 = 16
4 x 5 = 20
4 x 6 = 24
4 x 7 = 28
4 x 8 = 32
4 x 9 = 36
4 x 10 = 40
5 x 1 = 5
5 x 2 = 10
5 x 3 = 15
5 x 4 = 20
5 x 5 = 25
5 x 6 = 30
5 x 7 = 35
5 x 8 = 40
5 x 9 = 45
5 x 10 = 50
6 x 1 = 6
6 x 2 = 12
6 x 3 = 18
6 x 4 = 24
6 x 5 = 30
6 x 6 = 36
6 x 7 = 42
6 x 8 = 48
6 x 9 = 54
6 x 10 = 60
7 x 1 = 7
7 x 2 = 14
7 x 3 = 21
7 x 4 = 28
7 x 5 = 35
7 x 6 = 42
7 x 7 = 49
7 x 8 = 56
7 x 9 = 63
7 x 10 = 70
8 x 1 = 8
8 x 2 = 16
8 x 3 = 24
8 x 4 = 32
8 x 5 = 40
8 x 6 = 48
8 x 7 = 56
8 x 8 = 64
8 x 9 = 72
8 x 10 = 80
9 x 1 = 9
9 x 2 = 18
9 x 3 = 27
9 x 4 = 36
9 x 5 = 45
9 x 6 = 54
9 x 7 = 63
9 x 8 = 72
9 x 9 = 81
9 x 10 = 90
10 x 1 = 10
10 x 2 = 20
10 x 3 = 30
10 x 4 = 40
10 x 5 = 50
10 x 6 = 60
10 x 7 = 70
10 x 8 = 80
10 x 9 = 90
10 x 10 = 100
2 x 1 = 2
2 x 2 = 4
2 x 3 = 6
2 x 4 = 8
2 x 5 = 10
2 x 6 = 12
2 x 7 = 14
2 x 8 = 16
2 x 9 = 18
2 x 10 = 20
3 x 1 = 3
3 x 2 = 6
3 x 3 = 9
3 x 4 = 12
3 x 5 = 15
3 x 6 = 18
3 x 7 = 21
3 x 8 = 24
3 x 9 = 27
3 x 10 = 30
4 x 1 = 4
4 x 2 = 8
4 x 3 = 12
4 x 4 = 16
4 x 5 = 20
4 x 6 = 24
4 x 7 = 28
4 x 8 = 32
4 x 9 = 36
4 x 10 = 40
5 x 1 = 5
5 x 2 = 10
5 x 3 = 15
5 x 4 = 20
5 x 5 = 25
5 x 6 = 30
5 x 7 = 35
5 x 8 = 40
5 x 9 = 45
5 x 10 = 50
6 x 1 = 6
6 x 2 = 12
6 x 3 = 18
6 x 4 = 24
6 x 5 = 30
6 x 6 = 36
6 x 7 = 42
6 x 8 = 48
6 x 9 = 54
6 x 10 = 60
7 x 1 = 7
7 x 2 = 14
7 x 3 = 21
7 x 4 = 28
7 x 5 = 35
7 x 6 = 42
7 x 7 = 49
7 x 8 = 56
7 x 9 = 63
7 x 10 = 70
8 x 1 = 8
8 x 2 = 16
8 x 3 = 24
8 x 4 = 32
8 x 5 = 40
8 x 6 = 48
8 x 7 = 56
8 x 8 = 64
8 x 9 = 72
8 x 10 = 80
9 x 1 = 9
9 x 2 = 18
9 x 3 = 27
9 x 4 = 36
9 x 5 = 45
9 x 6 = 54
9 x 7 = 63
9 x 8 = 72
9 x 9 = 81
9 x 10 = 90
10 x 1 = 10
10 x 2 = 20
10 x 3 = 30
10 x 4 = 40
10 x 5 = 50
10 x 6 = 60
10 x 7 = 70
10 x 8 = 80
10 x 9 = 90
10 x 10 = 100
JARIMATIKA
Jarimatika merupakan metode berhitung menggunakan jari tangan ciptaan Tuhan yang berfungsi membudayakan anak didik menyukai matematika.Matematika dikalangan pelajar merupakan pelajaran yang dianggap sulit oleh karena itu diperlukan metode pendekatan terhadap siswa dengan belajar berhitung menggunakan jari tangan seperti yang tetulis di blog saya ini.
MATEMATIKA..!
Satu kata yang pernah bikin aku jadi ilfill kalau mendengarnya, karena sebenarnya aku paling tidak suka pelajaran berhitung, mungkin saking ribetnya x yah!
Walaupun demikian, Alhamdulillah, nilai berhitung waktu sekolah cukup lumayan lah, ga jatuh-jatuh amat! .
Nah untuk sekarang sudah ditemukan berbagai macam metode belajar berhitung yang praktis dan menyenangkan, mulailah orang mengenal Metode Sempoa yang berasal dari China, dengan belajar memahami angka-angka pada biji-biji sempoa, kemudian berkembang lagi penemuan terbaru yang lebih praktis dan efektif yaitu dengan Metode Kumon yang berasal dari Jepang, yaitu suatu metode hitung dengan menghafal biji-biji sempoa itu di dalam otak, sehingga proses hitung-menghitung jauh lebih cepat, dan kini ditemukan lagi sebuah Metode Hitung terbaru Matematika yaitu JARIMATIKA, penemunya adalah seorang Ibu Rumah Tangga asal Depok!!!! Subhanallah…
Apa itu JARIMATIKA?
Jari yah…. Jari! (tau kannnnn, alhamdulillah kita semua dikaruniai Jari-jari yang sehat dan lengkap jumlahnya) sedangkan Matika adalah singkatan dari Matematika, Nah kalau digabung definisi JARIMATIKA itu mempunyai arti Menghitung dengan metode Jari-jari kita. Loh…Apa hebatnya? bukankah menghitung pakai jari itu lumrah?..>Eits…tunggu dulu sobat! kalau sekarang Sobat hitung dan buka semua jari-jari kita jumlahnya adalah 10 buah (ada yang lebih gak???) tapi dengan Metode JARIMATIKA, jumlah jari kita yang 10 buah itu ‘disulap’ menjadi 99 jumlahnya, hm…keajaiban Asmaul Husna rupanya. Kok bisa? yah bisa donk! jadi Jari-jari kanan kita bernilai satuan, dan jari-jari di sebelah kiri kita bernilai Puluhan. Berikut Pemetaan Jari-jari ala Jarimatika :
Tangan Kanan (Satuan)
Jari telunjuk Nilainya adalah 1, kemudian tambah lagi dengan membuka jari disebelahnya yaitu Jari Kanan bernilai 2, Jari manis di urutan ke-3, Jari kelingking di urutan ke-4, kemudian (Nah ini perbedaannya) untuk Menyatakan angka 5, maka buka ibu jari kita seperti ini nah ini bernilai 5, kemudian Buka lagi jari telunjuk disamping Ibu jari tadi, maka nilainya menjadi 6, dibuka lagi seterusnya sampai semua kepalan tangan kita terbuka dan bernilai 9. (Yang paling tinggi 9)…
Nah untuk yang jari-jari di tangan kiri bernilai Puluhan, sama halnya seperti satuan tadi, tinggal ditambahi puluhan saja di belakangnya jadi, kalau kita membuka lebar-lebar ke- 10 jari kita maka totalnya adalah 90 (Jari kiri) dan 9 (jari kanan)…Gitu loh!!! Subhanallah…hebat kan?
Apa bedanya JARIMATIKA dengan SEMPOA atau KUMON????
Perbedaannya adalah terletak pada alat dan Memori otak!, Jika pada metode Sempoa atau Kumon, kita butuh alat hitung terlebih dahulu (Sempoa) dan lalu menghafalkan biji2 sempoa tadi di otak kita, maka yang terjadi adalah pembebanan Memori Otak!.
Sedangkan keunggulan Jarimatika adalah :
* Tidak memerlukan alat hitung, karena sudah dianugerahi oleh ALLAH SWT, Gratis Euy!
* Praktis dan selalu dibawa kemana-mana
* Dijamin tidak akan Disita apalagi diambil sama Ibu/Bapak Guru, jika si anak ketahuan memakai Jari-jari sebagai alat hitungnya pada saat ujian
* Mudah dipelajari dan menyenangkan
* Tidak membebani Memori Otak si anak.
* Ilmu ini mudah dipelajari segala usia, minimal Anak usia 3 Tahun, dan lama belajarnya adalah 1 bulan saja! Kreatif Kan???
Tertarik untuk Belajar JARIMATIKA lebih lanjut??? Hubungi saya
ajah!
Sedangkan untuk kemitraan dan info lebih lengkap hubungi kami
Salah satu upaya mengubah prediksi peserta didik tentang pelajaran matematika susah yaitu dengan cara penanaman konsep berhitung pada anak usia sekolah dasar, misalnya penanaman konsep berhitung cepat dengan metode 10 jari tangan.
Sebagai pengetahuan dasar saya jelaskan cara-cara berhitung dengan metode 10 jari sebagai berikut:
Perkalian 6-10
1. Bukalah telapak kedua tangan anda
2. Ibu jari sebagai angka 6, Jari telunjuk sebagai angka 7, Jari tengah sebagai angka 8, Jari manis sebagai angka 9 dan jari kelingking sebagai angka 10
3. Misalkan perkalian 6 x 6 = ………………..
Caranya: Ibu jari tangan kiri & kanan dilipat
Jari yang tidak terlipat kiri dan kanan dikalikan (jari kiri 4 & jari kanan 4) jadi 4 x 4 = 16
Jari yang terlipat dijumlahkan (jari kiri 1 & jari kanan 1) jadi 1 + 1 = 2
Kemudian 2 ditambahkan pada puluhan angka 16 (2 + 1 = 3) sedangkan angka satuannya tetap 6.
Jadi hasil perkalian 6 x 6 = 36
4. Misal perkalian 6 x 7 =………………….
Caranya: Lipatlah ibu jari sebelah kanan sebagai angka 6, lipatlah ibu jari dan telunjuk sebelah kanan sebagai angka 7. Jari kiri yang tidak terlipat ada 4 sedangkan jari kanan yang tidak terlipat ada 3, kemudian dikalikan (4 x 3 = 12) Jari kiri yang terlipat ada 1 sedangkan jari kanan yang terlipat ada 2, kemudian dijumlahkan (1 + 2 = 3) Jumlahkan angka 3 ke puluhan angka 12 (1 + 3 = 4) sedangkan satuan angka 12 tetap 2. Jadi perkalian 6 x 7 = 42
Mudahkan!!! silahkan mencoba
1 s/d 10
Kenalilah jari-jari anda yaitu dengan cara:hitung dari ibu jari kiri dimulai dengan 1 diakhiri 10 tepat ibu jari kanan anda
Contoh perkalian: 1 x 9
Langkah-langkah:
Bukalah tangan menghadap anda
Lipatlah ibujari kiri anda (sebagai angka 1)
Sebelah kiri jari dilipat sebagai angka puluhan (dalam hal ini sebanyak 0 jari puluhan)
Sebelah kanan jari dilipat sebagai angka satuan (dalam hal ini sebanyak 9 jari satuan)
hasil 1 x 9 adalah 0 puluhan + 9 satuan
jadi 1 x 9 = 9
Contoh perkalian: 2 x 9
Langkah-langkah:
Bukalah tangan menghadap anda
Lipatlah telunjuk kiri anda (sebagai angka 2)
Sebelah kiri jari dilipat sebagai angka puluhan (dalam hal ini sebanyak 1 jari puluhan)
Sebelah kanan jari dilipat sebagai angka satuan (dalam hal ini sebanyak 8 jari satuan)
hasil 2 x 9 adalah 1 puluhan + 8 satuan
jadi 2 x 9 = 18
Contoh perkalian: 3 x 9
Langkah-langkah:
Bukalah tangan menghadap anda
Lipatlah jari tengah kiri anda (sebagai angka 3)
Sebelah kiri jari dilipat sebagai angka puluhan (dalam hal ini sebanyak 2 jari puluhan)
Sebelah kanan jari dilipat sebagai angka satuan (dalam hal ini sebanyak 7 jari satuan)
hasil 3 x 9 adalah 2 puluhan + 7 satuan
jadi 3 x 9 = 27
Contoh perkalian: 4 x 9
Langkah-langkah:
Bukalah tangan menghadap anda
Lipatlah jari manis kiri anda (sebagai angka 4)
Sebelah kiri jari dilipat sebagai angka puluhan (dalam hal ini sebanyak 3 jari puluhan)
Sebelah kanan jari dilipat sebagai angka satuan (dalam hal ini sebanyak 6 jari satuan)
hasil 4 x 9 adalah 3 puluhan + 6 satuan
jadi 4 x 9 = 36
Contoh perkalian: 5 x 9
Langkah-langkah:
Bukalah tangan menghadap anda
Lipatlah jari kelingking kiri anda (sebagai angka 5)
Sebelah kiri jari dilipat sebagai angka puluhan (dalam hal ini sebanyak 4 jari puluhan)
Sebelah kanan jari dilipat sebagai angka satuan (dalam hal ini sebanyak 5 jari satuan)
hasil 5 x 9 adalah 4 puluhan + 5 satuan
jadi 5 x 9 = 45
Contoh perkalian: 6 x 9
Langkah-langkah:
Bukalah tangan menghadap anda
Lipatlah jari kelingking kanan anda (sebagai angka 6)
Sebelah kiri jari dilipat sebagai angka puluhan (dalam hal ini sebanyak 5 jari puluhan)
Sebelah kanan jari dilipat sebagai angka satuan (dalam hal ini sebanyak 4 jari satuan)
hasil 6 x 9 adalah 5 puluhan + 4 satuan
jadi 6 x 9 = 54
Contoh perkalian: 7 x 9
Langkah-langkah:
Bukalah tangan menghadap anda
Lipatlah jari manis kanan anda (sebagai angka 7)
Sebelah kiri jari dilipat sebagai angka puluhan (dalam hal ini sebanyak 6 jari puluhan)
Sebelah kanan jari dilipat sebagai angka satuan (dalam hal ini sebanyak 3 jari satuan)
hasil 7 x 9 adalah 6 puluhan + 3 satuan
jadi 7 x 9 = 63
Contoh perkalian: 8 x 9
Langkah-langkah:
Bukalah tangan menghadap anda
Lipatlah jari tengah kanan anda (sebagai angka 8)
Sebelah kiri jari dilipat sebagai angka puluhan (dalam hal ini sebanyak 7 jari puluhan)
Sebelah kanan jari dilipat sebagai angka satuan (dalam hal ini sebanyak 2 jari satuan)
hasil 8 x 9 adalah 7 puluhan + 2 satuan
jadi 8 x 9 = 72
Contoh perkalian: 9 x 9
Langkah-langkah:
Bukalah tangan menghadap anda
Lipatlah jari telunjuk kanan anda (sebagai angka 9)
Sebelah kiri jari dilipat sebagai angka puluhan (dalam hal ini sebanyak 8 jari puluhan)
Sebelah kanan jari dilipat sebagai angka satuan (dalam hal ini sebanyak 1 jari satuan)
hasil 9 x 9 adalah 8 puluhan + 1 satuan
jadi 9 x 9 = 81
Contoh perkalian: 10 x 9
Langkah-langkah:
Bukalah tangan menghadap anda
Lipatlah ibu jari kanan anda (sebagai angka 10)
Sebelah kiri jari dilipat sebagai angka puluhan (dalam hal ini sebanyak 9 jari puluhan)
Sebelah kanan jari dilipat sebagai angka satuan (dalam hal ini sebanyak 0 jari satuan)
hasil 10 x 9 adalah 9 puluhan + 0 satuan
jadi 10 x 9 = 90
Perkalian 11 s/d 15 dengan jari tangan
Ikuti langkah-langkah berikut ini:
Genggamlah kedua tangan menghadap anda
Hitunglah dari kelingking secara bersama-sama kedua tangan anda dimulai dengan 11 s/d 15 berakhir di ibu jari (pada saat menghitung jari tangan dibuka)
Satu jari terbuka sebagai puluhan diartikan 10
RUMUS PERKALIAN 11 s/d 15
100 + (A1+A2) + A x B
Angka 100 konstan (tetap)
A1 dan A2 jari terbuka sebagai puluhan (dijumlahkan)
A dan B jari terbuka sebagai satuan (dikalikan)
Contoh perkalian 11 x 11
Tangan digenggam menghadap anda
Bukalah kelingking tangan kiri (sebagai angka 11) dan kelingking tangan kanan anda (sebagai angka 11)
Tangan kiri terbuka 1 “A” (sebagai angka 10 “A1“) & tangan kanan terbuka 1 “B” (sebagai angka 10 “A2“)
hasilnya 100 + (10 + 10) + (1 x 1) = 121
Contoh perkalian 11 x 12
Tangan digenggam menghadap anda
Bukalah kelingking tangan kiri (sebagai angka 11) dan kelingking & jari manis tangan kanan anda (sebagai angka 12)
Tangan kiri terbuka 1 “A” (sebagai angka 10 “A1“) & tangan kanan terbuka 2 “B” (sebagai angka 20 “A2“)
hasilnya 100 + (10 + 20) + (1 x 2) = 132
Contoh perkalian 15 x 13
Tangan digenggam menghadap anda
Bukalah kelima jari tangan kiri (sebagai angka 15) dan kelingking, jari manis, jari tengah tangan kiri anda (sebagai angka 13)
Tangan kiri terbuka 5 “A” (sebagai angka 50 “A1“) & tangan kanan terbuka 3 “B” (sebagai angka 30 “A2“)
hasilnya 100 + (50 + 30) + (5 x 3) = 195
Perkalian 16 s/d 20 dengan jari tangan
Ikuti langkah-langkah berikut ini:
Genggamlah kedua tangan menghadap anda
Hitunglah dari kelingking secara bersama-sama kedua tangan anda dimulai dengan 16 s/d 20 berakhir di ibu jari (pada saat menghitung jari tangan dibuka)
Satu jari terbuka sebagai puluhan diartikan 10
RUMUS PERKALIAN 11 s/d 15
200 + 2(A1+A2) + A x B
Angka 200 konstan (tetap)
A1 dan A2 jari terbuka sebagai puluhan (dijumlahkan)
A dan B jari terlipat sebagai satuan (dikalikan)
Contoh perkalian 16 x 19
Tangan digenggam menghadap anda
Bukalah kelingking tangan kiri (sebagai angka 16) dan kelingking,jari manis,tengah & telunjuk tangan kanan anda (sebagai angka 19)
Tangan kiri terbuka 1 “A” (sebagai angka 10 “A1“) & tangan kanan terbuka 4 “B” (sebagai angka 40 “A2“)
hasilnya 200 + 2(10 + 40) + (1 x 4) = 304
Contoh perkalian 19 x 20
Tangan digenggam menghadap anda
Bukalah kelingking, jarimanis, tengah & telunjuk pada tangan kiri (sebagai angka 19) dan jari tangan kanan tebuka semua (sebagai angka 20)
Tangan kiri terbuka 4 “A” (sebagai angka 40 “A1“) & tangan kanan terbuka 5 “B” (sebagai angka 20 “A2“)
hasilnya 200 + 2(40 + 50) + (1 x 0) = 380
Contoh perkalian 18 x 17
Tangan digenggam menghadap anda
Bukalah kelingking, jarimanis & jari tengah tangan kiri (sebagai angka 18) dan kelingking & jari manis tangan kiri anda (sebagai angka 17)
Tangan kiri terbuka 3 “A” (sebagai angka 30 “A1“) & tangan kanan terbuka 2 “B” (sebagai angka 20 “A2“)
hasilnya 200 + 2(30 + 20) + (2 x 3) = 306
Contoh perkalian 16 x 16
Tangan digenggam menghadap anda
Bukalah kelingking tangan kiri (sebagai angka 16) dan kelingking tangan kiri anda (sebagai angka 16)
Tangan kiri terbuka 1 “A” (sebagai angka 10 “A1“) & tangan kanan terbuka 1 “B” (sebagai angka 10 “A2“)
hasilnya 200 + 2(10 + 10) + (4 x 4) = 306
hitung jari cepat contoh 13 x 17
Posted on Maret 23, 2009 | 84 Komentar
Saya hanya heran mengapa hari ini banyak orang mengunjungi blog saya dengan kata kunci dari search engine: “hitung jari cepat contoh 13 x 17″.
Ada apa dengan perkalian 13×17?
Ada apa dengan hitung jari cepat?
Apakah ada hubungannya dengan sempoa jari, jarimatika, jari aritmatika, matematika jari atau yang sejenisnya?
Baiklah saya ingin sedikit berbagi tentang perkalian cepat hitung jari 13 x 17.
1. Cara paling cepat menyelesaikan 13×17 dengan jari kita adalah gunakan jari untuk memencet tombol yang paling tepat pada kalkulator (atau HP atau komputer). Kita akan segera memperoleh hasilnya. Bagaimana jika tidak tersedia kalkulator? Bagaimana jika tidak diijinkan menggunakan kalkulator?
2. Gunakan jari Anda untuk menggerak-gerakan biji-biji sempoa yang tepat. Dengan latihan yang konsisten – mungkin perlu waktu beberapa minggu – akan dapat menyelesaikan perkalian 13×17. Bagaimana jika tidak diijinkan memakai sempoa? Bagaimana jika saya tidak sabar belajar sempoa yang perlu waktu cukup lama?
3. Gunakan rumus-rumus sempoa jari, jari aritmatika, jarimatika, atau yang sejenisnya. Biasanya, untuk perkalian kita akan mengenal beberapa rumus khusus misal perkalian 6 sampai dengan 10, lalu perkalian 11 sampai dengan 15, lalu perkalian 16 sampai dengan 20. Untuk menguasainya mungkin Anda perlu waktu beberapa minggu – mohon bersabar. Itu pun Anda belum menjawab 13×17. Karena 13 masuk kelompok 11 sampai dengan 15 sedangkan 17 masuk kelompok 16 sampai dengan 20. Jangan khawatir, dengan belajar tekun Anda akan berhasil menguasainya.
Bagaimana jika saya tidak sabar untuk belajar begitu lama? Namanya belajar memang harus sabar sampai tercapainya tujuan, bukankah begitu?
4. Mengapa repot-repot sih? Gunakan saja jari-jari kita untuk memegang pensil. Lalu hitung dengan algoritma AlKhawaritzmi bersusun seperti biasa:
13
17
—x
Pasti akan kita peroleh hasilnya kan?
Bagaimana bila saya tidak mau dengan cara yang biasa?
Saya ingin cara yang baru.
5. Bahkan Anda tidak perlu menggunakan jari. Cukup gunakan imajinasi Anda. 13×17 = …
1×2 = 2
3×7 = 21
Jawab: 221 (Selesai!?)
Contoh lain:
23×27 = …
2×3 = 6
3×7 = 21
Jawab: 621
33×37 = …
3×4 = 12
3×7 = 21
Jawab: 1221
43×47 = …
53×57 = ….
6. Dan lain-lain.
Tentu masih banyak cara untuk menyelesaikan perkalian 13×17.
Berpetualanglah…nikmati asyiknya berpetualang dengan matematika. Semangat petualangan matematika inilah yang terus kami kembangkan di APIQ: Inovasi Pembelajaran Matematika Kreatif.
MATEMATIKA..!
Satu kata yang pernah bikin aku jadi ilfill kalau mendengarnya, karena sebenarnya aku paling tidak suka pelajaran berhitung, mungkin saking ribetnya x yah!
Walaupun demikian, Alhamdulillah, nilai berhitung waktu sekolah cukup lumayan lah, ga jatuh-jatuh amat! .
Nah untuk sekarang sudah ditemukan berbagai macam metode belajar berhitung yang praktis dan menyenangkan, mulailah orang mengenal Metode Sempoa yang berasal dari China, dengan belajar memahami angka-angka pada biji-biji sempoa, kemudian berkembang lagi penemuan terbaru yang lebih praktis dan efektif yaitu dengan Metode Kumon yang berasal dari Jepang, yaitu suatu metode hitung dengan menghafal biji-biji sempoa itu di dalam otak, sehingga proses hitung-menghitung jauh lebih cepat, dan kini ditemukan lagi sebuah Metode Hitung terbaru Matematika yaitu JARIMATIKA, penemunya adalah seorang Ibu Rumah Tangga asal Depok!!!! Subhanallah…
Apa itu JARIMATIKA?
Jari yah…. Jari! (tau kannnnn, alhamdulillah kita semua dikaruniai Jari-jari yang sehat dan lengkap jumlahnya) sedangkan Matika adalah singkatan dari Matematika, Nah kalau digabung definisi JARIMATIKA itu mempunyai arti Menghitung dengan metode Jari-jari kita. Loh…Apa hebatnya? bukankah menghitung pakai jari itu lumrah?..>Eits…tunggu dulu sobat! kalau sekarang Sobat hitung dan buka semua jari-jari kita jumlahnya adalah 10 buah (ada yang lebih gak???) tapi dengan Metode JARIMATIKA, jumlah jari kita yang 10 buah itu ‘disulap’ menjadi 99 jumlahnya, hm…keajaiban Asmaul Husna rupanya. Kok bisa? yah bisa donk! jadi Jari-jari kanan kita bernilai satuan, dan jari-jari di sebelah kiri kita bernilai Puluhan. Berikut Pemetaan Jari-jari ala Jarimatika :
Tangan Kanan (Satuan)
Jari telunjuk Nilainya adalah 1, kemudian tambah lagi dengan membuka jari disebelahnya yaitu Jari Kanan bernilai 2, Jari manis di urutan ke-3, Jari kelingking di urutan ke-4, kemudian (Nah ini perbedaannya) untuk Menyatakan angka 5, maka buka ibu jari kita seperti ini nah ini bernilai 5, kemudian Buka lagi jari telunjuk disamping Ibu jari tadi, maka nilainya menjadi 6, dibuka lagi seterusnya sampai semua kepalan tangan kita terbuka dan bernilai 9. (Yang paling tinggi 9)…
Nah untuk yang jari-jari di tangan kiri bernilai Puluhan, sama halnya seperti satuan tadi, tinggal ditambahi puluhan saja di belakangnya jadi, kalau kita membuka lebar-lebar ke- 10 jari kita maka totalnya adalah 90 (Jari kiri) dan 9 (jari kanan)…Gitu loh!!! Subhanallah…hebat kan?
Apa bedanya JARIMATIKA dengan SEMPOA atau KUMON????
Perbedaannya adalah terletak pada alat dan Memori otak!, Jika pada metode Sempoa atau Kumon, kita butuh alat hitung terlebih dahulu (Sempoa) dan lalu menghafalkan biji2 sempoa tadi di otak kita, maka yang terjadi adalah pembebanan Memori Otak!.
Sedangkan keunggulan Jarimatika adalah :
* Tidak memerlukan alat hitung, karena sudah dianugerahi oleh ALLAH SWT, Gratis Euy!
* Praktis dan selalu dibawa kemana-mana
* Dijamin tidak akan Disita apalagi diambil sama Ibu/Bapak Guru, jika si anak ketahuan memakai Jari-jari sebagai alat hitungnya pada saat ujian
* Mudah dipelajari dan menyenangkan
* Tidak membebani Memori Otak si anak.
* Ilmu ini mudah dipelajari segala usia, minimal Anak usia 3 Tahun, dan lama belajarnya adalah 1 bulan saja! Kreatif Kan???
Tertarik untuk Belajar JARIMATIKA lebih lanjut??? Hubungi saya
ajah!
Sedangkan untuk kemitraan dan info lebih lengkap hubungi kami
Salah satu upaya mengubah prediksi peserta didik tentang pelajaran matematika susah yaitu dengan cara penanaman konsep berhitung pada anak usia sekolah dasar, misalnya penanaman konsep berhitung cepat dengan metode 10 jari tangan.
Sebagai pengetahuan dasar saya jelaskan cara-cara berhitung dengan metode 10 jari sebagai berikut:
Perkalian 6-10
1. Bukalah telapak kedua tangan anda
2. Ibu jari sebagai angka 6, Jari telunjuk sebagai angka 7, Jari tengah sebagai angka 8, Jari manis sebagai angka 9 dan jari kelingking sebagai angka 10
3. Misalkan perkalian 6 x 6 = ………………..
Caranya: Ibu jari tangan kiri & kanan dilipat
Jari yang tidak terlipat kiri dan kanan dikalikan (jari kiri 4 & jari kanan 4) jadi 4 x 4 = 16
Jari yang terlipat dijumlahkan (jari kiri 1 & jari kanan 1) jadi 1 + 1 = 2
Kemudian 2 ditambahkan pada puluhan angka 16 (2 + 1 = 3) sedangkan angka satuannya tetap 6.
Jadi hasil perkalian 6 x 6 = 36
4. Misal perkalian 6 x 7 =………………….
Caranya: Lipatlah ibu jari sebelah kanan sebagai angka 6, lipatlah ibu jari dan telunjuk sebelah kanan sebagai angka 7. Jari kiri yang tidak terlipat ada 4 sedangkan jari kanan yang tidak terlipat ada 3, kemudian dikalikan (4 x 3 = 12) Jari kiri yang terlipat ada 1 sedangkan jari kanan yang terlipat ada 2, kemudian dijumlahkan (1 + 2 = 3) Jumlahkan angka 3 ke puluhan angka 12 (1 + 3 = 4) sedangkan satuan angka 12 tetap 2. Jadi perkalian 6 x 7 = 42
Mudahkan!!! silahkan mencoba
1 s/d 10
Kenalilah jari-jari anda yaitu dengan cara:hitung dari ibu jari kiri dimulai dengan 1 diakhiri 10 tepat ibu jari kanan anda
Contoh perkalian: 1 x 9
Langkah-langkah:
Bukalah tangan menghadap anda
Lipatlah ibujari kiri anda (sebagai angka 1)
Sebelah kiri jari dilipat sebagai angka puluhan (dalam hal ini sebanyak 0 jari puluhan)
Sebelah kanan jari dilipat sebagai angka satuan (dalam hal ini sebanyak 9 jari satuan)
hasil 1 x 9 adalah 0 puluhan + 9 satuan
jadi 1 x 9 = 9
Contoh perkalian: 2 x 9
Langkah-langkah:
Bukalah tangan menghadap anda
Lipatlah telunjuk kiri anda (sebagai angka 2)
Sebelah kiri jari dilipat sebagai angka puluhan (dalam hal ini sebanyak 1 jari puluhan)
Sebelah kanan jari dilipat sebagai angka satuan (dalam hal ini sebanyak 8 jari satuan)
hasil 2 x 9 adalah 1 puluhan + 8 satuan
jadi 2 x 9 = 18
Contoh perkalian: 3 x 9
Langkah-langkah:
Bukalah tangan menghadap anda
Lipatlah jari tengah kiri anda (sebagai angka 3)
Sebelah kiri jari dilipat sebagai angka puluhan (dalam hal ini sebanyak 2 jari puluhan)
Sebelah kanan jari dilipat sebagai angka satuan (dalam hal ini sebanyak 7 jari satuan)
hasil 3 x 9 adalah 2 puluhan + 7 satuan
jadi 3 x 9 = 27
Contoh perkalian: 4 x 9
Langkah-langkah:
Bukalah tangan menghadap anda
Lipatlah jari manis kiri anda (sebagai angka 4)
Sebelah kiri jari dilipat sebagai angka puluhan (dalam hal ini sebanyak 3 jari puluhan)
Sebelah kanan jari dilipat sebagai angka satuan (dalam hal ini sebanyak 6 jari satuan)
hasil 4 x 9 adalah 3 puluhan + 6 satuan
jadi 4 x 9 = 36
Contoh perkalian: 5 x 9
Langkah-langkah:
Bukalah tangan menghadap anda
Lipatlah jari kelingking kiri anda (sebagai angka 5)
Sebelah kiri jari dilipat sebagai angka puluhan (dalam hal ini sebanyak 4 jari puluhan)
Sebelah kanan jari dilipat sebagai angka satuan (dalam hal ini sebanyak 5 jari satuan)
hasil 5 x 9 adalah 4 puluhan + 5 satuan
jadi 5 x 9 = 45
Contoh perkalian: 6 x 9
Langkah-langkah:
Bukalah tangan menghadap anda
Lipatlah jari kelingking kanan anda (sebagai angka 6)
Sebelah kiri jari dilipat sebagai angka puluhan (dalam hal ini sebanyak 5 jari puluhan)
Sebelah kanan jari dilipat sebagai angka satuan (dalam hal ini sebanyak 4 jari satuan)
hasil 6 x 9 adalah 5 puluhan + 4 satuan
jadi 6 x 9 = 54
Contoh perkalian: 7 x 9
Langkah-langkah:
Bukalah tangan menghadap anda
Lipatlah jari manis kanan anda (sebagai angka 7)
Sebelah kiri jari dilipat sebagai angka puluhan (dalam hal ini sebanyak 6 jari puluhan)
Sebelah kanan jari dilipat sebagai angka satuan (dalam hal ini sebanyak 3 jari satuan)
hasil 7 x 9 adalah 6 puluhan + 3 satuan
jadi 7 x 9 = 63
Contoh perkalian: 8 x 9
Langkah-langkah:
Bukalah tangan menghadap anda
Lipatlah jari tengah kanan anda (sebagai angka 8)
Sebelah kiri jari dilipat sebagai angka puluhan (dalam hal ini sebanyak 7 jari puluhan)
Sebelah kanan jari dilipat sebagai angka satuan (dalam hal ini sebanyak 2 jari satuan)
hasil 8 x 9 adalah 7 puluhan + 2 satuan
jadi 8 x 9 = 72
Contoh perkalian: 9 x 9
Langkah-langkah:
Bukalah tangan menghadap anda
Lipatlah jari telunjuk kanan anda (sebagai angka 9)
Sebelah kiri jari dilipat sebagai angka puluhan (dalam hal ini sebanyak 8 jari puluhan)
Sebelah kanan jari dilipat sebagai angka satuan (dalam hal ini sebanyak 1 jari satuan)
hasil 9 x 9 adalah 8 puluhan + 1 satuan
jadi 9 x 9 = 81
Contoh perkalian: 10 x 9
Langkah-langkah:
Bukalah tangan menghadap anda
Lipatlah ibu jari kanan anda (sebagai angka 10)
Sebelah kiri jari dilipat sebagai angka puluhan (dalam hal ini sebanyak 9 jari puluhan)
Sebelah kanan jari dilipat sebagai angka satuan (dalam hal ini sebanyak 0 jari satuan)
hasil 10 x 9 adalah 9 puluhan + 0 satuan
jadi 10 x 9 = 90
Perkalian 11 s/d 15 dengan jari tangan
Ikuti langkah-langkah berikut ini:
Genggamlah kedua tangan menghadap anda
Hitunglah dari kelingking secara bersama-sama kedua tangan anda dimulai dengan 11 s/d 15 berakhir di ibu jari (pada saat menghitung jari tangan dibuka)
Satu jari terbuka sebagai puluhan diartikan 10
RUMUS PERKALIAN 11 s/d 15
100 + (A1+A2) + A x B
Angka 100 konstan (tetap)
A1 dan A2 jari terbuka sebagai puluhan (dijumlahkan)
A dan B jari terbuka sebagai satuan (dikalikan)
Contoh perkalian 11 x 11
Tangan digenggam menghadap anda
Bukalah kelingking tangan kiri (sebagai angka 11) dan kelingking tangan kanan anda (sebagai angka 11)
Tangan kiri terbuka 1 “A” (sebagai angka 10 “A1“) & tangan kanan terbuka 1 “B” (sebagai angka 10 “A2“)
hasilnya 100 + (10 + 10) + (1 x 1) = 121
Contoh perkalian 11 x 12
Tangan digenggam menghadap anda
Bukalah kelingking tangan kiri (sebagai angka 11) dan kelingking & jari manis tangan kanan anda (sebagai angka 12)
Tangan kiri terbuka 1 “A” (sebagai angka 10 “A1“) & tangan kanan terbuka 2 “B” (sebagai angka 20 “A2“)
hasilnya 100 + (10 + 20) + (1 x 2) = 132
Contoh perkalian 15 x 13
Tangan digenggam menghadap anda
Bukalah kelima jari tangan kiri (sebagai angka 15) dan kelingking, jari manis, jari tengah tangan kiri anda (sebagai angka 13)
Tangan kiri terbuka 5 “A” (sebagai angka 50 “A1“) & tangan kanan terbuka 3 “B” (sebagai angka 30 “A2“)
hasilnya 100 + (50 + 30) + (5 x 3) = 195
Perkalian 16 s/d 20 dengan jari tangan
Ikuti langkah-langkah berikut ini:
Genggamlah kedua tangan menghadap anda
Hitunglah dari kelingking secara bersama-sama kedua tangan anda dimulai dengan 16 s/d 20 berakhir di ibu jari (pada saat menghitung jari tangan dibuka)
Satu jari terbuka sebagai puluhan diartikan 10
RUMUS PERKALIAN 11 s/d 15
200 + 2(A1+A2) + A x B
Angka 200 konstan (tetap)
A1 dan A2 jari terbuka sebagai puluhan (dijumlahkan)
A dan B jari terlipat sebagai satuan (dikalikan)
Contoh perkalian 16 x 19
Tangan digenggam menghadap anda
Bukalah kelingking tangan kiri (sebagai angka 16) dan kelingking,jari manis,tengah & telunjuk tangan kanan anda (sebagai angka 19)
Tangan kiri terbuka 1 “A” (sebagai angka 10 “A1“) & tangan kanan terbuka 4 “B” (sebagai angka 40 “A2“)
hasilnya 200 + 2(10 + 40) + (1 x 4) = 304
Contoh perkalian 19 x 20
Tangan digenggam menghadap anda
Bukalah kelingking, jarimanis, tengah & telunjuk pada tangan kiri (sebagai angka 19) dan jari tangan kanan tebuka semua (sebagai angka 20)
Tangan kiri terbuka 4 “A” (sebagai angka 40 “A1“) & tangan kanan terbuka 5 “B” (sebagai angka 20 “A2“)
hasilnya 200 + 2(40 + 50) + (1 x 0) = 380
Contoh perkalian 18 x 17
Tangan digenggam menghadap anda
Bukalah kelingking, jarimanis & jari tengah tangan kiri (sebagai angka 18) dan kelingking & jari manis tangan kiri anda (sebagai angka 17)
Tangan kiri terbuka 3 “A” (sebagai angka 30 “A1“) & tangan kanan terbuka 2 “B” (sebagai angka 20 “A2“)
hasilnya 200 + 2(30 + 20) + (2 x 3) = 306
Contoh perkalian 16 x 16
Tangan digenggam menghadap anda
Bukalah kelingking tangan kiri (sebagai angka 16) dan kelingking tangan kiri anda (sebagai angka 16)
Tangan kiri terbuka 1 “A” (sebagai angka 10 “A1“) & tangan kanan terbuka 1 “B” (sebagai angka 10 “A2“)
hasilnya 200 + 2(10 + 10) + (4 x 4) = 306
hitung jari cepat contoh 13 x 17
Posted on Maret 23, 2009 | 84 Komentar
Saya hanya heran mengapa hari ini banyak orang mengunjungi blog saya dengan kata kunci dari search engine: “hitung jari cepat contoh 13 x 17″.
Ada apa dengan perkalian 13×17?
Ada apa dengan hitung jari cepat?
Apakah ada hubungannya dengan sempoa jari, jarimatika, jari aritmatika, matematika jari atau yang sejenisnya?
Baiklah saya ingin sedikit berbagi tentang perkalian cepat hitung jari 13 x 17.
1. Cara paling cepat menyelesaikan 13×17 dengan jari kita adalah gunakan jari untuk memencet tombol yang paling tepat pada kalkulator (atau HP atau komputer). Kita akan segera memperoleh hasilnya. Bagaimana jika tidak tersedia kalkulator? Bagaimana jika tidak diijinkan menggunakan kalkulator?
2. Gunakan jari Anda untuk menggerak-gerakan biji-biji sempoa yang tepat. Dengan latihan yang konsisten – mungkin perlu waktu beberapa minggu – akan dapat menyelesaikan perkalian 13×17. Bagaimana jika tidak diijinkan memakai sempoa? Bagaimana jika saya tidak sabar belajar sempoa yang perlu waktu cukup lama?
3. Gunakan rumus-rumus sempoa jari, jari aritmatika, jarimatika, atau yang sejenisnya. Biasanya, untuk perkalian kita akan mengenal beberapa rumus khusus misal perkalian 6 sampai dengan 10, lalu perkalian 11 sampai dengan 15, lalu perkalian 16 sampai dengan 20. Untuk menguasainya mungkin Anda perlu waktu beberapa minggu – mohon bersabar. Itu pun Anda belum menjawab 13×17. Karena 13 masuk kelompok 11 sampai dengan 15 sedangkan 17 masuk kelompok 16 sampai dengan 20. Jangan khawatir, dengan belajar tekun Anda akan berhasil menguasainya.
Bagaimana jika saya tidak sabar untuk belajar begitu lama? Namanya belajar memang harus sabar sampai tercapainya tujuan, bukankah begitu?
4. Mengapa repot-repot sih? Gunakan saja jari-jari kita untuk memegang pensil. Lalu hitung dengan algoritma AlKhawaritzmi bersusun seperti biasa:
13
17
—x
Pasti akan kita peroleh hasilnya kan?
Bagaimana bila saya tidak mau dengan cara yang biasa?
Saya ingin cara yang baru.
5. Bahkan Anda tidak perlu menggunakan jari. Cukup gunakan imajinasi Anda. 13×17 = …
1×2 = 2
3×7 = 21
Jawab: 221 (Selesai!?)
Contoh lain:
23×27 = …
2×3 = 6
3×7 = 21
Jawab: 621
33×37 = …
3×4 = 12
3×7 = 21
Jawab: 1221
43×47 = …
53×57 = ….
6. Dan lain-lain.
Tentu masih banyak cara untuk menyelesaikan perkalian 13×17.
Berpetualanglah…nikmati asyiknya berpetualang dengan matematika. Semangat petualangan matematika inilah yang terus kami kembangkan di APIQ: Inovasi Pembelajaran Matematika Kreatif.
matematika
Entri Terkini
JARIMATIKA
Jarimatika
PELUANG BISNIS
HITUNG CEPAT PART 4
Berhitung Cepat Part 3
METODE BERHITUNG CEPAT PART 2
METODE BERHITUNG CEPAT
Hello world!
Tautan
Bisnis Online Gratis
Vidio Pembelajaran Matematika
Blogroll
Duta Bisnis School
Vidio Pembelajaran Matematika
WordPress.com
WordPress.org
koleksi
Dangdut Midi
Duta Bisnis School
Koleksi Midi
Vidio Pembelajaran Matematika
Multimedia
Barisan dan deret
Duta Bisnis School
Metode hitung cepat
Vidio Berhitung dengan jari
Vidio Pembelajaran Matematika
Vidio Trik Hitung cepat
PAKET SOAL UN
Paket A soal matematika
PAKET SOAL
PELUANG BISNIS "DBS"
Duta Bisnis School
Vidio Pembelajaran Matematika
Powerpoint matematika
Duta Bisnis School
Tambah Dasar
Vidio Pembelajaran Matematika
Program Aplikasi
Belajar Berhitung
Belajar Perkalian
Duta Bisnis School
Vidio Pembelajaran Matematika
Rumus-Rumus
Duta Bisnis School
Rumus matematika
Statistik
Vidio Pembelajaran Matematika
Situs lain
Duta Bisnis School
Internet GPRS
SEO
Vidio Pembelajaran Matematika
Soal & Pembahasan Matematika
Barisan & Deret
Dimensi Tiga
Duta Bisnis School
Eksponen
Fungsi Komposisi
Fungsi Kuadrat
Integral
Integral Volume & Luas
Limit Fungsi
Lingkaran IPA
Matriks
Peluang
Persamaan Eksponen
Persamaan Garis
Persamaan Lingkaran
Strategi jitu UN
Suku Banyak
Tekhnik Pengintegralan
Vidio Pembelajaran Matematika
JARIMATIKA
Jarimatika
PELUANG BISNIS
HITUNG CEPAT PART 4
Berhitung Cepat Part 3
METODE BERHITUNG CEPAT PART 2
METODE BERHITUNG CEPAT
Hello world!
Tautan
Bisnis Online Gratis
Vidio Pembelajaran Matematika
Blogroll
Duta Bisnis School
Vidio Pembelajaran Matematika
WordPress.com
WordPress.org
koleksi
Dangdut Midi
Duta Bisnis School
Koleksi Midi
Vidio Pembelajaran Matematika
Multimedia
Barisan dan deret
Duta Bisnis School
Metode hitung cepat
Vidio Berhitung dengan jari
Vidio Pembelajaran Matematika
Vidio Trik Hitung cepat
PAKET SOAL UN
Paket A soal matematika
PAKET SOAL
PELUANG BISNIS "DBS"
Duta Bisnis School
Vidio Pembelajaran Matematika
Powerpoint matematika
Duta Bisnis School
Tambah Dasar
Vidio Pembelajaran Matematika
Program Aplikasi
Belajar Berhitung
Belajar Perkalian
Duta Bisnis School
Vidio Pembelajaran Matematika
Rumus-Rumus
Duta Bisnis School
Rumus matematika
Statistik
Vidio Pembelajaran Matematika
Situs lain
Duta Bisnis School
Internet GPRS
SEO
Vidio Pembelajaran Matematika
Soal & Pembahasan Matematika
Barisan & Deret
Dimensi Tiga
Duta Bisnis School
Eksponen
Fungsi Komposisi
Fungsi Kuadrat
Integral
Integral Volume & Luas
Limit Fungsi
Lingkaran IPA
Matriks
Peluang
Persamaan Eksponen
Persamaan Garis
Persamaan Lingkaran
Strategi jitu UN
Suku Banyak
Tekhnik Pengintegralan
Vidio Pembelajaran Matematika
Sabtu, 24 Maret 2012
CARA MENJADI PRIBADI YANG MEMPESONA
Inilah 19 rahasia menjadi pribadi penuh pesona yang kami kembangkan dari pemikiran dr. Yul Iskandar, DSJ., MBAP.,MASRS., PhD. pendiri Yayasan Dharma Graha. Selamat mengikuti!
1. Berubahlah dengan waktu dan tempat !
Jangan selalu menuruti perasaan negatif, seperti: merasa bosan, lelah, jenuh, tersiksa dengan tempat atau masa lalu. Tersenyumlah, dan dunia akan tersenyum bersama anda! Menangislah, dan anda akan menangis sendirian! Mutiara kata ini mengisyaratkan agar kita selalu berbahagia dimana pun kita berada dan kapan pun.
Jika kita merasa sebagai orang yang paling sedih atau menderita di dunia ini, yakinlah bahwa masih banyak orang lain yang lebih menderita daripada kita.
2. Carilah kenalan, teman, sahabat, relasi sebanyak-banyaknya !
Sering-seringlah bepergian, menjelajahi dunia. Semakin sering anda bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang, maka kepribadian anda akan semakin matang tanpa anda sadari.
3. Cintailah orang lain seperti mencintai diri sendiri.
Dengan cinta, hidup menjadi indah, persahabatan menjadi
langgeng, dan silaturahmi tetap terbina. Tentunya cinta yang diberikan secara tulus tanpa pamrih, tanpa mengharap balasan kecuali dari Allah semata.
4. Hargailah dan nikmatilah alam.
Dengan menghargai alam, jiwa menjadi tenang. Dengan menikmati alam hati menjadi senang. Temukanlah rahasia sesuatu itu tampak menarik, misalnya: bunga yang mekar, surya yang bersinar, sawah yang terhampar.
http://id-blogku.blogspot.com/2012/03/20-cara-menjadi-pribadi-yang-mempesona.html
5. Hargailah orang lain.
Misalnya dengan cara membuatnya bahagia, tersenyum, tertawa, memberi pujian yang tulus. Membahagiakan orang lain akan membuatnya membahagiakan kita di saat yang tak terduga, percayalah!
6. Jaga tingkah laku.
Banyaklah mendengarkan dan berpikir daripada berbicara, kecuali bila waktunya untuk berbicara. Dengan menjaga lisan dan perbuatan kita, berarti setengah pertempuran hidup telah kita menangkan.
7. Jangan kekanak-kanakan.
Sikap dewasa menunjukkan kepribadian yang kuat dan mempesona. Betapa banyak orang tua yang bahkan belum dewasa! Salah satu tanda kedewasaan seseorang antara lain adalah dari sikap, tutur kata, dan caranya di dalam mengambil keputusan secara arif dan bijaksana.
8. Jangan mencari kesalahan orang lain.
Hidup kita terlalu singkat untuk melakukan hal ini.
9. Jangan rendah diri.
Sudah seharusnyalah kita menerima dan memperbaiki kekurangan kita tanpa pernah merasa minder atau kecil di depan orang lain. Percayalah, tidak seorang manusia pun yang sempurna di muka bumi ini!
10. Jangan sombong.
Ketahuilah bahwa selalu ada yang lebih daripada kita. Kesombongan menandakan kekosongan.
11. Kembangkan minat pada berbagai hal.
Jangan membatasi diri anda, perluas bakat, minat, kemampuan, pengetahuan, dan keahlian anda. Memiliki satu keahlian atau spesialisasi akan terasa lebih baik dan sempurna jika ditunjang dengan keahlian dalam bidang yang lainnya, sehingga anda akan semakin "bersinar" dan penuh pesona.
12. Selalu baik pada orang lain.
Jangan pernah merasa dendam sekalipun kepada orang lain, bahkan kepada mereka yang pernah menyakiti kita. Cintailah yang di bumi, niscaya yang di langit akan mencintaimu.
13. Selalu belajar.
Semakin sering anda belajar, maka semakin banyak yang anda ketahui. Ilmu ini dapat menjadi lahan amal bagi anda, sehingga anda merasakan nikmatnya berbagi dan indahnya ilmu.
14. Selalu mengikuti informasi dan perkembangan terkini tentang apapun.
Dengan banyak mengetahui hal yang paling baru, maka anda akan tampil semakin percaya diri dan penuh pesona. Semakin banyak hal baru yang anda tahu, maka akan semakin banyak pula yang mencari dan mengejar anda...yakinlah!
15. Selalu tegap, sigap, dan siap.
Posisi atau postur tubuh anda di dalam berkomunikasi dengan orang lain akan mengungkapkan siapa diri anda yang sebenarnya. Oleh karenanya, milikilah rencana, target, dan strategi (persiapan) yang matang dan semangat yang tak pernah pudar!
http://id-blogku.blogspot.com/2012/03/20-cara-menjadi-pribadi-yang-mempesona.html
16. Selalu tersenyum pada orang lain.
Orang akan lebih senang melihat wajah yang dihiasi senyuman daripada wajah yang selalu disertai ratapan atau keluhan.
17. Senang bekerja sama dengan orang lain.
Inilah yang membuat jaringan (network) kita semakin luas, erat, dan kuat.
18. Senang menolong orang lain.
Dengan gemar menolong orang lain, maka pada hakikatnya kita menolong diri kita sendiri. Semakin banyak orang yang kita tolong, maka akan semakin sering pula kita ditolong oleh Allah dengan cara-Nya yang tak terduga.
http://id-blogku.blogspot.com/2012/03/20-cara-menjadi-pribadi-yang-mempesona.html
19. Terimalah nasib apa adanya.
Tetaplah tenang dan tabah, ingatlah bahwa "badai pasti berlalu" dan "roda itu berputar". Jangan suka mengeluh, menggerutu, atau bahkan mencaci-maki nasib. Jangan sampai berkata atau menganggap bahwa Allah itu tidak adil! Justru di sinilah letak keadilan-Nya.
CARA MENDEKATI CEWEK
1. Jadilah Pria yang Jujur
Sebagai seorang pria, Anda mungkin pernah mendengar lebih dari sebuah nasihat tentang cara untuk menerobos keluar dari dinding pemalu dan melibatkan perempuan dalam jawaban yg tepat cerdas. Tentu, ini suka berteman bisa berarti baik, tetapi mereka sering lupa bahwa itu tidak mudah untuk mengubah siapa Anda. Anggap saja dalam hal basket. Jika tim Anda tidak memiliki tinggi badan, Anda tidak berulang kali mencoba untuk masuk ke dalam. Tidak, Anda menggunakan kecepatan Anda, passing dan shooting luar untuk mengalahkan kompetisi. Sama halnya dengan kencan: bermain sampai kekuatan Anda, dan Anda akan meningkatkan peluang Anda untuk sukses romantis. Berikut adalah cara untuk melakukan hal itu.
2. Memberi Bantuan
Pastikan untuk memilih topik yang wanita akan merasa bahwa mereka dapat menawarkan bantuan. Dan anda akan menjadi pahlawanya hari ini.
3. Pilih Tempat
Ini jauh lebih mudah untuk bertemu dan berbicara dengan perempuan di tempat-tempat di mana ada sesuatu untuk dibicarakan. Itu sebabnya orang pemalu mungkin akan lebih baik melewatkan klub malam khas Anda atau kafe dan menghadiri tempat dengan percakapan-layak sekitarnya, namun lebih baik jika waktu dan tempat yang lebih indah dan romantis.
4. Hanya Menambahkan Tanda Tanya
Anda mulai mengenal wanita ini dan tiba-tiba Anda tidak bisa memikirkan harus berkata apa. Berikut ini adalah solusi yang mudah. Cobalah bertanya walaupun itu tak penting bagi anda karena hanya sekedar membuka pembicaraan saja.
5. Bawa Wingman/mak comlang Terbaik
Ada orang yang dapat membantu Anda bertemu perempuan ... dan ada pria yang akan melakukan hal yang sebaliknya.
6. Ambil Bertindak atau Kelas Improv
Pertemuan pertama sangat mirip dengan audisi. Dia memainkan perannya; Anda bermain Anda. Dan lebih nyaman dan mampu Anda, semakin baik Anda akan selama pertemuan ini.
7. Mendengarkan dgn perhatian
Apa konsep baru ini! Alih-alih berfokus pada "Apa yang akan saya katakan selanjutnya?" Atau "Bagaimana aku akan membuatnya tertawa?" Hanya memperhatikan apa yang dia bicarakan, dan kemungkinan besar bahwa Anda akan datang dengan respon yang relevan.
8. Mencari Yin untuk Anda Yang
Jika Anda tidak banyak pembicara, seseorang yang yak badai yang mungkin suka menghabiskan waktu dengan Anda. Anda tahu lama "berlawanan menarik" pepatah. Dan bagaimana Katy Perry gumam tentang dirinya Jadilah audiens terbaik yang pernah "potongan puzzle yang hilang.", Dan mempercayai kami, dia akan terus datang kembali untuk lebih.
Rating: 4.5
Senin, 19 Maret 2012
perkalian 9 jari
PERKALIAN SEMBILAN DENGAN JARI
1 s/d 10
Kenalilah jari-jari anda yaitu dengan cara:hitung dari ibu jari kiri dimulai dengan 1 diakhiri 10 tepat ibu jari kanan anda
Contoh perkalian: 1 x 9
Langkah-langkah:
1. Bukalah tangan menghadap anda
2. Lipatlah ibujari kiri anda (sebagai angka 1)
3. Sebelah kiri jari dilipat sebagai angka puluhan (dalam hal ini sebanyak 0 jari puluhan)
4. Sebelah kanan jari dilipat sebagai angka satuan (dalam hal ini sebanyak 9 jari satuan)
5. hasil 1 x 9 adalah 0 puluhan + 9 satuan
6. jadi 1 x 9 = 9
Contoh perkalian: 2 x 9
Langkah-langkah:
1. Bukalah tangan menghadap anda
2. Lipatlah telunjuk kiri anda (sebagai angka 2)
3. Sebelah kiri jari dilipat sebagai angka puluhan (dalam hal ini sebanyak 1 jari puluhan)
4. Sebelah kanan jari dilipat sebagai angka satuan (dalam hal ini sebanyak 8 jari satuan)
5. hasil 2 x 9 adalah 1 puluhan + 8 satuan
6. jadi 2 x 9 = 18
Contoh perkalian: 3 x 9
Langkah-langkah:
1. Bukalah tangan menghadap anda
2. Lipatlah jari tengah kiri anda (sebagai angka 3)
3. Sebelah kiri jari dilipat sebagai angka puluhan (dalam hal ini sebanyak 2 jari puluhan)
4. Sebelah kanan jari dilipat sebagai angka satuan (dalam hal ini sebanyak 7 jari satuan)
5. hasil 3 x 9 adalah 2 puluhan + 7 satuan
6. jadi 3 x 9 = 27
Contoh perkalian: 4 x 9
Langkah-langkah:
1. Bukalah tangan menghadap anda
2. Lipatlah jari manis kiri anda (sebagai angka 4)
3. Sebelah kiri jari dilipat sebagai angka puluhan (dalam hal ini sebanyak 3 jari puluhan)
4. Sebelah kanan jari dilipat sebagai angka satuan (dalam hal ini sebanyak 6 jari satuan)
5. hasil 4 x 9 adalah 3 puluhan + 6 satuan
6. jadi 4 x 9 = 36
Contoh perkalian: 5 x 9
Langkah-langkah:
1. Bukalah tangan menghadap anda
2. Lipatlah jari kelingking kiri anda (sebagai angka 5)
3. Sebelah kiri jari dilipat sebagai angka puluhan (dalam hal ini sebanyak 4 jari puluhan)
4. Sebelah kanan jari dilipat sebagai angka satuan (dalam hal ini sebanyak 5 jari satuan)
5. hasil 5 x 9 adalah 4 puluhan + 5 satuan
6. jadi 5 x 9 = 45
Contoh perkalian: 6 x 9
Langkah-langkah:
1. Bukalah tangan menghadap anda
2. Lipatlah jari kelingking kanan anda (sebagai angka 6)
3. Sebelah kiri jari dilipat sebagai angka puluhan (dalam hal ini sebanyak 5 jari puluhan)
4. Sebelah kanan jari dilipat sebagai angka satuan (dalam hal ini sebanyak 4 jari satuan)
5. hasil 6 x 9 adalah 5 puluhan + 4 satuan
6. jadi 6 x 9 = 54
Contoh perkalian: 7 x 9
Langkah-langkah:
1. Bukalah tangan menghadap anda
2. Lipatlah jari manis kanan anda (sebagai angka 7)
3. Sebelah kiri jari dilipat sebagai angka puluhan (dalam hal ini sebanyak 6 jari puluhan)
4. Sebelah kanan jari dilipat sebagai angka satuan (dalam hal ini sebanyak 3 jari satuan)
5. hasil 7 x 9 adalah 6 puluhan + 3 satuan
6. jadi 7 x 9 = 63
Contoh perkalian: 8 x 9
Langkah-langkah:
1. Bukalah tangan menghadap anda
2. Lipatlah jari tengah kanan anda (sebagai angka 8)
3. Sebelah kiri jari dilipat sebagai angka puluhan (dalam hal ini sebanyak 7 jari puluhan)
4. Sebelah kanan jari dilipat sebagai angka satuan (dalam hal ini sebanyak 2 jari satuan)
5. hasil 8 x 9 adalah 7 puluhan + 2 satuan
6. jadi 8 x 9 = 72
Contoh perkalian: 9 x 9
Langkah-langkah:
1. Bukalah tangan menghadap anda
2. Lipatlah jari telunjuk kanan anda (sebagai angka 9)
3. Sebelah kiri jari dilipat sebagai angka puluhan (dalam hal ini sebanyak 8 jari puluhan)
4. Sebelah kanan jari dilipat sebagai angka satuan (dalam hal ini sebanyak 1 jari satuan)
5. hasil 9 x 9 adalah 8 puluhan + 1 satuan
6. jadi 9 x 9 = 81
Contoh perkalian: 10 x 9
Langkah-langkah:
1. Bukalah tangan menghadap anda
2. Lipatlah ibu jari kanan anda (sebagai angka 10)
3. Sebelah kiri jari dilipat sebagai angka puluhan (dalam hal ini sebanyak 9 jari puluhan)
4. Sebelah kanan jari dilipat sebagai angka satuan (dalam hal ini sebanyak 0 jari satuan)
5. hasil 10 x 9 adalah 9 puluhan + 0 satuan
6. jadi 10 x 9 = 90
1 s/d 10
Kenalilah jari-jari anda yaitu dengan cara:hitung dari ibu jari kiri dimulai dengan 1 diakhiri 10 tepat ibu jari kanan anda
Contoh perkalian: 1 x 9
Langkah-langkah:
1. Bukalah tangan menghadap anda
2. Lipatlah ibujari kiri anda (sebagai angka 1)
3. Sebelah kiri jari dilipat sebagai angka puluhan (dalam hal ini sebanyak 0 jari puluhan)
4. Sebelah kanan jari dilipat sebagai angka satuan (dalam hal ini sebanyak 9 jari satuan)
5. hasil 1 x 9 adalah 0 puluhan + 9 satuan
6. jadi 1 x 9 = 9
Contoh perkalian: 2 x 9
Langkah-langkah:
1. Bukalah tangan menghadap anda
2. Lipatlah telunjuk kiri anda (sebagai angka 2)
3. Sebelah kiri jari dilipat sebagai angka puluhan (dalam hal ini sebanyak 1 jari puluhan)
4. Sebelah kanan jari dilipat sebagai angka satuan (dalam hal ini sebanyak 8 jari satuan)
5. hasil 2 x 9 adalah 1 puluhan + 8 satuan
6. jadi 2 x 9 = 18
Contoh perkalian: 3 x 9
Langkah-langkah:
1. Bukalah tangan menghadap anda
2. Lipatlah jari tengah kiri anda (sebagai angka 3)
3. Sebelah kiri jari dilipat sebagai angka puluhan (dalam hal ini sebanyak 2 jari puluhan)
4. Sebelah kanan jari dilipat sebagai angka satuan (dalam hal ini sebanyak 7 jari satuan)
5. hasil 3 x 9 adalah 2 puluhan + 7 satuan
6. jadi 3 x 9 = 27
Contoh perkalian: 4 x 9
Langkah-langkah:
1. Bukalah tangan menghadap anda
2. Lipatlah jari manis kiri anda (sebagai angka 4)
3. Sebelah kiri jari dilipat sebagai angka puluhan (dalam hal ini sebanyak 3 jari puluhan)
4. Sebelah kanan jari dilipat sebagai angka satuan (dalam hal ini sebanyak 6 jari satuan)
5. hasil 4 x 9 adalah 3 puluhan + 6 satuan
6. jadi 4 x 9 = 36
Contoh perkalian: 5 x 9
Langkah-langkah:
1. Bukalah tangan menghadap anda
2. Lipatlah jari kelingking kiri anda (sebagai angka 5)
3. Sebelah kiri jari dilipat sebagai angka puluhan (dalam hal ini sebanyak 4 jari puluhan)
4. Sebelah kanan jari dilipat sebagai angka satuan (dalam hal ini sebanyak 5 jari satuan)
5. hasil 5 x 9 adalah 4 puluhan + 5 satuan
6. jadi 5 x 9 = 45
Contoh perkalian: 6 x 9
Langkah-langkah:
1. Bukalah tangan menghadap anda
2. Lipatlah jari kelingking kanan anda (sebagai angka 6)
3. Sebelah kiri jari dilipat sebagai angka puluhan (dalam hal ini sebanyak 5 jari puluhan)
4. Sebelah kanan jari dilipat sebagai angka satuan (dalam hal ini sebanyak 4 jari satuan)
5. hasil 6 x 9 adalah 5 puluhan + 4 satuan
6. jadi 6 x 9 = 54
Contoh perkalian: 7 x 9
Langkah-langkah:
1. Bukalah tangan menghadap anda
2. Lipatlah jari manis kanan anda (sebagai angka 7)
3. Sebelah kiri jari dilipat sebagai angka puluhan (dalam hal ini sebanyak 6 jari puluhan)
4. Sebelah kanan jari dilipat sebagai angka satuan (dalam hal ini sebanyak 3 jari satuan)
5. hasil 7 x 9 adalah 6 puluhan + 3 satuan
6. jadi 7 x 9 = 63
Contoh perkalian: 8 x 9
Langkah-langkah:
1. Bukalah tangan menghadap anda
2. Lipatlah jari tengah kanan anda (sebagai angka 8)
3. Sebelah kiri jari dilipat sebagai angka puluhan (dalam hal ini sebanyak 7 jari puluhan)
4. Sebelah kanan jari dilipat sebagai angka satuan (dalam hal ini sebanyak 2 jari satuan)
5. hasil 8 x 9 adalah 7 puluhan + 2 satuan
6. jadi 8 x 9 = 72
Contoh perkalian: 9 x 9
Langkah-langkah:
1. Bukalah tangan menghadap anda
2. Lipatlah jari telunjuk kanan anda (sebagai angka 9)
3. Sebelah kiri jari dilipat sebagai angka puluhan (dalam hal ini sebanyak 8 jari puluhan)
4. Sebelah kanan jari dilipat sebagai angka satuan (dalam hal ini sebanyak 1 jari satuan)
5. hasil 9 x 9 adalah 8 puluhan + 1 satuan
6. jadi 9 x 9 = 81
Contoh perkalian: 10 x 9
Langkah-langkah:
1. Bukalah tangan menghadap anda
2. Lipatlah ibu jari kanan anda (sebagai angka 10)
3. Sebelah kiri jari dilipat sebagai angka puluhan (dalam hal ini sebanyak 9 jari puluhan)
4. Sebelah kanan jari dilipat sebagai angka satuan (dalam hal ini sebanyak 0 jari satuan)
5. hasil 10 x 9 adalah 9 puluhan + 0 satuan
6. jadi 10 x 9 = 90
perkalian cepatddv
MATEMATIKA, ALJABAR, BERHITUNG, TRIK CEPAT BERHITUNG, ANGKA, NOMOR, PENJUMLAHAN, PEMBAGIAN, PERKALIAN, KUADRAT...
Bila ANDA pusing membaca kata-kata tersebut dan bingung bertemu soal dibawah ini :
1. 48 x 67 = ………… atau
2. 2187 / 36 = …………atau
3. 7 / 111 = ………… atau
4. (75)2 = ………… atau
5. 5% dari 444 = …………
BERAPA LAMA WAKTU YANG BISA ANDA KERJAKAN ………
BISAKAH BERHITUNG LEBIH CEPAT DARI KALKULATOR ………
Apakah ada cara mudah untuk berhitung ?
Saya yakin ANDA pernah menanyakan hal ini setidaknya sekali dalam hidup ANDA. Pernahkah ANDA membayangkan mengapa sebagian orang sangat pandai dengan angka sementara yang lain menemukan kesulitan untuk menjumlahkan angka dengan benar.
Tetap tenang dan tersenyumlah !
Karena kami akan memberitahukan sebuah rahasia Matematika Kilat.
Sebelum melangkah lebih lanjut, Kami beritahu ANDA sebuah fakta menarik tentang pikiran kita. Pikiran manusia dirancang untuk sangat malas (Setuja nggak ??) Hal ini membuat pikiran bekerja sangat efisien.
Bingung ? Lanjutkan ya.
Bila ANDA pusing membaca kata-kata tersebut dan bingung bertemu soal dibawah ini :
1. 48 x 67 = ………… atau
2. 2187 / 36 = …………atau
3. 7 / 111 = ………… atau
4. (75)2 = ………… atau
5. 5% dari 444 = …………
BERAPA LAMA WAKTU YANG BISA ANDA KERJAKAN ………
BISAKAH BERHITUNG LEBIH CEPAT DARI KALKULATOR ………
Apakah ada cara mudah untuk berhitung ?
Saya yakin ANDA pernah menanyakan hal ini setidaknya sekali dalam hidup ANDA. Pernahkah ANDA membayangkan mengapa sebagian orang sangat pandai dengan angka sementara yang lain menemukan kesulitan untuk menjumlahkan angka dengan benar.
Tetap tenang dan tersenyumlah !
Karena kami akan memberitahukan sebuah rahasia Matematika Kilat.
Sebelum melangkah lebih lanjut, Kami beritahu ANDA sebuah fakta menarik tentang pikiran kita. Pikiran manusia dirancang untuk sangat malas (Setuja nggak ??) Hal ini membuat pikiran bekerja sangat efisien.
Bingung ? Lanjutkan ya.
perkalian cepatdd
http://id.wikipedia.org/wiki/Aritmetika_cepat
Aritmetika cepat
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
Aritmatika cepat adalah suatu kemampuan untuk menghitung operasi-operasi aritmatika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian dengan cepat tanpa bantuan kalkulator bahkan untuk bilangan-bilangan yang nilainya cukup besar.
Daftar isi
[sembunyikan]
• 1 Klasifikasi
o 1.1 Ofensif
o 1.2 Defensif
o 1.3 Menghibur
• 2 Metode horisontal
• 3 Contoh-contoh
o 3.1 Perkalian 9
o 3.2 Perkalian 11
o 3.3 Kuadrat bilangan puluhan berakhir angka 5
o 3.4 Perkalian dan pembagian dengan 10
• 4 Rujukan
[sunting] Klasifikasi
Kemampuan berhitung cepat dapat dibagi ke dalam tiga kategori besar, yaitu:
[sunting] Ofensif
Kategori ini bertujuan untuk mendapatkan hasil dengan cepat, contoh:
perhitungan itu dapat diselesaikan dengan mengetahui bahwa
dan
sehingga
[sunting] Defensif
Kategori ini bertujuan secara cepat memeriksa apakah hasil perhitungan benar atau tidak, sebagai contoh:
Apakah jawaban ini benar? Jawaban tersebut tidak benar karena bilangan 18 habis dibagi 9 dan hasil perkalian dengan 18 juga harus habis dibagi 9. Akan tetapi 1538 tidak habis dibagi 9, hal ini dapat langsung dibuktikan karena penjumlahan bilangan-bilangan pembentuk 1538 tidak habis dibagi sembilan.
BIlangan 17 tidak habis dibagi 9. Jawaban yang benar adalah 1638.
[sunting] Menghibur
Dalam kategori ini aritmatika cepat bertujuan memukau dengan kemampuan untuk mendapatkan suatu hasil sebanyak dengan hasil itu sendiri. Ilustrasi: Pikirkan bilangan tiga digit. Tuliskan kebalikannya (abc --> cba). Dari kedua bilangan itu (bilangan asal dan kebalikannya) kurangkan yang lebih besar dengan yang lebih kecil. Tunjukkan dua digit pertama dari hasil pengurangan tersebut. Digit yang tersisa dapat ditampilkan/ditebak atas informasi ini..
[sunting] Metode horisontal
Metode horisontal adalah ilmu hitung dasar baru yang merupakan perkembangan lebih lanjut dari metode tradisional/vertikal dan sempoa. Secara umum konsep yang mendasari baik metode horisontal dan metode sempoa adalah sama yaitu konsep asosiasi posisi.
Sebagai contoh:
708^2 = (7^2|| 2*7*8|| 8^2) = (49|| 112 || 64 ) = (49+1 || 12 || 64) = 501264
[sunting] Contoh-contoh
Beberapa contoh perhitungan aritmatika cepat, misalnya:
Perkalian 9.
[sunting] Perkalian 9
Dalam rentang 0 x 9 sampai 9 x 9 dapat dengan cepat diperiksa digit-digitnya apakah hasil yang diperoleh benar. Selain itu dengan menggunakan jari tangan dapat langsung divisualisasikan perkalian dengan sembilan.
[sunting] Perkalian 11
Perkalian bilangan dari 10 hingga 99 dengan 11 dapat dengan cepat diketahui dengan menjumlahkan digitnya dan diletakkan di tengah-tengah kedua digit. Contoh untuk 23 × 11. Penjumlahan kedua digit menghasilkan 5, jadi hasil 23 × 11 adalah 253.
[sunting] Kuadrat bilangan puluhan berakhir angka 5
Bilangan-bilangan seperti 5, 15, 25, .., 95 dapat dengan mudah dihitung hasil kuadratnya dengan menggunakan pola
di mana A = 0, 1, .., 9. Sebagai contoh misalnya
[sunting] Perkalian dan pembagian dengan 10
Perkalian dengan 10 dapat dilakukan dengan mengeser koma ke arah kanan, sedangkan pembagian dengan 10 dengan menggeser koma ke arah kiri. Bila telah sampai ke ujung, tinggal ditambahkan digit 0.
[sunting] Rujukan
Aritmetika cepat
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
Aritmatika cepat adalah suatu kemampuan untuk menghitung operasi-operasi aritmatika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian dengan cepat tanpa bantuan kalkulator bahkan untuk bilangan-bilangan yang nilainya cukup besar.
Daftar isi
[sembunyikan]
• 1 Klasifikasi
o 1.1 Ofensif
o 1.2 Defensif
o 1.3 Menghibur
• 2 Metode horisontal
• 3 Contoh-contoh
o 3.1 Perkalian 9
o 3.2 Perkalian 11
o 3.3 Kuadrat bilangan puluhan berakhir angka 5
o 3.4 Perkalian dan pembagian dengan 10
• 4 Rujukan
[sunting] Klasifikasi
Kemampuan berhitung cepat dapat dibagi ke dalam tiga kategori besar, yaitu:
[sunting] Ofensif
Kategori ini bertujuan untuk mendapatkan hasil dengan cepat, contoh:
perhitungan itu dapat diselesaikan dengan mengetahui bahwa
dan
sehingga
[sunting] Defensif
Kategori ini bertujuan secara cepat memeriksa apakah hasil perhitungan benar atau tidak, sebagai contoh:
Apakah jawaban ini benar? Jawaban tersebut tidak benar karena bilangan 18 habis dibagi 9 dan hasil perkalian dengan 18 juga harus habis dibagi 9. Akan tetapi 1538 tidak habis dibagi 9, hal ini dapat langsung dibuktikan karena penjumlahan bilangan-bilangan pembentuk 1538 tidak habis dibagi sembilan.
BIlangan 17 tidak habis dibagi 9. Jawaban yang benar adalah 1638.
[sunting] Menghibur
Dalam kategori ini aritmatika cepat bertujuan memukau dengan kemampuan untuk mendapatkan suatu hasil sebanyak dengan hasil itu sendiri. Ilustrasi: Pikirkan bilangan tiga digit. Tuliskan kebalikannya (abc --> cba). Dari kedua bilangan itu (bilangan asal dan kebalikannya) kurangkan yang lebih besar dengan yang lebih kecil. Tunjukkan dua digit pertama dari hasil pengurangan tersebut. Digit yang tersisa dapat ditampilkan/ditebak atas informasi ini..
[sunting] Metode horisontal
Metode horisontal adalah ilmu hitung dasar baru yang merupakan perkembangan lebih lanjut dari metode tradisional/vertikal dan sempoa. Secara umum konsep yang mendasari baik metode horisontal dan metode sempoa adalah sama yaitu konsep asosiasi posisi.
Sebagai contoh:
708^2 = (7^2|| 2*7*8|| 8^2) = (49|| 112 || 64 ) = (49+1 || 12 || 64) = 501264
[sunting] Contoh-contoh
Beberapa contoh perhitungan aritmatika cepat, misalnya:
Perkalian 9.
[sunting] Perkalian 9
Dalam rentang 0 x 9 sampai 9 x 9 dapat dengan cepat diperiksa digit-digitnya apakah hasil yang diperoleh benar. Selain itu dengan menggunakan jari tangan dapat langsung divisualisasikan perkalian dengan sembilan.
[sunting] Perkalian 11
Perkalian bilangan dari 10 hingga 99 dengan 11 dapat dengan cepat diketahui dengan menjumlahkan digitnya dan diletakkan di tengah-tengah kedua digit. Contoh untuk 23 × 11. Penjumlahan kedua digit menghasilkan 5, jadi hasil 23 × 11 adalah 253.
[sunting] Kuadrat bilangan puluhan berakhir angka 5
Bilangan-bilangan seperti 5, 15, 25, .., 95 dapat dengan mudah dihitung hasil kuadratnya dengan menggunakan pola
di mana A = 0, 1, .., 9. Sebagai contoh misalnya
[sunting] Perkalian dan pembagian dengan 10
Perkalian dengan 10 dapat dilakukan dengan mengeser koma ke arah kanan, sedangkan pembagian dengan 10 dengan menggeser koma ke arah kiri. Bila telah sampai ke ujung, tinggal ditambahkan digit 0.
[sunting] Rujukan
prestasi
http://dasar-teori.blogspot.com/2011/10/pengertian-prestasi-belajar-matematika.html
Kamis, 20 Oktober 2011
Pengertian Prestasi Belajar Matematika
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005: 723) disebutkan bahwa, “Matematika adalah ilmu tentang bilangan-bilangan, hubungan antara bilangan dan prosedur operasional yang digunakan dalam penyelesaian masalah mengenai bilangan”.
Terry Wood (1999: 171) menyatakan bahwa beberapa peneliti seperti Confrey dan Labinowicz telah memperoleh pandangan yang membangun dan berpendapat bahwa siswa akan memahami matematika dengan baik jika siswa dengan aktif terlibat dalam proses pembelajaran matematika.
Matematika merupakan salah satu ilmu dasar yang harus dikuasai oleh semua siswa karena pelajaran lainnya tidak bisa terlepas dari matematika. (Mary Ann Huntley : 329). Purwoto (2003: 12-13) mengemukakan bahwa, “Matematika adalah pengetahuan tentang pola keteraturan pengetahuan tentang struktur yang terorganisasi mulai dari unsur-unsur yang tidak didefinisikan ke unsur-unsur yang didefinisikan ke aksioma dan postulat dan akhirnya ke dalil”.
Sedangkan R. Soejadi (2000: 11) mengemukakan bahwa ada beberapa definisi dari matematika, yaitu sebagai berikut:
1) Matematika adalah cabang ilmu pengetahuan eksak dan terorganisir secara sistematik.
2) Matematika adalah pengetahuan tentang bilangan dan kalkulasi.
3) Matematika adalah pengetahuan tentang penalaran logik dan berhubungan dengan bilangan.
4) Matematika adalah pengetahuan tentang fakta-fakta kuantitatif dan masalah tentang ruang dan bentuk.
5) Matematika adalah pengetahuan tentang struktur-struktur yang logik.
6) Matematika adalah pengetahuan tentang aturan-aturan yang ketat.
Michael J. Lawson (2000: 26) menyatakan bahwa tujuan utama dari pembelajaran matematika adalah untuk menemukan jalan yang memberikan harapan siswa untuk melakukan banyak peranan dengan kecakapan, mengadakan percobaan dengan atau menggunakan ide-ide secara matematis dan prosedural yang dimasukkan dalam kurikulum sekolah.
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa matematika adalah cabang ilmu pengetahuan eksak tentang bilangan, kalkulasi, penalaran, logik, fakta-fakta kuantitatif, masalah ruang dan bentuk, aturan-aturan yang ketat, dan pola keteraturan serta tentang struktur yang terorganisir.
Berdasarkan pengertian prestasi belajar dan matematika yang telah diuraikan di atas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar matematika pada penelitian ini adalah hasil yang telah dicapai siswa dalam proses belajar matematika yang menghasilkan perubahan pada diri seseorang berupa penguasaan, ketrampilan, dan kecakapan baru yang dinyatakan dengan symbol, angka, atau, huruf
Kamis, 20 Oktober 2011
Pengertian Prestasi Belajar Matematika
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005: 723) disebutkan bahwa, “Matematika adalah ilmu tentang bilangan-bilangan, hubungan antara bilangan dan prosedur operasional yang digunakan dalam penyelesaian masalah mengenai bilangan”.
Terry Wood (1999: 171) menyatakan bahwa beberapa peneliti seperti Confrey dan Labinowicz telah memperoleh pandangan yang membangun dan berpendapat bahwa siswa akan memahami matematika dengan baik jika siswa dengan aktif terlibat dalam proses pembelajaran matematika.
Matematika merupakan salah satu ilmu dasar yang harus dikuasai oleh semua siswa karena pelajaran lainnya tidak bisa terlepas dari matematika. (Mary Ann Huntley : 329). Purwoto (2003: 12-13) mengemukakan bahwa, “Matematika adalah pengetahuan tentang pola keteraturan pengetahuan tentang struktur yang terorganisasi mulai dari unsur-unsur yang tidak didefinisikan ke unsur-unsur yang didefinisikan ke aksioma dan postulat dan akhirnya ke dalil”.
Sedangkan R. Soejadi (2000: 11) mengemukakan bahwa ada beberapa definisi dari matematika, yaitu sebagai berikut:
1) Matematika adalah cabang ilmu pengetahuan eksak dan terorganisir secara sistematik.
2) Matematika adalah pengetahuan tentang bilangan dan kalkulasi.
3) Matematika adalah pengetahuan tentang penalaran logik dan berhubungan dengan bilangan.
4) Matematika adalah pengetahuan tentang fakta-fakta kuantitatif dan masalah tentang ruang dan bentuk.
5) Matematika adalah pengetahuan tentang struktur-struktur yang logik.
6) Matematika adalah pengetahuan tentang aturan-aturan yang ketat.
Michael J. Lawson (2000: 26) menyatakan bahwa tujuan utama dari pembelajaran matematika adalah untuk menemukan jalan yang memberikan harapan siswa untuk melakukan banyak peranan dengan kecakapan, mengadakan percobaan dengan atau menggunakan ide-ide secara matematis dan prosedural yang dimasukkan dalam kurikulum sekolah.
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa matematika adalah cabang ilmu pengetahuan eksak tentang bilangan, kalkulasi, penalaran, logik, fakta-fakta kuantitatif, masalah ruang dan bentuk, aturan-aturan yang ketat, dan pola keteraturan serta tentang struktur yang terorganisir.
Berdasarkan pengertian prestasi belajar dan matematika yang telah diuraikan di atas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar matematika pada penelitian ini adalah hasil yang telah dicapai siswa dalam proses belajar matematika yang menghasilkan perubahan pada diri seseorang berupa penguasaan, ketrampilan, dan kecakapan baru yang dinyatakan dengan symbol, angka, atau, huruf
perkalian cepatee
TERIK BERHITUNG
1. Perkalian 9, 99, atau 999
Mengalikan dengan 9 sebenarnya adalah mengalikan dengan 10-1.
Jadi, 9×9 sama saja dengan 9 x (10-1) = 9×10-9 = 90-9 = 81.
Ayo coba contoh yang lebih sulit:
46×9 = 46× (10-1) = 460-46 = 414.
Satu contoh lagi:
68×9 = 680-68 = 612.
Untuk perkalian 99, artinya kita mengalikan dengan 100-1.
Jadi, 46×99 = 46 x (100-1) = 4600-46 = 4554.
Kalo udah gitu, kalian semua pasti tahu bahwa perkalian 999 sama dengan perkalian 1000-1
38×999 = 38 x (1000-1) = 38000-38 = 37962.
Masih bisa ngikuti? ayo kita lanjut
2. Perkalian 11
Perkalian 11 artinya kita menjumlahkan sepasang angka, kecuali bagi angka yang ada di bagian ujung
Lebih jelasnya gw jelasin di bawah ini :
untuk perkalian 436 dengan 11 mulailah dari kanan ke kiri (selalu dari kanan ke kiri ya)
Pertama tulis 6 lalu jumlahkan 6 dengan angka di sebelahnya yaitu 3 sehingga didapatkan angka 9
Tuliskan 9 disebelah kiri 6.
Lalu jumlahkan 3 dengan 4 untuk mendapat angka 7. Tuliskan angka 7.
Terakhir tuliskan angka yang paling kiri yaitu 4.
Jadi, 436×11 = 4796.
Ayo kita buat contoh yang lebih sulit: 3254×11.
(3)(3+2)(2+5)(5+4)(4) = 35794.
Ingat selalu mulai dari kanan ke kiri yak!
Sekarang contoh yang lebih sulit lagi: 4657×11.
(4)(4+6)(6+5)(5+7)(7).
Mulai dari kanan tuliskan angka 7.
Lalu 5+7=12.
Tuliskan 2 dan simpan angka 1.
6+5 = 11, tambah 1 yang tadi kita simpan = 12.
Sekali lagi tuliskan 2 dan simpan 1.
4+6 = 10, tambah 1 yang tadi kita simpan = 11.
So, tuliskan 1 dan simpan 1.
Terakhir angka paling kiri, 4, tambahkan dengan 1 yang tadi kita simpan.
Jadilah, 4657×11 = 51227 .
Hehehe, mantepkan? ini masih ga terlalu sulit...ayo jalan lagi
3. Perkalian 5, 25, or 125
Perkalian dengan 5 sama saja mengalikan dengan 10 lalu di bagi 2, CATATAN : Untuk perkalian dengan 10 cukup tambahkan 0 di dibagian belakang angka
Contoh : 1000 x 5 = 5000
Lagi, 12×5 = (12×10)/2 = 120/2 = 60.
Contoh yang lain:
64×5 = 640/2 = 320.
Juga, 4286×5 = 42860/2 = 21430.
Untuk perkalian 25, sama saja kita kalikan dengan 100 (tambahkan dua angka 0 di bagian belakang) kemudian di bagi dengan 4. CATATAN : Untuk pembagian dengan 4, kita bisa juga membagi dengan 2 sebanyak dua kali
64×25 = 6400/4 = 3200/2 = 1600.
58×25 = 5800/4 = 2900/2 = 1450.
Untuk perkalian 125, sama saja kita kalikan dengan 1000 (tambahkan tiga angka 0 di bagian belakang) kemudian di bagi dengan 8. CATATAN : Untuk pembagian dengan 8, kita bisa juga membagi dengan 2 sebanyak tiga kali
32×125 = 32000/8 = 16000/4 = 8000/2 = 4000.
48×125 = 48000/8 = 24000/4 = 12000/2 = 6000.
Mudah kan? hehehe melangkah lagi!
4. Mengalikan dua bilangan yang mempunyai selisih 2, 4, atau 6
Untuk perkalian seperti ini gw langsung kasi contoh ya
Ambil contoh : 12×14. (14 - 12 = 2...jadi metode ini bisa dipakai)
Pertama kita cari angka tengah antara 12 dan 14...So,
12
13
14
(artinya 13 adalah angka tengah), berikutnya kita tinggal membuat perkalian 13 x 13 lalu di kurangi 1...
12×14 = (13×13)-1 = 168.
16×18 = (17×17)-1 = 288.
99×101 = (100×100)-1 = 10000-1 = 9999
Jika selisih dua bilangan tersebut adalah 4, sama seperti tadi kita cari angka tengahnya...buat pemangkatan, lalu kurangi dengan 4,
Ok ini contohnya :
11×15 = (13×13)-4 = 169-4 = 165.
13×17 = (15×15)-4 = 225-4 = 221.
Jika selisih dua bilangan tersebut adalah 6, sama seperti tadi kita cari angka tengahnya...buat pemangkatan, lalu kurangi dengan 9,
Ok ini contohnya :
12×18 = (15×15)-9 = 216.
17×23 = (20×20)-9 = 391.
Hehehe...trik ini bisa di pakai bukan hanya untuk belasan tapi bisa sampai ribuan...
Masih ada trik lagi....ntar gw sambung...
Tengkyu all
Naaah sudah makan...sudah kenyang...sekarang kita sambung lagi pelajaran kita....hehehehehe
5. Pemangkatan bilangan puluhan yang berakhiran 5
Untuk yang ini bener2 gampang kok..
Contoh kita mau ngitung berapakah 35 x 35
Kita tinggal mengalikan 3 x 4 = 12 (angka 4 di dapat dari 3 tambah 1)
Kemudian 5 x 5 = 25
Jadi 35 x 35 = 1225
Mudahkan?
Contoh lagi : 65 x 65
Kalikan 6 x 7 = 42 (angka 7 di dapat dari 6 tambah 1)
Kemudian 5 x 5 = 25
Jadi 65 x 65 = 4225
Dari situ kita tahu bahwa pemangkatan bilangan puluhan berakhiran 5 pasti angka belakangnya 25
So 85 x 85 = 7225 (tahukan dari mana dapetinnya?)
6. Perkalian puluhan dimana digit pertama adalah sama dan jumlah digit kedua adalah 10
Contohnya kita ingin mengalikan 42 x 48...
Disini terlihat bahwa digit pertama puluhan di atas adalah sama yaitu 4
sedangkan jumlah dari digit kedua adalah 2 + 8 = 10
Cara cepatnya sederhana saja :
Kita kalikan 4 dengan 4+1 Jadi gini hasilnya 4 x (4+1) = 4 x 5 = 20
Tuliskan angka 20
Lanjut lagi kalikan 2 dengan 8 Jadi gini hasilnya 2 x 8 = 16
Tuliskan angka 16
Jadilah 42 x 48 = 2016
Gampang kan? contoh lagi
64 x 66
Kita buat
6 x (6+1) = 6 x 7 = 42
6 x 4 = 24
Hasilnya
64 x 66 = 4224
Masih bingung?
Contoh lagi :
83 x 87
Rumusnya
8 x (8+1) = 8 x 9 = 72
3 x 7 = 21
Hasilnya
83 x 87 = 7221
Ok bro and sis? hehehehe ajarkan ini ke putra putri anda
Nah untuk yang berikut ini agak sedikit rumit...tapi kalo disimak bisa kok bro
7. Pemangkatan Puluhan
Ini perlu sedikit konsentrasi
Ambil contoh kita ingin melakukan pemangkatan 58 alias 58 x 58
Langkah 1 :
Kalikan 5 dengan 5, 5 x 5 = 25
Kalikan 8 dengan 8, 8 x 8 = 64
Tuliskan ke dua hasil tadi dan jadilah 2564
Langkah 2 :
Kalikan 5 dengan 8 = 40
Gandakan hasil tersebut, 40 x 2 = 80
Tambahkan 1 angka 0, jadilah 800
Langkah 3 :
Jumlahkan 2564 dengan 800, 2564 + 800 = 3364
Itulah hasilnya
58 x 58 = 3364
Hehehe....masih bingung?
yuk contoh lagi yuk
32 x 32
Langkah 1 :
3 x 3 = 9 ----> tapi tuliskan 09 ya supaya 2 digit bisa tercipta
2 x 4 = 4 ----> tapi tuliskan 04 ya supaya 2 digit bisa tercipta
Kedua hasil di tulis menjai 0904
Langkah 2 :
3 x 2 = 6 GANDAKAN 6 x 2 = 12
Tambahkan satu 0 dibelakangnya dan jadilah 120
Langkah 3 :
120 + 0904 ----> artinya 120 + 904 = 1024
Itulah hasilnya
32 x 32 = 1024
Mantep kan?
Mau coba lagi?
Boleh!
67 x 67
6 x 6 = 36
7 x 7 = 49
3649
6 x 7 x 2 = 84 tambah satu 0 jadi 840
3649 + 840 = 4489
Sehingga 67 x 67 = 4489
TOP!
Masih ada lagi ....
tapi gw kerja dulu ya coy...
hehehehe see ya
8. Kalikan dengan 2, bagi dengan 2
Kalau anak2 kita mengalami kesulitan pengalian yang besar kita bisa ajarkan ke mereka untuk membagi dengan 2 dan mengalikan dengan 2
Ini contohnya : kita ingin mengalikan 14 x 16
Maka yang kita lakukan adalah...kalikan salah satu (antara 14 atau 16) dengan 2, dan bagikan salah satu (14 atau 16) dengan 2, hingga kita mendapatkan perkalian yang mudah
14×16 = 28×8 = 56×4 = 112×2 = 224.
Contoh lain: 12×15 = 6×30 = 180
48×17 = 24×34 = 12×68 = 6×136 = 3×272 = 816.
Pada dasarnya lebih mudah menghitung 6 x 30 dari pada 12 x 15 kan?
Lebih mudah menghitung 122 x 2 dari pada 14 x 16
1. Perkalian 9, 99, atau 999
Mengalikan dengan 9 sebenarnya adalah mengalikan dengan 10-1.
Jadi, 9×9 sama saja dengan 9 x (10-1) = 9×10-9 = 90-9 = 81.
Ayo coba contoh yang lebih sulit:
46×9 = 46× (10-1) = 460-46 = 414.
Satu contoh lagi:
68×9 = 680-68 = 612.
Untuk perkalian 99, artinya kita mengalikan dengan 100-1.
Jadi, 46×99 = 46 x (100-1) = 4600-46 = 4554.
Kalo udah gitu, kalian semua pasti tahu bahwa perkalian 999 sama dengan perkalian 1000-1
38×999 = 38 x (1000-1) = 38000-38 = 37962.
Masih bisa ngikuti? ayo kita lanjut
2. Perkalian 11
Perkalian 11 artinya kita menjumlahkan sepasang angka, kecuali bagi angka yang ada di bagian ujung
Lebih jelasnya gw jelasin di bawah ini :
untuk perkalian 436 dengan 11 mulailah dari kanan ke kiri (selalu dari kanan ke kiri ya)
Pertama tulis 6 lalu jumlahkan 6 dengan angka di sebelahnya yaitu 3 sehingga didapatkan angka 9
Tuliskan 9 disebelah kiri 6.
Lalu jumlahkan 3 dengan 4 untuk mendapat angka 7. Tuliskan angka 7.
Terakhir tuliskan angka yang paling kiri yaitu 4.
Jadi, 436×11 = 4796.
Ayo kita buat contoh yang lebih sulit: 3254×11.
(3)(3+2)(2+5)(5+4)(4) = 35794.
Ingat selalu mulai dari kanan ke kiri yak!
Sekarang contoh yang lebih sulit lagi: 4657×11.
(4)(4+6)(6+5)(5+7)(7).
Mulai dari kanan tuliskan angka 7.
Lalu 5+7=12.
Tuliskan 2 dan simpan angka 1.
6+5 = 11, tambah 1 yang tadi kita simpan = 12.
Sekali lagi tuliskan 2 dan simpan 1.
4+6 = 10, tambah 1 yang tadi kita simpan = 11.
So, tuliskan 1 dan simpan 1.
Terakhir angka paling kiri, 4, tambahkan dengan 1 yang tadi kita simpan.
Jadilah, 4657×11 = 51227 .
Hehehe, mantepkan? ini masih ga terlalu sulit...ayo jalan lagi
3. Perkalian 5, 25, or 125
Perkalian dengan 5 sama saja mengalikan dengan 10 lalu di bagi 2, CATATAN : Untuk perkalian dengan 10 cukup tambahkan 0 di dibagian belakang angka
Contoh : 1000 x 5 = 5000
Lagi, 12×5 = (12×10)/2 = 120/2 = 60.
Contoh yang lain:
64×5 = 640/2 = 320.
Juga, 4286×5 = 42860/2 = 21430.
Untuk perkalian 25, sama saja kita kalikan dengan 100 (tambahkan dua angka 0 di bagian belakang) kemudian di bagi dengan 4. CATATAN : Untuk pembagian dengan 4, kita bisa juga membagi dengan 2 sebanyak dua kali
64×25 = 6400/4 = 3200/2 = 1600.
58×25 = 5800/4 = 2900/2 = 1450.
Untuk perkalian 125, sama saja kita kalikan dengan 1000 (tambahkan tiga angka 0 di bagian belakang) kemudian di bagi dengan 8. CATATAN : Untuk pembagian dengan 8, kita bisa juga membagi dengan 2 sebanyak tiga kali
32×125 = 32000/8 = 16000/4 = 8000/2 = 4000.
48×125 = 48000/8 = 24000/4 = 12000/2 = 6000.
Mudah kan? hehehe melangkah lagi!
4. Mengalikan dua bilangan yang mempunyai selisih 2, 4, atau 6
Untuk perkalian seperti ini gw langsung kasi contoh ya
Ambil contoh : 12×14. (14 - 12 = 2...jadi metode ini bisa dipakai)
Pertama kita cari angka tengah antara 12 dan 14...So,
12
13
14
(artinya 13 adalah angka tengah), berikutnya kita tinggal membuat perkalian 13 x 13 lalu di kurangi 1...
12×14 = (13×13)-1 = 168.
16×18 = (17×17)-1 = 288.
99×101 = (100×100)-1 = 10000-1 = 9999
Jika selisih dua bilangan tersebut adalah 4, sama seperti tadi kita cari angka tengahnya...buat pemangkatan, lalu kurangi dengan 4,
Ok ini contohnya :
11×15 = (13×13)-4 = 169-4 = 165.
13×17 = (15×15)-4 = 225-4 = 221.
Jika selisih dua bilangan tersebut adalah 6, sama seperti tadi kita cari angka tengahnya...buat pemangkatan, lalu kurangi dengan 9,
Ok ini contohnya :
12×18 = (15×15)-9 = 216.
17×23 = (20×20)-9 = 391.
Hehehe...trik ini bisa di pakai bukan hanya untuk belasan tapi bisa sampai ribuan...
Masih ada trik lagi....ntar gw sambung...
Tengkyu all
Naaah sudah makan...sudah kenyang...sekarang kita sambung lagi pelajaran kita....hehehehehe
5. Pemangkatan bilangan puluhan yang berakhiran 5
Untuk yang ini bener2 gampang kok..
Contoh kita mau ngitung berapakah 35 x 35
Kita tinggal mengalikan 3 x 4 = 12 (angka 4 di dapat dari 3 tambah 1)
Kemudian 5 x 5 = 25
Jadi 35 x 35 = 1225
Mudahkan?
Contoh lagi : 65 x 65
Kalikan 6 x 7 = 42 (angka 7 di dapat dari 6 tambah 1)
Kemudian 5 x 5 = 25
Jadi 65 x 65 = 4225
Dari situ kita tahu bahwa pemangkatan bilangan puluhan berakhiran 5 pasti angka belakangnya 25
So 85 x 85 = 7225 (tahukan dari mana dapetinnya?)
6. Perkalian puluhan dimana digit pertama adalah sama dan jumlah digit kedua adalah 10
Contohnya kita ingin mengalikan 42 x 48...
Disini terlihat bahwa digit pertama puluhan di atas adalah sama yaitu 4
sedangkan jumlah dari digit kedua adalah 2 + 8 = 10
Cara cepatnya sederhana saja :
Kita kalikan 4 dengan 4+1 Jadi gini hasilnya 4 x (4+1) = 4 x 5 = 20
Tuliskan angka 20
Lanjut lagi kalikan 2 dengan 8 Jadi gini hasilnya 2 x 8 = 16
Tuliskan angka 16
Jadilah 42 x 48 = 2016
Gampang kan? contoh lagi
64 x 66
Kita buat
6 x (6+1) = 6 x 7 = 42
6 x 4 = 24
Hasilnya
64 x 66 = 4224
Masih bingung?
Contoh lagi :
83 x 87
Rumusnya
8 x (8+1) = 8 x 9 = 72
3 x 7 = 21
Hasilnya
83 x 87 = 7221
Ok bro and sis? hehehehe ajarkan ini ke putra putri anda
Nah untuk yang berikut ini agak sedikit rumit...tapi kalo disimak bisa kok bro
7. Pemangkatan Puluhan
Ini perlu sedikit konsentrasi
Ambil contoh kita ingin melakukan pemangkatan 58 alias 58 x 58
Langkah 1 :
Kalikan 5 dengan 5, 5 x 5 = 25
Kalikan 8 dengan 8, 8 x 8 = 64
Tuliskan ke dua hasil tadi dan jadilah 2564
Langkah 2 :
Kalikan 5 dengan 8 = 40
Gandakan hasil tersebut, 40 x 2 = 80
Tambahkan 1 angka 0, jadilah 800
Langkah 3 :
Jumlahkan 2564 dengan 800, 2564 + 800 = 3364
Itulah hasilnya
58 x 58 = 3364
Hehehe....masih bingung?
yuk contoh lagi yuk
32 x 32
Langkah 1 :
3 x 3 = 9 ----> tapi tuliskan 09 ya supaya 2 digit bisa tercipta
2 x 4 = 4 ----> tapi tuliskan 04 ya supaya 2 digit bisa tercipta
Kedua hasil di tulis menjai 0904
Langkah 2 :
3 x 2 = 6 GANDAKAN 6 x 2 = 12
Tambahkan satu 0 dibelakangnya dan jadilah 120
Langkah 3 :
120 + 0904 ----> artinya 120 + 904 = 1024
Itulah hasilnya
32 x 32 = 1024
Mantep kan?
Mau coba lagi?
Boleh!
67 x 67
6 x 6 = 36
7 x 7 = 49
3649
6 x 7 x 2 = 84 tambah satu 0 jadi 840
3649 + 840 = 4489
Sehingga 67 x 67 = 4489
TOP!
Masih ada lagi ....
tapi gw kerja dulu ya coy...
hehehehe see ya
8. Kalikan dengan 2, bagi dengan 2
Kalau anak2 kita mengalami kesulitan pengalian yang besar kita bisa ajarkan ke mereka untuk membagi dengan 2 dan mengalikan dengan 2
Ini contohnya : kita ingin mengalikan 14 x 16
Maka yang kita lakukan adalah...kalikan salah satu (antara 14 atau 16) dengan 2, dan bagikan salah satu (14 atau 16) dengan 2, hingga kita mendapatkan perkalian yang mudah
14×16 = 28×8 = 56×4 = 112×2 = 224.
Contoh lain: 12×15 = 6×30 = 180
48×17 = 24×34 = 12×68 = 6×136 = 3×272 = 816.
Pada dasarnya lebih mudah menghitung 6 x 30 dari pada 12 x 15 kan?
Lebih mudah menghitung 122 x 2 dari pada 14 x 16
perkalian cepate
Originally Posted by Zainnuril
nih gan ane tambahin buat perkalian 9..
siapin 10 jari:
(IIIII) (IIIII) < anggap itu tangan, pas tuh 10 jari
misalkan ada perkalian 9 x 7=?
caranya gampangg!!!! cuma di tekuk jadi yang ke 7, karna 9 dikali 7, kalo 9 dikali 8, ya jari ke 8 yang ditekuk
(IIIII) (IIIII)
disebalah kiri jari yang ditekuk itu puluhan yang sebelah kanan satuan
jadi 9 x 7 = 63, nih liat
(IIIII) (IIIII)
yang merah puluhan.. yang biru satuan, yang ijo itu jari ke 7
-Update lagi - by Zainnuril
Quote:
Originally Posted by Zainnuril
Nih Gan Perkalian 9 Lagi, 1 Detik Langsung Bisa jawab!!!
Misalnyaaaa 9 x 7
Quote:
Cukup Liat angka yang dikalikan sama 9, dari soal diatas kan angka 7 tuh yang dikaliin 9.. jadi jawabnya kaya gini nih
Quote:
Jawab:
70 - 7 = 63 .. kok bisa 70 -7???? kan udah gue bilang kalo yang diliat angka yang di kali 9. kalo 9 x 5 = 50 - 5 . 9 x 2 = 20 - 2 . 9 x 9 = 90 - 9
gampaaang kaaann
Quote:
Originally Posted by Divine210
perkalian 11
misal
11x21=231
11x54=594
caranya jumlahin aja 2 angka yg di kaliin sama 11, trus hasilnya taro di tengah",
gini
11x21=231
jadi 2+1 dijumlahin=3
trus 3 nya taro di antara 2 sama 1= jadi 231 dehh
contoh lain:
11x54=594
5+4=9, taro ditengah" angka 5 sama 4,, ketemu deh hasilnya
mau share ajah,, mohon mangap kalo salah/ repost
tapi setau ane ni cuma berlaku sama angka2 yg kalo di jumlahin kurang dari 10
misal 3+2, 7+2, 6+1,.....dst
kalo yg dijumlahin lebih dr sepuluh ane gk tw dah bs ap gak,,
nih gan ane tambahin buat perkalian 9..
siapin 10 jari:
(IIIII) (IIIII) < anggap itu tangan, pas tuh 10 jari
misalkan ada perkalian 9 x 7=?
caranya gampangg!!!! cuma di tekuk jadi yang ke 7, karna 9 dikali 7, kalo 9 dikali 8, ya jari ke 8 yang ditekuk
(IIIII) (IIIII)
disebalah kiri jari yang ditekuk itu puluhan yang sebelah kanan satuan
jadi 9 x 7 = 63, nih liat
(IIIII) (IIIII)
yang merah puluhan.. yang biru satuan, yang ijo itu jari ke 7
-Update lagi - by Zainnuril
Quote:
Originally Posted by Zainnuril
Nih Gan Perkalian 9 Lagi, 1 Detik Langsung Bisa jawab!!!
Misalnyaaaa 9 x 7
Quote:
Cukup Liat angka yang dikalikan sama 9, dari soal diatas kan angka 7 tuh yang dikaliin 9.. jadi jawabnya kaya gini nih
Quote:
Jawab:
70 - 7 = 63 .. kok bisa 70 -7???? kan udah gue bilang kalo yang diliat angka yang di kali 9. kalo 9 x 5 = 50 - 5 . 9 x 2 = 20 - 2 . 9 x 9 = 90 - 9
gampaaang kaaann
Quote:
Originally Posted by Divine210
perkalian 11
misal
11x21=231
11x54=594
caranya jumlahin aja 2 angka yg di kaliin sama 11, trus hasilnya taro di tengah",
gini
11x21=231
jadi 2+1 dijumlahin=3
trus 3 nya taro di antara 2 sama 1= jadi 231 dehh
contoh lain:
11x54=594
5+4=9, taro ditengah" angka 5 sama 4,, ketemu deh hasilnya
mau share ajah,, mohon mangap kalo salah/ repost
tapi setau ane ni cuma berlaku sama angka2 yg kalo di jumlahin kurang dari 10
misal 3+2, 7+2, 6+1,.....dst
kalo yg dijumlahin lebih dr sepuluh ane gk tw dah bs ap gak,,
alat ukur
http://verafujiutami.blogspot.com/2010/11/alat-ukur.html
ALAT UKUR
A. Memilih Alat Ukur yang Sesuai dengan Benda yang Diukur
Dapatkah kalian menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut?
1. Pada tahun 1791 ilmuwan Prancis membuat alat ukur meteran.
Apa kegunaan alat ukur tersebut?
2. Alat ukur apa yang dapat digunakan untuk menimbang berat gula?
3. Alat penghitung waktu ditemukan pada tahun 1918 oleh Bryde.
Apa alat ukur waktu yang sering digunakan orang?
Agar dapat menjawabnya, marilah kita pelajari beberapa alat ukur berikut ini.
Meteran
Meteran digunakan sebagai alat untuk mengukur panjang, lebar, dan tinggi suatu benda atau bangun.
Bentuk dan kegunaan meteran di antaranya adalah sebagai berikut.
Meteran pita
Meteran ini digunakan untuk mengukur panjang dan lebar lembaran kain.
Meteran rol besar
Meteran ini digunakan sebagai alat untuk mengukur panjang dan lebar tanah.
Meteran saku (rol kecil)
Meteran ini digunakan untuk mengukur bangun atau benda yang panjangnya kurang dari 10 meter. Orang yang sering menggunakan alat ini adalah tukang bangunan. Alat ini dinamakan meteran saku karena dapat dimasukkan ke dalam saku dan dibawa kemana-mana.
Penggaris
Penggaris juga merupakan meteran. Penggaris digunakan sebagai alat untuk membantu pengukuran dalam proses belajar mengajar.
Neraca atau Timbangan
Gambar di atas menunjukkan bermacam-macam bentuk dan jenis neraca. Neraca pada umumnya digunakan untuk menimbang berat suatu benda. Penggunaan neraca disesuaikan menurut besar kecilnya benda yang ditimbang.
Neraca seperti gambar a, digunakan untuk menimbang berat kotor benda, seperti padi, beras, tepung, dan benda¬benda basah, seperti minyak kelapa, gabah dan lain-lain. Alat ini mudah dibawa kemana-mana karena dapat dijinjing.
Neraca seperti gambar b, mempunyai kegunaan yang sama dengan neraca pada gambar a. Neraca ini digunakan untuk menimbang berat benda di pasar, pabrik, tempat penggilingan padi, dan lainnya.
Neraca seperti gambar c, digunakan untuk menimbang berat badan bayi. Alat ini sering dijumpai di rumah sakit, puskesmas, posyandu, dan rumah bersalin.
Neraca seperti gambar d, digunakan untuk menimbang berat badan.
Neraca seperti gambar e, digunakan untuk menimbang berat benda antara 1 kg sampai 5 kg, seperti bumbu dapur, minyak kelapa, beras, gula, dan lain sebagainya. Alat ini digunakan dalam perdagangan.
Neraca seperti gambar f, digunakan untuk menimbang perhiasan. Alat ini dapat dijumpai di toko-toko perhiasan.
Jam
Jam digunakan untuk menunjukkan waktu atau mengukur lamanya kegiatan.
Jam analog adalah jam yang menampilkan angka 1 sampai 12
Jam digital adalah jam yang menampilkan angka-angka pokoknya saja.
ALAT UKUR
A. Memilih Alat Ukur yang Sesuai dengan Benda yang Diukur
Dapatkah kalian menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut?
1. Pada tahun 1791 ilmuwan Prancis membuat alat ukur meteran.
Apa kegunaan alat ukur tersebut?
2. Alat ukur apa yang dapat digunakan untuk menimbang berat gula?
3. Alat penghitung waktu ditemukan pada tahun 1918 oleh Bryde.
Apa alat ukur waktu yang sering digunakan orang?
Agar dapat menjawabnya, marilah kita pelajari beberapa alat ukur berikut ini.
Meteran
Meteran digunakan sebagai alat untuk mengukur panjang, lebar, dan tinggi suatu benda atau bangun.
Bentuk dan kegunaan meteran di antaranya adalah sebagai berikut.
Meteran pita
Meteran ini digunakan untuk mengukur panjang dan lebar lembaran kain.
Meteran rol besar
Meteran ini digunakan sebagai alat untuk mengukur panjang dan lebar tanah.
Meteran saku (rol kecil)
Meteran ini digunakan untuk mengukur bangun atau benda yang panjangnya kurang dari 10 meter. Orang yang sering menggunakan alat ini adalah tukang bangunan. Alat ini dinamakan meteran saku karena dapat dimasukkan ke dalam saku dan dibawa kemana-mana.
Penggaris
Penggaris juga merupakan meteran. Penggaris digunakan sebagai alat untuk membantu pengukuran dalam proses belajar mengajar.
Neraca atau Timbangan
Gambar di atas menunjukkan bermacam-macam bentuk dan jenis neraca. Neraca pada umumnya digunakan untuk menimbang berat suatu benda. Penggunaan neraca disesuaikan menurut besar kecilnya benda yang ditimbang.
Neraca seperti gambar a, digunakan untuk menimbang berat kotor benda, seperti padi, beras, tepung, dan benda¬benda basah, seperti minyak kelapa, gabah dan lain-lain. Alat ini mudah dibawa kemana-mana karena dapat dijinjing.
Neraca seperti gambar b, mempunyai kegunaan yang sama dengan neraca pada gambar a. Neraca ini digunakan untuk menimbang berat benda di pasar, pabrik, tempat penggilingan padi, dan lainnya.
Neraca seperti gambar c, digunakan untuk menimbang berat badan bayi. Alat ini sering dijumpai di rumah sakit, puskesmas, posyandu, dan rumah bersalin.
Neraca seperti gambar d, digunakan untuk menimbang berat badan.
Neraca seperti gambar e, digunakan untuk menimbang berat benda antara 1 kg sampai 5 kg, seperti bumbu dapur, minyak kelapa, beras, gula, dan lain sebagainya. Alat ini digunakan dalam perdagangan.
Neraca seperti gambar f, digunakan untuk menimbang perhiasan. Alat ini dapat dijumpai di toko-toko perhiasan.
Jam
Jam digunakan untuk menunjukkan waktu atau mengukur lamanya kegiatan.
Jam analog adalah jam yang menampilkan angka 1 sampai 12
Jam digital adalah jam yang menampilkan angka-angka pokoknya saja.
perkalian cepat
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4353127
Penjelasan :
angka depan yang bewarna biru harus dalam puluhan yang sama, dan
angka belakang yang bewarna merah, bila dijumlahkan genap 10.
tricknya :
angka depan dikalikan dengan rumus : n x (n+1)
angka belakang dikalikan seperti biasa.
maka dari 2 contoh tersebut :
1) 23 x 27
__________
2 x (2+1) = 6
3 x 7 = 21
maka hasilnya 621
2) 36 x 34
___________
3 x (3+1) = 12
6 x 4 = 24
maka hasilnya 1224
contoh lain :
78 x 72
7 x (7+1) = 56
8 x 2 = 16
maka hasilnya adalah 5616 (buktikan dengan kalkulator)
contoh lain :
82 x 88 = 7216
Biasa perkalian tersebut muncul di acara seperti cepat tepat, atau kuis2 akademik lainnya yang memerlukan perhitungan dengan cepat.
Terkadang tidak sedikit angka2 seperti itu muncul di soal ujian.
Penjelasan :
angka depan yang bewarna biru harus dalam puluhan yang sama, dan
angka belakang yang bewarna merah, bila dijumlahkan genap 10.
tricknya :
angka depan dikalikan dengan rumus : n x (n+1)
angka belakang dikalikan seperti biasa.
maka dari 2 contoh tersebut :
1) 23 x 27
__________
2 x (2+1) = 6
3 x 7 = 21
maka hasilnya 621
2) 36 x 34
___________
3 x (3+1) = 12
6 x 4 = 24
maka hasilnya 1224
contoh lain :
78 x 72
7 x (7+1) = 56
8 x 2 = 16
maka hasilnya adalah 5616 (buktikan dengan kalkulator)
contoh lain :
82 x 88 = 7216
Biasa perkalian tersebut muncul di acara seperti cepat tepat, atau kuis2 akademik lainnya yang memerlukan perhitungan dengan cepat.
Terkadang tidak sedikit angka2 seperti itu muncul di soal ujian.
11-19
Apabila Anda diberikan soal perkalian 18 x 19, maka bagaimana cara Anda untuk mencari hasilnya? Apakah masih menggunakan cara konvensional seperti di bawah ini?
18
19
—- x
162
18
—- +
342
Hmmm… cara di atas mungkin masih kalah cepat dengan cara yang saya temukan di YouTube.com ini. Cuman sayang, trik cara cepat menghitung perkalian ini hanya berlaku untuk perkalian bilangan sampai dengan 20 saja. Untuk perkalian yang melibatkan bilangan di atas 20, cara ini tidak tepat lagi.
18
19
—- x
162
18
—- +
342
Hmmm… cara di atas mungkin masih kalah cepat dengan cara yang saya temukan di YouTube.com ini. Cuman sayang, trik cara cepat menghitung perkalian ini hanya berlaku untuk perkalian bilangan sampai dengan 20 saja. Untuk perkalian yang melibatkan bilangan di atas 20, cara ini tidak tepat lagi.
Jumat, 16 Maret 2012
Senin, 12 Maret 2012
penelitian exprimen
Secara umum penelitian dibagi menjadi dua jenis yaitu penelitian eksperimen dan penelitian non eksperimen. Jika pada penelitian eksperimen terdapat intervensi/perlakuan dari peneliti dengan mengukur dampak, maka sebalikanya pada penelitian non eksperimen/expost facto, peneliti tidak melakukan kendali melainkan mengumpulkan data/fakta yang ada. Penelitian eksperimen adalah mengubah fakta dengan memberikan perlakuan/intervensi dan menghasilkan teori baru. Perlakuan mengakibatkan perubahan variabel yang ada.
Menurut Sukmadinata (2005), penelitian eksperimental merupakan pendekatan penelitian kuantitatif yang paling penuh dalam arti memenuhi semua persyaratan untuk menguji hubungan sebab akibat. Disamping itu penelitian eksperimental juga merupakan pendekatan penelitian yang khas yang ditunjukkan oleh dua hal yaitu pertama, penelitian eksperimen menguji secara langsung pengaruh satu variabel terhadap variabel lain dan yang kedua menguji hipotesis hubungan sebab akibat. Ciri utama penelitian eksperimental adalah pengontrolan variabel dan pemberian perlakuan terhadap kelompok eksperimen.
Krathwol(1985) dalam Hadi dan Mutrofin (2006) menjelaskan bahwa eksperimen-eksperimen yang mencakup pengenalan intervensi terencana (treatment) dalam situasi dengan tujuan untuk mencapai hasil dan perubahan tertentu, merupakan pengertian umum dan istilah desain ekperimental. Mereka mengemukakan beberapa langkah yang menjadi dasar dari logika desain eksperimental sebagai berikut : Langkah pertama dalam desain eksperimental adalah menerjemahkan perkiraan atau harapan dalam suatu hipotesis menjadi rumusan yang lebih operasional.
Setelah operasionalisasi langkah berikutnya adalah penciptaan situasi yang memungkinkan dilakukannya tindakan atau perubahan yang diperlukan. Selanjutnya melalui pemilihan desain yang memadai maka akan diperoleh serangkaian alternatif yang darinya dapat dipilih salah satu atau beberapa diantaranya yang terbaik. Terakhir, seandainya data yang ada sesaui dengan dugaan periset maka masih perlu dilakukan pengujian akhir dalam kerangka desain agar hipotesis yang tengah diuji itu terbebas dari diskonformasi.
Ada tiga prinsip dasar desain eksperimen menurut Montgomery (1997) yaitu : (1) replikasi, (2) randomisasi dan (3) blocking. Replikasi mempunyai dua ciri yaitu : pertama, memungkinkan ekperimenter melakukan suatu estimasi dari kesalahan ekperimental dan kedua, rata-rata sampel digunakan untuk mengestimasi pengaruh dari sebuah faktor didalam eksperimen, replikasi memungkinkan eksperimenter memperoleh estimasi yang lebih akurat terhadap pengaruh tersebut. Perlu ditegaskan bahwa da perbedaan antara replikasi dengan pengukuran berulang. Pengukuran bukan replikasi, mereka adalah sebuah bentuk dari pengukuran berulang.
Randomisasi adalah landasan pertama yang mendasari penggunaan metode-metode statistik didalam desain eksperimental. Melalui teknik randomisasi baik alokasi materi eksperimental dan urutan individu dijalankanatau percobaan dari eksperimen dilaksanakan dan ditentukan secara acak.
Blocking adalah sebuah teknik yang digunakan untuk mengembangkan presisi yang mana perbandingan antara faktor-faktor yang berkepentingan dibuat. Seringkali blocking digunakan untuk mereduksi atau mengeliminasi keanekaragaman dari faktor-faktor pengganggu yaitu faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi respon eksperimental tetapi dalam hal tersebut kita tidak tertarik secara langsung.
Penggunaan desain ekperimen secara khusus pada riset evaluasi dikemukakan oleh Finstrbusch dan Motz (1980) sebagaimana dikutip oleh Hadi dan Mutrofin (2006). Dijelaskan bahwa dalam desain ekperimental dua kelompok dikaji yakni kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen memperoleh perlakuan program atau proyek dan kelompok kontrol yang dalam berbagai aspek lain identik dengan kelompok eksperimen, tidak dikenakan perlakuan atau treatment dalam bentuk prrogram atau proyek. Kedua kelompok diukur berdasarkan variabel hasil yang diinginkan sebelum dan sesudah program/proyek, selanjutnya perubahan pada kedua kelompok diperbandingkan. Apabila semua faktor lain yang relevan terkontrol sevara memadai maka perbedaan setelah
Komponen-komponen utama dalam penelitian eksperimen adalah program/proyek diantara kedua kelompok tersebut seharusnya merupakan hasil program tersebut. Hubungan tersebut dapat ditunjukkan dengan tabel sebagai berikut :
SUBJEK PENGUKURAN
SEBELUM PROGRAM PENGUKURAN
SESUDAH
PROGRAM PERUBAHAN
Kelompok Eksperimen a b b – c
Kelompok Kontrol c d d – c
Hasil Program (b – a) – (d – c)
Komponen-komponen Eksperimen
Terdapat 5 komponen dalam penelitian eksperimen yaitu :
1) Variabel kriteria (variabel tidak bebas "Y")
Adalah variabel yang terpengaruh oleh variabel bebas yang merupakan tolak ukur dari keberhasilan perlakuan eksperimen sehingga variabel kriteria dianggap yang paling utama dari keberhasilan perlakuan. Pada eksperimen, perlakuan didesain secara teori (pengujian. Eksperimen berlaku umum sedangkan action research tidak berlaku umum, tapi merupakan kasus. Eksperimen dilakukan karena tuntutan yang mengilhami treatment adalah veriabel kriteria misalnya, motivasi belajar, keberhasilan, prilaku dll
2) Perlakuan (treatment)
Adalah sesuatu yang sengaja dirancang yang dikenakan pada subjek sehingga variabel kriterion berubah dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
- harus dirancang berbasis teori dan boleh berasarkan empiris
- perlakuan harus jelas beda dengan perlakuan yang sudah ada
- perlakuan harus dirancang final; onsep dan pelaksanaanya tidak boleh diubah ditengah jalan
- dikenakan pada unit-unit; orang, butir tes, unit eksperimen, penskoran
3) Desain (rancangan)
Adalah teknik pengaturan supaya dalam pengujian kita dapat memastikan apakah dalam penilaian terjadi perubahan sebagai akibat dari treatment. Desain pengaturan berbagai kondisi yang mengakibatkan treatmentnya berubah. Ada 2 macam desain yaitu desain eksperimen dan desain perlakuan. Dalam desain perlakuan ada rancangan sedangkan dalam desain eksperimen hasil rancangan dideskripsikan.
4) Instrumen
Harus ada alat ukur yang standar dan harus valid karena kita mengukur
5) Monitoering dan kontrol
Digunakan untuk :
- menghindari adanya kontaminasi antara subjek dan perlakuan
- untuk menjamin perlakuan sesuai dengan rancangan desain
- untuk mendeteksi adanya kontaminasi dan penyimpangan lain
Menurut Sukmadinata (2005), penelitian eksperimental merupakan pendekatan penelitian kuantitatif yang paling penuh dalam arti memenuhi semua persyaratan untuk menguji hubungan sebab akibat. Disamping itu penelitian eksperimental juga merupakan pendekatan penelitian yang khas yang ditunjukkan oleh dua hal yaitu pertama, penelitian eksperimen menguji secara langsung pengaruh satu variabel terhadap variabel lain dan yang kedua menguji hipotesis hubungan sebab akibat. Ciri utama penelitian eksperimental adalah pengontrolan variabel dan pemberian perlakuan terhadap kelompok eksperimen.
Krathwol(1985) dalam Hadi dan Mutrofin (2006) menjelaskan bahwa eksperimen-eksperimen yang mencakup pengenalan intervensi terencana (treatment) dalam situasi dengan tujuan untuk mencapai hasil dan perubahan tertentu, merupakan pengertian umum dan istilah desain ekperimental. Mereka mengemukakan beberapa langkah yang menjadi dasar dari logika desain eksperimental sebagai berikut : Langkah pertama dalam desain eksperimental adalah menerjemahkan perkiraan atau harapan dalam suatu hipotesis menjadi rumusan yang lebih operasional.
Setelah operasionalisasi langkah berikutnya adalah penciptaan situasi yang memungkinkan dilakukannya tindakan atau perubahan yang diperlukan. Selanjutnya melalui pemilihan desain yang memadai maka akan diperoleh serangkaian alternatif yang darinya dapat dipilih salah satu atau beberapa diantaranya yang terbaik. Terakhir, seandainya data yang ada sesaui dengan dugaan periset maka masih perlu dilakukan pengujian akhir dalam kerangka desain agar hipotesis yang tengah diuji itu terbebas dari diskonformasi.
Ada tiga prinsip dasar desain eksperimen menurut Montgomery (1997) yaitu : (1) replikasi, (2) randomisasi dan (3) blocking. Replikasi mempunyai dua ciri yaitu : pertama, memungkinkan ekperimenter melakukan suatu estimasi dari kesalahan ekperimental dan kedua, rata-rata sampel digunakan untuk mengestimasi pengaruh dari sebuah faktor didalam eksperimen, replikasi memungkinkan eksperimenter memperoleh estimasi yang lebih akurat terhadap pengaruh tersebut. Perlu ditegaskan bahwa da perbedaan antara replikasi dengan pengukuran berulang. Pengukuran bukan replikasi, mereka adalah sebuah bentuk dari pengukuran berulang.
Randomisasi adalah landasan pertama yang mendasari penggunaan metode-metode statistik didalam desain eksperimental. Melalui teknik randomisasi baik alokasi materi eksperimental dan urutan individu dijalankanatau percobaan dari eksperimen dilaksanakan dan ditentukan secara acak.
Blocking adalah sebuah teknik yang digunakan untuk mengembangkan presisi yang mana perbandingan antara faktor-faktor yang berkepentingan dibuat. Seringkali blocking digunakan untuk mereduksi atau mengeliminasi keanekaragaman dari faktor-faktor pengganggu yaitu faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi respon eksperimental tetapi dalam hal tersebut kita tidak tertarik secara langsung.
Penggunaan desain ekperimen secara khusus pada riset evaluasi dikemukakan oleh Finstrbusch dan Motz (1980) sebagaimana dikutip oleh Hadi dan Mutrofin (2006). Dijelaskan bahwa dalam desain ekperimental dua kelompok dikaji yakni kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen memperoleh perlakuan program atau proyek dan kelompok kontrol yang dalam berbagai aspek lain identik dengan kelompok eksperimen, tidak dikenakan perlakuan atau treatment dalam bentuk prrogram atau proyek. Kedua kelompok diukur berdasarkan variabel hasil yang diinginkan sebelum dan sesudah program/proyek, selanjutnya perubahan pada kedua kelompok diperbandingkan. Apabila semua faktor lain yang relevan terkontrol sevara memadai maka perbedaan setelah
Komponen-komponen utama dalam penelitian eksperimen adalah program/proyek diantara kedua kelompok tersebut seharusnya merupakan hasil program tersebut. Hubungan tersebut dapat ditunjukkan dengan tabel sebagai berikut :
SUBJEK PENGUKURAN
SEBELUM PROGRAM PENGUKURAN
SESUDAH
PROGRAM PERUBAHAN
Kelompok Eksperimen a b b – c
Kelompok Kontrol c d d – c
Hasil Program (b – a) – (d – c)
Komponen-komponen Eksperimen
Terdapat 5 komponen dalam penelitian eksperimen yaitu :
1) Variabel kriteria (variabel tidak bebas "Y")
Adalah variabel yang terpengaruh oleh variabel bebas yang merupakan tolak ukur dari keberhasilan perlakuan eksperimen sehingga variabel kriteria dianggap yang paling utama dari keberhasilan perlakuan. Pada eksperimen, perlakuan didesain secara teori (pengujian. Eksperimen berlaku umum sedangkan action research tidak berlaku umum, tapi merupakan kasus. Eksperimen dilakukan karena tuntutan yang mengilhami treatment adalah veriabel kriteria misalnya, motivasi belajar, keberhasilan, prilaku dll
2) Perlakuan (treatment)
Adalah sesuatu yang sengaja dirancang yang dikenakan pada subjek sehingga variabel kriterion berubah dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
- harus dirancang berbasis teori dan boleh berasarkan empiris
- perlakuan harus jelas beda dengan perlakuan yang sudah ada
- perlakuan harus dirancang final; onsep dan pelaksanaanya tidak boleh diubah ditengah jalan
- dikenakan pada unit-unit; orang, butir tes, unit eksperimen, penskoran
3) Desain (rancangan)
Adalah teknik pengaturan supaya dalam pengujian kita dapat memastikan apakah dalam penilaian terjadi perubahan sebagai akibat dari treatment. Desain pengaturan berbagai kondisi yang mengakibatkan treatmentnya berubah. Ada 2 macam desain yaitu desain eksperimen dan desain perlakuan. Dalam desain perlakuan ada rancangan sedangkan dalam desain eksperimen hasil rancangan dideskripsikan.
4) Instrumen
Harus ada alat ukur yang standar dan harus valid karena kita mengukur
5) Monitoering dan kontrol
Digunakan untuk :
- menghindari adanya kontaminasi antara subjek dan perlakuan
- untuk menjamin perlakuan sesuai dengan rancangan desain
- untuk mendeteksi adanya kontaminasi dan penyimpangan lain
bumi kita
Banyak ilmuwan yang percaya bahwa Bumi terbentuk bersamaan dengan terbentuknya Tata Surya. Umur Bumi diperkirakan sekitar 4,5 Milyar tahun, batu tertua yang pernah ditemukan berusia 4,3 milyard tahun.
Sistim Tata surya kita berasal dari spiral awan nebula (awan gas dan debu batuan dan metalik) yang sangat besar. Matahari terbentuk dari bagian tengah awan nebula. Pada saat awan ini berputar mengelilingi Matahari, awan ini secara perlahan menjadi rata. Beberapa bagian dari awan ini berputar seperti pusaran arus.
Gas dan debu yang berada di sekitar pusaran ini ikut bergabung. Kumpulan dari gas dan debu ini semakin tumbuh besar dengan menarik berbagai partikel-partikel yang berada di dekatnya. Secara lambat laun kumpulan berbagai partikel yang berputar ini membentuk planet-planet yang mengelilingi Matahari.
Salah satu teori menyebutkan bahwa Bumi pada awalnya berupa gas kemudian berubah menjadi cairan dan akhirnya menjadi lebih dingin sehingga kerak Bumi ( kulit luar ) menjadi padat mengeras. Banyak ilmuwan yang mendukung teori bahwa awan Nebula yang membentuk Tata Surya kita berasal dari ledakan sebuah bintang.
Bumi yang terbentuk berupa materi padat tanpa air dan dikelilingi awan gas. Radiasi berbagai material dan meningkatnya tekanan di dalam Bumi secara bertahap menghasilkan panas yang sanggup mencairkan bagian dalam Bumi. Berbagai material berat seperti besi menjadi tenggelam, sedangkan material ringan seperti Silika ( batuan yang terdiri dari silikon dan oksigen ) muncul ke permukaan Bumi dan membentuk lapisan keras kulit Bumi yang pertama.
Panasnya perut Bumi juga menyebabkan zat-zat kimia di dalam Bumi muncul ke permukaan. Beberapa zat kimia membentuk air, dan ada juga yang menjadi gas-gas yang membentuk atmosfere. Selama lebih dari jutaan tahun secara perlahan-lahan air terkumpul di tempat-tempat yang rendah dan membentuk lautan. Daratan berkembang di Bumi, air hujan dan sungai melarutkan garam dan berbagai subtansi dalam batuan dan membawanya ke lautan, sehingga membuat lautan menjadi asin.
Atmosfere awal Bumi mungkin terdiri dari hidrogen, helium, metan, dan amonia sama seperti atmosfere Jupiter saat ini. Barangkali sebagian besar terdiri dari karbon dioksida seperti atmosfer Venus saat ini.
Selama sekitar satu milyar tahun yang pertama Bumi tak mengandung kehidupan. Kemudian gabungan kimia yang terjadi secara kebetulan di atmosfer dan memperoleh energinya dari sumber-sumber seperti petir, menghasilkan asam amino dan asam nukleat, yakni bahan pembangun molekul semua mahluk hidup.
Bumi pada awalnya mengandung sedikit sekali oksigen. Oksigen di Bumi terutama berasal dari tanaman-tanaman yang menggunakan karbon dioksida untuk berfotosintesis dan menghasilkan oksigen. Dengan semakin banyaknya tanaman yang terbentuk di Bumi maka jumlah oksigen menjadi semakin banyak.
Pada awalnya hanya terbentuk satu benua besar yang disebut Pangaea dan dikelilingi satu samudera Panthalassa. Sekitar 200 juta tahun yang lalu benua ini terbelah menjadi dua yakni Gondwanaland dan Laurasia. Gondwanaland kemudian terbelah membentuk benua afrika, antartika, australia, Amerika Selatan, dan sub benua India. Sedangkan Laurasia terbelah menjadi Eurasia dan Amerika Utara. Pada saat benua ini terbelah-belah beberapa samudera baru muncul di sela-selanya. Diperlukan waktu berjuta-juta tahun untuk membentuk posisi daratan yang seperti sekarang ini.
Bumi terdiri dari beberapa lapisan, lapisan luar Bumi disebut Lithosphere dan terdiri dari 30 lapisan. Masing-masing lapisan terdiri dari bagian yang keras dan mantel bagian atas, lapisan keras ini bergerak di atas sebuah lapisan batu yang sangat panas di dalam lapisan mantel yang disebut asthenosphere. Pada saat lapisan-lapisan ini bergerak mereka juga membawa benua-benua dan lantai dasar samudera bergerak bersamanya.
Lapisan-lapisan Bumi ini bergerak dengan tiga cara; pertama saling menjauh, kedua saling mendekat dan ketiga saling melewati. Jika lapisan Bumi bergerak saling menjauh di suatu tempat, maka mereka pasti bergerak saling mendekat di tempat yang lain.
Bila dua buah Lapisan saling bertubrukan maka salah satu lapisan akan terangkat dan membentuk pegunungan. Pegunungan Himalaya dengan puncak Gunung Everestnya mulai terbentuk 60 juta tahun yang lalu, ketika lapisan Bumi yang mengangkut India bertabrakan dengan lapisan Bumi yang mengangkut Eurasia.
Ketika bertabrakan salah satu lapisan mungkin tertekan ke bawah ke dalam mantel di bawah lapisan yang lain, membentuk sebuah jurang yang sangat dalam di dasar samudera. Panas di dalam perut Bumi mencairkan material-material dan mencari jalan keluar ke permukaan Bumi membentuk Gunung Berapi.
Kira-kira 250 juta tahun yang lalu sebagian besar kerak benua di Bumi merupakan satu massa daratan yang dikenal sebagai Pangea. Kemudian, kira-kira dua ratus juta tahun yang lalu selama Periode Trias, Pangea terpecah menjadi dua benua besar yaitu Laurasia, yang sekarang terdiri dari Amerika Utara, Eropa, sebagian Asia Tengah dan Asia Timur; dan Gondwana yang terdiri dari Amenka Selatan, Afrika India, Australia dan bagian Asia lainnya. Bagian-bagian dan dua benua besar ini kemudian terpecah-pecah, hanyut dan bertubrukan dengan bagian lain.
Interpretasi yang terbaru didasar kan pada distribusi berbagai pecahan yang disebut "terranes", yang memiliki sejarah geologi yang berlainan. Untuk menentukan letak Jawa dan Bali dengan tepat pada peta Pangea hampir mustahil. Pertama, karena penanggalan terhadap batuan sangat sedikit. Kedua karena mungkin bentuk jawa tidak ada sebelum Kala Miosen, dan Bali barangkali baru muncul di atas permukaan laut kira-kira tiga juta tahun yang lalu.
Kira-kira 250 km ke arah selatan jawa dan Bali adalah Palung jawa yang sangat dalam. Di bagian selatan palung ini merupakan bagian dan suatu dangkalan yang dikenal sebagai Dangkalan Indo-Australia, yang terbentuk di bagian dalam samudera di sebelah selatan India dan Australia, dan membentuk pecahan antara Antartika dan Australia.
Pergerakan dangkalan ini ke arah utara terus berlangsung sampai sekarang dengan laju 6 cm/tahun. Pergerakan ini mendesak Dangkalan Sunda dimana Asia Tenggara berada, dan selama berjuta-juta tahun daya yang dihasilkan oleh gerakan ini melipat lapisan-lapisan sedimen tua membentuk deretan pegunungan.
Dangkalan Indo-Australia masuk ke bawah Dangkalan Sunda di sepanjang Palung Jawa, dan selip mendadak yang kadang-kadang terjadi akibat gesekan antara dua dangkalan ini menimbulkan gempa bumi, sedangkan panas yang dihasilkan dari gesekan dua dangkalan ini membentuk kantung-kantung batuan yang mencair di bawah tekanan tinggi. Kantung-kantung ini dapat bocor ke permukaan dan membentuk gunung berapi.
Walaupun batuan vulkanik cukup dominan, daerah sedimentasi juga cukup luas. Luas utama bagian utara dan selatan sedimen moderen yang berasal dari erosi gunung-gunung baru mengendap di atas sedimen tua yang terangkat ke atas karena gerakan yang dahsyat di bawah batuan yang meleleh.
Namun tidak semua batuan sedimen merupakan hasil erosi, karena terdapat daerah batu kapur yang berasal dari suatu masa ketika organisme pembentuk terumbu karang tumbuh subur yang kemudian terangkat ke atas. Misalnya daerah perbukitan kapur di Padalarang Bandung.
Seluruh dataran aluvial di bagian utara Jawa sudah terbentuk dalam waktu 8.000 tahun terakhir, yaitu ketika permukaan laut turun 5-6 m. Dataran ini terbentuk, sebagian karena kipas-kipas aluvial dari limpahan gunung berapi dan sebagian karena dataran pasca-Pliosen yang terangkat ke atas. Proses-proses ini terus berlang- sung sampai sekarang.
- World Book Multimedia Encyclo pedia penerbit IBM
- Ekologi Jawa dan Bali terbitan Pre nhallindo.
- Hemel en aarde terbitan Time Lfe
- Ilmu Gunung Api terbitan Nova
- Panduan Wisata Geologi Bandung utara terbitan ITB
Sistim Tata surya kita berasal dari spiral awan nebula (awan gas dan debu batuan dan metalik) yang sangat besar. Matahari terbentuk dari bagian tengah awan nebula. Pada saat awan ini berputar mengelilingi Matahari, awan ini secara perlahan menjadi rata. Beberapa bagian dari awan ini berputar seperti pusaran arus.
Gas dan debu yang berada di sekitar pusaran ini ikut bergabung. Kumpulan dari gas dan debu ini semakin tumbuh besar dengan menarik berbagai partikel-partikel yang berada di dekatnya. Secara lambat laun kumpulan berbagai partikel yang berputar ini membentuk planet-planet yang mengelilingi Matahari.
Salah satu teori menyebutkan bahwa Bumi pada awalnya berupa gas kemudian berubah menjadi cairan dan akhirnya menjadi lebih dingin sehingga kerak Bumi ( kulit luar ) menjadi padat mengeras. Banyak ilmuwan yang mendukung teori bahwa awan Nebula yang membentuk Tata Surya kita berasal dari ledakan sebuah bintang.
Bumi yang terbentuk berupa materi padat tanpa air dan dikelilingi awan gas. Radiasi berbagai material dan meningkatnya tekanan di dalam Bumi secara bertahap menghasilkan panas yang sanggup mencairkan bagian dalam Bumi. Berbagai material berat seperti besi menjadi tenggelam, sedangkan material ringan seperti Silika ( batuan yang terdiri dari silikon dan oksigen ) muncul ke permukaan Bumi dan membentuk lapisan keras kulit Bumi yang pertama.
Panasnya perut Bumi juga menyebabkan zat-zat kimia di dalam Bumi muncul ke permukaan. Beberapa zat kimia membentuk air, dan ada juga yang menjadi gas-gas yang membentuk atmosfere. Selama lebih dari jutaan tahun secara perlahan-lahan air terkumpul di tempat-tempat yang rendah dan membentuk lautan. Daratan berkembang di Bumi, air hujan dan sungai melarutkan garam dan berbagai subtansi dalam batuan dan membawanya ke lautan, sehingga membuat lautan menjadi asin.
Atmosfere awal Bumi mungkin terdiri dari hidrogen, helium, metan, dan amonia sama seperti atmosfere Jupiter saat ini. Barangkali sebagian besar terdiri dari karbon dioksida seperti atmosfer Venus saat ini.
Selama sekitar satu milyar tahun yang pertama Bumi tak mengandung kehidupan. Kemudian gabungan kimia yang terjadi secara kebetulan di atmosfer dan memperoleh energinya dari sumber-sumber seperti petir, menghasilkan asam amino dan asam nukleat, yakni bahan pembangun molekul semua mahluk hidup.
Bumi pada awalnya mengandung sedikit sekali oksigen. Oksigen di Bumi terutama berasal dari tanaman-tanaman yang menggunakan karbon dioksida untuk berfotosintesis dan menghasilkan oksigen. Dengan semakin banyaknya tanaman yang terbentuk di Bumi maka jumlah oksigen menjadi semakin banyak.
Pada awalnya hanya terbentuk satu benua besar yang disebut Pangaea dan dikelilingi satu samudera Panthalassa. Sekitar 200 juta tahun yang lalu benua ini terbelah menjadi dua yakni Gondwanaland dan Laurasia. Gondwanaland kemudian terbelah membentuk benua afrika, antartika, australia, Amerika Selatan, dan sub benua India. Sedangkan Laurasia terbelah menjadi Eurasia dan Amerika Utara. Pada saat benua ini terbelah-belah beberapa samudera baru muncul di sela-selanya. Diperlukan waktu berjuta-juta tahun untuk membentuk posisi daratan yang seperti sekarang ini.
Bumi terdiri dari beberapa lapisan, lapisan luar Bumi disebut Lithosphere dan terdiri dari 30 lapisan. Masing-masing lapisan terdiri dari bagian yang keras dan mantel bagian atas, lapisan keras ini bergerak di atas sebuah lapisan batu yang sangat panas di dalam lapisan mantel yang disebut asthenosphere. Pada saat lapisan-lapisan ini bergerak mereka juga membawa benua-benua dan lantai dasar samudera bergerak bersamanya.
Lapisan-lapisan Bumi ini bergerak dengan tiga cara; pertama saling menjauh, kedua saling mendekat dan ketiga saling melewati. Jika lapisan Bumi bergerak saling menjauh di suatu tempat, maka mereka pasti bergerak saling mendekat di tempat yang lain.
Bila dua buah Lapisan saling bertubrukan maka salah satu lapisan akan terangkat dan membentuk pegunungan. Pegunungan Himalaya dengan puncak Gunung Everestnya mulai terbentuk 60 juta tahun yang lalu, ketika lapisan Bumi yang mengangkut India bertabrakan dengan lapisan Bumi yang mengangkut Eurasia.
Ketika bertabrakan salah satu lapisan mungkin tertekan ke bawah ke dalam mantel di bawah lapisan yang lain, membentuk sebuah jurang yang sangat dalam di dasar samudera. Panas di dalam perut Bumi mencairkan material-material dan mencari jalan keluar ke permukaan Bumi membentuk Gunung Berapi.
Kira-kira 250 juta tahun yang lalu sebagian besar kerak benua di Bumi merupakan satu massa daratan yang dikenal sebagai Pangea. Kemudian, kira-kira dua ratus juta tahun yang lalu selama Periode Trias, Pangea terpecah menjadi dua benua besar yaitu Laurasia, yang sekarang terdiri dari Amerika Utara, Eropa, sebagian Asia Tengah dan Asia Timur; dan Gondwana yang terdiri dari Amenka Selatan, Afrika India, Australia dan bagian Asia lainnya. Bagian-bagian dan dua benua besar ini kemudian terpecah-pecah, hanyut dan bertubrukan dengan bagian lain.
Interpretasi yang terbaru didasar kan pada distribusi berbagai pecahan yang disebut "terranes", yang memiliki sejarah geologi yang berlainan. Untuk menentukan letak Jawa dan Bali dengan tepat pada peta Pangea hampir mustahil. Pertama, karena penanggalan terhadap batuan sangat sedikit. Kedua karena mungkin bentuk jawa tidak ada sebelum Kala Miosen, dan Bali barangkali baru muncul di atas permukaan laut kira-kira tiga juta tahun yang lalu.
Kira-kira 250 km ke arah selatan jawa dan Bali adalah Palung jawa yang sangat dalam. Di bagian selatan palung ini merupakan bagian dan suatu dangkalan yang dikenal sebagai Dangkalan Indo-Australia, yang terbentuk di bagian dalam samudera di sebelah selatan India dan Australia, dan membentuk pecahan antara Antartika dan Australia.
Pergerakan dangkalan ini ke arah utara terus berlangsung sampai sekarang dengan laju 6 cm/tahun. Pergerakan ini mendesak Dangkalan Sunda dimana Asia Tenggara berada, dan selama berjuta-juta tahun daya yang dihasilkan oleh gerakan ini melipat lapisan-lapisan sedimen tua membentuk deretan pegunungan.
Dangkalan Indo-Australia masuk ke bawah Dangkalan Sunda di sepanjang Palung Jawa, dan selip mendadak yang kadang-kadang terjadi akibat gesekan antara dua dangkalan ini menimbulkan gempa bumi, sedangkan panas yang dihasilkan dari gesekan dua dangkalan ini membentuk kantung-kantung batuan yang mencair di bawah tekanan tinggi. Kantung-kantung ini dapat bocor ke permukaan dan membentuk gunung berapi.
Walaupun batuan vulkanik cukup dominan, daerah sedimentasi juga cukup luas. Luas utama bagian utara dan selatan sedimen moderen yang berasal dari erosi gunung-gunung baru mengendap di atas sedimen tua yang terangkat ke atas karena gerakan yang dahsyat di bawah batuan yang meleleh.
Namun tidak semua batuan sedimen merupakan hasil erosi, karena terdapat daerah batu kapur yang berasal dari suatu masa ketika organisme pembentuk terumbu karang tumbuh subur yang kemudian terangkat ke atas. Misalnya daerah perbukitan kapur di Padalarang Bandung.
Seluruh dataran aluvial di bagian utara Jawa sudah terbentuk dalam waktu 8.000 tahun terakhir, yaitu ketika permukaan laut turun 5-6 m. Dataran ini terbentuk, sebagian karena kipas-kipas aluvial dari limpahan gunung berapi dan sebagian karena dataran pasca-Pliosen yang terangkat ke atas. Proses-proses ini terus berlang- sung sampai sekarang.
- World Book Multimedia Encyclo pedia penerbit IBM
- Ekologi Jawa dan Bali terbitan Pre nhallindo.
- Hemel en aarde terbitan Time Lfe
- Ilmu Gunung Api terbitan Nova
- Panduan Wisata Geologi Bandung utara terbitan ITB
Pemanfaatan Internet Sebagai Sumber Belajar
1. Judul Penelitian : Pemanfaatan Internet Sebagai Sumber Belajar Oleh Mahasiswa Program Studi Administrasi Negara Universitas Muhammadiyah Mataram
2. Bidang Ilmu
Ilmu Sosial
3. Pendahuluan
a. Latar Belakang Masalah
Seiring dengan perubahan paradigma pembelajaran, maka keberhasilan kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh faktor pengajar/dosen, melainkan sangat dipengaruhi oleh keaktifan mahasiswa. Kurikulum baru tahun 2004 mempertegas bahwa proses pembelajaran harus berpusat pada peserta belajar, pengajar bukan sebagai satu-satunya sumber belajar atau sumber informasi, melainkan berperan sebagai fasilitator, dinamisator, dan motivator dalam pembelajaran.
Selain sumber belajar berupa perpustakaan yang tersedia di kampus, sekarang ini berkembang teknologi internet yang memberikan kemudahan dan keleluasaan dalam menggali ilmu pengetahuan. Melalui internet mahasiswa dapat mengakses berbagai literatur dan referensi ilmu pengetahuan yang dibutuhkan dengan cepat, sehingga dapat mempermudah proses studinya.
Penelitian ini ingin mengetahui sejauh mana mahasiswa prodi Pendidikan Administrasi Negara UMM telah memanfaatkan teknologi internet sebagai sumber belajar yang mendukung proses belajarnya di bangku kuliah.
b. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dapat diidentifikasi permasalahan yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber belajar, antara lain : optimalisasi pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar, pemenuhan koleksi buku-buku yang tersedia di perpustakaan, pemanfaatan internet sebagai sumber belajar, serta pemanfaatan sumber daya lingkungan sebagai sumber belajar.
c. Batasan Masalah
Meskipun banyak permasalahan yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber belajar dalam proses pembelajaran, namun dalam penelitian ini hanya membatasi pada masalah pemanfaatan internet sebagai sumber belajar oleh mahasiswa prodi Administrasi Negara UMM.
d. Rumusan Masalah
Untuk memperjelas permasalahan yang akan diteliti, maka masalah tersebut dirumuskan sebagai berikut :
1. Apakah mahasiswa prodi Administrasi Negara telah memanfaatkan internet sebagai sumber belajar ?
2. Alasan apa yang memotivasi mahasiswa prodi Administrasi Negara memanfaatkan internet sebagai sumber belajar ?
3. Faktor apa sajakah yang mendukung dan menghambat mahasiswa prodi Administrasi Negara untuk memanfaatkan internet sebagai sumber belajar ?
e. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui :
1. Jumlah mahasiswa prodi Administrasi Negara yang telah memanfaatkan internet sebagai sumber belajar.
2. Alasan yang memotivasi mahasiswa prodi Administrasi Negara memanfaatkan internet sebagai sumber belajar.
3. Faktor-faktor yang mendukung dan menghambat mahasiswa prodi Administrasi Negara memanfaatkan internet sebagai sumber belajar.
f. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat :
1. Bagi mahasiswa, untuk lebih meningkatkan pemanfaatan teknologi internet sebagai sumber belajar, sehingga mempercepat masa studinya.
2. Bagi program studi, sebagai bahan pertimbangan dalam membuat kebijakan dan program kerja yang berkaitan dengan fasilitas sumber belajar.
3. Bagi peneliti, sebagai dorongan untuk lebih meningkatkan penguasaan teknologi informasi sehingga dapat memperbaiki kemampuan dalam mengajar.
g. Definisi Operasional
1. Internet
Adalah jaringan komputer yang mampu menghubungkan komputer di seluruh dunia sehingga berbagai jenis dan bentuk informasi dapat diakses dari berbagai belahan dunia secara cepat.
2. Sumber Belajar
Segala sesuatu atau daya yang dapat dimanfaatkan oleh guru, baik secara terpisah maupun dalam bentuk gabungan, untuk kepentingan belajar mengajar dengan tujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi tujuan pembelajaran.
4. Kajian Pustaka
a. Pengertian Internet
Internet adalah kependekan dari inter-network. Secara harfiah mengandung pengertian sebagai jaringan komputer yang menghubungkan beberapa rangkaian (www.wikipedia.com). Jaringan internet juga didefinisikan sebagai jaringan komputer yang mampu menghubungkan komputer di seluruh dunia sehingga berbagai jenis dan bentuk informasi dapat dikomunikasikan antar belahan dunia secara instan dan global (www.jurnal-kopertis4.org). Selain kedua pengertian di atas, internet juga disebut sebagai sekumpulan jaringan komputer yang menghubungkan situs akademik, pemerintahan, komersial, organisasi, maupun perorangan. Internet menyediakan akses untuk layanan telekomunikasi dari sumber daya informasi untuk jutaan pemakainya yang tersebar di seluruh dunia. Layanan internet meliputi komunikasi langsung (e-mail, chat), diskusi (usenet news, milis, bulletin board), sumber daya informasi yang terdistribusi (World Wide Web, Ghoper), remote login dan lalu lintas file (Telnet, FTP), serta berbagai layanan lainnya (www.andhika.com).
Sejalan dengan perkembangan internet, telah banyak aktivitas yang dilakukan dengan memanfaatkan jaringan internet, seperti e-Commerce, e-Banking, e-Government, e-Learning dan lainnya. Salah satu aktivitas yang berkaitan dengan proses pembelajaran adalah e-Learning. E-Learning adalah wujud penerapan teknologi informasi di bidang pendidikan dalam bentuk sekolah maya. E-Learning merupakan usaha untuk membuat sebuah transformasi proses belajar mengajar di sekolah dalam bentuk digital yang dijembatani oleh teknologi internet.
b. Internet dalam Kegiatan Belajar
Fred S Keller, teknolog pendidikan era tahun 1960-an mengkritik penerapan metode-metode pembelajaran konvensional yang kurang menarik perharian peserta didik. Menurut dia, peserta didik harus diberi akses yang lebih luas dalam menentukan apa yang ingin mereka pelajari sesuai minat, kebutuhan, dan kemampuannya. Dikatakannya pula bahwa guru bukanlah satu-satunya pemegang otoritas pengetahuan di kelas. Siswa harus diberi kemandirian untuk belajar dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar (www.kompas.com).
Kekayaan informasi yang sekarang tersedia di internet telah lebih mencapai harapan dan bahkan imajinasi para penemu sistemnya. Melalui internet dapat diakses sumber-sumber informasi tanpa batas dan aktual dengan sangat cepat. Adanya internet memungkinkan seseorang di Indonesia untuk mengakses perpustakaan di Amerika Serikat dalam bentuk Digital Library. Sudah banyak pengalaman tentang kemanfaatan internet dalam penelitian dan penyelesaian tugas akhir mahasiswa. Tukar menukar informasi atau tanya jawab dengan pakar dapat juga dilakukan melalui internet. Tanpa teknologi internet banyak tugas akhir dan thesis atau bahkan desertasi yang mungkin membutuhkan waktu lebih banyak untuk menyelesaikannya (www.jurnal-kopertis4.org).
Para akademisi merupakan salah satu pihak yang paling diuntungkan dengan kemunculan internet. Berbagai referensi, jurnal, maupun hasil penelitian yang dipublikasikan melalui internet tersedia dalam jumlah yang berlimpah. Para mahasiswa tidak lagi harus mengaduk-aduk buku di perpustakaan sebagai bahan untuk mengerjakan tugas-tugas kuliahnya. Cukup memanfaatkan search engine, materi-materi yang dibutuhkan dapat diperoleh dengan cepat. Selain menghemat tenaga dan biaya dalam mencarinya, materi-materi yang dapat ditemui di internet cenderung lebih up to date.
Bagi para pengajar, internet bermanfaat dalam mengembangkan profesinya, karena dengan internet dapat : (a) meningkatkan pengetahuan, (b) berbagi sumber diantara rekan sejawat, (c) bekerjasama dengan pengajar di luar negeri, (d) kesempatan mempublikasikan informasi secara langsung, (e) mengatur komunikasi secara teratur, dan (f) berpartisipasi dalam forum-forum lokal maupun internasional. Di samping itu para pengajar juga dapat memanfaatkan internet sebagai sumber bahan mengajar dengan mengakses rencana pembelajaran atau silabus online dengan metodologi baru, mengakses materi kuliah yang cocok untuk mahasiswanya, serta dapat menyampaikan ide-idenya.
Sementara itu mahasiswa juga dapat menggunakan internet untuk belajar sendiri secara cepat, sehingga akan meningkatkan dan memeperluas pengetahuan, belajar berinteraksi, dan mengembangkan kemampuan dalam bidang penelitian (www.pendidikan.net).
Dalam www.jurnal-kopertis4.org disebutkan beberapa manfaat internet bagi pendidikan di Indonesia, yaitu : akses ke perpustakaan, akses ke pakar, perkuliahan online, layanan informasi akademik, menyediakan fasilitas mesin pencari data, menyediakan fasilitas diskusi, dan fasilitas kerjasama.
c. Pengertian Sumber Belajar
Menurut Association for Educational Communications and Technology sumber pembelajaran adalah segala sesuatu atau daya yang dapat dimanfaatkan oleh guru, baik secara terpisah maupun dalam bentuk gabungan, untuk kepentingan belajar mengajar dengan tujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi tujuan pembelajaran. Sumber pembelajaran dapat dikelompokan menjadi dua bagian, yaitu :
1) Sumber pembelajaran yang sengaja direncanakan (learning resources by design), yakni semua sumber yang secara khusus telah dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal; dan
2) Sumber pembelajaran yang karena dimanfaatkan (learning resources by utilization), yakni sumber belajar yang tidak secara khusus didisain untuk keperluan pembelajaran namun dapat ditemukan, diaplikasikan, dan dimanfaatkan untuk keperluan belajar-salah satunya adalah media massa.
Media massa adalah suatu jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen, dan anonim melewati media cetak atau elektronik, sehingga pesan informasi yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat. Pengertian "dapat" di sini menekankan pada pengertian, bahwa jumlah sebenarnya penerima pesan informasi melalui media massa pada saat tertentu tidaklah esensial. Yang penting ialah "The communicator is a social organization capable or reproducing the message and sending it simultaneously to large number of people who are spartially separated”. Adapun bentuk media massa, secara garis besar, ada dua jenis, yaitu : media cetak (surat kabar dan majalah, termasuk buku-buku) dan media elektronik (televisi dan radio, termasuk internet) (http://artikel.us/mangkoes6-04-2.html
Berdasarkan kajian pustaka di atas menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan di perguruan tinggi dapat ditempuh melalui berbagai cara, antara lain : peningkatan kompetensi dosen, peningkatan muatan kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran dan penilaian hasil belajar, peningkatan bekal ketrampilan mahasiswa, penyediaan bahan ajar yang memadai, dan penyediaan sarana belajar. Ketersediaan bahan ajar dan sarana belajar merupakan faktor penting dalam menunjang keberhasilan proses pembelajaran. Namun demikian sering kali bahan ajar yang ada di perpustakaan tidak mampu memenuhi kebutuhan belajar mahasiswa, sehingga perlu memanfaatkan sumber belajar yang lain. Salah satu sumber belajar yang dapat digunakan oleh mahasiswa secara mandiri adalah jaringan internet. Untuk itu, bekal ketrampilan mahasiswa khususnya dalam memanfaatkan teknologi internet sangat diperlukan.
Melalui internet, mahasiswa dapat mengakses berbagai informasi dan ilmu pengetahuan sesuai kebutuhan yang relevan dengan subjek mata kuliah. Sehingga pemanfaatan jaringan internet sebagai sumber belajar, akan membantu mempermudah dan mempercepat penyelesaian tugas-tugas perkuliahan, termasuk penyelesaian tuga akhir.
Oleh karena itu, dosen sebagai motivator dan dinamisator dalam pembelajaran hendaknya memberi dorongan serta menciptakan kondisi agar mahasiswa dapat secara aktif menemukan ilmu pengetahuan baru melalui pemanfaatan teknologi internet.
5. Metodologi Penelitian
a. Desain Penelitian
Penelitian ini menggunakan desain penelitian survai, yang dipakai untuk tujuan eksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi tentang pemanfaatan internet sebagai sumber belajar oleh mahasiswa prodi Administrasi Negara UMM
b. Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi dan wilayah generalisasi penelitian ini adalah mahasiswa prodi Administrasi Negara UMM yang meliputi mahasiswa angkatan 2002, 2003, 2004, dan 2005. Sampel penelitian diambil secara proporsional random sampling.
c. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner.
d. Teknik Analisis Data
Data yang terkumpul akan dianalisis secara deskriptif dengan tabulasi dan persentase.
Daftar pustaka
Anonim. (2005). Sekilas Perkembangan Internet di Indonesia. www.jurnal-kopertis4.org. diambil 1 november 2010
Anonim. (2005). Kamus Istilah Internet.(www.wikipedia.com). diambil 3 november 2010
Arif A Mangkoesapoetro. (2004). Pemanfaatan Media Massa Sebagai Sumber Pembelajaran IPS Di Tingkat Persekolahan. (http://artikel.us/mangkoes6-04-2.html). diambil 10 november 2010
2. Bidang Ilmu
Ilmu Sosial
3. Pendahuluan
a. Latar Belakang Masalah
Seiring dengan perubahan paradigma pembelajaran, maka keberhasilan kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh faktor pengajar/dosen, melainkan sangat dipengaruhi oleh keaktifan mahasiswa. Kurikulum baru tahun 2004 mempertegas bahwa proses pembelajaran harus berpusat pada peserta belajar, pengajar bukan sebagai satu-satunya sumber belajar atau sumber informasi, melainkan berperan sebagai fasilitator, dinamisator, dan motivator dalam pembelajaran.
Selain sumber belajar berupa perpustakaan yang tersedia di kampus, sekarang ini berkembang teknologi internet yang memberikan kemudahan dan keleluasaan dalam menggali ilmu pengetahuan. Melalui internet mahasiswa dapat mengakses berbagai literatur dan referensi ilmu pengetahuan yang dibutuhkan dengan cepat, sehingga dapat mempermudah proses studinya.
Penelitian ini ingin mengetahui sejauh mana mahasiswa prodi Pendidikan Administrasi Negara UMM telah memanfaatkan teknologi internet sebagai sumber belajar yang mendukung proses belajarnya di bangku kuliah.
b. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dapat diidentifikasi permasalahan yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber belajar, antara lain : optimalisasi pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar, pemenuhan koleksi buku-buku yang tersedia di perpustakaan, pemanfaatan internet sebagai sumber belajar, serta pemanfaatan sumber daya lingkungan sebagai sumber belajar.
c. Batasan Masalah
Meskipun banyak permasalahan yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber belajar dalam proses pembelajaran, namun dalam penelitian ini hanya membatasi pada masalah pemanfaatan internet sebagai sumber belajar oleh mahasiswa prodi Administrasi Negara UMM.
d. Rumusan Masalah
Untuk memperjelas permasalahan yang akan diteliti, maka masalah tersebut dirumuskan sebagai berikut :
1. Apakah mahasiswa prodi Administrasi Negara telah memanfaatkan internet sebagai sumber belajar ?
2. Alasan apa yang memotivasi mahasiswa prodi Administrasi Negara memanfaatkan internet sebagai sumber belajar ?
3. Faktor apa sajakah yang mendukung dan menghambat mahasiswa prodi Administrasi Negara untuk memanfaatkan internet sebagai sumber belajar ?
e. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui :
1. Jumlah mahasiswa prodi Administrasi Negara yang telah memanfaatkan internet sebagai sumber belajar.
2. Alasan yang memotivasi mahasiswa prodi Administrasi Negara memanfaatkan internet sebagai sumber belajar.
3. Faktor-faktor yang mendukung dan menghambat mahasiswa prodi Administrasi Negara memanfaatkan internet sebagai sumber belajar.
f. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat :
1. Bagi mahasiswa, untuk lebih meningkatkan pemanfaatan teknologi internet sebagai sumber belajar, sehingga mempercepat masa studinya.
2. Bagi program studi, sebagai bahan pertimbangan dalam membuat kebijakan dan program kerja yang berkaitan dengan fasilitas sumber belajar.
3. Bagi peneliti, sebagai dorongan untuk lebih meningkatkan penguasaan teknologi informasi sehingga dapat memperbaiki kemampuan dalam mengajar.
g. Definisi Operasional
1. Internet
Adalah jaringan komputer yang mampu menghubungkan komputer di seluruh dunia sehingga berbagai jenis dan bentuk informasi dapat diakses dari berbagai belahan dunia secara cepat.
2. Sumber Belajar
Segala sesuatu atau daya yang dapat dimanfaatkan oleh guru, baik secara terpisah maupun dalam bentuk gabungan, untuk kepentingan belajar mengajar dengan tujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi tujuan pembelajaran.
4. Kajian Pustaka
a. Pengertian Internet
Internet adalah kependekan dari inter-network. Secara harfiah mengandung pengertian sebagai jaringan komputer yang menghubungkan beberapa rangkaian (www.wikipedia.com). Jaringan internet juga didefinisikan sebagai jaringan komputer yang mampu menghubungkan komputer di seluruh dunia sehingga berbagai jenis dan bentuk informasi dapat dikomunikasikan antar belahan dunia secara instan dan global (www.jurnal-kopertis4.org). Selain kedua pengertian di atas, internet juga disebut sebagai sekumpulan jaringan komputer yang menghubungkan situs akademik, pemerintahan, komersial, organisasi, maupun perorangan. Internet menyediakan akses untuk layanan telekomunikasi dari sumber daya informasi untuk jutaan pemakainya yang tersebar di seluruh dunia. Layanan internet meliputi komunikasi langsung (e-mail, chat), diskusi (usenet news, milis, bulletin board), sumber daya informasi yang terdistribusi (World Wide Web, Ghoper), remote login dan lalu lintas file (Telnet, FTP), serta berbagai layanan lainnya (www.andhika.com).
Sejalan dengan perkembangan internet, telah banyak aktivitas yang dilakukan dengan memanfaatkan jaringan internet, seperti e-Commerce, e-Banking, e-Government, e-Learning dan lainnya. Salah satu aktivitas yang berkaitan dengan proses pembelajaran adalah e-Learning. E-Learning adalah wujud penerapan teknologi informasi di bidang pendidikan dalam bentuk sekolah maya. E-Learning merupakan usaha untuk membuat sebuah transformasi proses belajar mengajar di sekolah dalam bentuk digital yang dijembatani oleh teknologi internet.
b. Internet dalam Kegiatan Belajar
Fred S Keller, teknolog pendidikan era tahun 1960-an mengkritik penerapan metode-metode pembelajaran konvensional yang kurang menarik perharian peserta didik. Menurut dia, peserta didik harus diberi akses yang lebih luas dalam menentukan apa yang ingin mereka pelajari sesuai minat, kebutuhan, dan kemampuannya. Dikatakannya pula bahwa guru bukanlah satu-satunya pemegang otoritas pengetahuan di kelas. Siswa harus diberi kemandirian untuk belajar dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar (www.kompas.com).
Kekayaan informasi yang sekarang tersedia di internet telah lebih mencapai harapan dan bahkan imajinasi para penemu sistemnya. Melalui internet dapat diakses sumber-sumber informasi tanpa batas dan aktual dengan sangat cepat. Adanya internet memungkinkan seseorang di Indonesia untuk mengakses perpustakaan di Amerika Serikat dalam bentuk Digital Library. Sudah banyak pengalaman tentang kemanfaatan internet dalam penelitian dan penyelesaian tugas akhir mahasiswa. Tukar menukar informasi atau tanya jawab dengan pakar dapat juga dilakukan melalui internet. Tanpa teknologi internet banyak tugas akhir dan thesis atau bahkan desertasi yang mungkin membutuhkan waktu lebih banyak untuk menyelesaikannya (www.jurnal-kopertis4.org).
Para akademisi merupakan salah satu pihak yang paling diuntungkan dengan kemunculan internet. Berbagai referensi, jurnal, maupun hasil penelitian yang dipublikasikan melalui internet tersedia dalam jumlah yang berlimpah. Para mahasiswa tidak lagi harus mengaduk-aduk buku di perpustakaan sebagai bahan untuk mengerjakan tugas-tugas kuliahnya. Cukup memanfaatkan search engine, materi-materi yang dibutuhkan dapat diperoleh dengan cepat. Selain menghemat tenaga dan biaya dalam mencarinya, materi-materi yang dapat ditemui di internet cenderung lebih up to date.
Bagi para pengajar, internet bermanfaat dalam mengembangkan profesinya, karena dengan internet dapat : (a) meningkatkan pengetahuan, (b) berbagi sumber diantara rekan sejawat, (c) bekerjasama dengan pengajar di luar negeri, (d) kesempatan mempublikasikan informasi secara langsung, (e) mengatur komunikasi secara teratur, dan (f) berpartisipasi dalam forum-forum lokal maupun internasional. Di samping itu para pengajar juga dapat memanfaatkan internet sebagai sumber bahan mengajar dengan mengakses rencana pembelajaran atau silabus online dengan metodologi baru, mengakses materi kuliah yang cocok untuk mahasiswanya, serta dapat menyampaikan ide-idenya.
Sementara itu mahasiswa juga dapat menggunakan internet untuk belajar sendiri secara cepat, sehingga akan meningkatkan dan memeperluas pengetahuan, belajar berinteraksi, dan mengembangkan kemampuan dalam bidang penelitian (www.pendidikan.net).
Dalam www.jurnal-kopertis4.org disebutkan beberapa manfaat internet bagi pendidikan di Indonesia, yaitu : akses ke perpustakaan, akses ke pakar, perkuliahan online, layanan informasi akademik, menyediakan fasilitas mesin pencari data, menyediakan fasilitas diskusi, dan fasilitas kerjasama.
c. Pengertian Sumber Belajar
Menurut Association for Educational Communications and Technology sumber pembelajaran adalah segala sesuatu atau daya yang dapat dimanfaatkan oleh guru, baik secara terpisah maupun dalam bentuk gabungan, untuk kepentingan belajar mengajar dengan tujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi tujuan pembelajaran. Sumber pembelajaran dapat dikelompokan menjadi dua bagian, yaitu :
1) Sumber pembelajaran yang sengaja direncanakan (learning resources by design), yakni semua sumber yang secara khusus telah dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal; dan
2) Sumber pembelajaran yang karena dimanfaatkan (learning resources by utilization), yakni sumber belajar yang tidak secara khusus didisain untuk keperluan pembelajaran namun dapat ditemukan, diaplikasikan, dan dimanfaatkan untuk keperluan belajar-salah satunya adalah media massa.
Media massa adalah suatu jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen, dan anonim melewati media cetak atau elektronik, sehingga pesan informasi yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat. Pengertian "dapat" di sini menekankan pada pengertian, bahwa jumlah sebenarnya penerima pesan informasi melalui media massa pada saat tertentu tidaklah esensial. Yang penting ialah "The communicator is a social organization capable or reproducing the message and sending it simultaneously to large number of people who are spartially separated”. Adapun bentuk media massa, secara garis besar, ada dua jenis, yaitu : media cetak (surat kabar dan majalah, termasuk buku-buku) dan media elektronik (televisi dan radio, termasuk internet) (http://artikel.us/mangkoes6-04-2.html
Berdasarkan kajian pustaka di atas menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan di perguruan tinggi dapat ditempuh melalui berbagai cara, antara lain : peningkatan kompetensi dosen, peningkatan muatan kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran dan penilaian hasil belajar, peningkatan bekal ketrampilan mahasiswa, penyediaan bahan ajar yang memadai, dan penyediaan sarana belajar. Ketersediaan bahan ajar dan sarana belajar merupakan faktor penting dalam menunjang keberhasilan proses pembelajaran. Namun demikian sering kali bahan ajar yang ada di perpustakaan tidak mampu memenuhi kebutuhan belajar mahasiswa, sehingga perlu memanfaatkan sumber belajar yang lain. Salah satu sumber belajar yang dapat digunakan oleh mahasiswa secara mandiri adalah jaringan internet. Untuk itu, bekal ketrampilan mahasiswa khususnya dalam memanfaatkan teknologi internet sangat diperlukan.
Melalui internet, mahasiswa dapat mengakses berbagai informasi dan ilmu pengetahuan sesuai kebutuhan yang relevan dengan subjek mata kuliah. Sehingga pemanfaatan jaringan internet sebagai sumber belajar, akan membantu mempermudah dan mempercepat penyelesaian tugas-tugas perkuliahan, termasuk penyelesaian tuga akhir.
Oleh karena itu, dosen sebagai motivator dan dinamisator dalam pembelajaran hendaknya memberi dorongan serta menciptakan kondisi agar mahasiswa dapat secara aktif menemukan ilmu pengetahuan baru melalui pemanfaatan teknologi internet.
5. Metodologi Penelitian
a. Desain Penelitian
Penelitian ini menggunakan desain penelitian survai, yang dipakai untuk tujuan eksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi tentang pemanfaatan internet sebagai sumber belajar oleh mahasiswa prodi Administrasi Negara UMM
b. Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi dan wilayah generalisasi penelitian ini adalah mahasiswa prodi Administrasi Negara UMM yang meliputi mahasiswa angkatan 2002, 2003, 2004, dan 2005. Sampel penelitian diambil secara proporsional random sampling.
c. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner.
d. Teknik Analisis Data
Data yang terkumpul akan dianalisis secara deskriptif dengan tabulasi dan persentase.
Daftar pustaka
Anonim. (2005). Sekilas Perkembangan Internet di Indonesia. www.jurnal-kopertis4.org. diambil 1 november 2010
Anonim. (2005). Kamus Istilah Internet.(www.wikipedia.com). diambil 3 november 2010
Arif A Mangkoesapoetro. (2004). Pemanfaatan Media Massa Sebagai Sumber Pembelajaran IPS Di Tingkat Persekolahan. (http://artikel.us/mangkoes6-04-2.html). diambil 10 november 2010
pisikologi pendidikan
BAB I PSIKOLOGI DAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN
Psikologi adalah suatu ilmu pengetahuan yang mengkaji perilaku individu dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Perilaku yang dimaksud adalah, perilaku motorik yaitu perilaku dalam bentuk gerakan. Perilaku kognitif ialah perilaku dalam bentuk bagaimana individu mengenal alam dis ekitarnya. Perilaku konatif ialah perilaku yang berupa dorongan dari dalam individu. Perilaku afektif ialah perilaku dalam bentuk perasaan atau emosi.
Pendekatan utama dalam psikologi yaitu:
Pendekatan behaviorisme, lebih mengutamakan hal-hal yang nampak dari individu. Perilaku adalah segala sesuatu yang bisa di amati oleh alat indera sebagi hasil dari interaksi dengan lingkungnnya. Pendekatan psikoanalisa, lebih mengutamakan hal-hal yang ada di bawah kesadaran individu. Pendekatan kognitif, perilaku sebagai proses internal, yang merupakan suatu proses input-output yaitu penerimaan dan pengolahan hasil dari informasi, untuk kemudian menghasilkan keluaran. Pendekatan humanistik, bahwa manusia sudah awalnya mempunyai dorongan untuk mewujudkan dirinya sebagai manusia di lingkungannya. Pendekatan neurobiologi yang mengaitkan perilaku individu dengan kejadian di dalam otak dan syarafnya.
Psikologi pendidikan yaitu cabang psikologi secara khusus mengkaji berbagai perilaku inddividu dalam kaitannya dengan pendidikan, tujuannya untuk menemukan fakta, generalisasi, dan teori psikologis yang berkaitan dengan pendidikan untuk digunakan dalam upaya melaskanakan proses pendidikan yang efektif.
Peranan psikologi dalam pembelajaran dan pengajaran yaitu : memahami siswa sebagai pelajar, memahami prinsip dan teori pembelajaran, memilih metode-metode pengajaran, menetapkan tujuan pembelajaran, menciptakan situasi pembelajaran yang kondusif, memilih dan menetapkan isi pengajaran, membantu siswa yang mendapat kesultan dalam pembelajaran, memilih alat bantu pengajaran, menilai hasil pembelajaran, memaham kepribadian dan profesi guru, membimgbing kepribadian siswa.
Komentar /refleksi:
Psikologi merupakan suatu ilmu pengetahuan karena psikologi menggunakan metode-metode ilmiah. Psikologi pendidikan sangat penting untuk dipelajari, dipahami, dan ditelaah oleh mahasiswa keguruan. Karena pendidikan merupakan kegiatan yang melibatkan individu yang berperilaku yang ikut terlibat dalam pendidikan. Seyogyanya mereka yang terlibat dapat menunjukkan perilaku yang seusai agar proses pendidikan dapat berlangsung secara efektif sesuai dengan landasan dan tujuan yang akan dicapai.
BAB II PENGERTIAN PEMBELAJARAN
Pembelajaran adalah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahanperilakuu yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Beberapa prinsip yang menjadi landasan pengertian tersebut ialah :
1. Pembelajaran sebagai suatu usaha memperoleh perubahan perilaku. Prinsip ini bermakna bahwa prosees pembelajaran itu ialah adanya perubahan perilaku dalam diri individu.
2. Hasil pembelajarn ditandai dengan perubahan perilaku secara keseluruhan.
3. Pembelajaran merupakan suatu proses. Prinsip ini mengandung makna bahwa pembelajaran merupakan suatu aktifitas yang berkesinambungan.
4. Proses pembelajaran terjadi karena adanya sesuatu yang mendorong dan ada sustu tujuan yang ingin dicapai.
5. Pembelajaran merupakan suatu pengalaman.
Komentar /refleksi:
Pembelajaran merupakan aktivitas paling utama dalam proses pendidikan di sekolah. Untuk itu pemahaman seorang guru terhadap pengertian pembelajaran akan mempengaruhi cara guru itu mengajar. Dalam bab ini dibahas tentang pengertian pembelajaran dan keterkaitan dengan pengertian lain. Untuk itu bisa dijadikan acuan untuk mengetahhui arti pembelajaran agar keberhasilsan pencapaian tujuan pendidikan bisa tercapai denggan efektif.
BAB III PROSES DAN HASIL PEMBELAJARAN
Proses pembelajaran ialah proses individu mengubah perilaku dalam upaya memenuhi kebutuhannya. Halini berarti bahwa individu akan melakukan kegiatan belajar apabila ia menghadapi situasi kebutuhan yang tidak bisa dipenuhi oleh insting atau kebiasaan.
Proses pembelajaran merupakan suatu aktivitas sebagai berikut :
1. Individu merasakan adanya kebutuhan dan melihat tujuan yang ingin dicapai.
2. Kesiapan (readiness) individu untuk mengetahui kebutuhan dan mencapai tujuan.
3. Pemahaman situasi lingkungan.
4. Mentafsirkan situasi yaitu bagaimana individu melihat kaitan berbagai aspek yang terdapat dalam situasi.
5. Tindak balas (respons)
6. Akibat (hasil) pembelajaran.
Hasil dari proses pembelajaran ialah perubahan perilaku individu. Individu akan memperoleh perilaku yang baru, menetap, fungsional, positif, disadari, dsb. Perubahan perilaku sebagai hasil pembelajaran ialah perilaku keseluruhan yang mencakup aspek kognitiif, konatif, afektif, dan motorik.
Jenis-jenis pembelajaran berdasarkan dari aspek pembelajaran yang akan dicapai yaitu : pembelajaran keterampilan, pembelajaran sikap, dan pembelajaran pengetahuan. Dari sifatnya dibedakan antara pembelajaran formal, informal, dan non formal.
Komentar /refleksi:
Dalam bab III ini dibahas mengenai proses pembelajaran, yang bisa dipelajari bagaimana proses pembelajaran dapat berlangsung dengan efektif sesuai dengan kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai. Hasildari proses pembelajaran ada dua kemungkinannya yaitu sukses atau gagal. Apabila hasilnya sukses maka tercapai segala tujuannya dan akan memperoleh kepuasan dan apabila gagal akan mersa kecewa. Disini guru diharapkan dapat membantu murid-murid yang gagal agar mereka tidak berputus asa dan mampu belajar deengan baik.
BAB IV TEORI-TEORI PEMBELAJARAN (1)
Teori merupakan suatu perangkat prinssip-prinsip yang terorganisasi mengenai peristiwa-peristiwa tertentu dalam lingkungan. Karakteristik suatu teori ialah memberikan kerangka kerja konseptual untuk suatu iinformasi dan dapat prinsip yang dapat diuji. Fungsi teori pembelajaran dalam pendidikan adalah:
1. Memberikan garis-garis rujukan untuk perancangan pengajaran.
2. Menilai hasil-hasil yang telah dicapai untuk digunakan dalam ruang kelas.
3. Mendiagnosis masalah-masalah dalam ruang kelas.
4. Menilai hasil penelitian yang dilaksanakan berdasarrkan teori-teori tertentu.
Teori pembelajaran behaviorisme yang berpendapat bahwa perilaku terbentuk melelui perkaiatan antara rangsangan (stimulus) dengan tindak balas (respon). Perubahan perilaku lebih banyak karena pengaruh lingkungan. Teori behaviorisme dibedakan antara teori pelaziman klasik dan teori pelaziman operan. Teori pelaziman klasik dipelopori oleh Ivan Pavlov, konsep atau prisip pembelajaran yaitu:
1. Excitation (pergetaran) yaitu suatu rangsangan tak terazim atau alami dapat membangkitkanreaksi sel-sel tertentu, sehingga dapat menghasilkan tindak balas.
2. Irradiaton (penularan) yaitu terjadi reaksi dari sel-sel lain yang berbeda di sekitar kawasann sl-sel yang bekenan debgan rangasangan tak terlazim.
3. Stimulus generalization (generalisasi rangsangan) yaitu keadaan dimana individu memberika tindak balas yang sama terhadap ranggsangan tertentuu yang memiliki kesamaan walaupun tidak serupa.
4. Extintion (penghapuan) yaitu suatu tidak balas akan hilang secarra perlahan-lahan apabila makin berkurangnya keterkaitann dengan rangsangan tak terlazim.
Teori pelaziman operan yang tokohnya yaitu Throndike, pada dasarnya poses pembelajaran merupakan pembinaan hubungan antara rangsangan tertentu dengan perilaku tertentu. Semua pembelajaran dilakukan melalui suatu prroses coba-salah (trial and error). Ada tiga hukum pembelajaran yaitu hukum hasil (law of effect) menyatakan bahwa hubungan antara rangsangan dan perilaku akan makin kukuh apabila ada kepuasan, dan akan makin diperlemah apabila terjadi ketidakpuasaan, hukum latihan (law of exercise) menyatakan suatu rangsangan dan perilaku akan makin kukuh apabila sering dilakukan latihan, dan hukum kesiapan (law of readiness) menyatakan bahwa hubungan rangsangan dan perilaku akan semakin kukuh apabila disertai dengan kesiapan individu.
Teori pembelajaran Gestalt, dalam pandangan ini pembelajaran merupakan suatu fenomena kognitif yang melibatkan persepsi terhadap suatu benda, orang, atau peristiwa dalam cara-cara yng berbeda. Beberapa aplikasi tori gestalt dalam proses pembelajaran adalah pengalaman tilikan (insight), pembelajaran yang bermakna (meaningful learning), perilaku bertujuan (purposive behavior), prinsip ruangg hidup (life space), dan transfer dalam pembelajaran.
Komentar /refleksi:
Pada dasarnya teoori-teori pembelajaran menurut para ahli serprti teori behaviorisme dengan rangssangan dan stimulusnya dan Gestalt,k eduannya memiliki fingsi yang sama dalam proses pendididkan
BAB V TEORI-TEORI PEMBELAJARAN (2)
Teori perkembangan kognitif merupakan salah satu aspek perkembangan mental yang bertujuan : (1) memissahkan kenyataannya dengan fantasi, (2) menjelajah kenyataan dan menemukan hukum-hukumnya, (3) memilih kenyataan-kenyataan yang berguna bagi kehidupan, (4) menentukan kenyataan yang sesungguhnya di balik sesuatu yang nampak. Pekembangan kognitif merupakan suatu proses di mana tujuan individu melalui suatu ranggkaian yang secara kualittatiif beerbeda dengan berfikir. Perkembangan kgnitif merupakan pertumbuhan berfikir logis dari masa bayi hingga dewasa, yang berrlangsung melali empat peringkat yaitu:
1. Peringkat sensori motor (0-1,5 tahun), aktivitas kognitip berpusat pada lat indera (sensori) dan gerak (motor). Aktivitas ini terbentuk melalui proses penyesuaian fisik sebagai hasil dari inteeraksi dengan liingkungan.
2. Peringkat pre-operational (1,5-6 tahun), aktivitas berfikirnya belum mempunyai sistem yang terorganisir. Cara berfikir ini bersifat tidak sistematis, tidak konsisten dan tidak logis.
3. Peringkat concrete operational (6-12 tahun), perkembangan kognitif pada peringkat operasi kongkrit, memberikan kecakapan anak berkenaan dengan konsep-konsep klasifikasi, hubungan dan kuantitas.
4. Peringkat formal operational (12 tahun ke atas), perkembangan kognitif ditandai dengan kemmpuan individu untuk berfikir secara hipotetis dan berbeda dengan fakta, memahami konsep abstrak.
Impilkasi teori perkembangan kognitif Piaget dalam pengajaran antara lain :
1. Bahasa dan cara fikir anak berbeda dengan orang dewasa oleh karena itu dalam mengajar guru hendaknya menggnakan bahasa yan sesuai dengan ara berfikir anak.
2. Anak-anak akan beajar lebih baik apabila dapat menghadapi lingkungan dnan baik. Guru harus membantu agar dapat berinteraksi dengan lingkungan denggan bak.
3. Bahan yang akan dipelajari anak hendaknya dirasakan baru tetapi tidak asing.
4. Beri peluang agar anak mau belajar sesuai dengan peringkat perkembangannya.
5. Di dalam kelas hendaknya anak-anak diberi peluang untuk saling berbicara dan beriskusi dengan teman-temannya.
Teori pemrosesan informasi (Robert Gagne), hasil pembelajaran manusia pada dasarnya bersifat kumulatif, yang berarti bahwa hasil dari pembelajaran yang dicapai individu adalah merupakan kumpulan keseluruhan hasil-hail pembelajaran sebelunya yang saling terkait. Pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil pembelajaran. Peringkat dalam proses pembelajaran menurut teori Gagne melalui fase : (1) motivasi, (2) pemahaman, (3) pemerolehan, (4) penahanan, (5) ingatan kembali, (6) generalisasi, (7) perlakuan, (8) umpan balik. Dalam setiap fase terjadi pemrosesan tertentu.
Dalam kaitan dengan pengajaran ada sembilan langkah pengajaran yaitu:
1. Melakukan tindakan untuk menarik perhatian siswa.
2. Memberikan infomasi kepada siswa mengenai tujuan pengajaran.
3. Merangsang siswa untuk melakukan aktivitas pembelajaran.
4. Menyampaikan isi yang akan di bahas sesuai dengan topik.
5. Memberikan bimbingan bagi aktivitas siswa.
6. Memberikan peneguhan kepada perilaku pembelajaran siswa.
7. Memberikan umppan balik terhadap perilaku yang ditunjukkan siswa.
8. Melaksanakan penilaian proses dan hasil pembelajaran.
9. Memberkan kesempatan kepada siswa untuk mengingat dan menggunakan hasil pembelajaran.
Teori pembelajaran sosial kognitif, disebut teori ini karena proses kognitif yang terjadi dalam individu memegang peranan dalam pembelajaran, edangkan pembelajaran terjadi karena adanya pengaruh lingkunggan sosial. Individu akan mengamati perilaku I lingkungannya sebagai model, kemudian ditirunya sehingga menjadi perilaku miliknya. Dengan demikian teori ini disebut teori pembelajaran melalui peniruan. Perilaku individu terbentuk melalui peniruan terhadap perilaku di lingkuna,p embelajaran merupakan suatu proess bagaimana membuat peniruan sebaik—baiknya sehingga bersesuaian dengan keadaan dirinya dan tujuannya.
Komentar /refleksi:
Teori-teori pembelajaran yang haruus diketahui adalah beragam dan kesemuannya berperan penting terhadap proses pembelajaran dan pengajaran. Seperti menurut teoriperkembangan kognitif proses pembelajaran akan berhasil apabila disesuaikan dengan peringkat perkembangan kognitif siswa. Siswa hendaknya diberi kesempatan untuk melakukan eksperimen dengan objek fisik yang ditunjang oleh interaksi dengan teman sebaya, dan dibantu oleh pertanyaan tilikan dari guru dan guru hendaknya banyak memberikan rrangsanan kepada siswa agar mu berinteraksii dengan lingkunganya dan secara aktif mencari dan menemukan berbagai hal dari lingkungannya. Menurut teori pembelajaran sosial kognitif yang menekankan pada peniruan bahwa dalam pengajaran di dalam kelas guru hendaknya merupakan tokoh perilaku bagi siswa-siswanya. Proses kognitif siswa hendaknya mendapat perhatian dari guru, kemudian hendaknya lingkungan memberikan dukungan bagi proses pembelajaran, dan guru membantu siswa dalam mengembangkan perilaku pembelajaran.
BAB VI ASPEK-ASPEK PSIKOLOGIS DALAM PROSES PEMBELAJARAN DAN PENGAJARAN
Perilaku belajar siswa, dalam psikologi pendidikan, belajar diartikan sebagai suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseeluruhan sebagi hasil penglaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Dalam hubungan dengan proses belajar ini, yang harus dikenal betuloleh para pengajar adalah apa yang disebut dengan metakognisi dan persepsi sosial-psikologis pelajar. Yang dimaksd dengan metakognisi adalah pengetahuan seorang individu proses dan hasil belajar yang terjadi dalam dirinya serta hal-hal yang terkait. Hal ini mengandung arti bahwa, agar proses belajar dapat berlangsung secara efektif, maka pelajar seharusnya mampu mengenal proses dan hasil yang terjadi dalam dirinya. Untuk itu para pengajar hendaknya mamppu mengenal dan membantu siswa. Yang dimaksud dengan persepsi sosio-psikologis adalah sampai seberapa jauh pelajar mempersepsi proses belajar yang berlangsung beserta situasi-situasi yang berpengaruh.
Perilaku hasil belajar mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Para pengajar sangat diharapkan mampu mengantisipasi aspek-aspek perubahan perilaku ini yang dimulai dengan perencanaan kegiatan belajar-mengajar, dan mengembangkannya setelah kegiatan belajar berakhir. Dengan perilaku belajar yang efektif disertai proses mengajar yang tepat, maka proses belajar-mengajar diharapkan mampu menghasilkan manusia-manusia yang mempunyai karakteristik sebagai: (1) pribadi yang mandiri, (2) pelajar yang efektif, (3) pekerja yang produktif, (4) anggota masyarakat yang baik. Untuk mewujudkan kualitas manusia seperti itu, maka ada empat kulitas belajar yang harus dikembangkan dalam diri pada siswa, yiatu: (1) belajar untuk menjadi (learning to do), (2) belajar untuk belajar (learning to learn), (3) belajar untuk berbuat (learning to do), (4) belajar untuk hidup bersama (learning to live together)
Perilaku mengajar guru, guru dituntut arus mampu mewujudkan perilaku mengajar secara tepat agar menjadi perilku belajar yang efektif dalam diri siwa. Guru juga di tuntut untuk menciptakan situasi balajar-menajar yang kondusif. Guru tidak terbatas sebagai pengajar dalam arti penyampai pengetahuan, akan tetapi lebih meningkat sebagai perancang pengajaran, manajer pengajaran, pengevaluasi hasil belajar dan sebagai direktur belajar.
Dalam mewujudkan perilaku mengajar secara tept, karakteristik pengajar yang diharapkan adalah:
1. Memiliki minat yang besar terhadap pelajaran dan mata pelaajaran yang diajarkannya.
2. Memiliki kecakapan untuk memperkirakan kepribadian ddan suasana hati secara tepat serta membuat kontak dengan kelompok secara tepat.
3. Memiliki kesabaran, keakraban, dan sensivitas yang diperlukan untuk menumbuhkan semangat belajar.
4. Memiliki pemikiran yang imajinatif (konseptual) dan praktis dalam usaha memberikan penjelasan kepada pesrta didik.
5. Memiliki kualifikasi yang memadai dalam bidangnya, baik isi maupun metode.
6. Memiliki sikap terbuka, luwes, dan eksperimental dam metode dan teknik.
Pengajar akan mengajar dengan baik apabila memiliki sikap dasar yang benar, sasaran yang benar, informasi faktual yang diperlukan, memahami macam-macam metoda dan teknik dan mengetahui bagaimana memilihnya, membantu pelajar dalam merencanakan tindak lanjut
Perwujudan perilaku guru sebagai pengajar dan siswa sebagai pelajar akan nampk pada interaksi antar keduanya. Dalam interaksi ini terjadi proses saling mempengaruhi sehingga terjadi perubahan perilaku pada diri pelajar dalam bentuk tercapainya hasil belajar. Sekurang-kurangnya ada tiga hal dalam interaksi pelajar-pengajar yaitu proses belaja, metode mengajar, dan pola-pola interaksi.
Model pembelajaran yang dipandang cukup komprehensif yang dikembangkan oleh Ernest Chang dan Don Simpson, “The circle of learning: individual and Group Process” menurut model ini, pembeljaran dapat berlangsung tidak hanya tanggung jawab individual, akan tetapi dapat dalam bentuk kolaboratif melalui proses kehidupan kelompok. Model ini mendasarkan atas paradigma hubungan antara aktivitas dan orientasi. Dalam proses berlangsungnya pembelajaran ada dua dimensi yaitu dimensi aktivitas pembelajaran dan dimensi orientasi proses. Hubungan dua dimensi itu menghasilkan empat pola pembelajaran yaitu: (1) traditional lectures atau ceramah tradisional, (2) self study atau belajar mandiri, (3) concurrent learning atau pembelajaran bersama, (4) colaborative learning atau pembelajaran kolaboratif.
Komentar /refleksi:
Dalam bab ini kita dapat mengenal dan menerapkan bebgai aspek psikologis dalam keseluruhan kegiatan pendidikan khususnya pada saat proses belajar-mengajar. Yang ibicarakn aspek psikologis disini yaitu aspek perilaku individu yang terkit dengan proses belajar-mengajar. Seperti kita ketahui dalam proses kegiatan ini melibatkan intraksi individu antara pelajar dan pengajar aspek prilkunya berarti perilaku belajar siswa dan perilaku mengajar guru.
Dalam mewujudkan proses mengajar yang efektif dan efisien maka perilaku belajar siswa dan perilaku mengajar guru dapat di dinamiskan secara baik. Pengajar (guru) hendaknya mampu mewujudkan perilaku mengajar secara tepat agar mampu mewujudkan perilaku belajar siswa melalui interaksi belajar-mengajar yang efektif dalam situasi belajar-mengajar yang kondusif.
BAB VII ASPEK-ASPEK PERILAKU PEMBELAJARAN
Motivasi dapat diartikan sebagai suatu upaya untuk menimbulkan atau meningkatkan dorongan untuk mewujudkan perilaku tertentu yang terarah kepada pencapaian suatu tujuan tertentu. Perilaku belajar terjadi dalam situasi interaksi belajar-mengajar dalam mencapai tujuan dan hasil belajar. Dalam berbagai teori penelitian, ternyata terdapat kaitan yng erat antara kepuasan yang dicapai dalam elajar denga unjuk kerja dan motivasi. Kepuasan yang diperoleh siswa dari prosse belajar dapat menunjukkan unjuk kerja yang dan dapat meningkatkan motivasi belajar. Unjuk kerja yang dicapai seseorang dapat mendapatkan kepuasan dan kemudian dapat meningkatkan motivasi, dalam kaitan ini hendaknya dapat ditimbulkan suasana belajar yang sedemikian rupa sehingga dapat memberikan kepuasan agar dapat menghasilkan unjuk kerja yang baik. Faktor yang mempengaruhi kepuasan siswa dalam belajar yaitu imbalan hasil belajar, rasa aman dalam belajar, kondisi belajar yang memadai, kesempatan untuk memperluas diri, hubungan pribadi.
Ada beberapa prinsip motivasi yang dapat dijadikan acuan yaitu prinsip kompetisi, prinsip pemacu, prinsipganjaran dan hukuman, kejelasan dan kedekatan tujuan, pemahaman hasil, peengembangan minat, lingkungan yang kondusif, keteladanan.
Pengamatan dan perhatian merupakan aspek tingkah laku yang mempunyai peranan penting dalam proese pembelajaran. Keefektipan suatu pross peembelajaran akan banyak dipengaruhi oleh kulitas pengamatan dan perhatian yang diberikan. Pengamatan atau perception, merupakan salah satu bentuk perilaku kognitif, yaitu suatu proses mengenal lingkungan dengan menggunakan alat indera. Prosses pengmatn tejadi karena adanya rangsangan dari lingkungan yang diterima oleh individu denan enggunaan alat indera. Rangsangan itu kemudian diteruskan ke pusat kesadaran yaitu otak untuk kemudian diberika makna dan tafsiran. Dilihat dari proporsi penggunaan alat indera ada beberapa gaya pengamatan yaitu: gaya pengamatan visual, gaya auditif, gaya taktil, gaya kinestetik.
Perhatian dapat diartikan sebagai peningkatan aktivitas mental terhadap suatu rangsangan tertentu. Perhatian dapat lebih memusatkan pengamatan individu kepada suatu rangsangan, sehinnga pengamatan menjadi lebih efektif. Guru dapat membantu siswa dalam memusatkan memelihara perhatan dalam proses pembelajaran dengan hal-hal sebagai berikut:
• Isyarat, memberikan isyarat-isyarat tertentu kepada siswa pada saat memulai pelajaran atau pada saat pergantian aktivitas.
• Gerakan, senantiasa bergerak dan berkeliling ke seluruh kelas selama menyajikan pelajaran.
• Variasi,menggunakan gaya variasi dalam gaya mengajar.
• Minat, memberikan minat siswa sebelum dan selama proes pengajaran.
• Pertanyaan, mengajukan pertanyaan selama proses pengajaran berlangsung, mendorong siswa untuk memberikan jawaban denga kata-kata sendiri.
Suatu proses pembelajaran akan berlangsung dengan efektif apabila informasi yang dipelajari dapat diingat dengan baik dan terhindar dari lupa. Mengingat adalah merupakan proses menerima, menyimpan, dan mengeluarkan kembali inforrmasi-informasi yang telah diterima melalui pengamatan, kemudian disimpan dalam pusat kesadaran (otak) setelah diberikan tafsiran.
Yang dimaksud dengan transfer dalam pembelajaran ialah pemindahan hasil pembelajaran dari suatu situasi kee situai lain. Tanfer akan terjadi apabla terdapat kesamaan antara pembelajaran yang satu dengan situasi lainnya.
Dalam proses pembelajaran kebutuhan merupakan sumber timbulnya motivasi. Kebutuhan (need) dapat diartikan sebagai suatu sitiasi kekurangan dalam diri inividu dan menunutut pemuasan agar dapat berfungsi secara efektif. Kebutuhan merupakan sumber timbulnya motivasi yang mendorong individu untuk berperilaku.
Komentar /refleksi:
Dalam bab ini dibahas mengenai beberapa aspek psikologi yang tekait dengan proses pembelajaran dan pengajaran.dengan memperhatikan konsep psikologis diharapkan guru mampu mengembangkan strategi pembelajaran yang seefektif mungkin . Aspek yang dibahas yaitu:
1. Motivasi,dalam hubungannya para guru mempunyai tanggungjawab dan kewajiban untuk memotivasi dalam belajar dan membantu agar mereka terhindar dari kemungkinan frustasi.
2. Pengamatan dan perhatian, dalam aktivitas di sekolah guru harus mengusahakan agar siswa dapat melakukan pengamatan yang efektif agar memperoleh hasil pembelajaran yang sebaik-baiknya. Dalam mengajar hendaknya memberikan kesempatann epada siswa untmlakukan pengamtan yang baik.
3. Mengingat dan lupa, tugas guru adalah membantu siswwa dalam proses pembelajaran agar bahan-bahan yang dipelajari siswa dapat diingat dnga baikdan terhindar dari lupa.
4. Transer dalam belajar.
5. Kebutuhan individu.
BAB VIII PSIKOLOGI MENGAJAR
Pendidikan diwujudkan melalui proses pengajaran. Proses pengajaran yang efektif terbentuk melalui pengajaran yang meliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Berpusat pada siswa
2. Interaksi edukatif antara guru dengan siswa
3. Suasana demokratis
4. Variasi metode mengajar
5. Guru profesional
6. Bahan yang sesuai dan bermanfaat
7. Lingkungan yang kondusif
8. Sarana belajar yang menunjang
Model mengajar dikelompokkan dalam empat rumpun yaitu
1. Rumpun model pemrosesan informasi, model ini berorientasi pada kecakapan siswa dam memproses informasi. terdiri atas: model berpikir induktif, model latihan inkuri, inkuri ilmiah, penemuan konsep, pertumbuhan kognitif, model penata lanjutan dan memori.
2. Rumpun model-model personal, model ini berorientasi kepada individu dan perkembangan keakuan (selfhood), terdiri atas; pengajaran non-direktif, latihan kesadaran, sinektik, sistem-sistem konseptual dan pertemuan kelas.
3. Rumpun model interaksi sosial, model ini menekankan hubungan individu dengan orang lain atau masyarakat, terdiri dari; penentuan kelompok, inkuiri (penemuan sosial), metode laboratori, jurisprudensial, bermain peran, model penata lanjutan, dan simulasi sosial.
4. Rumpun model behavior (perilaku), model ini menekankan pada aspek perubahan perilaku psikologis dan perilaku yang tidak dapat diamati, terdiri dari: manajemen kontingensi, kontrol diri, relaksasi, pengurangan ketegangan, latihan asertif desensitasi, latihan langsung.
Komentar /refleksi:
Dalam bab ini meliputi psikologi belajar yang di dalamnya terdapat proses pengajaran yang efektif. Agar dapat terjadi proses pengajaran seperti itu maka guru harus mampu menciptakan proses pengajaran dalam suasana pembelajaran yang baik. Selanjutnya yaitu mengenal model-model mengajar, seperti kita ketahui bahwa mengajar merupakan tugas utama seorang guru, dengan bahasan yang ada pada bab ini, dapat diharapkan ketika menjadi seorang guru dapat mengenal model-model mengajar dan memilihnya secara tepat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki serta keadaan lingkungannya.
BAB IX PSIKOLOGI GURU
Peranan (role) guru artinya keseluruhan perilaku yang harus dilakukan guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai guru. Di dalam keluarga guru perperan sebagai pendidik dalam keluarga atau family educator, sedangkan di masyarakat, guru berperan sebagai pembina masyarakat (sosial developer), pendorong (social motivator), penemu (sosial inovator) dan sebagai agen masyarakat (social agent).
Beberapa faktor yang ikut mempengaruhi kinerja guru:
1. imbalan kerja
2. rasa aman dalam pekerjaan
3. kondisi kerja yang baik
4. kesempatan pengembangan diri
5. hubungan pribadi
Kompetensi guru adalah pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang harus ada pada seseorang agar dapat menunjukan perilakunya sebagai guru. Kompetensi guru meliputi kompetensi personal, kompetensi profesional, kompetensi sosial, kompetensi intelektual dan kompetensi spiritual. Guru profesional adalah guru yang memiliki keahlian, tanggung jawab dan rasa kesejawatan yang didukung oleh etika profesi yang kuat.
Kepribadian merupakan keseluruhan perilaku dalam berbagai aspek yang secara kualitatif akan membentuk keunikan atau kekhasan seseorang dalam interkasi dengan lingkungan diberbagai situasi dan kondisi. Dalam lingkup pendidikan, penampilan guru merupakan hal yang amat penting untuk mewujudkan kineja secara tapat dan efektif. Dengan demikian sifat utama seorang guru adalah kemampuannya dalam mewujudkan penampilan kualitas kepribadian dalam interaksi pendidikan yang sebaik-baiknya agar kebutuhan dan tujuan tercapai secara efektif.
Komentar /refleksi:
Dalam keseluruhan proses pendidikan, khususnya di sekolah guru memegang peranan yang paling utama, perilaku guru dalam proses pendidikan akan memberikan pengaruh bagi pembinaan siswa. Dalam psikologi guru pada bab ini merupakan kajian psikologis terhadap berbagai aspek perilaku guru khasnya dalam proses pendidikan di sekolah.
===================
Ditulis oleh : Gesty Sugesty
Kelas : II A. Program Studi Pendidikan Ekonomi-FKIP UNIKU.
(Kajian Kritis Buku Psikologi: Diajukan Dalam rangka Memenuhi Salah Tugas Mata Kuliah Psikologi Pendidikan. 2010)
Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran _ AKHMAD SUDRAJAT TENTANG PENDIDIKAN.htm
Psikologi adalah suatu ilmu pengetahuan yang mengkaji perilaku individu dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Perilaku yang dimaksud adalah, perilaku motorik yaitu perilaku dalam bentuk gerakan. Perilaku kognitif ialah perilaku dalam bentuk bagaimana individu mengenal alam dis ekitarnya. Perilaku konatif ialah perilaku yang berupa dorongan dari dalam individu. Perilaku afektif ialah perilaku dalam bentuk perasaan atau emosi.
Pendekatan utama dalam psikologi yaitu:
Pendekatan behaviorisme, lebih mengutamakan hal-hal yang nampak dari individu. Perilaku adalah segala sesuatu yang bisa di amati oleh alat indera sebagi hasil dari interaksi dengan lingkungnnya. Pendekatan psikoanalisa, lebih mengutamakan hal-hal yang ada di bawah kesadaran individu. Pendekatan kognitif, perilaku sebagai proses internal, yang merupakan suatu proses input-output yaitu penerimaan dan pengolahan hasil dari informasi, untuk kemudian menghasilkan keluaran. Pendekatan humanistik, bahwa manusia sudah awalnya mempunyai dorongan untuk mewujudkan dirinya sebagai manusia di lingkungannya. Pendekatan neurobiologi yang mengaitkan perilaku individu dengan kejadian di dalam otak dan syarafnya.
Psikologi pendidikan yaitu cabang psikologi secara khusus mengkaji berbagai perilaku inddividu dalam kaitannya dengan pendidikan, tujuannya untuk menemukan fakta, generalisasi, dan teori psikologis yang berkaitan dengan pendidikan untuk digunakan dalam upaya melaskanakan proses pendidikan yang efektif.
Peranan psikologi dalam pembelajaran dan pengajaran yaitu : memahami siswa sebagai pelajar, memahami prinsip dan teori pembelajaran, memilih metode-metode pengajaran, menetapkan tujuan pembelajaran, menciptakan situasi pembelajaran yang kondusif, memilih dan menetapkan isi pengajaran, membantu siswa yang mendapat kesultan dalam pembelajaran, memilih alat bantu pengajaran, menilai hasil pembelajaran, memaham kepribadian dan profesi guru, membimgbing kepribadian siswa.
Komentar /refleksi:
Psikologi merupakan suatu ilmu pengetahuan karena psikologi menggunakan metode-metode ilmiah. Psikologi pendidikan sangat penting untuk dipelajari, dipahami, dan ditelaah oleh mahasiswa keguruan. Karena pendidikan merupakan kegiatan yang melibatkan individu yang berperilaku yang ikut terlibat dalam pendidikan. Seyogyanya mereka yang terlibat dapat menunjukkan perilaku yang seusai agar proses pendidikan dapat berlangsung secara efektif sesuai dengan landasan dan tujuan yang akan dicapai.
BAB II PENGERTIAN PEMBELAJARAN
Pembelajaran adalah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahanperilakuu yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Beberapa prinsip yang menjadi landasan pengertian tersebut ialah :
1. Pembelajaran sebagai suatu usaha memperoleh perubahan perilaku. Prinsip ini bermakna bahwa prosees pembelajaran itu ialah adanya perubahan perilaku dalam diri individu.
2. Hasil pembelajarn ditandai dengan perubahan perilaku secara keseluruhan.
3. Pembelajaran merupakan suatu proses. Prinsip ini mengandung makna bahwa pembelajaran merupakan suatu aktifitas yang berkesinambungan.
4. Proses pembelajaran terjadi karena adanya sesuatu yang mendorong dan ada sustu tujuan yang ingin dicapai.
5. Pembelajaran merupakan suatu pengalaman.
Komentar /refleksi:
Pembelajaran merupakan aktivitas paling utama dalam proses pendidikan di sekolah. Untuk itu pemahaman seorang guru terhadap pengertian pembelajaran akan mempengaruhi cara guru itu mengajar. Dalam bab ini dibahas tentang pengertian pembelajaran dan keterkaitan dengan pengertian lain. Untuk itu bisa dijadikan acuan untuk mengetahhui arti pembelajaran agar keberhasilsan pencapaian tujuan pendidikan bisa tercapai denggan efektif.
BAB III PROSES DAN HASIL PEMBELAJARAN
Proses pembelajaran ialah proses individu mengubah perilaku dalam upaya memenuhi kebutuhannya. Halini berarti bahwa individu akan melakukan kegiatan belajar apabila ia menghadapi situasi kebutuhan yang tidak bisa dipenuhi oleh insting atau kebiasaan.
Proses pembelajaran merupakan suatu aktivitas sebagai berikut :
1. Individu merasakan adanya kebutuhan dan melihat tujuan yang ingin dicapai.
2. Kesiapan (readiness) individu untuk mengetahui kebutuhan dan mencapai tujuan.
3. Pemahaman situasi lingkungan.
4. Mentafsirkan situasi yaitu bagaimana individu melihat kaitan berbagai aspek yang terdapat dalam situasi.
5. Tindak balas (respons)
6. Akibat (hasil) pembelajaran.
Hasil dari proses pembelajaran ialah perubahan perilaku individu. Individu akan memperoleh perilaku yang baru, menetap, fungsional, positif, disadari, dsb. Perubahan perilaku sebagai hasil pembelajaran ialah perilaku keseluruhan yang mencakup aspek kognitiif, konatif, afektif, dan motorik.
Jenis-jenis pembelajaran berdasarkan dari aspek pembelajaran yang akan dicapai yaitu : pembelajaran keterampilan, pembelajaran sikap, dan pembelajaran pengetahuan. Dari sifatnya dibedakan antara pembelajaran formal, informal, dan non formal.
Komentar /refleksi:
Dalam bab III ini dibahas mengenai proses pembelajaran, yang bisa dipelajari bagaimana proses pembelajaran dapat berlangsung dengan efektif sesuai dengan kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai. Hasildari proses pembelajaran ada dua kemungkinannya yaitu sukses atau gagal. Apabila hasilnya sukses maka tercapai segala tujuannya dan akan memperoleh kepuasan dan apabila gagal akan mersa kecewa. Disini guru diharapkan dapat membantu murid-murid yang gagal agar mereka tidak berputus asa dan mampu belajar deengan baik.
BAB IV TEORI-TEORI PEMBELAJARAN (1)
Teori merupakan suatu perangkat prinssip-prinsip yang terorganisasi mengenai peristiwa-peristiwa tertentu dalam lingkungan. Karakteristik suatu teori ialah memberikan kerangka kerja konseptual untuk suatu iinformasi dan dapat prinsip yang dapat diuji. Fungsi teori pembelajaran dalam pendidikan adalah:
1. Memberikan garis-garis rujukan untuk perancangan pengajaran.
2. Menilai hasil-hasil yang telah dicapai untuk digunakan dalam ruang kelas.
3. Mendiagnosis masalah-masalah dalam ruang kelas.
4. Menilai hasil penelitian yang dilaksanakan berdasarrkan teori-teori tertentu.
Teori pembelajaran behaviorisme yang berpendapat bahwa perilaku terbentuk melelui perkaiatan antara rangsangan (stimulus) dengan tindak balas (respon). Perubahan perilaku lebih banyak karena pengaruh lingkungan. Teori behaviorisme dibedakan antara teori pelaziman klasik dan teori pelaziman operan. Teori pelaziman klasik dipelopori oleh Ivan Pavlov, konsep atau prisip pembelajaran yaitu:
1. Excitation (pergetaran) yaitu suatu rangsangan tak terazim atau alami dapat membangkitkanreaksi sel-sel tertentu, sehingga dapat menghasilkan tindak balas.
2. Irradiaton (penularan) yaitu terjadi reaksi dari sel-sel lain yang berbeda di sekitar kawasann sl-sel yang bekenan debgan rangasangan tak terlazim.
3. Stimulus generalization (generalisasi rangsangan) yaitu keadaan dimana individu memberika tindak balas yang sama terhadap ranggsangan tertentuu yang memiliki kesamaan walaupun tidak serupa.
4. Extintion (penghapuan) yaitu suatu tidak balas akan hilang secarra perlahan-lahan apabila makin berkurangnya keterkaitann dengan rangsangan tak terlazim.
Teori pelaziman operan yang tokohnya yaitu Throndike, pada dasarnya poses pembelajaran merupakan pembinaan hubungan antara rangsangan tertentu dengan perilaku tertentu. Semua pembelajaran dilakukan melalui suatu prroses coba-salah (trial and error). Ada tiga hukum pembelajaran yaitu hukum hasil (law of effect) menyatakan bahwa hubungan antara rangsangan dan perilaku akan makin kukuh apabila ada kepuasan, dan akan makin diperlemah apabila terjadi ketidakpuasaan, hukum latihan (law of exercise) menyatakan suatu rangsangan dan perilaku akan makin kukuh apabila sering dilakukan latihan, dan hukum kesiapan (law of readiness) menyatakan bahwa hubungan rangsangan dan perilaku akan semakin kukuh apabila disertai dengan kesiapan individu.
Teori pembelajaran Gestalt, dalam pandangan ini pembelajaran merupakan suatu fenomena kognitif yang melibatkan persepsi terhadap suatu benda, orang, atau peristiwa dalam cara-cara yng berbeda. Beberapa aplikasi tori gestalt dalam proses pembelajaran adalah pengalaman tilikan (insight), pembelajaran yang bermakna (meaningful learning), perilaku bertujuan (purposive behavior), prinsip ruangg hidup (life space), dan transfer dalam pembelajaran.
Komentar /refleksi:
Pada dasarnya teoori-teori pembelajaran menurut para ahli serprti teori behaviorisme dengan rangssangan dan stimulusnya dan Gestalt,k eduannya memiliki fingsi yang sama dalam proses pendididkan
BAB V TEORI-TEORI PEMBELAJARAN (2)
Teori perkembangan kognitif merupakan salah satu aspek perkembangan mental yang bertujuan : (1) memissahkan kenyataannya dengan fantasi, (2) menjelajah kenyataan dan menemukan hukum-hukumnya, (3) memilih kenyataan-kenyataan yang berguna bagi kehidupan, (4) menentukan kenyataan yang sesungguhnya di balik sesuatu yang nampak. Pekembangan kognitif merupakan suatu proses di mana tujuan individu melalui suatu ranggkaian yang secara kualittatiif beerbeda dengan berfikir. Perkembangan kgnitif merupakan pertumbuhan berfikir logis dari masa bayi hingga dewasa, yang berrlangsung melali empat peringkat yaitu:
1. Peringkat sensori motor (0-1,5 tahun), aktivitas kognitip berpusat pada lat indera (sensori) dan gerak (motor). Aktivitas ini terbentuk melalui proses penyesuaian fisik sebagai hasil dari inteeraksi dengan liingkungan.
2. Peringkat pre-operational (1,5-6 tahun), aktivitas berfikirnya belum mempunyai sistem yang terorganisir. Cara berfikir ini bersifat tidak sistematis, tidak konsisten dan tidak logis.
3. Peringkat concrete operational (6-12 tahun), perkembangan kognitif pada peringkat operasi kongkrit, memberikan kecakapan anak berkenaan dengan konsep-konsep klasifikasi, hubungan dan kuantitas.
4. Peringkat formal operational (12 tahun ke atas), perkembangan kognitif ditandai dengan kemmpuan individu untuk berfikir secara hipotetis dan berbeda dengan fakta, memahami konsep abstrak.
Impilkasi teori perkembangan kognitif Piaget dalam pengajaran antara lain :
1. Bahasa dan cara fikir anak berbeda dengan orang dewasa oleh karena itu dalam mengajar guru hendaknya menggnakan bahasa yan sesuai dengan ara berfikir anak.
2. Anak-anak akan beajar lebih baik apabila dapat menghadapi lingkungan dnan baik. Guru harus membantu agar dapat berinteraksi dengan lingkungan denggan bak.
3. Bahan yang akan dipelajari anak hendaknya dirasakan baru tetapi tidak asing.
4. Beri peluang agar anak mau belajar sesuai dengan peringkat perkembangannya.
5. Di dalam kelas hendaknya anak-anak diberi peluang untuk saling berbicara dan beriskusi dengan teman-temannya.
Teori pemrosesan informasi (Robert Gagne), hasil pembelajaran manusia pada dasarnya bersifat kumulatif, yang berarti bahwa hasil dari pembelajaran yang dicapai individu adalah merupakan kumpulan keseluruhan hasil-hail pembelajaran sebelunya yang saling terkait. Pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil pembelajaran. Peringkat dalam proses pembelajaran menurut teori Gagne melalui fase : (1) motivasi, (2) pemahaman, (3) pemerolehan, (4) penahanan, (5) ingatan kembali, (6) generalisasi, (7) perlakuan, (8) umpan balik. Dalam setiap fase terjadi pemrosesan tertentu.
Dalam kaitan dengan pengajaran ada sembilan langkah pengajaran yaitu:
1. Melakukan tindakan untuk menarik perhatian siswa.
2. Memberikan infomasi kepada siswa mengenai tujuan pengajaran.
3. Merangsang siswa untuk melakukan aktivitas pembelajaran.
4. Menyampaikan isi yang akan di bahas sesuai dengan topik.
5. Memberikan bimbingan bagi aktivitas siswa.
6. Memberikan peneguhan kepada perilaku pembelajaran siswa.
7. Memberikan umppan balik terhadap perilaku yang ditunjukkan siswa.
8. Melaksanakan penilaian proses dan hasil pembelajaran.
9. Memberkan kesempatan kepada siswa untuk mengingat dan menggunakan hasil pembelajaran.
Teori pembelajaran sosial kognitif, disebut teori ini karena proses kognitif yang terjadi dalam individu memegang peranan dalam pembelajaran, edangkan pembelajaran terjadi karena adanya pengaruh lingkunggan sosial. Individu akan mengamati perilaku I lingkungannya sebagai model, kemudian ditirunya sehingga menjadi perilaku miliknya. Dengan demikian teori ini disebut teori pembelajaran melalui peniruan. Perilaku individu terbentuk melalui peniruan terhadap perilaku di lingkuna,p embelajaran merupakan suatu proess bagaimana membuat peniruan sebaik—baiknya sehingga bersesuaian dengan keadaan dirinya dan tujuannya.
Komentar /refleksi:
Teori-teori pembelajaran yang haruus diketahui adalah beragam dan kesemuannya berperan penting terhadap proses pembelajaran dan pengajaran. Seperti menurut teoriperkembangan kognitif proses pembelajaran akan berhasil apabila disesuaikan dengan peringkat perkembangan kognitif siswa. Siswa hendaknya diberi kesempatan untuk melakukan eksperimen dengan objek fisik yang ditunjang oleh interaksi dengan teman sebaya, dan dibantu oleh pertanyaan tilikan dari guru dan guru hendaknya banyak memberikan rrangsanan kepada siswa agar mu berinteraksii dengan lingkunganya dan secara aktif mencari dan menemukan berbagai hal dari lingkungannya. Menurut teori pembelajaran sosial kognitif yang menekankan pada peniruan bahwa dalam pengajaran di dalam kelas guru hendaknya merupakan tokoh perilaku bagi siswa-siswanya. Proses kognitif siswa hendaknya mendapat perhatian dari guru, kemudian hendaknya lingkungan memberikan dukungan bagi proses pembelajaran, dan guru membantu siswa dalam mengembangkan perilaku pembelajaran.
BAB VI ASPEK-ASPEK PSIKOLOGIS DALAM PROSES PEMBELAJARAN DAN PENGAJARAN
Perilaku belajar siswa, dalam psikologi pendidikan, belajar diartikan sebagai suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseeluruhan sebagi hasil penglaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Dalam hubungan dengan proses belajar ini, yang harus dikenal betuloleh para pengajar adalah apa yang disebut dengan metakognisi dan persepsi sosial-psikologis pelajar. Yang dimaksd dengan metakognisi adalah pengetahuan seorang individu proses dan hasil belajar yang terjadi dalam dirinya serta hal-hal yang terkait. Hal ini mengandung arti bahwa, agar proses belajar dapat berlangsung secara efektif, maka pelajar seharusnya mampu mengenal proses dan hasil yang terjadi dalam dirinya. Untuk itu para pengajar hendaknya mamppu mengenal dan membantu siswa. Yang dimaksud dengan persepsi sosio-psikologis adalah sampai seberapa jauh pelajar mempersepsi proses belajar yang berlangsung beserta situasi-situasi yang berpengaruh.
Perilaku hasil belajar mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Para pengajar sangat diharapkan mampu mengantisipasi aspek-aspek perubahan perilaku ini yang dimulai dengan perencanaan kegiatan belajar-mengajar, dan mengembangkannya setelah kegiatan belajar berakhir. Dengan perilaku belajar yang efektif disertai proses mengajar yang tepat, maka proses belajar-mengajar diharapkan mampu menghasilkan manusia-manusia yang mempunyai karakteristik sebagai: (1) pribadi yang mandiri, (2) pelajar yang efektif, (3) pekerja yang produktif, (4) anggota masyarakat yang baik. Untuk mewujudkan kualitas manusia seperti itu, maka ada empat kulitas belajar yang harus dikembangkan dalam diri pada siswa, yiatu: (1) belajar untuk menjadi (learning to do), (2) belajar untuk belajar (learning to learn), (3) belajar untuk berbuat (learning to do), (4) belajar untuk hidup bersama (learning to live together)
Perilaku mengajar guru, guru dituntut arus mampu mewujudkan perilaku mengajar secara tepat agar menjadi perilku belajar yang efektif dalam diri siwa. Guru juga di tuntut untuk menciptakan situasi balajar-menajar yang kondusif. Guru tidak terbatas sebagai pengajar dalam arti penyampai pengetahuan, akan tetapi lebih meningkat sebagai perancang pengajaran, manajer pengajaran, pengevaluasi hasil belajar dan sebagai direktur belajar.
Dalam mewujudkan perilaku mengajar secara tept, karakteristik pengajar yang diharapkan adalah:
1. Memiliki minat yang besar terhadap pelajaran dan mata pelaajaran yang diajarkannya.
2. Memiliki kecakapan untuk memperkirakan kepribadian ddan suasana hati secara tepat serta membuat kontak dengan kelompok secara tepat.
3. Memiliki kesabaran, keakraban, dan sensivitas yang diperlukan untuk menumbuhkan semangat belajar.
4. Memiliki pemikiran yang imajinatif (konseptual) dan praktis dalam usaha memberikan penjelasan kepada pesrta didik.
5. Memiliki kualifikasi yang memadai dalam bidangnya, baik isi maupun metode.
6. Memiliki sikap terbuka, luwes, dan eksperimental dam metode dan teknik.
Pengajar akan mengajar dengan baik apabila memiliki sikap dasar yang benar, sasaran yang benar, informasi faktual yang diperlukan, memahami macam-macam metoda dan teknik dan mengetahui bagaimana memilihnya, membantu pelajar dalam merencanakan tindak lanjut
Perwujudan perilaku guru sebagai pengajar dan siswa sebagai pelajar akan nampk pada interaksi antar keduanya. Dalam interaksi ini terjadi proses saling mempengaruhi sehingga terjadi perubahan perilaku pada diri pelajar dalam bentuk tercapainya hasil belajar. Sekurang-kurangnya ada tiga hal dalam interaksi pelajar-pengajar yaitu proses belaja, metode mengajar, dan pola-pola interaksi.
Model pembelajaran yang dipandang cukup komprehensif yang dikembangkan oleh Ernest Chang dan Don Simpson, “The circle of learning: individual and Group Process” menurut model ini, pembeljaran dapat berlangsung tidak hanya tanggung jawab individual, akan tetapi dapat dalam bentuk kolaboratif melalui proses kehidupan kelompok. Model ini mendasarkan atas paradigma hubungan antara aktivitas dan orientasi. Dalam proses berlangsungnya pembelajaran ada dua dimensi yaitu dimensi aktivitas pembelajaran dan dimensi orientasi proses. Hubungan dua dimensi itu menghasilkan empat pola pembelajaran yaitu: (1) traditional lectures atau ceramah tradisional, (2) self study atau belajar mandiri, (3) concurrent learning atau pembelajaran bersama, (4) colaborative learning atau pembelajaran kolaboratif.
Komentar /refleksi:
Dalam bab ini kita dapat mengenal dan menerapkan bebgai aspek psikologis dalam keseluruhan kegiatan pendidikan khususnya pada saat proses belajar-mengajar. Yang ibicarakn aspek psikologis disini yaitu aspek perilaku individu yang terkit dengan proses belajar-mengajar. Seperti kita ketahui dalam proses kegiatan ini melibatkan intraksi individu antara pelajar dan pengajar aspek prilkunya berarti perilaku belajar siswa dan perilaku mengajar guru.
Dalam mewujudkan proses mengajar yang efektif dan efisien maka perilaku belajar siswa dan perilaku mengajar guru dapat di dinamiskan secara baik. Pengajar (guru) hendaknya mampu mewujudkan perilaku mengajar secara tepat agar mampu mewujudkan perilaku belajar siswa melalui interaksi belajar-mengajar yang efektif dalam situasi belajar-mengajar yang kondusif.
BAB VII ASPEK-ASPEK PERILAKU PEMBELAJARAN
Motivasi dapat diartikan sebagai suatu upaya untuk menimbulkan atau meningkatkan dorongan untuk mewujudkan perilaku tertentu yang terarah kepada pencapaian suatu tujuan tertentu. Perilaku belajar terjadi dalam situasi interaksi belajar-mengajar dalam mencapai tujuan dan hasil belajar. Dalam berbagai teori penelitian, ternyata terdapat kaitan yng erat antara kepuasan yang dicapai dalam elajar denga unjuk kerja dan motivasi. Kepuasan yang diperoleh siswa dari prosse belajar dapat menunjukkan unjuk kerja yang dan dapat meningkatkan motivasi belajar. Unjuk kerja yang dicapai seseorang dapat mendapatkan kepuasan dan kemudian dapat meningkatkan motivasi, dalam kaitan ini hendaknya dapat ditimbulkan suasana belajar yang sedemikian rupa sehingga dapat memberikan kepuasan agar dapat menghasilkan unjuk kerja yang baik. Faktor yang mempengaruhi kepuasan siswa dalam belajar yaitu imbalan hasil belajar, rasa aman dalam belajar, kondisi belajar yang memadai, kesempatan untuk memperluas diri, hubungan pribadi.
Ada beberapa prinsip motivasi yang dapat dijadikan acuan yaitu prinsip kompetisi, prinsip pemacu, prinsipganjaran dan hukuman, kejelasan dan kedekatan tujuan, pemahaman hasil, peengembangan minat, lingkungan yang kondusif, keteladanan.
Pengamatan dan perhatian merupakan aspek tingkah laku yang mempunyai peranan penting dalam proese pembelajaran. Keefektipan suatu pross peembelajaran akan banyak dipengaruhi oleh kulitas pengamatan dan perhatian yang diberikan. Pengamatan atau perception, merupakan salah satu bentuk perilaku kognitif, yaitu suatu proses mengenal lingkungan dengan menggunakan alat indera. Prosses pengmatn tejadi karena adanya rangsangan dari lingkungan yang diterima oleh individu denan enggunaan alat indera. Rangsangan itu kemudian diteruskan ke pusat kesadaran yaitu otak untuk kemudian diberika makna dan tafsiran. Dilihat dari proporsi penggunaan alat indera ada beberapa gaya pengamatan yaitu: gaya pengamatan visual, gaya auditif, gaya taktil, gaya kinestetik.
Perhatian dapat diartikan sebagai peningkatan aktivitas mental terhadap suatu rangsangan tertentu. Perhatian dapat lebih memusatkan pengamatan individu kepada suatu rangsangan, sehinnga pengamatan menjadi lebih efektif. Guru dapat membantu siswa dalam memusatkan memelihara perhatan dalam proses pembelajaran dengan hal-hal sebagai berikut:
• Isyarat, memberikan isyarat-isyarat tertentu kepada siswa pada saat memulai pelajaran atau pada saat pergantian aktivitas.
• Gerakan, senantiasa bergerak dan berkeliling ke seluruh kelas selama menyajikan pelajaran.
• Variasi,menggunakan gaya variasi dalam gaya mengajar.
• Minat, memberikan minat siswa sebelum dan selama proes pengajaran.
• Pertanyaan, mengajukan pertanyaan selama proses pengajaran berlangsung, mendorong siswa untuk memberikan jawaban denga kata-kata sendiri.
Suatu proses pembelajaran akan berlangsung dengan efektif apabila informasi yang dipelajari dapat diingat dengan baik dan terhindar dari lupa. Mengingat adalah merupakan proses menerima, menyimpan, dan mengeluarkan kembali inforrmasi-informasi yang telah diterima melalui pengamatan, kemudian disimpan dalam pusat kesadaran (otak) setelah diberikan tafsiran.
Yang dimaksud dengan transfer dalam pembelajaran ialah pemindahan hasil pembelajaran dari suatu situasi kee situai lain. Tanfer akan terjadi apabla terdapat kesamaan antara pembelajaran yang satu dengan situasi lainnya.
Dalam proses pembelajaran kebutuhan merupakan sumber timbulnya motivasi. Kebutuhan (need) dapat diartikan sebagai suatu sitiasi kekurangan dalam diri inividu dan menunutut pemuasan agar dapat berfungsi secara efektif. Kebutuhan merupakan sumber timbulnya motivasi yang mendorong individu untuk berperilaku.
Komentar /refleksi:
Dalam bab ini dibahas mengenai beberapa aspek psikologi yang tekait dengan proses pembelajaran dan pengajaran.dengan memperhatikan konsep psikologis diharapkan guru mampu mengembangkan strategi pembelajaran yang seefektif mungkin . Aspek yang dibahas yaitu:
1. Motivasi,dalam hubungannya para guru mempunyai tanggungjawab dan kewajiban untuk memotivasi dalam belajar dan membantu agar mereka terhindar dari kemungkinan frustasi.
2. Pengamatan dan perhatian, dalam aktivitas di sekolah guru harus mengusahakan agar siswa dapat melakukan pengamatan yang efektif agar memperoleh hasil pembelajaran yang sebaik-baiknya. Dalam mengajar hendaknya memberikan kesempatann epada siswa untmlakukan pengamtan yang baik.
3. Mengingat dan lupa, tugas guru adalah membantu siswwa dalam proses pembelajaran agar bahan-bahan yang dipelajari siswa dapat diingat dnga baikdan terhindar dari lupa.
4. Transer dalam belajar.
5. Kebutuhan individu.
BAB VIII PSIKOLOGI MENGAJAR
Pendidikan diwujudkan melalui proses pengajaran. Proses pengajaran yang efektif terbentuk melalui pengajaran yang meliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Berpusat pada siswa
2. Interaksi edukatif antara guru dengan siswa
3. Suasana demokratis
4. Variasi metode mengajar
5. Guru profesional
6. Bahan yang sesuai dan bermanfaat
7. Lingkungan yang kondusif
8. Sarana belajar yang menunjang
Model mengajar dikelompokkan dalam empat rumpun yaitu
1. Rumpun model pemrosesan informasi, model ini berorientasi pada kecakapan siswa dam memproses informasi. terdiri atas: model berpikir induktif, model latihan inkuri, inkuri ilmiah, penemuan konsep, pertumbuhan kognitif, model penata lanjutan dan memori.
2. Rumpun model-model personal, model ini berorientasi kepada individu dan perkembangan keakuan (selfhood), terdiri atas; pengajaran non-direktif, latihan kesadaran, sinektik, sistem-sistem konseptual dan pertemuan kelas.
3. Rumpun model interaksi sosial, model ini menekankan hubungan individu dengan orang lain atau masyarakat, terdiri dari; penentuan kelompok, inkuiri (penemuan sosial), metode laboratori, jurisprudensial, bermain peran, model penata lanjutan, dan simulasi sosial.
4. Rumpun model behavior (perilaku), model ini menekankan pada aspek perubahan perilaku psikologis dan perilaku yang tidak dapat diamati, terdiri dari: manajemen kontingensi, kontrol diri, relaksasi, pengurangan ketegangan, latihan asertif desensitasi, latihan langsung.
Komentar /refleksi:
Dalam bab ini meliputi psikologi belajar yang di dalamnya terdapat proses pengajaran yang efektif. Agar dapat terjadi proses pengajaran seperti itu maka guru harus mampu menciptakan proses pengajaran dalam suasana pembelajaran yang baik. Selanjutnya yaitu mengenal model-model mengajar, seperti kita ketahui bahwa mengajar merupakan tugas utama seorang guru, dengan bahasan yang ada pada bab ini, dapat diharapkan ketika menjadi seorang guru dapat mengenal model-model mengajar dan memilihnya secara tepat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki serta keadaan lingkungannya.
BAB IX PSIKOLOGI GURU
Peranan (role) guru artinya keseluruhan perilaku yang harus dilakukan guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai guru. Di dalam keluarga guru perperan sebagai pendidik dalam keluarga atau family educator, sedangkan di masyarakat, guru berperan sebagai pembina masyarakat (sosial developer), pendorong (social motivator), penemu (sosial inovator) dan sebagai agen masyarakat (social agent).
Beberapa faktor yang ikut mempengaruhi kinerja guru:
1. imbalan kerja
2. rasa aman dalam pekerjaan
3. kondisi kerja yang baik
4. kesempatan pengembangan diri
5. hubungan pribadi
Kompetensi guru adalah pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang harus ada pada seseorang agar dapat menunjukan perilakunya sebagai guru. Kompetensi guru meliputi kompetensi personal, kompetensi profesional, kompetensi sosial, kompetensi intelektual dan kompetensi spiritual. Guru profesional adalah guru yang memiliki keahlian, tanggung jawab dan rasa kesejawatan yang didukung oleh etika profesi yang kuat.
Kepribadian merupakan keseluruhan perilaku dalam berbagai aspek yang secara kualitatif akan membentuk keunikan atau kekhasan seseorang dalam interkasi dengan lingkungan diberbagai situasi dan kondisi. Dalam lingkup pendidikan, penampilan guru merupakan hal yang amat penting untuk mewujudkan kineja secara tapat dan efektif. Dengan demikian sifat utama seorang guru adalah kemampuannya dalam mewujudkan penampilan kualitas kepribadian dalam interaksi pendidikan yang sebaik-baiknya agar kebutuhan dan tujuan tercapai secara efektif.
Komentar /refleksi:
Dalam keseluruhan proses pendidikan, khususnya di sekolah guru memegang peranan yang paling utama, perilaku guru dalam proses pendidikan akan memberikan pengaruh bagi pembinaan siswa. Dalam psikologi guru pada bab ini merupakan kajian psikologis terhadap berbagai aspek perilaku guru khasnya dalam proses pendidikan di sekolah.
===================
Ditulis oleh : Gesty Sugesty
Kelas : II A. Program Studi Pendidikan Ekonomi-FKIP UNIKU.
(Kajian Kritis Buku Psikologi: Diajukan Dalam rangka Memenuhi Salah Tugas Mata Kuliah Psikologi Pendidikan. 2010)
Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran _ AKHMAD SUDRAJAT TENTANG PENDIDIKAN.htm
Langganan:
Komentar (Atom)
Catatan Yang Ditampilkan
Formulir
Formulir Daftar Peserta Didik Nama Lengkap: NIS: Kelas: Tambah Peserta Daftar Peserta Didik N...
-
Formulir Daftar Peserta Didik Nama Lengkap: NIS: Kelas: Tambah Peserta Daftar Peserta Didik N...
-
Sejarah Ilmu Matematika Kata "matematika" berasal dari kata μάθημα(máthema) dalam bahasa Yunani yang diartikan sebagai ...
-
Soal No. 1 Diberikan 4 buah garis dalam koordinat cartesius seperti terlihat pada gambar berikut. Tentukan gradien dari keempat garis ...
